
"Hmm, menarik sekali. Pangeran Khalied. Anda rupanya mengikuti jejak ayahmu yang menikahi dengan wanita dari golongan bangsa manusia.. " ucap Iblis pohon dengan nada mengejek.
Kini Pangeran Khalied yang merasa sangat terkejut. Iblis itu rupanya telah mengetahui siapa dirinya.
"Hahaha, tentu saja aku mengetahui semuanya asal - usul dirimu, wahai Pangeran Khalied putra Pangeran Hasyeem Bin Haizzar bin Tarekh Bin Azzam bin Yazzam." ucap Iblis pohon itu dengan sombongnya. Dia sengaja menyebutkan silsilah keturunan Pangeran Khalied agar pemuda itu menjadi ciut nyalinya.
"Aku bahkan pernah bertarung dan mengalahkan nenek moyangmu, wahai Makhluk dari golongan yang tak terlihat..!" katanya lagi. Semakin sombong karena merasa bahwa pemuda di hadapannya itu tak ada apa - apanya.
"Demi Allah al Aziz, yang memiliki kekuatan tak terhingga, sesungguhnya aku tak takut kepadamu, wahai Iblis..!" seru Pangeran Khalied.
"Benarkah...? Hahaha, aku sungguh penasaran dengan ilmu yang kamu miliki." ejeknya sambil tertawa mengejek.
"Kamu boleh menjejalnya sekarang! " sahut Pangeran Khalied sambil menghunus pedangnya siap bertarung menghadapi Iblis Pohon.
"Wuahhh... semakin menarik..! Tapi kurasa kurang menantang. Aku menginginkan manusia itu sebagai taruhan jika aku menang. Namun jika aku kalah, maka aku akan melepaskan Mei Fang dan kalian semuanya. Bagaimana...? Apakah kau menerima tantanganku, Hai Pangeran Khalied..?" ujar Iblis Pohon dengan pongahnya.
"Atau...jika kau menginginkan untuk bisa segera melanjutkan perjalananmu, kamu dapat meninggalkan wanita itu di sini. Bukan itu saja, aku akan memberitahumu di mana letak pedang Mata Malaikat yang sedang kau cari. Bukankah itu misimu saat ini, Pangeran...?"ucap Iblis Pohon lagi.
"Hmm, sebuah tawaran yang sangat menggiurkan. Namun sayangnya aku tak tertarik dengan tawaran itu. Tidak ada kebaikan yang kudapat jika bernegosiasi dengan Iblis. Hanya ada tipu daya saja adanya. Bukankah bangsa Iblis penuh dengan tipu daya...!" sahut Pangeran Khalied.
"Hahahaha... Baguslah. Rupanya kamu lebih menyukai tantangan. Baiklah... aku juga lebih suka menjajal kemampuan cucu moyang dari Yazzam." kata Iblis Pohon.
Selesai berkata-kata seperti itu, tubuh Iblis pohon melesat mundur beberapa meter ke belakang. Lantas tangan - tangannya yang berjumlah banyak itu tiba-tiba saja sudah menjulur semua ke arah Pangeran Khalied, Zahra, dan Mei Fang.
Tubuh Pangeran Khalied terbang melesat sambil membawa tubuh Zahra dan juga Mei Fang untuk menghindari cengkraman tangan - tangan Iblis pohon. Namun dengan cepat tangan - tangan Iblis Pohon yang lain bergerak untuk menangkap mereka.
Senyum di wajah Iblis pohon yang mengambang dengan tangan - tangan yang terulur semakin Panjang.
__ADS_1
Suatu ketika, tangan - tangan itu berhasil mendapatkan tubuh Zahra. Karena memanglah Pangeran Khalied sedikit kesulitan untuk bergerak bebas karena harus memegangi kedua gadis itu.
"Khalied... Tolong aku..!" tubuh Zahra di tarik oleh tangan Iblis pohon yang kemudian melilit tubuh gadis itu.
"Zahra...!!" Seru Pangeran Khalied sambil berusaha menghindari sergapan tangan - tangan Iblis pohon yang terus saja memanjang dan berusaha untuk menangkapnya.
Pangeran Khalied berusaha untuk mendapatkan kembali tubuh Zahra. Dia menebaskan pedangnya ke tangan Iblis itu. Tangan itu terpotong dan terpisah dari potongan tangan yang lain.
Namun dengan cepat tangan Iblis yang lain dengan cepat menyambar tubuh Zahra kembali.
Pangeran Khalied menjadi gusar. Dia tak menyangka Iblis pohon berhasil mendapatkan Zahra kembali. Belum lagi pangeran Khalied berhasil merebut Zahra kembali, kini Mei Fang juga berhasil direbut oleh Iblis Pohon.
