Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 70 Pulang ( Part 2 )


__ADS_3

Karena kau dan kaummu itu tidak sepantasnya berada di dimensi ini. Aku ingin kalian segera pergi dari tempat ini.! " ucap Wambella dengan angkuhnya.


"Tapi kami pun punya hak yang sama berada di tempat ini sama seperti kamu!" ucap Zaddak.


"Nenek moyangmu datang dan menduduki wilayah ini tanpa izin. Kalian tidak berhak di tanah ini. Ini adalah tanah kami... " Ucap Wambella tak mau kalah.


"Baiklah, bicara pun tak berguna. Lebih baik kita buktikan saja, siapa yang lebih pantas untuk tinggal di dimensi ini." ucap Zaddak.


Segera pemimpin klan manusia Harimau itu bersiap - siap untuk menyerang Wambella.


Wambella menyeringai menampakkan gigi - giginya yang runcing dan tajam.


"Bersiaplah, aku akan menendang kepalamu jauh meninggalkan dimensi ini." ucap Wambella. Wanita itu kemudian mengeluarkan senjatanya yang berupa sepotong tongkat yang terbuat dari tulang paha binatang yang besar dengan ujung yang runcing.


Tombak Zaddak melayang menyerang Wambella. Namun dengan mudahnya Wambella mengelak.


Wambella melesat terbang dan hinggap di atas tombak Zaddak. Kemudian, dengan gesit, dia berbalik menyerang.


Zaddak dengan tombak yang masih terbang melayang di kakinya.


Tombak Zaddak hampir mengenai empunya jika saja Zaddak tak mengelak ke samping. Namun malangnya, senjata Wambella yang berupa tulang menancap tepat di bahu Zaddak.


Zaddak terseret beberapa langkah ke belakang bersama tongkat Wambella.


Dengan ganasnya Wambella memutar tongkatnya hingga senjata miliknya makin dalam menembus kulit manusia setengah harimau itu.


Zaddak tersedak tak mampu bergerak lagi. Dari mulutnya keluar darah segar.

__ADS_1


Melihat hal itu, Pangeran Khalied langsung turun tangan. Pangeran muda itu terbang melesat menuju arena pertarungan.


Dengan ringan, tubuh Pangeran Khalied mendarat di atas tombak Zaddak hingga kini, dirinya berhadapan langsung dengan Wambella.


Wambella kaget bukan kepalang mendapati Pangeran Khalied sudah berdiri di hadapannya.


Lebih kaget lagi saat dirinya mendapati tongkatnya telah terpotong oleh pedang Pangeran Khalied.


Zaddak jatuh terkulai begitu tongkat Wambella terpotong dan terpisah menjadi dua.


Wambella berang bukan kepalang melihat tongkatnya sudah terpotong menjadi dua. Matanya melotot keluar.


"Siapa kau berani mencampuri urusan Wambella...!!! " bentakan Wambella menggelegar mengalahkan hiruk pikuk teriakan pasukan Zaddak yang me


"Aku adalah saudara bagi orang yang teraniaya dan musuh bagi orang-orang yang lalim.. " jawab Pangeran Khalied dengan tenangnya.


Dengan garangnya, Wambella kini menyerang Pangeran Khalied.


Namun semua serangan Wambella dapat di patahkan oleh Pangeran Khalied. Wambella menjadi marah dan gusar. Hingga serangannya semakin membabi buta.


Tapi tetap saja, sekeras apapun Wambella ingin mengalahkan Pangeran Khalied, tetap saja, dia bukanlah tandingan pemilik Pedang Mata Malaikat itu.


Keadaan kini juga menjadi berbalik. Kesaktian Wambella yang angkuh tak ada apa - apanya di hadapan putra Pangeran Hasyeem itu. Tinggallah, Wambella yang menjadi bulan - bulanan Pangeran Khalied.


Akhirnya, Wambella menggunakan cara licik. Wanita itu kemudian menggunakan ilmu hitamnya untuk mengalahkan Pangeran Khalied.


Wanita itu mengambil sesuatu dari dalam saku kecil dari balik bajunya dan kemudian meletakkannya di tanah. Sesuatu itu seperti sebuah tulang.

__ADS_1


Setelah meletakkan tulang itu di tanah, wanita itu kemudian berdiri. Terlihat mulut wanita itu komat - kamit membaca mantera.


Beberapa saat kemudian, tulang yang dia letakkan di tanah tadi menjelma menjadi beberapa sesosok hewan raksasa yang memiliki bentuk - bentuk yang sangat mengerikan. Hewan - hewan itu berbentuk seperti makhluk Dinosourus pemakan daging yang langsung menyerang Pangeran Khalied dan juga yang lainnya.


Makhluk itu menyerang Pangeran Khalied, Pangeran Arkana dan Zamura, juga para prajurit Zaddak yang lainnya yang dianggap musuh oleh Wambella.


"Hay, dasar licik. wanita itu menggunakan ilmu sihir, Paman...!" ucap Pangeran Arkana.


"Wah, sepertinya akan seru, Nih." ucap Zamura. Segera saja, jin pengawal pribadi Pangeran Khalied itu merubah wujud dirinya menjadi kingkong raksasa.


"Seperti biasa, yang besar mestilah akan berhadapan dengan yang besar juga. " ucap Zamura.


Pangeran Khalied dan Pangeran Arkana pun tak ingin ketinggalan. Mereka berdua pun ikut merubah Wujutnya menjadi KingKong raksasa.


"Hah, ini baru hal yang menarik, Zamura," kata Pangeran Khalied.


"Ayo, kita bermain - main dengan para dino, Pangeran.. " jawab Pangeran Khalied.


Kini, ketiga manusia separuh jin yang sudah menjelmakan diri menjadi kingkong raksasa itu terlibat dalam bertarung yang sengit.


Sementara itu, di saat kedua Pangeran itu sedang bertarung menghadapi hewan - hewan itu agar tidak menyerang manusia Harimau. Justru Wambella meminta kepada anak buahnya untuk menyerbu Pasukan Zaddak.


Kini, suasana semakin bertambah seru. Pasukan Zaddak kembali bertempur menghadapi Pasukan Suku Wedda. Akan tetapi, mereka masih kalah jumlah.


Pasukan Zaddak dibuat kocar-kacir oleh pasukan suku Wedda.Terlebih saat ini, Pasukan Zaddak tidak memiliki seorang pemimpin. Karena Zaddak yang terluka parah saat perkelahian tadi. Kini tak bisa lagi memimpin pertempuran.


Melihat pasukan Zaddak yang kocar-kacir, Pangeran Khalied membelah wujudnya menjadi dua untuk menyelamatkan pasukan Zaddak.

__ADS_1


__ADS_2