
Codet tewas di tangan Pangeran Khalied. Sedangkan Ki Boma, guru spritual Si Codet, menderita luka dalam yang cukup parah.
Berita kematian Si Codet dan juga Ki Boma yang ditemukan dalam keadaan luka benar - benar telah membuat warga gempar sekaligus tak percaya.
Orang - orang jadi bertanya - tanya, siapa orangnya yang telah membunuh preman yang sangat takuti oleh warga tersebut.
Mereka heran, bagaimana mungkin Si Codet yang dikabarkan kebal senjata dan sangat hebat dalam ilmu kanuragan, bisa tumbang dan ditemukan mati dalam keadaan yang begitu menggenaskan.
Luka di tubuh Codet akibat sayatan pedang terlihat begitu mengerikan. Luka itu membelah hampir di sepanjang dada lelaki itu.
Polisi sempat menanyai beberapa orang anak buah Codet yang di temukan bersamaan dengan lelaki itu di tempat kejadian. Akan tetapi, tak seorangpun dari mereka yang mengingat kejadian itu.
Tentu saja mereka tidak mengingat semua kejadian itu karena Pangeran Khalied sudah menghapus semua ingatan mereka, agar mereka tak bisa mengingat semua.
Akhirnya, polisi menyimpulkan, bahwa Si Codet di bunuh oleh kelompok geng preman yang lain akibat persaingan bisnis dan juga nama.
***
Sementara itu, di lain tempat. Di sebuah rumah sakit yang cukup terkenal di kota ini. Berdiri menyandar di salah satu tiang pilar rumah sakit seorang pemuda yang sangat tampan.
Di lihat dari wajahnya, tampak seperti sedang menantikan kehadiran seseorang.
Ternyata, pemuda tampan itu sedang menanti seorang gadis.
__ADS_1
Gadis yang dikenalnya secara tak sengaja saat dia menyelamatkan gadis itu dari begal.
Gadis itu kebetulan adalah salah seorang perawat yang bekerja di rumah sakit milik bibinya ini.
Dialah Pangeran Arkana. Pangeran tampan putra Pangeran Alyan itu kini seperti seorang pemuda yang sedang jatuh cinta. Dia menunggu sang pujaan hati lewat.
Benar saja, tak lama kemudian, lewatlah seseorang gadis dengan masih mengenakan seragam perawat. Gadis itu tidak menyadari kehadiran Pangeran Arkana karena memang Pangeran Arkana tidak ingin memperlihatkan kehadiran dirinya kepada gadis itu.
Dada Pangeran Arkana berdegup kencang ketika melihat gadis itu. Gadis yang bernama lengkap Kania Wulandari itu memang sangatlah cantik.
Wajahnya bersih walaupun tanpa sentuhan bedak. Bibirnya merah merekah tanpa polesan lipstik. Kulitnya yang putih bersih sangat serasi dengan baju putih yang dia kenakan. Begitu anggun sehingga mata pangeran Arkana tak berkedip memandang wajahnya.
"Kira - kira, sekarang Arka sedang apa, ya...?" Suara hati Kania yang terdengar oleh Pangeran Arkana.
"Rupanya gadis itu juga sedang memikirkan aku... " ucap Pangeran Arkana dalam hati. Senyum lebar tercetak di wajahnya yang tampan. Hatinya berbunga - bunga mengetahui bahwa Gadis itu juga sedang memikirkan dirinya.
"Kania... " Panggil Pangeran Arkana.
Kania menoleh ke arah datangnya panggilan. Dilihatnya, orang yang ada dalam pikirannya sudah berdiri hanya beberapa meter saja jaraknya dengan dirinya.
"Arka..!? Apa yang kamu lakukan di tempat inj.?" tanya Kania kemudian.
"Menunggumu..... " jawab Pangeran Arkana. Dia tersenyum memandang Kania.
__ADS_1
Kania menjadi salah tingkah karena terus - terusan dipandangi oleh Pangeran Arkana.
"Ohh, ...benarkah...?" tanya Kania.
"Iya, itu benar. Aku memang sengaja menunggumu di sini, karena aku ingin mengajakmu jalan - jalan lagi. Apakah kamu keberatan..?" tanya Pangeran Arkana lagi.
"Iya, eh... maksudnya tidak. Aduhhh gimana, sih....!" jawab Kania bingung.
Dia sangat gugup sekali. Cowok bermata kuning terang itu benar - benar membuat dia selalu saja salah tingkah. Kemarin saja, tanpa disangka - sangka, cowok itu membawanya ke puncak menara Eiffel di Paris.
Seumur - umur, baru kaki ini dia di ajak jalan ke menara Eiffel oleh seorang cowok.
Belum selesai Kania meralat ucapannya, tiba-tiba saja tangannya di sambar oleh Pangeran Arkana.
Kemudian dengan cepat Pangeran membawa Kania ke suatu tempat.
Ternyata Pangeran Arkana membawa Kania ke Pantai.
"Aduhh, bagus sekali pemandangan di sini..!" mata Kania berbinar kala melihat keindahan di pantai itu.
Gadis itu segera melepaskan sepatu yang melekat di kakinya dan segera menapakkan kakinya ke pasir - pasir pantai yang halus.
"Arka...! Ayo, kemarilah.. ! Katanya mau ngajak aku jalan - jalan...!" seru Kania sambil menunduk dan menyentuh pasir
__ADS_1
Mata Pangeran Arka melotot melihat ke arah Kania. Bukan lantaran belahan dada gadis itu yang terlihat jelas di kelihatan, tetapi makhluk tinggi besar di belakang Kania.
Itu fix adalah Gonderowo.....