"Zahra, Mei Fang...!
Tangan - tangan panjang Iblis pohon melilit tubuh Zahra dan Mei Fang hingga tubuh kedua gadis itu terbungkus oleh lilitan tangan - tangan Iblis itu. Membungkus tubuh keduanya hingga sampai ke leher. Sedangkan tangan - tangan Iblis pohon yang lain masih berusaha untuk menangkap tubuh Pangeran Khalied.
"Tidak akan kubiarkan hal itu terjadi. Biar ke neraka sekali pun aku akan mengambilnya kembali. Dia milikku..!!" Sentak Pangeran Khalied sambil kembali mengayunkan dan menebas lilitan tangan di tubuh Zahra.
Tangan itu kembali terpotong seperti tadi. Dan sama halnya seperti tadi, tangan yang lain akan menangkap tubuh Zahra sebelum tubuh Zahra di tangkap oleh Sang Pangeran. Begitu seterusnya.
Tiba-tiba saja, pangeran Khalied teringat akan pesan gurunya, Ki Anom. "Janganlah lupa, Iblis penuh tipu daya. Dia akan membuatmu lelah secara mental untuk melemahkan iman dan keyakinan kita. Tetaplah berpegang teguh pada tangan - tangan Tuhanmu. Niscaya kamu akan selamat.." begitu yang di katakan oleh Ki Anom.
"Astaghfirullahalazim..La haula wala quuwata illa billah." Kata Pangeran Khalied. Ajaib...Efek dari ucapannya tadi langsung membuat iblis pohon seketika mundur.
Seketika, tangan - tangan Iblis Pohon yang semula terjulur memanjang kini seperti ditarik mundur secara paksa.Tangan - tangan itu kembali menjadi pendek seperti semula.
Namun sayangnya, tubuh Zahra dan Mei Fang masih berada dalam cengkraman tangan Iblis pohon.
__ADS_1
Pangeran Khalied kemudian kembali menghunus pedangnya. Kali ini, pangeran Khalied telah menggoreskan ujung pedangnya ke tanah, setelah sebelumnya dia membaca surah al-ikhlas dan An nasr. Dia memohon perlindungan kepada Sang Maha Tunggal dari kejahatan Iblis dengan segala tipu dayanya.
Dengan sekali sentakan, kembali tubuh Pangeran Khalied melesat ke arah tubuh Zahra yang masih terlilit tangan Iblis pohon.
Crass...
Pedang Pangeran Khalied kembali berhasil menebas tangan Iblis pohon yang melilit tubuh Zahra. Maka terpotonglah tangan Iblis itu menjadi dua bagian.
Pangeran Khalied dengan cepat menyambar potongan tangan Iblis itu sebelum tangan - tangan yang lain bergerak.
"Berhasil...!" Serunya sambil membawa Tubuh Zahra terbang menjauhi tangan - tangan Iblis pohon yang kini sudah kembali terulur memanjang.
"Hahaha..., Pangeran Khalied..! Ternyata kamu hebat juga. Namun sayangnya, Kamu terlambat. Gadis itu sudah menjadi milikku. Roh gadis itu kini sudah berada dalam genggaman tanganku." kata Iblis pohon seraya memperlihatkan roh Zahra yang kini sudah berada dalam genggaman tangannya yang lain. Roh Zahra yang berwujud sama seperti Zahra itu berpendar - pendar seperti halnya roh Mei Fang.
Iblis pohon tertawa terbahak - bahak karena berhasil mendapatkan roh Zahra. Kini dia berhasil mendapatkan dua roh perawan suci yaitu Mei Fang dan Zahra.
"Licik, benar - benar licik. Dia biarkan tubuh Zahra aku ambil, namun ternyata dia telah mengambil roh Zahra."
Pangeran Khalied benar-benar gusar dan marah. Matanya berubah warna menjadi hitam dan setelah itu perlahan - lahan tubuh pangeran Khalied kemudian berubah menjadi ular raksasa berkepala tiga.
Ular itu bergerak cepat menyambar dan mematuk wajah Iblis pohon yang tidak sempat lagi menghindar. Bisa beracun dari mulut ular raksasa berkepala tiga itu bersarang di wajah Iblis pohon.
Tangan - tangan Iblis pohon kemudian bergerak ingin menangkap ular yang membelit wajah itu, namun kalah cepat. Yang terjadi adalah kini tangan- tangan itu malah membelit wajah Sang Iblis.
Kesempatan itu tak di sia - siakan oleh Pangeran Khalied yang menjelma kembali menjadi manusia dan menebaskan pedangnya tepat di wajah Iblis pohon.
Mata blis pohon terbeliak tak percaya. Pedang Pangeran Khalied berhasil melukainya.
__ADS_1