
Pangeran Azzura sungguh sangat kaget dan terkesiap.
"oh, astaga.... mengapa perubahanku cepat sekalian." kata Pangeran Azzura panik...
"Kanda, mengapa kanda termenung sendiri di sini. Apa yang sedang kanda pikirkan...?" tanya Putri Ambika.
Mata hitam pangeran Azzura menatap lurus ke arah Putri Ambika. Wanita perkasa yang sudah mendampinginya selama bertahun-tahun dan sudah memberinya enam orang putra dan putri.
Ketakutan terbesarnya adalah jika harus kehilangan wanita ini karena dirinya.
Sudah berapa kali wanita itu nyaris menjadi korban kebuasan monster yang bersarang dalam tubuhnya.
Wanita itu menjadi orang pertama yang membantu dirinya agar kembali tersadar dari pengaruh kekuatan jahat yang bersarang dalam diri Pangeran Azzura. Tak hentinya, Putri Ambika. menyemangati Pangeran Azzura agar selalu melawan hasrat buas Pangeran Azzura yang selalu haus darah saat Bulan purnama muncul.
"Aku memikirkan dirimu, dinda Ambika. Lihatlah luka luka yang ada di sekujur tubuhmu. Kau lihat betapa aku telah berbuat zholim terhadap dirimu.. " Pangeran Azzura menangis memeluk Putri Ambika. Mereka menangis bersama.
"Tak apa - apa, Kanda. Mati pun aku rela demi dirimu.. "
__ADS_1
"Jangan.... jangan pernah ucapkan itu Dinda. Aku tak rela. Jika sampai terjadi sesuatu terhadap dirimu, maka aku tak dapat memaafkan diriku.. Aku lebih baik memilih kematian dari pada harus melukaimu." kata Pangeran Azzura dengan tersedu - sedu.
"Mudah - mudahan, Pangeran Fatan dan Zamura berhasil menemukan Batu Giok Setan secepatnya. Sebelum bulan purnama. Karena aku takut, Kanda Pangeran Azzura tidak mampu lagi untuk menahan kekuatan itu. "
"Semoga saja, Dinda. Semoga Allah menolong kita.. " kata Pangeran Azzura sambil memeluk Putri Ambika.
Sementara itu, Pangeran Fatan dan Zamura telah sampai ke Negeri Tanah Berau. Negeri tempat istana Rantau Pulung berada.
Istana Rantau Pulung sendiri adalah istana tempat raja jin Chao Roa Suraj tinggal. Raja jin Chao Roa Suraj adalah ayahanda dari Putri Meizh. Putri cantik yang dikutuk oleh Pangeran Mahesa Jalu, Pangeran jin dari Negeri Jembala. Sebuah negeri yang berada di atas angin Tanah Rantau Pulung.
"Hamba, Pangeran Fatan, putra Pangeran Azzura, Penguasa Hutan Alas Purwo, menghaturkan sembah bakti kepada Yang Mulia Paduka Raja Chao Roa Suraj. Terimalah sembah bakti, hamba. Juga teriring salam dari ayahanda Pangeran Azzura, semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan kesejahteraan untuk seluruh rakyat di Kerajaan ini.. " kata Pangeran Fatan.
"Bangunlah, Pangeran Fatan. Dan duduklah di dekatku sini. Kita bisa berbincang-bincang sedikit. Siapa tahu kita berjodoh..!" kata Raja Chao Roa Suraj.
Pangeran Fatan segera saja mengambil tempat duduk di samping Raja Chao Roa Suraj. Sedangkan Zamura, Sang Pengawal setia dari Pangeran Khalied duduk di kursi tamu yang sudah disediakan di ruangan tersebut.
"Putraku Pangeran Fatan. Aku sudah tahu maksud kedatangan ananda ke tempat ini." kata. Raja Choa Roa Suraj.
__ADS_1
"Iya, Paduka Yang Mulia.." jawab Pangeran Fatan.
"Dan pastinya juga Ananda sudah mendengar cerita tentang Putri Meizh, bukan." tanya Raja Chao Roa Suraj lagi.
"Sudah, Yang Mulia.. " jawab Pangeran Fatan.
"Begini, Putraku. Aku ada sedikit permintaan. Karena ini berhubungan dengan benda yang kau cari itu." kata Raja Chao Roa Suraj.
"Seperti yang kau tahu, Batu Giok Setan adalah benda pusaka milik Putri Meizh, yang mana Putri Meizh sendiri adalah putriku sendiri. Akan tetapi sayangnya, batu itu lenyap bersama dengan dikutuknya Putri Meizh menjadi merak oleh Pangeran Mahesa Jalu. Sampai saat ini, sudah lebih dari seratus tahun lamanya batu itu terkubur di pusat bumi di bawah pusat kerajaan ini.. " kata Raja Chao Roa Suraj.
"Bagaimana caranya saya bisa mengambi kembalil batu itu, Yang Mulia..?" tanya Pangeran Fatan.
"Putraku, batu itu tak akan muncul selama Putri Meizh masih di bawah pengaruh kutukan." jawab Raja Chao Roa Suraj
"Lantas Ananda harus bagaimana, Yang Mulia.." tanya Eden.
Raja Chao Roa Suraj menatap bola mata Pangeran Fatan. Dia menemukan binar ketulusan di bola mata pangeran itu.
__ADS_1
"Putraku Pangeran Fatan, menikahlah dengan Putriku. Karena hanya dengan menikahinya, kutukan Pangeran Mahesa Jalu akan lenyap. Sehingga Batu Giok Setan akan muncul dengan sendirinya." jawab Raja Chao.
Pangeran Fatan termenung mendengar ucapan Paduka Raja Chao