Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )


__ADS_3

"Aku baru tahu, ternyata ada juga kapal yang isinya ruh manusia. Sangat aneh sekali..?" ucap Zamura.


"Mengapa kau sebut aneh. Memang dimensi empat tempat semua keanehan terjadi. Tempat ini adalah tempat orang mati dan para roh yang penasaran. Lantas di mana anehnya..?"


Kini kapal itu benar-benar telah merapat tepat di hadapan ketiganya. Bayangan kapal itu tampak menakutkan dan juga menyeramkan. Seolah - olah ingin mengingatkan siapa saja yang melihat kapal itu tentang alam kematian. Alam kesunyian, tempat penantian, dan kegelapan yang abadi.


Tak ada sedikitpun tanda - tanda kehidupan yang tampak terlihat di kapal itu. Dingin dan sunyi. Hanya kabut tipis saja yang merayapi kapal tersebut hingga kesan angker dan mistisnya terlihat jelas.


Zamura melirik ke arah tuannya sekilas.


"Apakah kita akan masuk ke kapal itu, Tuan." tanya Zamura.


"Tentu saja. Mau bagaimana lagi caranya supaya kita bisa bertemu Zahra dan Kania?" jawab Pangeran Khalied.


"Tapi, Tuan....?" Sejenak ada keraguan di wajah Zamura. Pengawalnya itu seperti memikirkan sesuatu.


"Tapi apa, Zamura. Mengapa kamu seperti Mak - emak yang kekurangan uang belanja, sih. Kamu seperti mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi.." ucap Pangeran Khalied.


Zamura nyengir mendengar ucapan tuannya. "Bukan begitu, Tuan. Saya hanya heran, mengapa kita mesti masuk ke sana. Bukankah kita masih hidup..?" tanya Zamura kemudian.


"Lantas, apa kau pikir Zahra dan Kania sudah mati, begitu...?"


Zamura dan Pangeran Arkana terkejut atas pertanyaan Pangeran Khalied. Iya, benar sekali. Zahra dan Kania masih lagi hidup.


Tanpa bertanya lagi, keduanya melesat terbang mengikuti Pangeran Khalied yang sudah lebih dahulu melesat terbang memasuki kapal yang di dalamnya berisi ruh - ruh itu.


"Stttsss.... Zamura. Apa kamu tidak merasakan keanehan...?" tanya Pangeran Arkana.


"Sejujurnya, aku merasakan keanehan, Pangeran. Tapi kata Pangeran Khalied, itu adalah hal yang biasa di tempat ini." jawab Zamura.


Mereka sudah berada di atas kapal. Saat mereka sudah berada di atas kapal, kembali kapal itu bergerak dengan sendirinya dan bertolak meninggalkan tempat tadi.


"Tuanku, sepertinya kapal ini bergerak meninggalkan tempat tadi. Kira - kira kemana kapal ini akan membawa kita..?"


"Entahlah, Zamura. Aku tak tahu. Mungkin saja apa yang dikatakan oleh nenek tua tadi benar. Kapal ini akan membawa kita dan ruh - ruh itu ke Eddena." jawab Pangeran Khalied.


Pangeran tampan dan kharismatik itu mengamati keadaan di sekelilingnya. Matanya yang tajam yang seperti mata pedang itu menangkap sebuah cahaya yang berpendar di dalam sebuah ruangan di bawah sana. Sepertinya itu adalah sebuah palka.


"Hmmm, apakah itu yang di sana. Aku melihat ada semacam cahaya dari bawah sana. Cahaya apakah itu...?"


"Paman, sepertinya ada cahaya di sana. Ayo kita lihat. Aku penasaran, cahaya apa yang ada di bawah sana.." ucap Pangeran Arkana.


"Baiklah, tapi kita harus hati - hati. Kita tak tahu, hal apa yang menanti kita di bawah sana." ucap Pangeran Khalied.

__ADS_1


Mereka bergerak perlahan mendekati ruangan itu. Cahaya yang mereka lihat itu adalah cahaya yang terpancar keluar dari dalam sebuah ruangan yang tertutup rapat.


Mereka saling pandang sejenak. Bingung harus berbuat apa.


"Zamura, ubahlah dirimu menjadi nyamuk. Lalu masuklah lewat lubang kecil itu, cari tahu, apa yang ada di dalam sana."


Zamura melotot ke arah Pangeran Khalied. Tuannya itu meminta dia merubah diri menjadi nyamuk. Yang benar saja.?


"Kenapa memandangku..? Memangnya ada yang aneh dengan perintahku.?"


"Tuanku yang mulia Pangeran Khalied, kau memintaku untuk merubah diri menjadi nyamuk. Astaga... itu sungguh tak keren sekali...!" ucap Zamura bersungut-sungut.


Hampir saja Pangeran Khalied tertawa ngakak ketika mengetahui apa yang menjadi penyebab pengawalnya itu berwajah masam.


"Zamura, masih untung kamu kuperintahkan menjadi nyamuk, jika menjadi tikus, bagaimana..?"


Dengan wajah masam, terpaksa Zamura mengubah wujudnya menjadi seekor nyamuk lalu terbang masuk ke dalam ruangan tersebut melalui celah kecil yang terdapat di dinding ruangan tersebut.


Kini pengawal pribadi Pangeran Khalied itu sudah berada di dalam ruangan itu.


Bukan main. Pemandangan di dalam ruangan itu sampai membuat mata Zamura terbelalak kagum. ( bagaimana mata nyamuk kalau terbelalak, yah🤔🤔).


Ternyata, cahaya yang terpancar keluar itu adalah yang berasal dari ratusan roh yang terkumpul di ruangan itu. Roh yang hanya berbentuk cahaya itu berterbangan memenuhi isi ruangan itu.


