Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 50


__ADS_3

"Celaka, mereka melihat kita, tuan putri..!!" kata Zyfhar sambil melihat ke arah Putri Humairah. "Maafkan saya, putri." Selesai berkata seperti itu, Zyfhar lalu menyambar tangan Putri Humairah dan membawanya terbang lalu menghilang dari tempat itu.


Tentara iblis yang melihat hal itu segera saja melakukan pengejaran kepada Putri Humairah dan juga Zyfhar.


"Mereka mengejar kita, tuan Putri." kata Zyfhar.


"Zyfhar, mereka sudah semakin dekat. Bagaimana ini...?" kata Putri Humairah panik.


Sedangkan Zyfhar dengan cepat berbalik dan menghadang tentara iblis yang ada di belakang mereka.


"Tuan Putri, larilah!! " kata Zyfhar sambil menghunus pedangnya. "Biar hamba yang menghadapi mereka semua.."


Putri Humairah sudah ingin berlari meninggalkan tempat itu. Akan tetapi saat melihat bahwa ada banyak tentara iblis yang mengepung Zyfhar, dia menjadi tak tega.


Dia mengurungkan niatnya untuk lari. Putri Humairah kemudian mengeluarkan pedang dari balik pakaiannya, dan berlari ke arena pertarungan untuk membantu Zyfhar.


"Putri...?!" Zyfhar yang melihat putri Humairah kini sudah berada di sampingnya. "Mengapa tuan putri tidak lari...? " tanya Zyfhar.

__ADS_1


"Lari..? Hah, kau curang. Aku pun butuh pemanasan. Sudah lama, aku tak menggerakkan tangan untuk melatih ilmu pedangku." ucap Putri Humairah sambil menebaskan pedangnya ke leher salah satu tentara iblis yang mendekat kepadanya.


Zyfhar tersenyum dalam hati mendengar kata - kata putri Humairah. Itulah yang dia suka dari putri Humairah. Putri Humairah selalu rendah hati dan suka menolong. Tak peduli siapapun, pasti akan dia tolong jika membutuhkan bantuan.


Zyfhar yakin sekali, bahwa tuan putrinya itu merasa tidak tega saat melihat dirinya di keroyok oleh puluhan tentara jin yang datang mengeroyoknya.


Kekaguman pemuda jin itu semakin besar kepada tuan putri Humairah. Dia merasa beruntung, Pangeran Hasyeem menganugerahkan tugas mengawal tuan putri Humairah kepadanya. Sehingga dia bisa mengenal dan mengabdikan diri kepada tuan putri yang cantik dan baik hati itu.


"Tuan Putri, awas ada serangan di belakang anda..!!" seru Zyfhar ketika ada serangan tiba-tiba dari arah belakang.


Putri Humairah tak sempat lagi mengelak. Sebuah cahaya putih dengan cepat menyambar tuan putri Humairah. Namun, sebelum cahaya putih itu mengenai putri Humairah, sebuah cahaya yang lain datang menangkis dan menyambar tubuh putri Humairah lalu membawa pergi ke tempat yang aman.


"Aku tidak apa - apa, Zyfhar. Sepertinya kita sudah terbebas dari kejaran para iblis itu..... "


Putri Humairah tidak meneruskan perkataannya. Matanya menangkap sesuatu di balik pakaian putih yang di kenakan oleh pemuda itu. Sepertinya itu adalah...


"Darah...! Zyfhar, kau terluka..?" seru putri Humairah dengan paniknya saat mengetahui bahwa pemuda dihadapannya itu terluka akibat menolong dirinya.

__ADS_1


"Hamba tidak apa - apa, Tuan Putri. Yang penting tuan putri selamat." ucap Zyfhar.


Putri Humairah tak menggubris ucapan pengawalnya itu. Dengan sekali gerakan, dia membalikkan tubuh pemuda itu.


Putri Humairah terpekik ngeri saat melihat luka yang ada di punggung Zyfhar. Luka itu berada tepat di tengah - tengah, di antara kedua belah sayapnya.


*Zyfhar, luka ini sangat parah. Kau harus segera di obati.! " ucap Putri Humairah.


"Tak apa - apa, Tuan Putri. Ini hanya luka kecil saja. Sebentar lagi juga akan pulih seperti sedia kala." ucap Zyfhar seraya tangannya mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya. Sesuatu seperti obat yang berbentuk salep atau ramuan - ramuan. Entahlah...


Pemuda itu mulai mengusapkan salep itu ke punggungnya. Namun karena luka itu di tengah-tengah punggung, dia agaknya kesulitan untuk menjangkau daerah tersebut.


Putri Humairah yang melihat hal itu langsung berinisiatif untuk membantu pemuda itu.


"Sini, berikan padaku salep itu. Aku akan membantumu untuk mengoleskannya di punggungmu." tawar Putri Humairah.


Tentu saja, Zyfhar merasa segan mendengar tawaran putri Humairah. Dirinya pantang untuk menerima bantuan dari siapapun, terlebih lagi putri Humairah adalah junjungannya. Masa dia harus menerima bantuan dari junjungannya itu.

__ADS_1


"Tidak, terima kasih, Tuan Putri. Tapi ini mudah saja. Hamba bisa untuk melakukannya sendiri." tolak pemuda itu secara halus.


"Zyfhar, ini perintah. Apa kau berniat untuk melawan perintahku? " bentak Putri Humairah.


__ADS_2