
"Jahanam, iblis busuk. Rupanya kau masih hidup juga." kata Zamura.
Rupanya pengawal pangeran Khalied itu juga melihat penampakan bayangan hitam itu dan segera masuk ke ruang operasi.
"Hahaha, aku tak akan semudah itu kau hancurkan. Lagi pula, anak dalam kandungan wanita itu sudah menjadi jatahku, jatah Ki Bawut." Siluman Alas Roban itu tertawa.
Detik berikutnya, dia sudah kembali merubah diri menjadi seberkas cahaya biru dan melesat terbang mendatangi meja operasi tempat Sari terbaring.
Secepatnya kilat, Putri Arryan pasang badan untuk menghalangi sinar biru itu masuk ke tubuh Sari.
Putri Arryan mengeluarkan kemampuannya dan membuat pagar gaib untuk melindungi Sari dari gangguan Siluman dan juga iblis yang akan memasuki tubuh wanita itu.
Sinar biru jelmaan ki Bawut gagal memasuki tubuh Sari. Malahan, tubuh ki Bawut terpental kembali ke luar dari ruang operasi.
Mendapati hal ini, Ki Bawut geram. Dia lantas berubah wujud kembali ke bentuk semula.
Siluman Alas Roban itu segera menyerang Putri Arryan. Namun Zamura yang datang langsung membantu Putri Arryan.
"Tuanku Putri Arryan, biar hamba yang menghadapi siluman busuk ini." kata Zamura yang langsung mencabut keris andalannya dari sarungnya.
"Baik, Zamura. Kau selesaikan siluman itu, aku akan membantu 'istrimu' yang sedang melahirkan anakmu." kata Putri Arryan sambil tersenyum mengedipkan sebelah matanya.
Zamura tertegun sejenak mendengar kata - kata Putri Arryan.
Istrinya, anaknya....?
Karena terkesima oleh kata - kata Putri Arryan, Zamura jadi kehilangan fokusnya.
"Zamura, awas dari arah samping kirimu..!" Putri Arryan berseru.
Zamura tersadar dan reflek mengelak sambil balas menyerang. Pukulannya kali ini adalah pukulan beruntung. Karena tepat menghantam Ki Bawut yang sedang bersiap menyerang lagi.
Siluman Alas Roban itu terjajar beberapa langkah ke belakang.
"Zamura, pakai ini... !" Putri Arryan melemparkan sebuah tombak ke arah Zamura. Zamura segera menangkap tombak tersebut.
"Trisula Raja Merrick...??" Zamura berseru setengah tak percaya. Karena saat ini dia tengah memegang senjata Trisula milik Raja Merrick.
Trisula itu adalah milik penguasa lautan yang sangat melegenda. Konon , senjata itu mampu menghanguskan setan bahkan siluman sekalipun.
"Aku meminjamkannya dari Yang Mulia Raja Merrick, karena sepertinya kau membutuhkannya untuk membinasakan siluman itu. Pergunakanlah, aku akan pergi untuk membantu wanita itu sekarang...!" kata Putri Arryan.
Putri Arryan segera melesat masuk ke ruang operasi dan kembali untuk membantu persalinan Sari.
Putri Arryan melihat kondisi Sari yang tak semakin lemah terbaring di meja operasi.
"Dokter, bagaimana kondisi pasien..?" tanya Putri Arryan.
__ADS_1
"Kondisinya semakin turun, Dok. Denyut nadi melemah." jawab Dokter Rini.
"Baik, segera kita lakukan operasi!! " kata Putri Arryan. Dia langsung menotok jalan darah Sari agar Wanita itu tidak banyak mengeluarkan darah selama proses operasi.
Sementara itu, Zamura melesat terbang mengejar Ki Bawut yang menghindar ketika melihat senjata Trisula itu.
Hingga akhirnya, Zamura berhasil mengejar siluman itu dan menghentikan larinya dengan menyerang menggunakan pukulan jarak jauhnya dari belakang.
Ki Bawut menghentikan larinya dan berbalik menghadapi pukulan Zamura. Kini keduanya kembali terlibat pertarungan sengit. Zamura, abdi setia Pangeran Hasyeem dengan Siluman penunggu Hutan Alas Roban.
Kini, Zamura menggunakan senjata Trisula milik Raja Merrick itu untuk menyerang Ki Bawut.
Melihat senjata Trisula Merrick sudah berada di tangan Zamura, Ki Bawut mundur beberapa langkah. Siluman itu terlihat agak gentar juga.
Zamura tak mensia - siakan kesempatan ini. Dia pun melancarkan serangan ke arah Ki Bawut dengan senjata Trisula itu. Sebelumnya, senjata itu sudah dia tiupkan bacaan surah An-Nas sebanyak tiga kali.
Di mata Ki Bawut, senjata Trisula yang sedang dipegang Zamura berubah menjadi senjata yang paling berbahaya dan mematikan. Trisula itu menyala - nyala seolah-olah siap membakar setan atau siluman seperti dirinya.
"Kali ini, aku tak akan memberi kau kesempatan lagi untuk hidup. aku akan membakar dirimu sampai menjadi abu, siluman busuk...!! " Seru Zamura.
"Hahaha, coba saja kalau kau bisa. Aku tak semudah itu untuk kau kalahkan. Walaupun kau memiliki senjata Trisula Merrick itu!! " kata Ki Bawut tersenyum mengejek.
Walaupun merasa kesal mendengar ejekan Ki Bawut, namun Zamura tak ingin terprovokasi. Dia tahu, siluman itu ingin membuat dia marah sehingga kehilangan kendali dan tidak fokus.
