
"Tidak, Pangeran. Kau suamiku. Aku tidak bisa meninggalkan suamiku sementara dia berjuang mati - matian demi bangsa dan rakyatku. Biarlah... jika memang ajal sampai di sini, kita mati bersama, Pangeran.. " kata Asmi sambil berlinang air mata.
Mendengar Ratu Asmi berucap demikian, Raja Iblis bersorak gembira. Benar sekali dugaannya, Pangeran Hasyeem sangat mencintai Sang Istri. Sehingga apapun yang diinginkan oleh Sang istri, sudah pasti dia akan mematuhi keinginan istrinya.
Raj Iblis menyeringai mengerikan menyadari bahwa satu lagi mangsa baru dia dapatkan. Atas nama cinta, seseorang bisa saja tersesat dan menghalalkan segala cara.
" Hahahaha.. sekarang aku tahu apa yang menjadi kelemahanmu, Pangeran Hasyeem...!" Kata Raja Iblis Baal.
Dia pun tersenyum mengejek seraya bergerak menuju ke arah Pangeran Hasyeem.
Setelah sampai di hadapan Pangeran jin itu dia kemudian berputar - putar di sekeliling Pangeran Hasyeem dan berhenti tepat di depan wajah Pangeran Hasyeem.
"Pangeran Hasyeem, Apa kau tidak takut kepadaku..?" tanya Raja Iblis dengan sombongnya.
"Tidak, demi Allah aza wa jalla yang berkuasa atas jiwaku, aku tidak takut padamu, Hai Raja Iblis Baal Al Zubab. Kamu hanya makhluk terkutuk penghuni neraka Allah yang kekal... " jawab Pangeran Hasyeem tanpa menunjukkan sedikitpun rasa takut pada Iblis itu.
Mendengar ucapan Pangeran Hasyeem, murkalah Raja Iblis.
"Sombong sekali dirimu, wahai Pangeran Hasyeem....! Allah, Tuhanmu itu tak akan bisa menolongmu. Allah yang kau sembah dan kau agung - agungkan itu hanya akan menjadi penonton atas takdir buruk yang menimpamu, keluargamu dan rakyatmu, Pangeran Hasyeem.?" ejek Raja Iblis.
Raja Iblis berusaha untuk menghasut Pangeran Hasyeem untuk melemahkan dan mempengaruhi keyakinan pangeran Hasyeem agar keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan menjadi goyah.
"Apa kamu tidak sayang pada istrimu, Pangeran. Lihatlah wanita di sebelahmu ini. Aku tahu, kamu begitu mencintai dan menyayanginya, bukan...?" tunjuk Raja Iblis pada Asmi.
Raja iblis tersenyum melihat Pangeran Hasyeem yang bimbang.
" Lihatlah para keluarga dan juga rakyatmu, Pangeran. Mereka sangat mencintaimu. Pikirkanlah tentang mereka semua... " kata Raja Iblis lagi.
Untuk sejenak, Pangeran Hasyeem tampak goyah. Dia memandang ke arah Asmi, wanita yang begitu dia cintai dan kemudian pandangannya beralih ke medan pertempuran.
Dilihatnya anak, cucu dan seluruh keluarganya sedang berjuang mati - matian menghadapi tentara Iblis yang jumlahnya ribuan. Mereka berjuang bersama - sama dengan prajurit dan juga rakyatnya. Bahkan diantara keluarganya ada yang tewas.
Hati Pangeran Hasyeem bergetar hebat. Pertahanan Pangeran Hasyeem hampir runtuh karena tersentuh rasa kasihan dan iba melihat penderitaan keluarga dan rakyatnya.
"Jangan dengarkan dia, Pangeran. Allah akan memberi pertolongan kepada hamba - hambanya yang meminta pertolongan dan perlindungan Pada-Nya. Berserah dirilah pada Allah dan meminta pertolongan hanya kepada-Nya. Kita hidup di dunia, tak ada yang abadi." kata Asmi pada suaminya yang mulai goyah keimanannya karena rasa cintanya.
"Hei, perempuan.. apa kamu pikir Allah itu mendengar doa - doa kalian. Jika Allah mendengar doa kalian, maka kami tidak akan ada di tempat ini, hahaha.. " kata Raja Iblis dengan sombongnya.
"Pangeran Hasyeem, demi Allah aku tak akan rela jika sampai kau menyerah kepada Raja Iblis. Aku lebih baik memilih mati daripada tunduk dan patuh kepada makhluk yang bahkan Allah saja sudah melaknatnya...!!" Asmi berseru marah kepada suaminya.
