
"Hallo...!" suara Kania terdengar di Handphone Pangeran Arkana. Lalu pada layar muncul wajah Kania. Tersenyum manis pada Pangeran Arkana.
Pangeran Arkana ingin tersenyum namun mendadak saja senyum di wajah sang Pangeran hilang seusai melihat sesuatu di belakang.
"Kania, kemarilah, tunjukkan padaku bagaimana caranya mengambil foto." tanya Pangeran Arkana.
"Oh, itu... mari sini. Aku tunjukkan. Kita ambil foto kamu dan aku.." kata Kania.
Kemudian Kania mengambil gambar mereka berdua dengan latar belakang tepat persis di mana hantu perempuan itu berdiri.
Jpreet...
Foto mereka tercetak di layar handphone Pangeran Arkana. Foto Pangeran Arkana terlihat bersama Kania di tambah ..... hantu perempuan di belakang mereka.
Wajah Kania langsung berubah pucat.
"Astaghfirullahalazim.... Allahu Akbar..!!" jerit Kania kaget.
"Arka, ...... a..pa itu yang berdiri tepat di... di belakangku...? tanya Kania tergagap-gagap saking takutnya.
Walaupun profesi dia seorang perawat, namun alhamdulillah, selama bekerja di rumah sakit ini, dia tidak pernah melihat penampakan - penampakan makhluk tak kasat mata yang menyeramkan. (Kecuali saat berada di dimensi empat, itu lain cerita lagi, hehehe...).
Dengan tenang Pangeran Arkana menyahut. "Itu adalah hantu perempuan yang biasa disebut Kuntilanak.." jawab Arkana.
" Apa...?!! Kuntilanak...!??" pekik Kania.
__ADS_1
"Kenapa ada Kuntilanak di belakangku, Arka? " Tanya Kania lagi.
" Entahlah...tapi memang semenjak kita di rumah sakit tadi, dia sudah ada di belakangmu. Entah, apa maunya Kuntilanak itu. Yang jelas ini bukanlah pertanda yang baik.." kata Pangeran Arkana.
" Sejak tadi...? Kau bilang sejak tadi, Arka...? Jadi kau sudah tahu bahwa di belakangku ada kunti? . Awww.... kau jahat, Arka..!" kata Kania Kesal.
Kini dia benar-benar takut. Niat hati mau bersenang-senang dengan belanja gratis pake uang Arka, ujung - ujungnya, eh... malah di ikutin sama Mbak Kunti.
Seumur hidupnya, dia tak pernah mengalami kejadian seperti ini. Diikuti oleh makhluk tak kasat mata yang berwajah mengerikan.
"Ayo kita pergi dari sini. Mungkin saja, makhluk itu tak mengikuti kamu tapi aku... " Uap Pangeran Arkana. Dia bermaksud untuk menenangkan Kania agar tidak merasa ketakutan.
Kania pun setuju untuk segera pergi dari tempat itu. Moodnya langsung down setelah melihat penampakan tersebut.
Tak lucu rasanya, masa shopping ke mall, di belakang ada mbak kunti yang ngekorin. Untung saja, dia tidak minta ditraktir menyan atau bunga tujuh macam... ( hiiiii, Kania bergidik ngeri....).
Pangeran Arkana segera mengantar Kania ke kamar gadis itu. Kania kaget karena tak menyangka bahwa Arka tahu di mana dia tinggal.
"Terima kasih, Arka... Tapi bagaimana dengan motorku. Aku meninggalkanya di parkiran... " kata Kania.
"Tidak usah khawatir. Aku yang akan membawa motormu kemari. Sekarang, beristirahatlah..aku akan mengambil motormu dulu.." ucap Pangeran Arkana.
"Terima kasih, Arka. Kamu baik sekali." ucap Kania berterima kasih.
"Begitulah kita seharusnya. Saling tolong menolong dan dalam kebaikan.." sahut Pangeran Arkana.
__ADS_1
"Baiklah, aku pergi dulu. Assalamu'alaikum...!"
"Waalaikumsalam... " jawab Kania.
Pangeran Arkana menghilang dari hadapan Kania. Gadis itu menghela napas setelah kepergian Pangeran Arkana.
"Sepertinya aku harus membiasakan diri berhadapan dengan makhluk jin seperti Arka. Datang dan pergi secara tiba-tiba..." ucap Kania kemudian.
Gadis itu segera melemparkan tubuhnya di atas ranjang empuk miliknya. Akhh.... rasanya nyaman sekali.
Dalam sekejap mata, gadis itu sudah terlelap hanyut dalam lautan mimpi.
Tanpa Kania sadari, sesosok makhluk tiba - tiba saja muncul tepat di atas plafon kamarnya. Sosok perempuan berambut panjang yang dia lihat bersama Pangeran Arkana.
Hantu perempuan itu perlahan-lahan mendekati dan kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Kania. Sangat dekat, sebenarnya andai Kania bisa melihatnya.
Hantu wanita itu menjulurkan lidahnya yang panjang terjulur keluar hendak menjilat wajah Kania namun sebuah bayangan secepat kilat menarik hantu wanita itu agar menjauh dari Kania.
"Enyahlah kau iblis terkutuk. Berani kau mengganggunya, maka aku akan membakarmu hidup - hidup di dunia." bentak suara itu
Tak lama kemudian, Pangeran Arkana muncul menampakkan diri di hadapan Kuntilanak itu.
Pangeran itu geram sekali karena Kuntilanak itu ternyata mengikuti Kania.
"Katakan padaku, apa maumu mengikuti gadis ini...! " bentak Pangeran Arkana. "Apa kau mau aku membakarmu sekarang...?" bentaknya lagi.
__ADS_1
"Hihihi... Hihihi... Hai jin busuk, buktikan saja ucapanmu. Apa kau pikir aku takut padamu...?" ucap Kuntilanak itu sambil tertawa menyeramkan.