Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali


__ADS_3

"Codet, rupanya hari ini kita sedang berhadapan dengan para jin. Hati-hati, jangan anggap sepele karena alam mereka berbeda dengan alam kita." ucap Ki Boma.


Mengetahui bahwa mereka sedang berhadapan dengan siapa, akhirnya Codet pun mengeluarkan segenap kemampuannya untuk menghadapi Pangeran Khalied.


Ki Boma yang bermaksud menyerang Zahra dan ibunya kini terpaksa harus berhadapan dengan Zamura.


Zamura menampakkan wujud berupa sesosok makhluk tinggi besar yang mirip dengan gorila besar. Zamura menatap ke arah Ki Boma dengan tatapan marah.


"JANGAN GANGGU GADIS ITU..! Hanya banci yang menyerang wanita. Terlebih dengan maksud untuk mengancam lawan agar menyerah. Apa kau takut menghadapi kami. Ck.. ck.. ck.., sungguh pengecut sekali..!!" ejek Zamura.


Mata Zamura berwarna hitam pekat tanpa ada warna putih tampak berkilat. Sepasang taring panjang yang tajam menyembul di kiri kanan sudut bibirnya. Wajah makhluk itu benar-benar mengerikan saat menyeringai seperti itu.


"Itu urusanku. Lagi pula aku bukan banci dan aku sama sekali tidak takut padamu. Kau hanya makhluk jin pengganggu yang seharusnya di basmi...!" seru Ki Boma.


Sementara itu, Si Codet sedang bersiap - siap untuk mengeluarkan jurus andalannya. Dia paham dengan siapa kini dia sedang berhadapan.


Memang sosok pemuda itu adalah sosok manusia. Akan tetapi, yang dia hadapi adalah manusia yang berasal dari keturunan jin. Dan manusia di hadapannya ini bukanlah manusia sembarangan.


Tapi, Si Codet memanglah bernyali besar. Siapa yang tak kenal Si Codet. Dia bukanlah preman pasar biasa. Dia preman yang paling di takuti oleh tokoh dunia hitam lainnya.


Si Codet sudah malang melintang di dunia hitam dan sudah sering menghadapi berbagai jenis makhluk aneh tak kasat mata.


Si Codet sudah terlalu sering berhadapan dengan makhluk dari dunia ghaib yang beragam wujudnya. Bahkan yang paling seram seperti Banaspati sekali pun.


Jangankan hanya anak manusia yang berasal dari keturunan jin. Raja jin pun berani dia hadapi, pikirnya. Lagi pula, dia memiliki ilmu kebal. Tubuhnya kebal peluru dan juga senjata tajam.


"Rupanya aku berhadapan dengan anak manusia keturunan jin yang sok mau jadi pahlawan dan ingin ikut campur urusan manusia. Urus saja ibumu yang berzina dengan jin hingga melahirkan anak - anak iblis seperti dirimu..!" ejek Si Codet dengan lantangnya.


Mendengar kata - kata hinaan dari Si Codet, Pangeran Khalied menjadi marah. Lelaki itu telah menghina ibunya. Darah pangeran Khalied seketika mendidih.

__ADS_1


"Hah, walaupun aku adalah mahkluk keturunan jin, tapi akhlakku tidak sebejat dirimu. Aku kasihan pada ibumu, yang pastinya di dalam kubur sana menangis melihat kelakuan putranya yang serupa iblis." ucap Pangeran Khalied.


"Bukan urusanmu..!" bentak Si Codet marah. "Bersiaplah untuk mati, Jin Keparat..!"


Si Codet mencabut sebilah keris dari balik bajunya dan menyerang Pangeran Khalied dengan penuh nafsu. Keris betuah pemberian gurunya si Codet itu menyambar - nyambar tubuh Pangeran Khalied tanpa memberi kesempatan kepada pangeran itu untuk menyerang balik.


Akan tetapi, Pangeran Khalied masih dapat mengimbanginya dan sesekali balas menyerang si Codet.


***


Sementara itu, Ki Boma, guru spiritual Si Codet sedang terlibat pertarungan satu lawan satu dengan Zamura.


Lelaki paruh baya itu tanpa ragu - ragu, langsung mengeluarkan ilmu Paku Bumi miliknya yang seketika membuat Zamura terkunci tak bisa lagi bergerak.


Ilmu Paku Bumi adalah ilmu tenaga dalam totok jarak jauh yang membuat orang atau sasaran yang di kenai tidak bisa bergerak atau berpindah tempat. Sasaran akan diam seperti di paku di tempatnya.


