
"Kak Khalied sudah tahu jawabannya, kenapa masih bertanya...?" kata Zahra lagi. Pangeran Khalied tertawa kecil mendengar Gerutuan Zahra.
"Aku tak tahu jawabannya, Zahra. Tapi yang jelas hati ini bahagia" Kata Pangeran Khalied.
Zahra tersipu malu sambil membuang pandangan ke arah lain. Hatinya berbunga-bunga. Tak. lama lagi, Khalied akan melamar dirinya untuk dijadikan istri oleh pemuda itu. Pemuda yang berasal dari bangsa Jin.
Zahra sendiri juga heran, mengapa dia bisa sampai mencintai Khalied. Mungkin orang akan menilai dia sudah tidak waras. Mencintai seorang jin. Tapi itulah yang dia rasakan. Meskipun dia juga tahu bagaimana wujud asli pemuda itu ketika dia berubah kembali ke wujudnya semula.
Pangeran Khalied mengantar Zahra kembali ke rumah gadis itu.
sesampainya di rumah Zahra, hari sudah menjelang pagi.
"Tidurlah, aku akan sini menjagamu." kata Pangeran Khalied sambil memeluk Zahra.
"Tapi mataku sulit sekali tertutup.." rengek Zahra sambil memanyunkan bibirnya ke arah Pangeran Khalied.
Gemas dan tak tahan melihat bibir ranum Zahra yang menggoda iman Kelelakiannya. Dengan segera Pangeran Khalied m*****t bibir merah Zahra yang manis.
Zahra pasrah menerima ciuman Khalied sampai akhirnya Pangeran Khalied menyudahi ciumannya.
"Tidurlah, sekarang. Atau aku tak menjamin kita akan selamat melalui malam ini tanpa terjerumus ke lembah dosa.. " kata Pangeran Khalied.
Zahra pun akhirnya menuruti perkataan kekasihnya itu dan segera memejamkan matanya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, gadis itu sudah terbang ke alam mimpi.
Dalam tidurnya, Zahra mengalami mimpi yang teramat aneh. Dalam mimpi tersebut, seolah - olah Zahra melihat seorang gadis yang mendatangi pangeran Khalied.
Gadis itu, gadis itu ...teramat cantik. Dan kecantikan gadis itu amat mengguncang Zahra.
Zahra terdiam seraya menatap ke arah Khalied .
Apa yang sedang dipikirkan oleh Khalied. Khalied sedang menatap gadis itu dengan tatapan yang amat sukar dia tafsirkan.
Apakah Khalied terpesona dengan kecantikan gadis itu. Mengapa kemudian dia menjadi gusar dan marah kepada Khalied karena Khalied menatap gadis itu demikian Lama sekali.
"Tolong, menikahlah denganku, tuan...!" jawab gadis itu
Tidak, ini tidak boleh terjadi. Khalied sudah berjanji akan segera melamar dirinya. Mereka berdua akan menikah, kata Zahra.
Tapi yang terjadi kemudian, Khalied mengiyakan ajakan gadis itu.
"Baiklah, aku akan menikah denganmu." kata Pangeran Khalied.
Zahra pun terkejut mendengar hal itu.
Astaga..apa Khalied sudah lupa..?
__ADS_1
Baru saja Khalied mengatakan di depan ayahandanya dan juga ibundanya, Ratu Asmi, bahwa dia akan melamar Zahra.
Tapi kini sekarang dirinya malahan di minta menikahi seorang gadis yang tak dia kenal, dan pemuda itu hanya pasrah pemuda. Gadis yang bahkan tidak dikenalnya sama sekali.
"Nona, apa Anda sadar dengan permintaan Anda? Anda belum mengenal Khalied. Mengapa anda mengajak tunangan saya menikah?" tanya Zahra.
Gadis itu tak menyahuti perkataan Zahra, melainkan hanya menatap Pangeran Khalied.
"Karena aku mencintai dia..!" jawab Gadis itu.
Zahra sangat terkejut mendengar ucapan gadis itu. Gadis itu dengan berani mengatakan isi hatinya kepada Khalied. Dan itu membuat hati Zahra benar-benar terpukul.
"Tidak, kamu tidak bisa melakukan hal itu. Dia kekasihku..! Khalied adalah Calon suamiku..!" kata Zahra.
"Biarkan saja Pangeran Khalied yang memilih, siapa diantara kita yang dicintai Pangeran Khalied..?"
Zahra menatap Pangeran Khalied dengan tatapan memohon. Dia berharap Khalied memilih dia.
"Aku memilih dia. Karena aku menyukai gadis ini.. " kata Pangeran Khalied seraya memeluk gadis itu.
"Tidakkk.... Khalied...! Kau tidak boleh meninggalkan aku...!lKhalied...!!
" Kak, Khalied....!! "
__ADS_1
Zahra langsung tersadar dan kemudian bangun dari tidurnya..