Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )


__ADS_3

Pangeran Azzura segera datang untuk membantu Istrinya melepaskan diri dari Sammael.


Pangeran Azzura datang tepat pada waktunya ketika kembali Sammael mengayunkan pedangnya untuk menghabisi Putri Ambika.


"Lawanmu aku, Bung...!" ucap Pangeran Azzura. Pangeran itu sangat marah karena melihat Istrinya terluka parah.


Pedang Pangeran Azzura terayun menahan pedang Sammael dan kemudian melibasnya hingga terlepas dari tangan Sammael.


"Aku baru tahu, ternyata Sammael adalah Iblis banci yang hanya berani melawan seorang wanita..!" ucap Pangeran Azzura geram.


Sammael menyeringai lebar sambil tertawa mengerikan. "Hahaaha, Pangeran Azzura... seluruh anggota keluarga Istana Bukit Malaikat adalah musuh yang harus di basmi." ucapnya.


Mendengar hal itu membuat Pangeran Azzura semakin geram. Dengan garang dia kembali menyerang Sammael.


Terjadilah adu kekuatan Otot antara Sammael dan Pangeran Azzura. Dengan kekuatan serigala yang dimilikinya, Pangeran Azzura berhasil mendorong dan mengangkat Iblis Sammael ke atas untuk kemudian melempar tubuh Sammael ke tanah dengan geram.


Setelah itu, dia mengangkat tubuh istrinya ke dengan ringan dan membawanya ke dalam istana dan membaringkannya.


Putri Ambika, tergolek pasrah di atas pembaringan. Luka di punggung putri siluman Harimau itu cukup parah dan dia kehilangan banyak darah.


Sementara itu, Kedua putra kembar Pangeran Azzura, yaitu Pangeran Arras dan Pangeran Hasbi sedang kerepotan menghadapi kepungan tentara Iblis.


"Dinda Ambika, putra kita tampaknya membutuhkan bantuan. Apakah kau tak apa - apa jika ku tinggal. " ucap Pangeran Azzura.


"Pergilah, Pangeran. Selamatkan putra kita..!" kata Putri Ambika lirih. Kondisi Putri Ambika sendiri sudah semakin lemah karena luka yang dialaminya.


Pangeran Azzura melesat terbang ke arah kedua putranya berada.Dia segera membantu kedua putranya itu menghadapi tentara Iblis yang mengepung mereka.


Pangeran Azzura juga melihat kedua putranya yang lain yaitu Pangeran Zatan dan Fatan sedang terdesak menghadapi pasukan Iblis yang menyerang mereka tanpa jeda.


Pangeran Azzura segera ingat akan takdir yang dilihat oleh Ayahandanya. Dia bermaksud untuk mendekati putranya itu, akan tetapi tentara Iblis tak memberinya banyak kesempatan.


" Aghh...! "

__ADS_1


" Dinda Fatan...! " Seru Pangeran Zatan.


Pangeran kedua dari putra Pangeran Azzura itu melihat adiknya sudah tersungkur ke tanah dengan tombak yang menancap di punggungnya.


"Dinda,... Bertahanlah..! Aku akan membawamu ke berlindung ke tempat aman.


Pangeran Zatan segera mengangkat tubuh adiknya dari Arena pertempuran. Namun, belum lagi dia beranjak pergi, sabetan pedang lawan berhasil melukai pemuda itu. Pangeran Zatan pun jatuh tersungkur di atas tubuh adiknya.


Melihat kedua putranya tumbang oleh musuh - musuh mereka, Pangeran Azzura menjadi marah dan gelap mata.


"Putri Malika, lindungi saudarimu..!" seru Pangeran Azzura dari jauh.


"Baik, Ayah..!" sahut Putri Malika.


Putri Zalika melihat saudara kembarnya Malika sedang bergerak mendekati pangeran Fatan dan Zatan yang terluka. Putri Malika bermaksud untuk melihat keadaan saudaranya itu.


