
Pemilik kapal Pengangkut Arwah itu terhuyung ke belakang dengan tubuh limbung. Tubuhnya yang bersisik pada bagian bawah terluka dari pinggang sampai ke ekor.
Charon geram dan marah karena terluka oleh pedang Pangeran Khalied. Makhluk jelmaan putri duyung itu mengamuk merasakan kesakitan yang mendera tubuh bagian bawahnya.
Darah berwarna kehijauan mengalir di sela - sela sisiknya yang tampak berwarna ke biru - biruan
"Cuih... Makhluk jin terkutuk. Rupanya kau tidak bisa diberi hati." Bentak Charon dengan marah. "Baiklah, kali ini aku tak lagi ingin bersabar menghadapi dirimu. Kau dan dia harus kujadikan sama seperti para penumpang kapalku yang lain.!!" ucap Charon.
Setelah berkata demikian, Charon mengeluarkan senjata Trisula yang menjadi senjata andalannya yaitu trisula iblish. Dinamakan Trisula iblish karena trisula itu bisa meluncur dengan sendirinya mengejar lawan. Dan dia tak akan berhentiemgejar hingga senjata itu mendapatkan buruannya.
Kini Trisula iblish tersebut sudah di perintahkan untuk membunuh Pangeran Khalied dan Pangeran Arkana. Karena kedua pemuda itu sudah melukai Charon, sang empunya kapal Pengangkut Jiwa.
Tubuh Pangeran Khalied dan Pangeran Arkana berkelebatan jungkir balik di udara menghindari serangan Trisula Charon yang seolah memiliki mata sehingga bisa bergerak ke mana saja sesuai arah dari targetnya.
"Pangeran, kau hadapi saja wanita itu. Biar Trisula ini bagianku. Tapi ingat, jangan di bunuh. Sepertinya kita masih membutuhkan dirinya untuk sampai ke Eddena." ucap Pangeran Khalied kepada Sang Keponakan.
"Baiklah, Paman. Saatnya beraksi...!!"
Pangeran Arkana menyerang Charon yang sejak tadi rupanya ikut pula menyerang Pangeran Khalied. Wanita itu menyerang Pangeran Khalied dari arah bawah sedangkan Trisula Iblis menyerang dari arah atas.
Charon dengan gesit mengelak dan balas menyerang Pangeran Arkana. walaupun bertubuh setengah ikan, namun wanita itu tak kalah gesit dengan orang yang memiliki sepasang kaki. Hal ini karena tubuh Charon tidak menyentuh tanah melainkan hanya melayang - layang saja di atas bumi yang di pijak oleh kedua mahkluk dari alam jin tersebut.
.
__ADS_1
Charon sepertinya tak lagi menghiraukan luka sabetan pedang di pinggul hingga ke ekornya. Yang dia lakukan adalah fokus untuk mengalahkan pangeran Arkana atau juga pangeran Khalied.
Pertarungan antara kedua kubu makhluk ghaib itu sangat seru. Duel satu lawan satu antara Pangeran Khalied dan juga trisula Iblis serta Pangeran Arkana dengan Charon, sang pemilik Kapal pengangkut arwah.
Pads suatu ketika, Kaki Pangeran Khalied mendarat tepat di ujung mata tombak bercabang tiga milik Charon tersebut. Trisula itu bergerak berputar agar tubuh Pangeran Khalied ikut pula berputar.
Namun, sepertinya, gerakan dan maksud dari trisula itu sudah terbaca oleh pemikiran pangeran Khalied. Pangeran itu tidak ikut berputar tetapi tangannya dengan sigap menangkap pangkal trisula.
Aneh tapi nyata, begitu di trisula berada di tangan Pangeran Khalied, dalam sekejap mata tongkat trisula Charon ibu berubah wujud menjadi ular yang sangat besar. Ular itu kemudian melilit tubuh Pangeran Khalied dengan lilitan yang sangat kuat.
"Akh, ..sial...!! ular ini membelit tubuhku dengan sangat kuat. Aku kesulitan bernafas." ucapnya. Pangeran Khalied berusaha untuk melepaskan diri dari belitan ular jelmaan Trisula Charon tersebut.
"Me.. ngapa... sulit se.. kali melepaskan diri dari belitan ular ini.? Sepertinya aku harus mengecilkan tubuh baru bisa lepas dari ular ini." pikirnya kemudian.
"Usaha yang bagus, Paman. Keren. Aku saja belum pernah mencoba untuk melakukannya... " komentar pangeran Arkana.
Pangeran Khalied melotot mendengar komentar keponakannya.
" Akh, keren gimana...? Hanya itu saja cara yang terpikirkan olehku..!" Sungut pangeran Khalied.
" Hahaha, ukuran tubuhmu hanya sebesar kutu, paman. Untung saja tidak ke injak sama Charon..!! " serunya sambil terus meladeni serangan Charon.
"Tutup mulutmu, pangeran Arkana, jika tidak ingin ke buat kau jadi kutu beras...!" bentak Pangeran Khalied.
__ADS_1
Pangeran Arkana semakin mengeraskan tawanya. Senang juga rasanya bisa menggoda pamannya itu.
Tentu saja mereka bisa melakukan hal itu karena dia adalah makhluk bangsa Jin. Mereka bisa dengan mudah memperbesar atau mengecilkan ukuran tubuh meraka sesuai dengan apa yang mereka mau.
Kini keduanya kembali lagi bertarung dengan keadaan imbang satu lawan satu.
Tubuh ular itu sekarang meliuk-liuk dan semakin membesar. Sekarang sangking besar sampai memenuhi dek kapal itu sekarang.
Tak mau kalah ukuran, pangeran Khalied pun mengubah tubuhnya menjadi seukuran tubuh ular raksasa itu. Bahkan lebih besar dari ukuran ular jelmaan Trisula Charon. Sehingga yang terjadi kapal itu mulai kelebihan muatan.
"Paman, kapal ini sepertinya akan tenggelam akibat kelebihan muatan. Ukuran tubuh kalian terlalu besar. Tidak bisakah kalian berdua berpindah saja ke atas angin dan bertempur lah dengan gagah di atas sana." ujar Pangeran Arkana.
"Beri aku waktu sebentar lagi untuk membuat sate ular.. " ucap Pangeran Arkana.
Dengan cepat, Tubuh Pangeran Khalied berkelebatan di udara dan dengan pedang Halilintar, dia menggoreskan ujung pedangnya ke tubuh ular jelmaan Trisula iblish itu dari arah belakang kepalanya memanjang hingga ke ekor.
Ular raksasa itu mengamuk membabi buta karena kesakitan yang dialaminya. Bahkan kapal itu sudah nyaris tenggelam karena begitu kuat nya tubuh ular tersebut menghantam dinding kapal.
Khawatir jika kapal itu akan tenggelam, Pangeran Khalied bergegas mengubah ukuran tubuhnya kembali ke bentuk semula.
Demikian juga halnya dengan senjata pamungkas Charon yang berupa Tri sula. Trisula jelmaan ular raksasa itu pun akhirnya mengecil juga hingga akhirnya wujud makhluk itu hanya seukuran senjata Trisula saja.
"Akmmm , paman, sepertinya kapal ini ada kemungkinan akan tenggelam.! seru Pangeran Arkana.
__ADS_1
"Apa,....?? " kenapa bisa seperti itu Pangeran Khalied bingung.