
"Tenanglah, Ibu Ratu. Aku akan berusaha untuk menyadarkan kembali. ayahku. Semoga saja belum terlambat." kata Pangeran Fatan.
Pangeran Fatan kemudian berubah menjadi seekor serigala besar sama seperti ayahnya, Pangeran Azzura. Dan kemudian mendatangi ayahandanya yang sedang mengamuk membantai seluruh makhluk hidup yang ada di depannya.
"Ayahanda, sadarlah. Ini aku, Putramu, Pangeran Fatan. Ayah, kendalikan diri ayah. Ayah pasti bisa melawan monster werewolf yang ada di dalam diri ayah." seru Pangeran Fatan sambil mendekat ke arah Pangeran Azzura.
"Arghhh.... arghhh....!" monster werewolf itu menggeram ketika melihat Pangeran Fatan yang berjalan ke arah dirinya.
Dalam, pandangan Pangeran Azzura yang sudah dalam pengaruh kekuatan monster Werewolf, Pangeran Fatan adalah musuh yang akan menyerang dirinya sehingga mahkluk werewolf itu menjadi marah dan kini bergerak menyerang Pangeran Fatan.
Terjadilah pertarungan antara Pangeran Fatan dan Pangeran Azzura yang berwujud werewolf. Pertarungan dua raksasa werewolf. Antara Pangeran Fatan dan Pangeran Azzura yang berada di dalam kendali werewolf Titan.
Menghadapi ayahandanya yang sudah menjadi werewolf Titan Pangeran Fatan mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk mengalahkan ayahnya itu.
Perlawanan pangeran Fatan tak tanggung - tanggung. Pangeran muda ke tiga itu sampai harus menggunakan Pedang Emas berhulu Naga milik kakeknya untuk menghadapi werewolf yang merupakan perwujudan ayahnya itu. Karena saat ini ayahnya itu masih berada dalam pengaruh kekuatan jahat.
"Ayahanda tampaknya masih belum berhasil mengendalikan kekuatan Werewolf yang merasuki dirinya. Aku harus lebih dekat lagi agar aku bisa mengobati ayah dengan batu Giok setan itu." kata Pangeran Fatan.
"Tuanku, berhati-hatilah. Saat ini, dia bukan lagi ayahandamu..!" kata Zamura.
"Benar sekali, Zamura. Ayahku masih dikuasai oleh monster itu. Aku masih memikirkan cara, bagaimana agar aku bisa mendekati ayahku dan memasukkan batu Giok setan itu ke dalam tubuh ayahku." kata Pangeran Fatan.
Benar sekali, Batu Giok itu harus bisa menyentuh Pangeran Azzura agar dapat bekerja dengan baik. Bila perlu, Pangeran Azzura harus menelan Batu Giok tersebut.
Jadi jalan satu - satunya adalah dengan mengecoh monster itu. Setelah itu mereka harus bisa mengikat monster itu dengan tali perak atau tembaga. Agar tak bergerak. Sehingga Batu Giok setan bisa tersentuh kulit Pangeran Azzura.
"Pangeran Fatan, aku akan pancing dia agar menyerangku, sedangkan engkau dari arah belakang, menyerang ayahmu dengan tali perak ini.. !" kata Zamura kemudian.
Pengawal setia itu turut serta membantu Pangeran Fatan menghadapi Pangeran Azzura.
"Zamura, kamu serang bagian Kepala dan aku akan menyerang ayahandaku di bagian pada bagian perut. Karena menurut ibunda rayu b;
__ADS_1
Itu adalah kelemahannya." kata Putri m Ambika.
"Baik, ibu Ratu.." sahut Pangeran Fatan.
Pangeran Azzura yang berada dalam tubuh werewolf itu sebenarnya juga merasa cemas. Dia amat mencemaskan keluarganya. Namun dia tak bisa melawan kekuatan werewolf yang ada dalam dirinya. Makhluk itu sungguh kuat dan sangat tangguh.
Putri Ambika dan Putri Malika juga tak tinggal diam menyaksikan Pangeran Fatan melawan Pangeran Azzura. Mereka pun turut membantu Pangeran Fatan.
Kini, Werewolf itu sedang berhadapan dengan Pangeran Fatan , Zamura dan juga Putri Ambika serta Putri Malika. Mereka bahu membahu untuk menghadapi monster itu.