Pangeran Hasyeem tersadar dan menatap Raja Iblis Baal Al Zubab , lalu berkata, " Kau benar, hai Raja Iblis. Allah tidak akan mendengar doa - doa kami, tapi itu hanya akan terjadi jika kami menyerah dan menghambakan diri kepadamu. Selama kami masih memiliki iman, matipun kami rela. Toh tak ada gunanya kami hidup, jika kami menjadi budakmu dan menghambakan diri kepadamu." ucap Pangeran Hasyeem.
Senyuman lebar di bibir Raja Iblis hilang berganti dengan kilatan kemarahan yang terpancar dari matanya saat mendengar ucapan Pangeran Hasyeem.
"Bodohnya, dirimu, Hai Pangeran Hasyeem. Aku akan memberikan apapun yang kamu mau. Kejayaan, kekayaan, Tahta, dan hidup abadi. Asal kau mau bersekutu denganku. Pikirkan lagi tawaranku ini, wahai pangeran Hasyeem yang bodoh... !! " seru Raja Iblis Baal dengan marah.
"Jawaban dariku tetap tidak. Istriku sudah menyadarkan aku, bahwa tak ada yang abadi di dunia ini, hanya Allah. Semuanya yang kau janjikan itu hanya semu. Kami adalah ciptaan Allah, semua akan kembali pada Allah. Jika memang bangsa kami ditakdirkan Allah binasa oleh Allah, maka biarlah begitu. Asal kami mati dalam keadaan beriman kepada Allah, bukan kepadamu.. " kata Pangeran Hasyeem dengan mantap.
__ADS_1
Selesai berkata demikian, Pangeran Hasyeem memandang Asmi dan tersenyum mendekati sang istri. Tangan Pangeran Hasyeem dan Asmi saling bertaut. Kedua insan yang berbeda dunia ini saling pandang dan kemudian keduanya mengangguk kepala.
"Aku mencintaimu, istriku sayang. " ucap Pangeran Hasyeem kepada Asmi.
"Aku pun juga mencintaimu, Pangeran.." balas Asmi.
Keduanya kemudian maju menerjang Raja Iblis secara bersamaan.
Pertarungan kembali terjadi. Pangeran Hasyeem dan Asmi memilih melawan Raja Iblis sampai titik darah penghabisan dari pada menyerah dan menjadi abdinya.
Berkali-kali Asmi mengucap takbir, menyebutkan Asma Allah yang Maha perkasa saat menyerang Raja Iblis Baal.
Tak ada lagi rasa takut di hati wanita itu. Dia sudah pasrah akan kehendak Allah. Jika memang harus mati, marilah dengan syahid demi membela Allah.
Berkali-kali, pedang Asmi hampir mengenai Raja Iblis. Ilmu pedang yang di ajarkan oleh suaminya, ternyata berguna sekali untuk dirinya di saat - saat seperti ini.
Melihat semangat istrinya yang berjuang mati - matian menghadapi Raja Iblis Baal Al Zubab, semangat Pangeran Hasyeem kembali berkobar-kobar.
Pedang Halilintar milik Pangeran Hasyeem kembali lagi terayun. Menebas dan membabat habis seluruh prajurit Iblis yang mencoba menangkap dan menghabisi mereka.
Sementara itu, pertempuran masih saja berlangsung seru. Pertempuran itu berlangsung tanpa kenal siang maupun malam.Mereka bertempur terus saja bertempur. Korban yang berjatuhan tak terbilang jumlahnya.
Pangeran Khalied datang membantu ayahandanya. Dia tahu, sekaranglah saatnya dia bertindak.
"Ibunda, hati - hati. Biar saja ananda yang menghadapi iblis busuk ini." kata Pangeran Khalied.
"Baik, Pangeran. Hati-hatilah dan jangan mudah terpengaruh oleh tipu dayanya. Ingatlah bahwa Iblis akan selalu mencari kelemahan kita untuk mengalahkan kita. Ingat, Kelemahan diri kita bukan suatu hal yang membuat kita lemah..! Kalahkan Raja Iblis itu, Pangeran...!! " ucap Asmi berapi-api.
"Wah...wah...menarik sekali...!" Raja Iblis tertawa mengejek ketika mendengar ucapan Asmi.
"Wanita ini benar-benar bernyali besar. Mungkin karena Dia dikaruniai keabadian dan tak tersentuh oleh kematian sehingga berani berkata demikian. Tapi sayang sekali, walaupun aku tak bisa membunuhmu, manusia abadi. Tapi aku tahu apa yang harus aku lakukan... " kata Raja Iblis.
Selesai berucap demikian, Mata Raja Iblis berubah menjadi berwarna merah. Mulut Raja Iblis terbuka lebar dan tangannya terulur ke depan.
Mendadak, Asmi merasa seluruh tubuhnya terasa kaku.
"Astaghfirullah, apa yang terjadi. Mengapa tubuhku mendadak kaku seperti ini...? " tanya Asmi.
" Dinda, sayang. Apa yang terjadi... ?"
