
Begitu selesai mengucapkan ijab qabul untuk Putri Meizh, perlahan - lahan wujud Putri Meizh berubah. Dari yang tadinya seekor merak menjadi manusia kembali.
Semua yang hadir di dalam istana Rantau pulung itu sangat terkesima oleh paras kecantikan putri Meizh yang memang sungguh sangat cantik. Sehingga banyak dari kaum lelaki yang menundukkan pandangannya.
Memanglah paras Putri Meizh sangat cantik tiada duanya. Berkulit putih halus laksana sutra. Mata hitamnya lentik mengerling setajam pisau. Bibir bulat penuh seperti bulan tetapi tipis seperti bibir bocah membuat beberapa lelaki yang hadir di tempat itu terguncang karena kecantikan paras Putri Meizh.
Putri Meizh masih diam terpaku di tempatnya. Mungkin masih menyesuaikan diri dengan suasana baru setelah lebih dari seratus tahun terkurung dalam tubuh seekor merak.
Setelah lama berdiam diri, putri cantik itu pun bangkit dan berkata.
"Ayahanda, apakah pemuda ini yang menjadi suami ananda.?" tunjuk Putri Meizh kepada Pangeran Fatan.
"Benar sekali, Putriku. Dialah Pangeran Fatan. Putra pertama dari Pangeran Azzura. Dan merupakan cucu dari Pangeran Hasyeem." jawab Raja Chao Roa.
"Cucu Pangeran Hasyeem..?" Kening Putri Meizh berkerut. Dia mencoba untuk mengumpulkan kembali ingatannya di masa lalu.
Dia cukup mengenal dengan baik siapa pangeran Hasyeem. Pangeran tampan penguasa bukit Malaikat itu sudah malang melintang di dunia ini dan dia pun hidup pada masa yang sama dengannya.
"Hhmmm.... aku sudah mendengar tentang kehebatan dan sepak terjang dari kakekmu, Pangeran Hasyeem. Yang menjadi pertanyaanku saat ini, apakah kamu juga memiliki kehebatan yang sama seperti kakekmu..?" tanya Putri Meizh seraya menatap tajam ke arah pemuda yang bergelar suaminya itu. Pemuda yang baru beberapa menit yang lalu menjabat tangan ayahnya untuk mengucapkan ijab qabul.
Semua yang hadir di dalam ruangan itu sangat terperanjat mendengar ucapan Putri Meizh. Bahkan ayahandanya sendiri Raja Chao Roa Suraj. Raja jin penguasa istana Rantau Pulung itu benar-benar tak menduga bahwa putrinya itu bisa berbuat demikian. Putri Meizh telah meremehkan Pangeran Fatan yang mana merupakan suaminya sendiri.
Ternyata hidup lebih dari seratus tahun dalam tubuh seekor Merak masih belum mampu membuat Putri Meizh bertobat dan belajar dari kesalahannya. Sifat sombongnya masih saja bertahta tingginya di hatinya.
"Putriku, tidak sepantasnya kamu berucap seperti itu. Dia yang sudah membebaskan dirimu dari kutukan Pangeran Mahesa Jalu. Seharusnya kamu bisa sedikit lebih menghormati suami kamu. Aku sangat kecewa dengan dirimu. Aku merasa malu terhadap Pangeran Fatan dan juga keluarganya. Apa nanti yang akan dikatakan Pangeran Hasyeem tentang sikapmu yang sombong seperti ini.." tegur Raja Chao Roa Suraj.
"Maafkan ananda, Ayah. Tapi ananda perlu tahu kekuatan suami Ananda. Ananda tak ingin punya suami yang lemah dan seorang pecundang. Karena kita tidak tahu dikemudian hari, bisa saja orang yang iri atau sakit hati menyerang kerajaan kami. Dan bagaimana dia bisa melindungiku jika dia saja lemah..? Aku ingin suami yang kuat dan perkasa bukan yang lemah dan berlindung di balik nama besar kakek atau ayahnya saja..! " kata Putri Meizh dengan tajam.
"Putri Meizh, jaga bicaramu..! Jangan pernah menghina dan meremehkan semua keturunan Pangeran Hasyeem...!!" bentak Zamura yang kini sudah berdiri. pengawal Pribadi Pangeran Khalied itu merasa sangat tersinggung sehingga tanpa bisa di cegah, diapun berdiri menghunus pedangnya untuk membela tuannya.
__ADS_1
Semua yang berada di ruangan itu menjadi terkejut atas kejadian itu. Seorang Abdi pengawal berani menghunuskan pedangnya di hadapan sang putri.
