Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 69 Pulang.....


__ADS_3

"Ini...! Di sini tertulis, bahwa akan datang lima bintang dari langit. Lima bintang si pembawa bintang pengetahuan yang akan membuka segel Dunia.."


Pangeran Arkana menatap Pangeran Khalied dengan pandangan heran.


"Pangeran, dari mana kamu mendapatkan pengetahuan untuk membaca huruf piktogram di dinding gua ini..? " selidik pangeran Khalied.


"Zaddak yang mengajari aku, paman..! aku pangeran Arkana.


"Apa artinya segel dunia...?" tanya Zamura. "Segel bisa berarti sebuah pintu atau juga sebuah kunci."


"Sebuah kunci...? " tanya Zaddak. Pemimpin dari klan manusia harimau itu seperti sedang mengingat sesuatu.


Sedang Zaddak mengingat - ingat sesuatu, tiba-tiba dari arah luar gua, berlari masuk salah seorang anak buah Zaddak dengan tergopoh - gopoh.


"Rukut, apa yang terjadi..? Mengapa kau berlari dengan tergopoh - gopoh seperti itu." tanya Zaddak kepada anak buahnya yang bernama Rukut itu.


"Ampun, Tuan. Tapi ....ki...ta sedang di serang,....Tuanku...!! seru Rukut dengan suara yang terputus - putus.


"Diserang....? Apa maksudnya kita di serang musuh atau apa..? " tanya Pangeran Khalied yang kaget dengan laporan anak buah Zaddak.


"Rukut, siapa yang menyerang kita..?" tanya Zaddak yang kini sudah bersiap mengambil tombaknya.


"Suku Wedda, Tuan..!! " jawab Rukut dengan lantangnya.


Zaddak kaget ketika mendengar bahwa yang menyerang mereka adalah suku Wedda. Pemimpin klan manusia Harimau itu segera memerintahkan kepada Rukut untuk mengumpulkan wanita dan anak-anak ke tempat persembunyian.


"Rukut, bawa segera wanita dan anak - anak ke tempat perlindungan. Para lelakinya ikut denganku..!!" titah Zaddak.


"Baik, Tuan." jawab Rukut. Manusia separuh harimau itu segera pergi untuk melaksanakan tugas yang di perintahkan oleh tuannya.


Sementara Zaddak sudah bersiap dengan perlengkapan berperangnya.

__ADS_1


Manusia setengah harimau yang bertubuh kekar itu segera berlari menuju keluar gua dengan tombak terhunus.


Pangeran Khalied dan Pangeran Arkana serta Zamura tak mau ketinggalan. Mereka segera menyusul Zaddak yang sudah lebih dahulu keluar.


Benar saja, setibanya di luar suasana sudah riuh ramai oleh suara pertempuran.


Terlihat pemimpin klan Manusia Harimau itu sudah terlibat pertarungan dengan pihak musuh.


Suara pedang dan tombak sudah saling beradu dan menimbulkan suara gemercing senjata.


Juga suara hiruk pikuk jeritan wanita dan anak-anak yang menangis ketakutan.


Rukut bahu membahu bersama Zahra dan Kania. Mereka membantu para Wanita dan anak-anak untuk berkumpul di ruang perlindungan.


Sesekali, Kania dan Zahra harus berhadapan dengan musuh yang menyerang. Mereka dengan segala kemampuan saling tolong menolong dalam menghadapi musuh.


Pangeran Khalied dan Pangeran Arkana langsung turun tangan membantu para gadis itu dan kemudian menggiring mereka semua ke ruang perlindungan.


"Zahra, Kania, kalian di sini saja. Tutuplah pintu ruang rapat - rapat." pesan Pangeran Khalied.


Segera setelah memastikan Zahra dan Kania aman di tempat persembunyian. Keduanya lantas kembali lagi ke arena pertempuran untuk membantu Zaddak.


Kini keduanya sudah terlibat dalam pertarungan sengit melawan para penyerbu yang berasal dari suku Wedda.


Sementara itu, Zamura, pengawal pribadi pangeran Khalied itu sudah sejak tadi terjun ke arena pertarungan.


Dia terlihat begitu bersemangat dalam menghadapi musuh- musuhnya.


Musuh yang menyerang mereka berasal dari suku Wedda. Suku Wedda adalah suku pribumi di dimensi ke empat ini.


Mereka termasuk suku kanibal karena suka memakan daging korbannya.

__ADS_1


Mereka berkulit kuning dan memiliki bentuk mata seperti bulan sabit. Gigi - gigi mereka tajam dan runcing.


"Sepertinya, mereka adalah penduduk pribumi, Paman... " ucap Pangeran Arkana ketika melihat keadaan salah satu musuh mereka.


"Kau benar sekali. Tapi mengapa mereka menyerang klan manusia Harimau..?"


Pedang Pangeran Arkana dan Pangeran Khalied sejak tadi sudah mengamuk bermandikan darah.


Sehingga musuh yang tadinya begitu banyak datang silih berganti, kini hanya tersisa tinggal separuh saja.


Melihat begitu banyak prajuritnya yang tewas di medan pertempuran, membuat Wambella, ketua suku Wedda menjadi berang.


"Mundur, Mundur..!! Semua...! Kepada semua prajuritnya yang tersisa.


Dengan patuh, semua prajurit dari suku Wedda itu mundur teratur. Mereka kini semua berada di belakang Wambella.


Melihat musuh mundur, Zaddak juga memerintahkan kepada Prajuritnya untuk mundur juga.


"Paman, lihat di sana...!" tunjuk Pangeran Arkana pada Wambella yang kini sudah saling berhadapan dengan Zaddak.


Wanita itu berdiri dengan angkuh di atas punggung Ziyard.


Ziyard adalah hewan sejenis kuda yang hidup di dimensi ke empat.


"Siapa dia...? Sepertinya, ilmu wanita itu lumayan tinggi.? ujar Pangeran Khalied.


"Entahlah, paman. Namun sepertinya dia adalah ketua suku Wedda.. "jawab Pangeran Arkana.


" Mungkin juga... " ucap Pangeran Khalied.


Keduanya kini hanya diam saja sambil memperhatikan Zaddak yang kini sudah berhadapan dengan Wambella yang masih berdiri di atas Ziyard.

__ADS_1


Zaddak berdiri menatap Wambella yang masih berdiri di atas Ziyard. "Apa Mengapa kau dan kaummu selalu saja ingin menyerang klan Harimau.? tanya Zaddak dengan marah.


"Karena kau dan kaummu itu tidak sepantasnya berada di dimensi ini. Aku ingin kalian segera pergi dari tempat ini.! " ucap Wambella dengan angkuhnya.


__ADS_2