Tapi Malika tampaknya sedang berada dalam bahaya. Saudara kembarnya itu sedang di keroyok oleh tentara Iblis. Segera saja Putri Zalika turun tangan membantu saudaranya itu.


Akibat mendengar kabar duka tersebut putri Zalika dan Malika sampai terluka akibat sabetan senjata tajam dari pihak lawan. Mereka kehilangan fokus karena mendengar kabar duka tersebut.


"Dinda Ambika....!!! " Serak suara Pangeran Azzura memanggil sang Istri.


Tidak mungkin..., otak Pangeran Azzura menolak berita itu. Tubuhnya bergetar karena kaget akan kabar kematian sang istri.


Sammael tersenyum penuh kemenangan. Iblis itu tertawa terbahak - bahak melihat Pangeran Azzura yang meradang sedih mendengar istri tercintanya wafat.


"Aku sudah membunuh wanita kesayanganmu dan membunuh putramu, Pangeran Azzura. Sekarang giliranmu. Bersiaplah untuk menyambut kematianmu pangeran Azzura...!"


Darah pangeran Azzura seketika mendidih mendengar perkataan Iblis Sammael tentang kematian istri dan putranyanya. Bangkitlah kemarahan Pangeran Azzura.


Kematian sang istri dan anaknya di depan mata membuat Pangeran Azzura gelap mata. Mata pangeran itu seketika berubah warna menjadi semerah darah.


Pangeran Tampan itu langsung berubah wujud menjadi siluman Serigala Raksasa. Dia mengamuk dan membabat habis semua pasukan Iblis yang ada di dekatnya.

__ADS_1


Sammael pun tak tinggal diam. Dia kembali mencabut pedangnya dan kini bergerak menghadang Pangeran Azzura yang kini telah berubah menjadi Siluman Serigala.


"Akan kuhabisi kau manusia serigala..." seringai Sammael sambil memamerkan giginya yang semuanya berbentuk taring tajam dan runcing.


Pangeran Azzura langsung menerjang Sammael dengan ganas. Pangeran Azzura yang sudah menjadi Siluman Serigala itu tak bisa menahan emosinya.


Pertarungan seru pun terjadilah. Pangeran Azzura dengan Sammael.


****.


Sementara itu, pertarungan masih berlanjut. Baik di Gerbang utama maupun di gerbang utara. Pertarungan terus merambat ke arah istana.


Ratu Asmi yang ingin menyusul Pangeran Hasyeem mengurungkan niatnya karena nyatanya pertempuran itu sudah bergerak maju mendekati istana Bukit Malaikat.


Musuh semakin banyak berdatangan. Walaupun mereka tidak bisa masuk melalui gerbang Selatan, namun mereka masih bisa masuk melalui gerbang utara.


Ratu Asmi yang di antar oleh Pangeran Khalied dan Zahra melihat dari kejauhan, lautan tentara iblis yang bercampur dengan lautan bangsa jin dan siluman yang saling bertempur.


Ratu Asmi melihat suaminya itu sedang berhadapan dengan Raja Iblis Baal Al Zubab.


Pangeran Hasyeem sangat terkejut


saat melihat istrinya datang menyusul.


"Dinda Ratu Asmi....!" ucap Pangeran Hasyeem kemudian.


Pangeran Hasyeem segera berseru kepada Pangeran Khalied agar segera membawa pulang Ratu Asmi.


"Pangeran....cepat bawa kembali ibu ratu. Berbahaya jika sampai ibu ratu berada di tempat ini....!" seru Pangeran Hasyeem.


Iblis Baal, Melihat ke arah Ratu Asmi. Wajahnya langsung berseri gembira setelah tahu siapa yang datang menyusul. Wajah Raja iblis itu tersenyum licik..


"Sepertinya pertunjukan utama sudah hampir tiba...

__ADS_1


__ADS_2