Di keroyok oleh ke empat orang itu membuat werewolf itu semakin beringas. Berkali-kali tubuh Pangeran Fatan atau Zamura harus terkena cakaran kuku - kuku tajam dari serigala jelmaan ayahandanya itu.
Sampai pada suatu ketika, Putri Malika juga terkena cakaran werewolf tepat di bagian leher. Darah mengucur deras dari luka cakaran tersebut.
"Putri Malika, menyingkirlah. Kau sudah terluka.! " kata Putri Ambika kepada putrinya itu.
"Baik bunda ratu Amniks..!" xahiy Sriak! seru bertolak belakang dengan apa yang di pikirkan LKS.!., ananda akan menyingkir dahulu untuk beristirahat sambil mengobati luka ananda." kata Putri Malika..
"Putri Malika, awas..!" Seru Pangeran Hasyeem yang datang tepat waktu menyelamatkan cucunya itu dari bayangan hitam tersebut. Bayangan hitam itu terpental beberapa meter jauhnya dari tempat semula.
"Terima kasih, Kakek.. !" kata Putri Malika.
"Menyingkirlah ke tempat yang aman. Biar kakek saja yang menghadapi siluman busuk ini..!" kata Pangeran Hasyeem.
Putri Malika menganggukkan kepala. "Baik, Kakek..!"
Putri Pangeran Azzura itu segera menyingkir dari tempat itu ke tempat yang lebih aman.
"Menyerang secara diam - diam bukan watak seorang Ksatria. Kecuali dia seorang yang pengecut dan berhati busuk..!" bentak Pangeran Hasyeem.
"Hahaha, ternyata kamu masih gesit dan hebat juga Pangeran Hasyeem.!" kata Bayangan hitam itu.
__ADS_1
"Rawing...!" Seru Pangeran Hasyeem. Pangeran Hasyeem lalu melemparkan sesuatu ke arah bayangan hitam itu.
Bluss....
Sosok bayangan hitam itu langsung berubah menjadi seekor Serigala berbulu hitam yang amat besar.
"Hemm, sudah kuduga, ini pasti semua adalah ulahmu..!" ucap Pangeran Hasyeem.
Serigala yang bernama Rawing itu menyeringai memperlihatkan gigi - gigi taringnya yang tajam dan runcing. Tampak mengerikan sekali.
"Hahaha, bagaimana kau bisa dengan cepat mengenali aku, Pangeran Hasyeem..?" tanya Rawing masih dengan seringainya yang amat menyeramkan.
"Itu sangat mudah. Aku mengenali bau tubuhmu dan juga pola penyerangan yang kau lakukan. Sama persis dengan yang kau lakukan sekarang ini. Hanya saja, kau sudah meracuni lebih dahulu putraku itu dengan racun serigalamu itu. Kau sungguh licik, Rawing..!" kata Pangeran Hasyeem.
"Hahaha, kau memang tak bisa di bohongi, Pangeran Hasyeem. Matamu sungguh jeli." kata Rawing.
Rawing adalah Siluman Serigala yang pernah berhadapan dengan Pangeran Hasyeem dulu ketika Pangeran Hasyeem masih remaja.
Ketika itu Rawing, Siluman Serigala pernah menyerbu ke bukit Malaikat. Pangeran Hasyeem yang saat itu masih remaja berhasil mengalahkan Rawing dalam pertarungan satu lawan satu dengan Pangeran Hasyeem.
Rawing yang mengalami luka parah saat itu langsung melarikan diri. Dan Pangeran Hasyeem tidak berniat untuk mengejarnya. Dia membiarkan saja musuhnya pergi begitu saja.
"Tentu saja, aku juga bisa melihat niat terselubung di balik penyerangan ini. Kawanan serigala itu hanya umpan saja. Kau memanfaatkan mereka untuk memancing emosi putraku. Karena kau tahu, ketika emosinya memuncak, maka monster yang bersarang dalam tubuh putraku akan keluar."
"Hahaha, tampaknya kau juga masih memiliki ilmu penglihatan yang hebat itu. Baiklah, aku mengakui kehebatan dirimu..!" Kata Rawing sambil menyeringai dan tertawa terbahak - bahak.
"Maka dari itu, aku tak akan mengampunimu kali ini." kata Pangeran Hasyeem sambil mencabut pedang Halilintar miliknya.
Tepat pada saat itu, Pangeran Khalied pun tiba di tempat itu bersama Pangeran Arkana. Mereka langsung turun tangan membantu Pangeran
Hasyeem menghadapi Rawing.
__ADS_1