
"Masuklah cepat, Kania.!" seru Pangeran Khalied.
Baru saja Kania melangkah masuk ke dalam lingkaran, genderuwo itu tiba-tiba datang dan menarik tangan Kania.
"Kak Khalied.." seru Kania ketakutan.
Dia memejamkan mata sangking takutnya.
Genderuwo itu tampak berusaha untuk menarik Kania keluar dari lingkaran yang dibuat oleh Pangeran Khalied.
Brakkk.....
Tubuh Genderuwo itu terlempar jauh ke belakang dan membentur dinding kamar Kania.
"Sudah kukatakan padamu, jika aku keluar dari tempat itu, maka aku pasti akan membakar tubuhmu sampai hangus menjadi abu. Sekarang ini, aku sudah ada di hadapanmu, maka bersiaplah sekarang wahai kau genderuwo jelek, karena gantian aku yang akan mengirimmu ke neraka..!" bentak Pangeran Arkana dengan suara menggelegar.
Rupanya, Pangeran muda yang ganteng itu berhasil keluar dari tempat genderuwo itu menyekapnya.
Dan sekarang ini, dia sudah benar - benar murka terhadap genderuwo itu. Karena selama ini sudah mengganggu dan memperdaya Kania dengan segala tipu dayanya.
"Hati - hati, Pangeran. Genderuwo itu sangat licik dan penuh dengan tipu daya. Jangan sampai tertipu oleh sihirnya..!" Pangeran Khalied berseru memperingatkan Pangeran Arkana.
"Aggrrhhh..... rupanya kau berhasil keluar dari lembah mimpi buruk yang dingin dan sunyi. Padahal jarang orang bisa terbangun jika sudah masuk ke lembah itu," kata Genderuwo itu sambil menyeringai mengerikan. Dia kembali menyerang pangeran Arkana yang kini sudah bersiap - siap menghadapi serangan genderuwo itu.
"Cihhh, kau pikir aku anak kemarin sore. Hanya lembah mimpi buruk saja, itu tak ada apa - apanya. Lebih dari itu saja, aku masih mampu mengatasinya. Kau sungguh - sungguh menyedihkan. sebagai makhluk yang tak kasat mata. Hanya seperti itu saja kah kemampuan kamu..?" ejek Pangeran Arkana.
Genderuwo itu menjadi marah karena mendengar ejekan Pangeran Arkana. Matanya merah menyala dan berkilat - kilat. Terdengar geraman dari mulutnya.
"Gerrrhh,.... kurang ajar. Kau sombong. sekali, Pangeran Arkana. Aku rasa mulutmu perlu di sumpal agar berhenti membual."
Selesai berkata begitu, tiba-tiba saja Pangeran Arkana dipagut oleh seekor ular sawah yang sangat besar. Ular itu seakan-akan hendak menelan Sang Pangeran.
Sebenarnya, pangeran Khalied ingin membantu Pangeran Arkana. Akan tetapi, sepertinya Pangeran Arkana mampu untuk menghadapi genderuwo itu sendiri. Ular besar itu sekarang sedang melilit tubuh sang Pangeran.
Kania yang melihat hal itu menjerit-jerit karena ngeri. Dia juga mencemaskan nasib Arka.
"Arka, awas ada ular..!" serunya. Hampir saja dia berlari keluar dari dalam lingkaran perlindungan jika saja Pangeran Khalied tidak keburu berseru untuk mencegahnya.
"Jangan keluar dari lingkaran walau apapun yang kau lihat, Kania. Semua itu hanya ilusi. Dia memancingmu keluar agar bisa mengalihkan konsentrasi Arka. Dengan demikian dia bisa mengalahkan Arka." kata Pangeran Khalied kepada Kania.
"Baik, Kak Khalied, aku mengerti..!" sahut Kania lantas kembali duduk di dalam lingkaran.
"Banyak - banyak berzikir dan menyebut istighfar, aku yakin, kalian berdua akan mampu untuk mengahadapi genderuwo itu." kata Pangeran Khalied lagi.
Ular besar tersebut masih terlihat membelit Pangeran Arkana. Akan tetapi, dengan mudahnya dia melepaskan diri dari pagutan ular besar tadi dan melemparkan ular itu kembali ke arah genderuwo itu. Ular besar itu pun lenyap tak berbekas.
__ADS_1
"Benar sekali, Paman. Semua itu hanya ilusi. Dan ilusi genderuwo itu kalah oleh zikir dan Doa. Karena sebenarnya semua itu hanya tipu daya dia untuk menipu pandangan mata kita." sahut Pangeran Arkana.
"Hahaha, rupanya kamu benar - benar tak bisa dianggap sepele, Anak Jin." ejek genderuwo itu.
"Aku memang anak Jin. Tapi itu lebih baik dari pada dirimu, anak genderuwo." balas Pangeran Arkana tak mau kalah.
"Hah, kau jangan sombong dulu, aku masih belum kalah. Lagi pula, Kania itu bukan milik siapa- siapa-siapa selama kamu belum menandainya." kata Genderuwo tersebut.
"Segera aku akan menandainya setelah aku membuatmu berubah menjadi genderuwo gosong..!" Kata Pangeran Arkana. Setelah itu, dia pun mengulurkan tangannya ke atas.