"Allahu akbar...!! Allahu Aziz...!! Allahu Jabbar...!! " Seru Zamura sambil melemparkan tongkat Trisula itu ke arah Ki Bawut.
Sambil tertawa mengejek, Siluman itu berkelit menghindar dari serangan Trisula Merrick. Namun, tawa itu kemudian hilang karena ternyata Trisula itu tidak berhenti menyerang Ki Bawut kemana pun siluman itu bergerak.
"Jin keparat, terkutuk. Mampus saja kau ...!!" seru Ki Bawut. Siluman itu berusaha mengelak dari senjata Trisula Zamura.
Dengan marah, siluman itu membalas serangan Zamura dengan pukulan tenaga dalamnya.
Pukulan tenaga dalam yang mengandung kekuatan dahsyat itu meluncur ke arah Zamura.
Zamura tak tinggal diam. Pengawal Pangeran Khalied itu segera mempersiapkan diri untuk menerima pukulan Ki Bawut. Sehingga yang terjadi, dua buah kekuatan besar hadir berbenturan. Kekuatan hitam dan putih. Kekuatan yang tartil dan yang bathil.
"Allahu Akbarr.......!!" Zamura berseru sambil terus menahan pukulan Ki Bawut.
Pemuda tampan dari golongan jin itu rupanya penghapal Alquran yang pasih. Dengan Fasih dia melapazkan ayat - ayat suci Al-Quran surah Al Mulk selama bertarung tenaga dalam dengan makhluk itu.
Sementara Putri Arryan dan dokter Rini sedang berusaha menyelamatkan Sari yang sedang berjuang melahirkan anaknya.
Hingga suatu ketika, tercium sesuatu seperti bau hangus terbakar. Ternyata bau itu berasal dari Ki Bawut yang terbakar hidup - hidup oleh api yang berasal dari Trisula Raja Merrick.
Rupanya selama melapazkan ayat - ayat alquran tadi, tanpa sadar Zamura telah melumpuhkan kekuatan Ki Bawut dari dalam. Keyakinan dan keteguhan hati dari Zamura yang menyakini bahwa kekuatan dan kekuasaan Allah melebihi kekuatan apapun di dunia ini membuat pemuda itu akhirnya berhasil mengalahkan Ki Bawut.
Kali Ini, Ki Bawut benar-benar terbakar habis bahkan sampai ke tulang - tulangnya. Menyisakan debu yang kemudian terbang ditiup angin.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu, seberkas sinar merah keluar dari perut Sari. Itulah tanda perjanjian darah yang dibuat oleh Hendra bersama Ki Bawut berakhir.
Perjanjian itu akan berakhir dengan kematian salah satu pihak yang mengikat perjanjian tersebut. Biasanya perjanjian itu selalu diakhiri dengan kematian para pemujanya yang terikat perjanjian, maka kali ini perjanjian itu berakhir dengan kematian dari Si Pengikat.
Demikianlah, dengan tewasnya Ki Bawut maka berakhir pula perjanjian darah dengan Penguasa Hutan alas Roban itu.
Di saat yang sama, bayi di dalam kandungan Sari berhasil di angkat melalui operasi cesar.
Suara tangis bayi itu menggema sampai keluar ruangan. Putri Arryan yang melihat kelahiran itu ikut menangis karena terharu.
Betapa perjuangan Zamura yang demi untuk menyelamatkan nyawa bayi itu rela bertarung habis - habisan melawan Ki Bawut agar bayi itu terbebas dari jeratan perjanjian yang meminta tumbal nyawa bayi dan ibunya itu.
"Alhamdulillah, Putrimu lahir dengan selamat, Sari." kata Putri Arryan memberi ucapan selamat kepada Sari sambil diam - diam melepaskan totokannya di tubuh Sari.
"Terima Kasih, Dokter.. "
"Namaku dokter Arryan dan ini Dokter Rini. Dia yang membantu operasi persalinan ini."
"Terima kasih, dokter Rini.. " ucap Sari kembali mengucapkan terima kasih kepada dokter Rini.
"Sebenarnya, ada seorang lagi yang sangat berjasa membantumu, Sari.." bisik Putri Arryan.
"Siapa...?" tanya Sari ingin tahu.
"Zamura,... andai saja dia tak berhasil membunuh siluman itu, maka Putrimu ini tak akan lahir dengan selamat." bisik Putri Arryan lagi.
Sari langsung teringat pemuda itu. Pemuda yang telah menyelamatkan dirinya dari keberingasan parang suaminya."Tuan Zamura, astaga, aku hampir melupakan dia. Di mana sekarang dia berada...?" tanya Sari.
"Entahlah, aku pun belum lagi bertemu dengan Zamura. aku rasa dia pasti masih berasa di sekitar tempat ini." kata Putri Arryan.
"Dapatkah saya bertemu dengan tuan Zamura..?" pinta Sari.
"Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan memanggilnya..!!" ucap Putri Arryan.
Putri cantik itu pun segera beranjak keluar dari ruang operasi untuk mencari Zamura.
Namun Putri Arryan tak menemukan Zamura atau Pangeran Arkana di luar sana.
"Kemana perginya kedua pemuda tengil itu...?" tanya Putri Arryan dalam hati.
??
??
??
Kemana kira - kira Pangeran Arkana dan Zamura pergi setelah berhasil mengalahkan Ki Bawut.
__ADS_1
Tetap baca Novel# Pedang dan Cinta Sang Pangeran#
Jangan lupa like dan Vote untuk novel aku, karena itu sangat berarti bagi aku. Salam manis dari Minaaida. Tetap sehat selalu , ya Readers aku....