
Pangeran putra Pangeran Hasyeem itu serentak menoleh ke belakang dan menemukan seorang wanita sudah berdiri di belakang dirinya.
"Ibu ratu.....??!" ucap Pangeran Khalied.
Pangeran Khalied kaget bukan kepalang sebab wanita yang berdiri di belakangnya memiliki wujud dan rupa yang sama persis dengan ibundanya yaitu Ratu Asmi. Sehingga Putra bungsu pangeran Hasyeem itu merasa sangat terkejut sekali.
Namun Pangeran Khalied segera menyadari bahwa adalah hal yang mustahil bahwa ibunya akan berada di tempat ini. Wanita yang ada di hadapannya itu adalah sebangsa siluman yang bisa berubah wujud menjadi apa saja.
"Siapakah Anda, Nona..?" tanya Pangeran Khalied dengan heran. "Apakah anda yang tadi menyerang kami dengan ilmu pukulan jarak jauh..?" tanya Pangeran Khalied lagi.
"Namaku adalah Charon. Aku adalah pemilik kapal ini. Memang benar, aku lah yang telah menyerang kalian dengan pukulan jarak jauh karena aku ingin melihat sejauh mana kehebatan putra Pangeran Hasyeem yang namanya saja melegenda dan menggetarkan jagat ini. Ternyata, kau tak ada apa - apanya di bandingkan dengan nama ayahmu.." cibir Charon.
Tak berapa lama, wujud Charon pun berubah kembali ke wujud semula. Wujudnya memang wujud seorang wanita namun bukan seperti wajah ratu Asmi lagi. Wujud Charon lebih mengarah kepada wujud seorang putri Duyung.
Wajah Charon dipenuhi oleh sisik - sisik yang berwarna kebiru-biruan. Demikian juga dengan tubuhnya. Tubuh itu juga di penuhi oleh sisik yang berwarna biru keperakan yang menutupi dari pusat hingga ke bawah yang merupakan ekornya. Sedangkan bagian dada ke atas lebih mirip dengan tubuh manusia hanya saja masih tetap berwarna biru.
"Putri duyung ternyata ada juga di dimensi ini..."guman Pangeran Khalied.
Tak beberapa lama, Pangeran Khalied tersadar dari Pingsannya. Pukulan jarak jauh Charon yang tepat mengenai dada Pangeran Arkana, membuat Pangeran itu jatuh tak sadarkan diri untuk sesaat. Setelah sebelumnya, Pangeran Arkana memuntahkan darah segar dari mulutnya.
__ADS_1
" Pangeran Arkana, kau sudah sadar..? Alhamdulillah, ... tadinya aku sempat khawatir. Bagaimana jika kau pingsan dalam jangka waktu yang lama. Bisa - bisa aku akan meninggalkan kamu di sini bersama Charon." sungut Pangeran Khalied seraya melirik dan memberi kode kepada Pangeran Arkana bahwa mereka kedatangan 'tamu'.
Pangeran Arkana melirik ke arah Charon. Makhluk apa yang sedang memperhatikan mereka, pikir Pangeran Arkana.
Pangeran Arkana langsung berdiri dengan sempat melirik dan memperhatikan wujud makhluk .
Makhluk apa itu, mengapa bentuknya seperti putri duyung. Jangan - jangan, makhluk ini adalah..... , Pangeran Arkana bertanya dalam hati.
"Siapa dia, Paman." bisik Pangeran Arkana.
"Dialah pemilik kapal ini..." jawab Pangeran Khalied dengan berbisik juga.
Mata Pangeran Arkana melotot ketika melihat makhluk itu berubah wujud.
"Astaga, mengapa dia bisa berubah wujud seperti Kania..?" tanya Pangeran Arkana kepada Pamannya dengan wajah yang heran.
Pamannya itu rupanya belum memberitahu Pangeran Arkana, siapa sebenarnya makhluk itu.
"Makhluk itu bisa berubah wujud seperti orang - orang yang dekat dengan kita. Mungkin saja dia sempat membaca pikiranmu yang berisi tentang Kania, makanya dia merubah wujudnya seperti Kania... " jelas Pangeran Khalied.
__ADS_1
"Astaga, kedengerannya mengerikan sekali. Paman, apakah Paman sudah menanyakan tentang Zahra dan Kania. Karena aku sudah ingin cepat - cepat pergi dari tempat ini. Di sini auranya aneh dan mengerikan sekali."
"Ya ampun,.. aku hampir lupa. Aku belum menanyakan di mana Zahra dan Kania."
"Apakah kalian ingin menanyakan tentang kedua gadis itu..?" tanya Charon tiba-tiba.
Pangeran Khalied dan Pangeran Arkana saling pandang. Sepertinya, apa yang mereka duga memang benar adanya. Charon bisa membaca isi pikiran seseorang seperti mereka juga.
"Itu benar sekali. Aku memang ingin menanyakan tentang mereka.Bukankah kamu yang memerintahkan kepada pengawalmu untuk membawa mereka ikut serta ke dalam kapalmu ini." kali ini, Pangeran Arkana sendiri yang menjawab langsung.
"Hihihihihi, baguslah...sebenarnya, aku memang berencana menjadikan mereka sama seperti penumpangku yang lainnya. Namun aku sepertinya berubah pikiran. Sudah lama aku tak bermain - main dengan pemuda tampan." ucap Charon dengan senyuman penuh misteri.
Keduanya kembali saling melempar pandangan tak mengerti arah dan maksud tujuan Charon berkata seperti itu.
Namun keduanya ikut saja bagaikan kerbau di cocok hidungnya ketika Charon kemudian mengajak keduanya untuk mengikutinya masuk ke dalam kamar pribadi miliknya.
"Sttt....Paman, apa yang akan kita lakukan di sini... ?" tanya Pangeran Arkana.
Pangeran Khalied tak tahu harus berbuat apa. Walaupun dirinya sangat ingin memberontak dan melawan, namun sepertinya ada sebuah kekuatan yang memagari semuanya hingga dia tak sanggup untuk berbuat apa - apa. t
__ADS_1