Secara ajaib, pedang Halilintar pun sudah berada di tangan Pangeran Arkana.
Tanpa banyak bicara, Pangeran Arkana mengayunkan pedang tersebut ke tubuh Genderuwo tersebut. Genderuwo itu gesit mengelak sehingga pedang tersebut hanya mengenai angin saja.
Pangeran Arkana tak putus asa. Kembali dia mengayunkan pedang tersebut sambil mengucap takbir.
"Allahu akbar.... Binasalah kau musuh Allah..!" seru Pangeran Arkana.
Kilatan cahaya halilintar menyambar - nyambar di angkasa. Membakar apa saja yang dikenainya. Demikianlah, kehebatan pedang Halilintar tersebut.
Melihat itu, ciut nyali Genderuwo tersebut. Setiap kali pedang Halilintar terayun, maka satu kalimat takbir menggema. Dan kalimat takbir itu membuat kekuatan pedang Halilintar berlipat ganda.
Sampai suatu ketika, ...
"Arghhhh.....!!!"
Tak ayal lagi, tercium bau hangus kulit terbakar.
Genderuwo itu berteriak-teriak kesakitan karena seluruh tubuhnya kini terbakar oleh sambaran Halilintar dari pedang Pangeran Arkana.
"Allah,... Allahu Akbar... Entahlah kau atas nama Allah pemilik seluruh kekuatan di dunia ini..!" seru pangeran Arkana.
Tubuh genderuwo itu pun akhirnya hangus terbakar menjadi abu. Setelah itu hilang ditiup angin.
Keadaan kembali aman dan tenang. Yang tersisa dari semua kekacauan itu adalah kamar Kania yang sudah berantakan mirip ruangan yang terkena angin tornado.
Pangeran Khalied tersenyum ketika melihat Pangeran Arkana yang sibuk mengatur dan merapikan semua benda - benda di kamar Kania kembali hingga kembali wujud semula.
"Kania, keluarlah. sekarang kau sudah aman.!" kata Pangeran Khalied kepada Kania yang ingin melangkah keluar dari dalam lingkaran tapi terlihat ragu.
"Benarkah, Kak. Aku sudah boleh keluar." Tanya Kania kepada Pangeran Khalied.
"Keluarlah, kau sudah aman..!" kata Pangeran Arkana.
Kania melangkah keluar dari lingkaran yang dibuat oleh Pangeran Khalied.
__ADS_1
Begitu Kania menginjakkan kakinya di luar lingkaran, Pangeran Arkana menyambutnya dengan berlutut di hadapan Kania.
"Menikahlah denganku, dan aku akan menjagamu selamanya, sampai akhir hayatku." kata Pangeran Arkana.
Kania tak mampu lagi untuk berucap. Hatinya terlalu bahagia dan berbunga - bunga. Arka melamarnya. Mimpikah dia..?
"Arka, ...Iya, aku mau. Aku bersedia menikah denganmu... " jawab Kania.
Dia tak ragu lagi untuk mengakui bahwa dia juga mencintai Pangeran Arkana. Pemuda yang memiliki mata kuning yang aneh. Akan tetapi, diam - diam sangat dia kagumi itu.
****
Delapan bulan kemudian...
"Tuanku, Tuan Putri Zahra ingin makan sate padang. Akan tetapi, sate itu harus di beli dari kota Padang juga." lapor Zamura kepada Pangeran Khalied.
"Tunggu apa lagi, Zamura. Suruh seorang dayang istana untuk membelikan istriku itu apa yang dia inginkan..!" perintah Pangeran Khalied kepada Zamura.
"Masalahnya, tuan putri Zahra ingin agar tuanku sendiri yang pergi membeli sate itu. Tuan Putri Zahra tak ingin jika orang lain yang membelinya..!"
Pangeran Khalied geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Zahra yang sedang hamil. Saat ini, usia kehamilan Zahra sudah memasuki trimester ke dua.
Dia harus benar-benar ekstra sabar menghadapi Kecerewetan Zahra yang meningkat sepuluh kali lipat.
"Baiklah, Zamura, ayo kita pergi sekarang..!" ajak Pangeran Khalied kepada pengawal pribadinya itu.
"Baik, tuanku..!"
Keduanya kemudian melesat pergi menuju ke kota Padang. Dalam sekejap, Keduanya sudah berada di kota Bukit Tinggi, Padang Pariaman...
"Zamura, Kita sudah sampai di kota Padang. Sate apa yang Tuan Putri Zahra inginkan, sate ayam atau daging sapi..?" tanya Pangeran Khalied.
Sejenak Zamura terdiam. Dia lupa menanyakan kepada Zahra, sate apa yang dia inginkan. Sate Daging sapi atau ayam.
"Ampun, Tuanku. hamba lupa menanyakan kepada tuan Putri Zahra, apa yang beliau inginkan.." kata Zamura.
"Apa,? astaga Zamura. Apakah kita harus kembali lagi ke istanaku di hutan Alas Amarta sana, untuk sekedar bertanya tentang apa yang diinginkan oleh Zahra" kata pangeran Khalied.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang, Tuanku..?".Tanya Zamura.
" Beli saja semuanya..!!".kata Pangeran Khalied..
???
!.
__ADS_1
.