"Hahaha, sekarang kau tak bisa bergerak lagi. Akhirnya aku berhasil juga mengalahkan mahkluk jin." kata Ki Boma sambil tersenyum lebar.


Ki Boma lantas mengeluarkan keris Cakra Birawa miliknya dari balik bajunya. Dia bermaksud untuk menghabisi Zamura yang sedang terkunci gerakannya. Sangat pengecut sekali, Bukan...? Menyerang lawan yang sudah tidak berdaya.


"Mereka tidak abadi. Mereka memiliki kelemahan juga seperti kita.Dan satu lagi, Ki. Mereka juga doyan wanita cantik, hahahaha..." ucap Si Codet sambil tertawa sinis. Keduanya tertawa terbahak-bahak mentertawakan kedua makhluk itu.


Akan tetapi, sebuah sinar berwarna putih keperak - perakan bergerak mengelilingi Ki Boma.


Srettt.... srettt...


Sekelebat cahaya putih berpendar dalam ruangan itu dan tiba-tiba sebelah tangan Ki Boma sudah terputus. Si Codet dan Ki Boma terperanjat tak menyangka kejadiannya akan secepat itu.


Terlebih Ki Boma. Lelaki itu menjerit hebat saat menyadari bahwa benda yang jatuh tergeletak di lantai itu adalah tangannya sendiri.

__ADS_1


Mata Ki Boma menatap nanar ke arah orang yang sedang berdiri di hadapan nya."KAU...!! pekiknya.


"Yah, aku...!! jawab Pangeran Khalied dengan ekspresi dingin. Aku juga ingin menguji Pedang Mata Malaikat milikku ini, apakah doyan terhadap darah manusia - manusia kotor seperti kalian. Karena saat terakhir kemarin dia masih doyan minum darah iblis.."


Dengan tenang, Pangeran Khalied melemparkan potongan tangan Ki Boma ke arah Zamura. "Zamura, Aku rasa sesekali kamu mungkin kau perlu makan daging manusia. Makanlah tangan manusia yang ingin membunuhmu...!"


Sebenarnya, saat melemparkan potongan tangan Ki Boma tadi, diam - diam Pangeran Khalied melepaskan totokan Ki Boma dengan menggunakan tenaga dalamnya melalui jarak jauh.


Zamura langsung menangkap potongan tangan itu dan memakannya dengan lahap.


Semua anak buah Si Codet yang terkapar tak berdaya hanya bisa bergidik menyaksikan semua pemandangan mengerikan di depan mereka.


Mereka tak menduga, bahwa malam ini, mereka akan melihat penampakan makhluk mengerikan yang sedang memakan sepotong tangan seperti memakan sepotong kue.


Zahra dan ibunya terpekik sambil menutup mata karena ngeri menyaksikan darah yang menyembur keluar dari balik lengan Ki Boma. Dan juga melihat sesosok makhluk hitam legam seperti gorila yang sedang melahap potongan tangan manusia. Benar-benar mengerikan sekali.


"Iblis.... kalian benar-benar iblis..!" umpat Si codet


Si Codet langsung menyerang Pangeran Khalied dengan ilmu andalannya yaitu ilmu Pancasona. Tubuh Si Codet terpecah menjadi lima buah. Semuanya memiliki wujud yang sama. Semuanya juga serempak menyerang Pangeran Khalied.


"Hmm, ilmu Pancasona...! Rupanya, karena ilmu itulah yang membuat kamu begitu sombongnya," guman Pangeran Khalied. Dia lantas kemudian mengeluarkan pedang Mata Malaikat miliknya dari balik bajunya.


Pangeran Khalied kemudian bergerak menyerang ke arah bayangan Si Codet. Namun rupanya ilmu Pancasona bukanlah ilmu sembarangan.


Walaupun sudah berkali-kali pangeran Khalied berhasil melukai dan membunuh salah satu bayangan si Codet, namun kembali bayangan itu muncul kembali menjadi lima bayangan yang sama.


Pertarungan masih berjalan seru. Zahra dan ibunya, melihat pertempuran itu dari tempat yang agak tersembunyi. Takut oleh sambaran pedang dan keris yang tak memiliki mata.


"Makhluk seperti apa temanmu itu, Zahra...?" tanya Mpok Suri pada putrinya itu.

__ADS_1


"Aku pun tak tahu, Buk." jawab Zahra jujur.


__ADS_2