Tak kuat berada di tempat yang penuh dengan cahaya, Zamura memilih untuk segera keluar dari ruangan itu.


Dasar makhluk ghaib, tidak di sini atau dunia jin, mereka amat jarang memikirkan tentang membuat sebuah pintu. Akibatnya, tak ada pintu yang ada di dalam sini, kecuali sebuah lubang tertutup di atas sana. Apakah lubang itu yang berfungsi sebagai jalan keluar masuk ke tempat ini, pikir Zamura.


"Aku harus melaporkan hal ini kepada Pangeran Khalied." ucap Zamura dalam hati.


Namun saat Zamura ingin kembali lagi melewati jalan yang tadi dia lalui, dinding itu seolah merapat hingga kemudian tak lagi memiliki celah. Zamura heran mengapa itu bisa terjadi demikian.


Zamura menggunakan cara lain yaitu dengan cara menembus dinding saja. lebih praktis. Zamura kembali merubah wujud ke bentuk semula dan bermaksud untuk menerobos dinding dan keluar dari ruangan ini.


Usaha Zamura kembali mengalami kegagalan. Betapapun keras usahanya untuk menembus dinding itu, namun tetap saja dinding itu tak bisa di tembus.


Zamura merasa kesal dan juga marah, sampai akhirnya dia ingin membuka paksa ruangan itu dengan membabat dinding yang sebenarnya hanya terbuat dari kayu belaka dengan pedang miliknya.


Kembali keanehan terjadi. Walaupun hanya terbuat dari kayu, tapi dinding ruangan itu seolah memiliki jiwa. Setiap kali Zamura menebaskan pedangnya ke arah dinding, maka setiap kali juga dinding ruangan itu merapat kembali. Demikianlah seterusnya sampai Zamura merasa kesal dan putus asa.


"Tuan, saya tak bisa keluar lagi dari dalam ruangan ini." lapor Zamura menggunakan ilmu telepati dengan Pangeran Khalied.


Persib seperti apa yang dialami dulu oleh Pangeran Hasyeem. Rupanya tempat ini telah di pasangi oleh pagar ghaib hingga roh- roh yang sudah masuk tak bisa lagi keluar dari ruangan ini kecuali yang punya kapal yaitu Charon, berniat hendak melepaskan mereka.

__ADS_1


"Mengapa demikian, Zamura...?" Suara Pangeran Khalied sampai ke telinga Zamura. Zamura menarik nafas lega. Ternyata dia masih bisa melaporkan keadaannya kepada junjungannya itu.


"Apa yang kau lihat, Zamura." tanya Pangeran Khalied kemudian...


"Sepertinya, ruangan ini adalah ruangan untuk tempat para ruh. Tempat ini isinya adalah ruh semua. Mereka ada di mana - mana. Namun aku tidak menemukan keberadaan Kania dan Zahra di sini, Tuanku." lapor jin itu.


"Hmm, sepertinya mereka menempatkan Kania dan Zahra di tempat yang berbeda. Apakah karena..."


Pangeran Khalied tidak meneruskan ucapannya. Telinganya menangkap sesuatu yang bergerak cepat ke arah mereka.


Duarrrr.......


"Pangeran, .....!!"


Belum lagi sempat Pangeran Khalied berseru untuk memperingatkan Pangeran Arkana, sebuah pukulan jarak jauh yang di luncurkan oleh seseorang mendarat tepat di tubuh pemuda itu. Pukulan itu tepat menghantam dada Pangeran Arkana hingga menyebabkan Pangeran muda itu jatuh tersungkur. Darah segar bercampur kehitaman keluar dari mulut Pangeran Arkana.


"Pangeran, astaga, apakah kau baik - baik saja..?" tanya Pangeran Khalied dengan raut wajah penuh kekhawatiran terhadap nasib Pangeran Arkana.


"Pangeran, Pangeran...! Bangunlah... !" panggil Pangeran Hasyeem.


Duarrrrr....


Kembali lagi Pangeran Khalied di serang oleh sebuah pukulan yang berisi kekuatan tenaga dalam. Sama seperti Pangeran Arkana, pukulan itu sendiri di lancarkan dari jarak jauh.


"Siapakah yang ingin bermain - main denganku!!? " ucap Pangeran Khalied gusar. Tubuhnya harus jungkir balik dan Salto di udara untuk menghindari pukulan jarak jauh tersebut.


Sepi....


Keadaan di sekelilingnya sangat sunyi dan hampir - hampir tak ada suara - suara.


Druarrr....


kembali pukulan yang ketiga di luncurkan. Pukulan itu hampir saja mengenai dirinya.


" Cukup sudah...!" hadrik Pangeran Khalied. " mengapa kau bersembunyi dan tidak berani melawan diriku. Lawan aku, kalau kau berani. Pukulanmu saja mirip pukulan seorang wanita. Atau mungkin dirimu adalah seorang wanita...barangkali kau seorang banci, Hah..?!" ejek Pangeran Khalied kesal karena merasa di permainkan.


Namun baru saja Pangeran Khalied beranjak untuk mendekati Pangeran arkana, sebuah suara sudah hadir di belakang dirinya dengan membentak pula.


"Cuih... cara bicaramu menunjukkan kesombonganmu, Pangeran Khalied..!" ucapnya


Eeiiithhh, Pangeran Khalied sangat terkejut. Itu suara wanita.


Pangeran putra Pangeran Hasyeem itu serentak menoleh ke belakang dan menemukan seorang wanita sudah berdiri di belakang dirinya.

__ADS_1


"Ibu ratu.....??!" ucap Pangeran Khalied.


Mengapa Pangeran Khalied bisa memanggil wanita itu dengan Panggilan ibu ratu....???


__ADS_2