Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 39 Perangkap Kalla


__ADS_3

Tanah di kaki Gunung Hantu bergetar hebat. Air sungai pun bergemuruh dahsyat dan airnya naik kepermukaan. Seperti kubangan darah yang amat luas. Sungguh - sungguh suatu pemandangan yang amat mengerikan jik dilihat di dunia nyata alam manusia sudah barang tentu akan menjadi penomena alam yang menghebohkan dan yakin seratus persen tentu bakalan menjadi tontonan viral.


Para penghuni dimensi empat bertanya - tanya apakah yang terjadi..? Kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi. Sepertinya sedang terjadi sesuatu di dalam salah satu perut kedua gunung itu.


Melihat keadaan yang terjadi, banyak yang menduga pasti telah terjadi pertempuran yang amat dahsyat yang terjadi di dalam perut gunung Hantu atau Gunung Siluman. Karena berkali-kali tanah di tempat itu bergetar hebat. Belum lagi sambaran halilintar dan petir silih berganti bersahutan - sahutan menyambar kedua gunung tersebut.


Siapa pun orang yang melihat tempat itu akan tercengang. Begitu dahsyat nya penomena alam yang terjadi membuat orang semakin menjadi gentar dan merasa takut terhadap penguasa tempat tersebut.


Memang faktanya, di dalam perut gunung Hantu, telah berlangsung sebuah pertempuran yang amat seru. Pertempuran antara pangeran Khalied dengan Kalla, sang penguasa wilayah itu. Demikian dahsyatnya pertempuran itu sampai- sampai ribuan jurus sudah mereka berdua keluarkan. Namun tak ada tanda - tanda keduanya akan berhenti, atau mau mengalah diantara salah satunya.


Kilas balik beberapa waktu sebelumnya....


Pangeran Khalied dan Zahra berjalan memasuki istana Kalla yang megah mengikuti kemana Kalla Sang Tuan rumah akan membawa para tamunya itu di istananya yang luas.


Pintu istana itu berada tepat di tengah - tengah sungai yang airnya mengalir laksana sungai darah. Istana itu sangat lah besar hingga sampai ke dalam Perut Gunung Hantu dan tembusannya sampai di Gunung Siluman.


Setelah berjalan cukup lama, sampai lah mereka di balairung istana Kalla. Seperti layaknya tamu, pangeran Khalied dan Zahra dipersilahkan untuk duduk di kursi - kursi kebesaran yang tersedia untuk para tamu istimewa istana ini.


"Pangeran Khalied, mari silakan duduk. Mohon maaf, jika penyambutan kami kurang berkenan. Karena kami hampir tak pernah kedatangan tamu." ucap Kalla sambil tersenyum penuh misteri.


Pangeran Khalied mengambil tempat duduk tepat di sebelah Zahra yang duduk di sebelah Kalla.

__ADS_1


Mereka pun dijamu dengan aneka suguhan makanan dan minuman yang enak dan lezat. Namun Pangeran Khalied tak terlena dengan semua itu. Pangeran putra Pangeran Hasyeem itu hanya mengambil sejumput buah - buahan dan seteguk air saja. Demikian juga halnya dengan Zahra, gadis itu mengikuti apa yang diambil dan di makan oleh Pangeran Khalied maka itu juga yang diambil dan di makan oleh gadis itu.


"Pangeran Khalied, apakah yang kau sukai..? " tanya Kalla selesai perjamuan makan.


"Aku makan apa yang bangsa manusia dan bangsa jin makan. Karena sejatinya aku memiliki darah manusia yang mengalir dari tubuh ibuku." jawab Pangeran Khalied. Zahra yang mendengar hal itu terkejut bukan main.


Satu lagi Fakta baru yang terungkap. Selain bahwa Khalied seorang Pangeran dari bangsa jin, ternyata Khalied juga berdarah campuran. Ibu dari Pangeran Khalied adalah seorang manusia.


"Menarik sekali. Kau adalah seorang pangeran berdarah campuran. Lalu apa yang membawamu hingga sampai ke tempat ini, Pangeran..? " tanya Kalla lagi.


"Aku sampai ke tempat ini karena takdirlah yang membawaku ke tempat ini. " jawab Pangeran Khalied.


Dan Pangeran Khalied tidak menyukai hal itu. Dia merasa Kalla memiliki maksud tersembunyi. Firasat sang Pangeran mengatakan bahwa mereka harus segera meninggalkan tempat tersebut karena ada bahaya tersembunyi yang sedang mengancam mereka.


"Apa maksud anda, Tuan? Apakah Tuan mencurigai kedatangan saya ke tempat ini..? " Tanya Pangeran Khalied mulai gusar. Memanglah, watak putra bungsu pangeran Hasyeem itu sedikit keras. Walaupun dia sabar dalam hal tertentu, namun pemuda itu akan mudah marah jika merasa dirinya sedang terancam.


"Pangeran Khalied, aku tahu maksud kedatangan dirimu ke tempat ini. Namun sayangnya, kalian berdua tidak bisa keluar dari tempat ini hidup - hidup." ucap Kalla seraya tersenyum licik.


"Apakah maksud nya, Tuan. Saya tidak mengerti. Mengapa kami tidak bisa keluar dari tempat ini hidup - hidup..?" tanya Pangeran Khalied lagi.


"Aku menginginkan wanita itu. wanita yang telah memetik dan memakan buah apelku..? " tunjuk Kalla mengarah ke wajah Zahra. Zahra yang ditunjuk merasa kaget setengah mati. Kini Zahra sadar, bahwa dirinya lah yang diincar oleh makhluk yang bernama Kalla itu.

__ADS_1


Namun terlambat, baru saja Zahra hendak berdiri untuk mendekati pangeran Khalied, tiba-tiba tangan Kalla memanjang dan menangkap tubuh Zahra lalu mendudukkan tubuh gadis itu di pangkuannya.


Tentu saja baik pangeran Khalied dan Zahra kaget bukan kepalang. Terlebih lagi Zahra. Gadis itu sampai terpekik dan untuk kemudian menjerit nyaring karena terkejut dan juga takut.


" khalied, tolong aku...?! , "Seru Zahra.


Pangeran Khalied tentukan saja tak tinggal diam. Pangeran itu lantas berdiri sambil menghunus pedangnya dan berkata kepada Kalla untuk melepaskan Zahra.


" Tuan, aku minta lepaskan temanku sekarang juga..!! " ujarnya kepada Kalla.


"Pangeran Khalied. Aku menginginkan Teman wanitamu ini di sini sebagai ganti buah apel yang telah dia makan.!" ucap Kalla sambil mendekatkan dirinya ke wajah Zahra. Dia membaui tubuh Zahra. "Harummu begitu menggoda, nona.... "


Zahra semakin ketakutan. Dia berteriak sekencang - kencangnya agar Kalla melepaskan dirinya. Namun Kalla tak juga melepaskan dirinya. Makhluk itu malah semakin tertawa kencang.


"Orang yang memakan buah apel itu tak akan bisa bertahan hidup kecuali dia memakan obat penawarnya! " kata Kalla


Kesabaran Pangeran Khalied habis melihat Zahra yang menjerit-jerit ketakutan dalam pangkuan Kalla.


"Cepat, katakan padaku, Tuan. Bagaimana cara supaya aku mendapatkan obat penawar untuk gadis itu..!!? "kata Pangeran Khalied dengan marah


Dengan sekali terjang tubuh Pangeran Khalied kemudian berhasil menangkap tubuh Zahra dan membawa kembali tubuh gadis itu ke sisinya kembali.

__ADS_1


__ADS_2