Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )


__ADS_3

Arka....!!! Kamu dari mana. Aku sudah bilang, jangan tinggalkan aku..! " sungut gadis itu kesal.


"Sttt... pelan - pelan. Telinga makhluk itu sangat tajam. Dia bisa mendengar apapun yang kita bicarakan?" kata Pangeran Arkana.


Pangeran Arkana memandang ke arah Kania. "Baju yang bagus.. " komennya saat melihat pakaian di tubuh Kania yang kurang bahan. "Namun, lebih bagus lagi jika seperti ini. Maaf... " kata pangeran Arkana seraya menyentuh pakaian di tubuh Kania. Pakaian itu kembali ke bentuknya semula, seperti awalnya.


Mata Kania melotot melihat hal itu. Astaga... ternyata pemuda ini bisa melakukan semuanya. Jika dia tahu akan hal itu, kenapa tidak dari awal tadi dia lakukan.


"Kenapa..? " tanya Pangeran dengan wajah tak mengerti.


"Kenapa tak bilang, jika ternyata kamu bisa melakukannya...!! " kata Kania kesal.


"Melakukan apa..?" tanya Pangeran lagi. Kania menunjukkan bajunya. "Oh, itu. Itu hanya kemampuan bangsa kami yang bisa menyihir sesuatu ke bentuk semula.. " jawab Pangeran Arkana dengan santainya.


"Iya, kenapa kamu tak melakukannya sejak tadi, tapi malah menghilang bersama Zamura, dasar bodoh..! " sungut Kania kesal. Rasa kesal di hatinya bukan tanpa alasan. Andai pemuda itu melakukannya sejak aeal, sudah barang tentu dia tak semalu ini.


"Aku menghilang karena aku merasa malu. Sungguh amat tidak pantas, aku melihatmu dalam keadaan tanpa busana, kecuali jika kau sudah menjadi istriku... " ucap Pangeran Arkana.


Blusss... pipi Kania bersemu semerah buah ceri. Kata - kata terakhir pemuda bermata kuning terang itu telah membuat dirinya malu. Istri..? Astaga, Kania membayangkan bagaimana dirinya andai memiliki suami seorang pria jelmaan separuh jin dan separuh manusia.


"Jangan kau bayangkan... aku takut jika membayangkannya akan membuatmu merasa takut jika bersamaku.. " kata Pangeran Arkana.


Mata Kania semakin melotot besar. Pemuda ini, apa lagi yang tidak bisa dia lakukan, pikir Kania lagi.


"Yang tak bisa ku lakukan adalah mendapatkan cintamu... "


"Arka...! Nggak lucu..! Kamu menyadap pikiranku..! " berseru Kania dengan suara yang cukup nyaring.


Pangeran Arkana kaget. Dia baru saja ingin mengatakan kepada gadis itu bahwa suaranya bisa membuat buto ijo itu menyadari dimana keberadaan mereka. Akan tetapi, sayangnya terlambat...


Buto ijo itu sudah berada tepat di depan mereka.

__ADS_1


"ARKA, tolong....!!" seru Kania ketika tangan buto ijo itu terulur hendak menangkapnya.


Secepat kilat, Pangeran Arkana menyambar tubuh Kania dan membawanya terbang untuk menghindari tangkapan Buto Ijo.


"Hampir saja...!" Desisnya.


Pangeran Arkana perlahan -lahan melayang turun dan melepaskan Kania begitu wanita itu sudah menginjak tanah.


Sementara itu, Buto Ijo yang melihat buruannya lepas menjadi marah. Makhluk bertubuh hijau itu mengamuk membabi buta dan menerjang ke arah Pangeran Arkana yang kini sudah bersiap - siap menghunus pedangnya untuk menghadapi Buto Ijo.


"Arka..! Beri aku senjata, aku juga mau menghadapi makhluk itu...! " kata Kania.


Pangeran Arkana mengulurkan tangannya dan secara ajaib, di tangan pemuda itu muncullah sebilah tombak.


"Kamu pakai tombak itu. Cocok untuk tubuh kamu yang kecil." kata Pangeran Arkana seraya melemparkan tombak itu ke arah Kania.


"Hati - hati menggunakannya.. !! " pesan pemuda itu kemudian terbang meleset mendekati Raksasa Buto Ijo yang sejak tadi terus saja berusaha menangkap mereka.


kini, gadis itu bahkan ikut juga menyerang buto Ijo. Dirinya bahkan tak segan - segan harus naik ke tempat yang agak tinggi untuk bisa mencapai tubuh Buto Ijo. Meskipun tubuh gadis itu kecil, namun dia bergerak lincah.


"Nona Kania, menyingkirlah ke tempat yang aman. Biar aku dan tuanku pangeran yang menghadapi makhluk itu..! " kata Zamura yang kini sudah kembali muncul.


