
Pangeran Khalied tak tahu harus berbuat apa. Walaupun dirinya sangat ingin memberontak dan melawan, namun sepertinya ada sebuah kekuatan yang memagari semuanya hingga dia tak sanggup untuk berbuat apa - apa.
"Sial, mengapa aku seperti tidak mampu untuk berbuat apa-apa. apakah wanita itu ingin menjebakku?" tanya Pangeran Khalied dalam hati.
Pangeran Khalied memejamkan maya dan mencoba berkonsentrasi dan menyalurkan tenaga dalam murni untuk menghalau kekuatan jahat yang berasal dari Charon. Wanita itu ternyata menggunakan suatu ajian pelet untuk menundukkan Pangeran Khalied dan Pangeran Arkana.
"Paman, sepertinya wanita itu mencoba untuk menjerat kita dengan ajian peletnya." bisik Pangeran Arkana.
"Diamlah, fokuslah untuk menyalurkan tenaga inti murnimu kalau kau tidak ingin jatuh ke dalam jeratan ilmu peletnya Charon. Apa kau mau tinggal di sini selamanya...?" ucap Pangeran Khalied sembil terus berkonsentrasi menyalurkan tenaga inti murninya ke seluruh tubuh.
Tanpa berkata lagi, Pangeran Arkana melakukan apa yang diperintahkan oleh sang Paman.
Sementara itu, Charon memperhatikan kedua makhluk jin di hadapan itu dengan seksama. Wajahnya berbinar - binar saat memandang sosok Pangeran Khalied . Begitu gagah dan tampannya putra Pangeran Hasyeem itu hingga dirinya dibuat terpesona oleh pancaran wibawa dan keagungannya.
Sebenarnya, sudah sejak masuk ke dalam perahu tadi merasa tertarik dengan kedua pemuda itu. Hal yang dia sudah rasakan adalah hasrat birahinya yang memuncak saat melihat kedua pemuda tampan itu.
Baru kali ini dia menemukan makhluk berjiwa dan sangat tampan pula. Hingga timbul keinginan hatinya untuk bercinta.
Maka dari itu, dia menguji keduanya dengan ilmu pukulan jarak jauh. Dia ingin mengetahui setinggi apa ilmu kanuragan kedua pemuda itu.
Dan ternyata, diantara keduanya, ternyata Pangeran Khalied lah yang memiliki ilmu kanuragan yang lebih tinggi. Sehingga dia memutuskan untuk memilih Pangeran Khalied.
Pangeran muda yang sangat tampan dengan kumis tipis membuat Charon mabuk kepayang dibuai oleh angan.
Tak berhenti sampai di situ, Charon tiba-tiba saja sudah mengubah wujudnya menjadi wujud seorang Zahra. Sosok wanita idaman yang ada di dalam hati dan pikiran Pangeran Khalied.
__ADS_1
" Pangeran Khalied..! Pangeran Khalied... " panggil Zahra.
Pangeran Khalied sangat terkejut ketika membuka matanya dan mendapati Zahra yang sudah berdiri di hadapannya. Sejak kapan Zahra ada di sini, pikir Pangeran Khalied.
Namun ada yang aneh. Mengapa Zahra memanggilnya dengan sebutan Pangeran. Khalied. Sejak kapan gadis itu memanggilnya dengan embel-embel Pangeran, biasanya Zahra hanya memanggilnya dengan panggilan Khalied saja. Hal itu membuat Pangeran Khalied merasa curiga.
"Zahra..!" Pangeran Khalied pun segera bangkit dan menghampiri Zahra palsu itu. "Zahra, apakah ini benar-benar kamu...?" Tanya Pangeran Khalied.
"Bagaimana caranya kau bisa lolos dari wanita siluman itu. Apa kau melarikan diri..?"tanya Pangeran Khalied lagi.
Zahra palsu itu menggelengkan - menggeleng kepalanya pelan. Ada kilatan aneh yang tertangkap di mata kirinya yang sempat tertangkap oleh mata tajam Pangeran Khalied.
"iya , Pangeran. Aku berhasil meloloskan diri pada saat para penjaga itu sedang lengah. " ucapnya sambil menangis terisak.
Pangeran Khalied terperanjat. Putra bungsu Asmi itu bahkan sampai harus menelan air ludah karena kaget dan juga oleh rasa aneh yang kini sudah mulai menjalari bagian inti tubuhnya. Setengah mati dia menahan hasrat itu. Hasrat yang muncul akibat dari sikap agresif dari wanita itu. .
Tentu saja tingkah laku Zahra palsu yang sangat aneh itu membuat Pangeran Khalied menjadi bertanya - tanya dalam hati." Apakah gerangan yang terjadi...? Mengapa tiba-tiba saja Zahra berlaku agresif seperti ini...?"
Pangeran Arkana secara diam - diam juga memperhatikan kelakuan Zahra Palsu.
"Mengapa Zahra bertingkah seperti itu..? " tanya Pangeran Arkana dalam hati.
Sementara Zahra palsu makin gencar menggoda Pangeran Khalied.
Tanpa malu - malu, Zahra bergerak ke arah Pangeran Khalied. Wanita itu bermaksud ingin mencium Pangeran Khalied.
__ADS_1
Namun, dengan gesit pangeran Khalied mengelak sambil mendorong tubuh Zahra palsu agar segera menjauh darinya.
"Dasar wanita siluman. Kau pikir aku tidak tahu bahwa kau bukan Zahra..!!" tuding Pangeran Khalied.
Charon yang menyamar menjadi Zahra dan tertawa cekikikan dan kembali merubah wujudnya ke bentuk semula.
"Hihihi, Pangeran Khalied, ternyata di samping hebat ternyata kau juga sangat pandai," ucapnya.
Pangeran Arkana sangat kaget mengetahui akan hal itu. Ternyata Charon bisa mengubah wujudnya menjadi Zahra.. Astaga, bagaimana bisa hal itu bisa terjadi. Makluk seperti apa Charon ini.
"Cih, dasar wanita siluman, kali ini aku tak akan membiarkan kau mengecoh kami lagi." seru Pangeran Khalied kesal.
Dengan geram dia mencabut pedangnya dan mulai menyerang Charon. " aku tak peduli kau wanita atau bukan." ucap Pangeran Khalied, Namun kau sudah mengganggu ketenangan alam semesta ini. Maka dari itu kau harus mati ....... ? ucap Pangeran Khalied sambil menyerang Charon.
Terjadilah pertempuran yang sengit antara Pangeran Khalied dan Charon di dalam kamar di atas kapal milik Charon.
Pertarungan itu semakin seru karena kini Charon sudah mengeluarkan senjata dan kita ilmu kanuragan yang di milikinya.
"Terimalah ini, pukulan Halilintar milikku. " kata Pangeran Khalied gusar.
"hihihihi, keluarkan semuanya ilmumu, kau tahu, karena aku sudah bisa menebak kalau akulah yang akan menjadi juaranya.." aku Charon sambil tertawa congkak.
Trash...... tiba-tiba saja Pedang sudah menyerang Charon. Siluman penguasa lautan itu sungguh-sungguh tak menduga akan terjadi serangan yang tiba-tiba dari Pangeran Khalied. akibatnya Charon terkena sabetan pedang Halilintar pangeran Khalied.
Pemilik kapal Pengangkut Arwah itu terhuyung ke belakang dengan tubuh limbung. Tubuhnya yang bersisik pada bagian bawah terluka dari pinggang sampai ke ekor.
__ADS_1