"Tak apa, Zamura. Duduklah kembali. Biar aku yang menyelesaikan masalah ini." perintah Pangeran Fatan kepada pengawalnya itu.
Zamura kembali menyarungkan pedangnya dan duduk kembali di kursinya.
"Cih, seorang Abdi pengawal, berani membentak dan menghunuskan pedangnya kepadaku. Apa kamu tidak takut kepadaku. Aku adalah putri Meizh, putri dari paduka Raja Chao Roa Suraj. Raja jin yang amat ditakuti di tempat ini. Aku bisa saja memenggal kepalamu karena sikap kurang ajarmu itu..!" bentak Putri Meizh.
"Maafkan atas sikap pengawal pribadiku, Putri Meizh. Juga kepada yang mulia Raja Chao, Dia hanya
ingin membela kehormatan tuannya."
"Tapi apa yang dilakukannya benar-benar tidak bisa diterima. Dia tidak menghormatiku dan juga ayahku." kata Putri Meizh.
"Tidak, aku tidak merasa keberatan atas apa yang dia lakukan. Aku dapat memakluminya.. " kata Raja Chao Roa Suraj.
"Apa maksud ayahanda berkata demikian, apakah ayahanda membiarkan seseorang menginjak - injak harga diri kita..?! " bentak Putri Meizh emosi.
Putri Meizh terdiam mendengar ucapan ayahandanya. Apa yang telah dia lakukan..? Benarkah dia telah menginjak - injak harga dirinya sendiri dengan cara menghina suaminya sendiri dan keturunannya.
Tapi dia hanya ingin mengatakan keinginannya saja. Dia ingin seorang suami yang kuat, tangguh dan perkasa.
"Tapi aku hanya ingin seorang suami yang kuat dan tangguh..Aku.. "
"Yang kamu lakukan adalah mencela dan meremehkan suamimu.Sikapmu justru sangat mengecewakanku, Putri Meizh.. " kata Raja Chao Roa.
"Sudahlah, Ayahanda Raja Chao.Ananda bisa mengerti alasan Putri Meizh berkata demikian. Dia benar sekali, bagaimana aku bisa membela istriku jika aku saja tak bisa membela diriku sendiri." kata Pangeran Fatan.
Putri Meizh menatap tajam Pangeran Fatan. Sejak tadi, dia mengendus adanya bau Serigala di tubuh pemuda ini. Apakah Pangeran itu memiliki darah Siluman serigala..? Tapi bagaimana bisa..? Sedangkan Pangeran Hasyeem setahunya adalah keturunan murni berdarah jin.
__ADS_1
Apakah cucu Pangeran Hasyeem ini sama saktinya dengan sang kakek.
"Sekarang katakan padaku bagaimana caranya aku membuktikan padamu bahwa aku layak menjadi suamimu.. " tanya pangeran Fatan.
Tatapan mata Putri Meizh berbinar. inilah yang dia tunggu - tunggu. Dia bisa memberi pemuda ini pelajaran. Seperti yang bisa dahulu dia lakukan terhadap semua pemuda yang ingin melamarnya.
Dengan mudah dia menaklukkan mereka dan kemudian mengirim mereka kembali dengan rasa malu. Dia tak segan - segan melakukan hal itu karena dia mampu untuk melakukan hal itu.
Tangan lentik dan mulus itu kemudian bergerak gemulai dan sesaat kemudian mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.
Itu adalah sebuah pedang...
Akan tetapi bukan itu yang mengejutkan semua orang yang ada di ruang itu.
Akan tetapi, pedang Putri Meizh yang berubah menjadi seekor naga yang sangat besar itulah yang menggegerkan semua yang hadir di istana itu.
Saking besarnya, tubuh naga itu hampir memenuhi seluruh isi ruangan itu.
"Wahai cucu pangeran Hasyeem, kalahkan dulu Naga Lembu Amur milikku. Barulah aku akan tunduk dan patuh kepadamu sebagai istri." kata Putri Meizh.
Pangeran Fatan tertawa mendengar ucapan Putri Meizh.
"Hahaha, itu saja..? Maafkan aku, tapi bagiku, kau tidak lagi bernilai. Aku menginginkan lebih dari ini..!" kata Pangeran Fatan.
Merah padamlah wajah putri Meizh mendengar ucapan Pangeran Fatan. Baru kali ini ada pemuda yang menyebut dirinya tidak memiliki nilai.
Apakah kecantikan yang dia miliki tak mampu menarik hati pemuda itu, pikir putri Meizh.
"Lalu apa yang kamu inginkan..?"
__ADS_1
"Aku menginginkan Batu Giok Setan..!" jawab Pangeran Fatan.