Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 82 Tumbal Berdarah


__ADS_3

Mereka adalah tiga orang laki-laki yang ingin kaya mendadak dengan melakukan perjanjian dengan setan. Mereka mengadakan perjanjian dengan menghadirkan tumbal berupa nyawa salah satu anggota keluarganya..


Zamura yang geram tak jadi pulang ke Bukit Malaikat . Pengawal pangeran Khalied itu mengikuti ke-tiga laki-laki tersebut untuk mengetahui apa yang akan mereka lakukan berikutnya..


Suasana di hutan Alas Roban semakin mencekam. Suara - suara hewan malam mulai terdengar. Mereka keluar mencari rezeki tanpa peduli dengan apa yang dilakukan oleh ketiga manusia yang juga sedang berada di tempat itu.


Ketiga lelaki itu kini sedang duduk di hadapan seorang lelaki. Zamura yakin, lelaki itu adalah yang menjaga tempat ini.


"Anakku Rusman, Paiman, dan Hendra, sekali lagi aki bertanya, apakah tekad kalian sudah bulat untuk menyanggupi syarat dari Ki Bawut." tanya Ki Pawon, sang Kuncen.


"Kami bersedia, Ki Pawon." jawab ketiganya.


"Baiklah, kalau begitu marilah kita saling mengikatkan diri dalam perjanjian ini dengan darah dari masing-masing kalian." ucap Ki Pawon.


Kemudian, lelaki yang bernama Ki Pawon itu mengeluarkan sebilah keris dari balik bajunya.


Keris itu memiliki hulu berbentuk seperti kepala ular Naga.


"Ulurkan tangan, Kalian anak - anak !" perintah Ki Pawon.


ketiga lelaki itu kemudian mengulurkan tangan mereka. Dengan sekali sabetan tangan ketiga nya terluka dan darahpun mengalir.


Ketiga manusia yang telah disesatkan oleh nafsu duniawi itu kini tampaknya sudah terikat sumpah untuk menjadi pengikut Ki Bawut.

__ADS_1


Darah yang mereka teteskan telah menjadi pengikat sumpah antara mereka bertiga dengan Ki Bawut. Dan itu artinya, tanpa mereka sadari, mereka sudah menjadi abdi bagi Ki Bawut untuk selama - lamanya.


Astaghfirullah... di zaman seperti sekarang, masih ada manusia yang mencari kekayaan dengan cara - cara seperti itu. Sungguh itu adalah kesesatan yang nyata. Bersekutu dengan iblis dan setan. Sehingga buta mata hati dan pikiran. Aku sungguh kasihan dengan nasib keluarganya. Mereka pastinya akan dijadikan tumbal untuk pesugihan tersebut." kata Zamura dalam hati.


Zamura terus berjalan mengikuti ke-tiganya sampai di rumah laki-laki pertama. Lelaki yang oleh warga kampung Randu Alas dikenal dengan nama Rusman itu hidup dalam keadaan yang serba berkecukupan. Lelaki itu sama sekali tidak terlihat kesulitan dalam hal ekonomi.


Kehidupan rumah tangganya juga berjalan bagus. Rusman memiliki dua orang anak laki-laki yang sudah dewasa dan seorang anak perempuan.


Sehingga Zamura heran, mengapa lelaki tersebut masih menginginkan kekayaan padahal Allah SWT sudah memberikan rezeki yang berlimpah kepadanya.


Ternyata, lelaki itu menginginkan kekuasaan. Maka dari itu, dia meminta tolong pada Ki Bawut, penguasa hutan Alas Roban untuk membantu dia supaya menang dalam pemilihan Kepala Desa yang akan datang.


Lelaki yang kedua adalah tetangga Rusman sendiri. Lelaki yang bekerja sebagai buruh lepas ini bernama Paiman. Dia tidak memiliki 5 orang anak yang masih kecil. Anak terakhir masih bayi.


Melihat kehidupan keluarganya yang demikian memprihatinkan, Rusman kemudian mengajak Paiman untuk melakukan pesugihan ke Alas Roban. Minta tolong kepada Ki Bawut agar di beri kekayaan.


Awalnya Paiman menolak karena masih memiliki iman. Namun semakin lama, kehidupan Paiman tak juga kunjung mengalami perubahan. Kehidupan keluarga Paiman malah semakin terpuruk.


Akhirnya Paiman sudah tak tahan lagi. Lelaki itu pun terpaksa memilih mengikuti cara Rusman. Menjadi abdi dari Ki Bawut.


Lelaki yang ke tiga, bernama Hendra. Lelaki ini kehidupan rumah tangganya sebelas dua belas dengan Paiman. Hendra di karunia seorang istri yang cantik dan sedang mengandung anak mereka. Hanya saja, Hendra adalah tipe lelaki pemalas yang ingin hidup enak tanpa mau bekerja.


Harta warisan dari ayahnya sudah lama habis karena dipakai untuk modal nikah dan foya - foya. Mau kerja, kerja apa...? tidak punya keterampilan. Karena dulu sekolah hanya sampai SMA saja.

__ADS_1


Cari kerja dengan modal ijazah SMA saja, paling dapat kerja kasar atau kuli bangunan.Sedangkan dirinya tak terbiasa dengan pekerjaan seperti itu.


Akibatnya, Hendra nekat untuk mencari uang dan kekayaan dengan cara cepat. Jalan satu - satunya, ikut ajakan Rusman, mencari kekayaan dengan cara menjadi pengabdi Ki Bawut.


Zamura geleng-geleng kepala menyaksikan ke-tiga manusia tersebut.


Mereka mencari cara ingin cepat kaya dan berkuasa dengan menghalalkan segala cara, termasuk menjadi hamba bagi setan. Na'uzubillahi minzalik...


Keesokan harinya, Zamura masih mengikuti ketiga lelaki tersebut untuk mengetahui apa yang terjadi.


Anak pertama Rusman bernama Restu. Restu menggemari dunia otomatif. Sehingga, Rusman kemudian membelikan Restu sebuah motor balap yang keren, saat anaknya itu minta dibelikan sebuah motor balap.


Memanglah, Rusman sangat menyayangi putranya itu. Sehingga apapun keinginan putranya itu akan dia penuhi.


Siapa yang menyangka justru itu adalah permintaan anaknya yang terakhir. Rusman tak pernah menyangka, bahwa syarat dari pesugihan itu adalah anak pertamanya.


***


Warga yang tinggal di sekitar hutan Alas Roban di gegerkan oleh penemuan mayat di jurang beserta sebuah motor yang tak berbentuk lagi.


Di duga kuat korban mengalami kecelakaan karena motornya tak mampu dikendalikan sehingga korban berikut motornya oleng dan terpental jatuh ke dalam jurang menyusul motornya yang lebih dahulu sampai.


Demikian juga hal nya dengan Paiman. Anak pertama Paiman tiba-tiba di kabarkan meninggal dunia setelah sehari sebelumnya dikabarkan sakit panas. Karena keterbatasan biaya, Paiman hanya memberi obat penurunan panas kepada anaknya yang dibelinya di toko obat.

__ADS_1


Keesokan harinya, keluarga itu geger, karena diketahui kemudian ternyata putranya sudah tak bernyawa lagi.


__ADS_2