Tanya Pangeran Hasyeem. Pangeran Khalied bergerak mendekati ibunya.
"Ibunda, apa yang terjadi...?" Pangeran Khalied bertanya cemas.
"Entahlah, Pangeran. Tapi aku tak bisa menggerakkan tubuhku sama sekali.. "
jawab Asmi lagi. Tubuh Asmi memang terasa kaku dan tak bisa bergerak sama sekali.
__ADS_1
Sang Iblis menyeringai mengerikan kala menatap sepasang suami-istri yang ada di depannya saat ini.
"Wanita Pemilik Keabadian.... Aku akan mengambil apa yang menjadi hidupmu...!!" Ucap Raja Iblis dengan suara nyaring yang menggema.
Mata Raja Iblis kembali berubah warna. Tadi berwarna merah, sekarang mata Raja Iblis berwarna putih terang dan bercahaya.
"Apa lagi yang akan dilakukan oleh Raja Iblis, pangeran... " Tanya Pangeran Hasyeem kepada putranya.
"Entahlah, Ayah. Tapi aku merasa bahwa apapun itu, tidaklah baik bagi ibundaku...!" Kata Pangeran Khalied sambil bergerak maju menyerang Raja Iblis dengan kekuatan penuh.
Akan tetapi, Raja Iblis menahan serangan Pangeran Khalied dengan kekuatannya. Tubuh Pangeran Khalied terpental keras beberapa meter ke belakang dan langsung muntah darah
"Pangeran Khalied,...!" seru Pangeran Hasyeem. Dia cemas akan nasib putranya.
"Hahaha, kau tak akan bisa mengalahkan aku, Pangeran Khalied. Seranglah aku sesuka hatimu..! Pukulan kamu tidak akan berarti apa-apa bagiku.Kau lemah, kau amat menyedihkan Pangeran...!" bentak Raja Iblis kepada Pangeran Khalied.
Pandangan Raja Iblis kini kembali beralih ke arah Asmi. Kedua tangannya yang panjang dan berkuku runcing itu terentang ke arah Asmi.
Pangeran Hasyeem melihat tangan Raja Iblis seperti akan mencekik Asmi. Dan Mata iblis itu memancarkan sinar putih terang ke arah Asmi.
Pangeran Hasyeem menyadari apa yang terjadi. Raja iblis telah mengeluarkan kekuatannya.
Mata itu....mata itu tidak boleh di lihat oleh Asmi. Itu adalah pancaran Mata Iblis yang sedang menarik sukma. Asmi tidak boleh melihat mata Raja iblis. Jika tidak.... Maka Asmi akan...
Pangeran Hasyeem menoleh cepat ke arah istrinya dan berseru untuk mengingatkan Asmi.
"Dinda sayang, jangan balas pandangan matanya, atau kau... " Kata Pangeran Hasyeem.
Tapi sayangnya peringatan Pangeran Hasyeem terlambat.
Mata Asmi sudah terpaku pada tatapan mata Raja Iblis. Mata itu..... mata itu terasa menembus jantung Asmi.
Jantung Asmi serasa seperti diremas. Dia merasakan rasa sakit yang teramat sangat. Jantung yang merupakan sumber kehidupan manusia dan seluruh makhluk direnggut secara paksa oleh Sang Iblis.
Wanita cantik itu jatuh tersungkur ke tanah seraya mengucap takbir. "Subhanallah, Laahaula wala quwata illa billah. Allahu Akbaaaarrrr...!!!"
Sesuatu yang tak terduga terjadi. Raja Iblis Baal berteriak sangat keras lalu kemudian jatuh tersungkur ke tanah. Tubuhnya separuh amblas di dalam tanah.
"Sayang... " Pangeran Hasyeem berlari menubruk tubuh Asmi. Pangeran jin itu langsung memeluk tubuh sang Istri yang kini sudah tak bergerak lagi.
Sementara itu, tubuh Raja Iblis Baal benar - benar terpaku di bumi. Ditangannya tampak menggenggam sesuatu. Sebuah jantung yang masih berdetak.
"Kali ini aku mengaku kalah, Pangeran Hasyeem. Tapi aku juga tak akan membiarkan kamu menang. Kau pun akan mati perlahan-lahan karena merana...Ini adalah jantung istrimu. Aku memang tak bisa membunuhnya, tapi aku bisa memenjarakan jiwanya bersamaku di neraka sampai akhir zaman.... "
Setelah berucap demikian, tubuh Raja Iblis Baal terbakar bersama - sama dengan jantung Asmi yang masih berdetak di tangannya.
Sebelum api membakar habis tubuh Raja Iblis Baal Al Zubab, Pangeran Khalied mengeluarkan tongkat elder miliknya dan memukulkan tongkat tersebut ke tanah sebanyak tiga kali sehingga waktu pun terhenti seketika.
__ADS_1
Waktu berhenti...............