"Baiklah, aku akan menonton saja pertunjukan seru kalian. Cepatlah kamu bantu tuanmu itu, Zamura...!" seru Kania.


Zamura melesat terbang menghampiri pangeran Arkana yang sedang berhadapan dengan Buto Ijo. "Gerakan raksasa ini cepat juga. Jika kita lengah sedikit saja, maka nyawa kita akan melayang sia - sia di tangan raksasa ini.." kata Pangeran Arkana.


"Tuan, sepertinya kita harus merubah ukuran tubuh kita agar pertarungan ini seimbang... "


Pangeran Arkana menoleh ke arah Zamura. Dia baru menyadari bahwa pengawalnya itu kini sudah berubah wujud menjadi sesosok goblin lagi. Hanya saja sekarang ukuran Zamura menjadi lebih besar lagi dari ukuran biasanya yang memang sudah besar.


Kini kedua raksasa itu sudah terlibat dalam pertarungan sengit. Buto Ijo menemukan lawan yang seimbang.

__ADS_1


Gemuruh suara ranting dan pohon - pohon yang tumbang akibat pergulatan kedua makhluk raksasa itu menimbulkan suara yang sangat berisik. Geraman Zamura dan raksasa silih berganti saling bersahutan menyeramkan siapa saja yang mendengarnya.


Pertarungan sengit itu kini menjadi tontonan yang amat seru dan menarik sekali. Bukan hanya Pangeran Arkana dan Kania yang menonton, bahkan Zaddak dan seluruh makhluk manusia harimau turut serta menonton pertunjukan itu.


Zamura tampaknya sudah mulai kehabisan sabar menghadapi Buto Ijo. Makhluk jelmaan goblin itu akhirnya mengeluarkan jurus akhirnya, yaitu pukulan Seribu Bayangan. Pukulan maut yang mampu membunuh lawan dari jarak jauh. Pukulan inilah yang tempo hari melukai Ki Boma, guru dari Si Codet hingga lelaki itu mengalami luka dalam yang parah sekali.


Alhasil, pukulan itu pun bersarang tepat di tubuh Buto Ijo hingga menyebabkan raksasa itu pun tumbang.


Suara berdebum benda yang teramat besar jatuh ke bumi di iringi suara erangan yang dahsyat menimbulkan suara yang amat mengerikan untuk di dengar oleh seluruh penghuni dimensi ke empat.


Mereka semua menahan nafas karena tegang dan terkesima oleh pemandangan itu.


Makhluk raksasa bernama Buto Ijo itu sekarat meregang nyawa di tangan makhluk goblin jelmaan Zamura, yang merupakan pengawal pribadi pangeran Khalied. Sekali lagi, Zamura membuktikan kehebatannya dalam melindungi tuannya, yaitu anak dan cucu pangeran Hasyeem. Lelaki jelmaan goblin itu tak segan - segan menghabisi dan menghancurkan siapa saja lawan dari tuannya.


Zamura mengulurkan tangannya sehingga kemudian muncullah sebilah pedang di tangannya. Dengan sekali ayunan, tebasan pedang Zamura memenggal kepala buto Ijo dan memisahkannya dengan tubuhnya.


"Tuanku, tugas anda sekarang..! " ucap Zamura kepada Pangeran Arkana yang berada di sebelah Kania.


Dengan ringan, tubuh Pangeran Muda itu melayang mendekati Kepala dan tubuh buto Ijo yang sudah terpisah itu. Dirinya kemudian mengeluarkan jurus ilmu Halilintar miliknya.


Petir dan Halilintar seketika hadir di tempat itu dalam sekejap. Membuat suasana di tempat itu yang selalu di selimuti kegelapan menjadi terang seketika.


Petir dan kilat itu pun menyambar dan menghanguskan tubuh dan kepala buto Ijo itu hingga menjadi debu. Benar - benar dahsyat kekuatan ilmu Halilintar yang dimiliki oleh Pangeran putra Pangeran Alyan itu. Ternyata ilmu itu sempurna sudah di pelajari olehnya. Hingga kekuatannya setara dengan sang Kakek, yang memang pemilik ilmu tersebut.


Berakhir sudah ketakutan seluruh penghuni tempat itu akan teror dari Lamma dan Buto Ijo. Kedua makhluk yang selama ini meneror mereka itu nyatanya sudah tewas di tangan orang asing yang tidak diketahui asalnya yang datang ke dimensi itu dan berhasil membunuh kedua makhluk itu. Membebaskan mereka semua.


Lantas, bagaimana dengan nasib Pangeran Khalied dan Zahra yang juga berada di dimensi itu.


Mari kita lanjutkan lagi perjalanan kita bersama Pangeran - Pangeran tampan dari negeri jin itu.


Jangan lupa like dan vote, 👍😏😏

__ADS_1


__ADS_2