Pedang Dan Cinta Sang Pangeran

Pedang Dan Cinta Sang Pangeran
Bab. 35 Makhluk dari Neraka


__ADS_3

"Selamat datang, Pangeran Khalied. Putra Pangeran Hasyeem, Cucu Allyan Haizzar.. Sungguh suatu kehormatan bertemu dirimu di sini. Gerangan apakah yang membawamu hingga sampai di istanaku ini. Perkenalkan, namaku adalah Zyabban. Aku adalah penguasa kastil tua ini."


"Aku sedang mencari Iblis Pohon..!" jawab Pangeran Khalied.


Zyabban, makhluk dari Neraka dengan wujud seekor ular naga berkepala tujuh berjalan merayap menuruni langit-langit kastil tua itu dan kemudian mendarat di lantai kastil dengan ringan.


Tubuhnya yang berwarna hitam dan berukuran lebih besar dari pohon kelapa itu kini sudah memenuhi lantai kastil. Matanya makhluk itu lurus menatap tajam ke arah Pangeran Khalied yang kini sudah bersiap - siap menghunus pedangnya.


"Ada kepentingan apa kau mencari iblish pohon...?" tanya Zyabban kemudian. Makhluk itu menundukkan badannya hingga kepalanya yang berjumlah tujuh ekor ular itu kini sudah sejajar dengan tinggi Pangeran Khalied.


"Dia membawa sesuatu milikku yang paling berharga. Dan aku datang kemari mencarinya untuk mengambil kembali milikku itu...! Aku akan menyingkirkan siapa saja yang berani menghalangi niatku.!! " jawab Pangeran Khalied dengan lantang.


Tawa Zyabban mengelegar memenuhi kastil ketika mendengar jawaban Pangeran Khalied. "Hahaha, baru kali ini ada makhluk yang berani mencari seorang iblish. Biasanya, justru mereka selalu menghindar jika bertemu dengan iblish. Mereka bahkan selalu meminta kepada Tuhan mereka agar dijauhkan dari godaan iblish.. Hebat.... hebat sekali Pangeran...! Aku akui, aku terkesan sekali dengan keberanianmu." kata Zyabban sambil bergerak mengitari tubuh Pangeran Khalied.


"Baiklah, karena aku menghargai keberanianmu, maka aku akan memberimu satu kesempatan. Jika kau berhasil mengalahkan Barrad, maka kau boleh melewati tempat ini untuk bertemu dengan iblish pohon yang kini sedang berada di balik salah satu ruangan dalam kastil ini." kata Zyabban.


Selesai berkata demikian, tubuh Zyabban bergerak kembali naik menuju ke langit - langit dan menggantung tepat di sana.


Sepeninggal Zyabban, terdengar suara bergemuruh yang berasal dari salah satu ruangan di kastil itu. Penjaga kastil itu segera membukakan salah satu pintu ruangan sesuai perintah Zyabban.


Begitu pintu ruangan terbuka, tampaklah seekor makhluk raksasa bertubuh tinggi besar dan berwarna semerah membara keluar dari ruangan itu.


Makhluk itu langsung menyerang Pangeran Khalied saat mata melihat kehadiran pangeran Khalied di sana.

__ADS_1


Ada sepasang tanduk yang panjang di kepala makhluk itu dan satu lagi di ujung dahinya yang menonjol keluar hingga terlihat begitu mengerikan. Gigi - gigi makhluk itu besar - besar dan runcing.


"Hahaha, inilah Barrad, Pangeran Khalied. Jika kamu bisa mengalahkan Barrad maka aku akan membiarkan kamu melewati tempat ini dan bertemu dengan Iblish pohon." suara Zyabban kembali terdengar sebelum tubuh makhluk itu benar-benar lenyap.


Kemudian makhluk berbentuk ular naga itu pun menyingkir dan memilih menjadi penonton saja menyaksikan pertunjukan yang amat menarik serta sangat langka terjadi. Manusia setengah Jin bertempur dengan Barrad, Makhluk dari neraka.


Sudah lama Zyabban mendengar kehebatan Pangeran Khalied. Dirinya ingin sekali menyaksikan kehebatan dari putra Pangeran Hasyeem yang konon dijuluki sebagai monster Hitam dari Neraka tersebut. Hal ini karena penampilannya yang sudah seperti monster jika sedang marah. Mata Pemuda itu akan menghitam seperti kegelapan malam di dimensi ke empat dan tubuhnya seketika berubah menjadi ular naga raksasa yang akan memakan habis semua korbannya.


"Baiklah, aku terima tantangan kamu. Aku akan menghancurkan tempat ini berikut juga pelihara kamu itu.!" kata Pangeran Khalied seraya melirik kearah Barrad.


Barrad, makhluk itu kini sudah mulai menyerang Pangeran Khalied dengan membabi buta.


Tubuh Pangeran Khalied bergerak menghindari setiap serangan - serangan yang dilancarkan oleh Barrad, makhluk itu. Berkali-kali dia harus melompat dan juga terbang dari satu tempat ke tempat lain. Tempat itu semakin berantakan saja bukan lagi oleh tulang belulang manusia namun juga reruntuhan tembok dari tempat itu.


Pangeran Khalied agak kerepotan menghadapi Barrad karena makhluk itu berukuran besar. Sedangkan ukuran dirinya tak sebanding dengan ukuran makhluk itu.


Pangeran Khalied pun akhirnya merubah dirinya. Sehingga kemudian tubuh Pangeran Khalied berubah menjadi raksasa seperti halnya tubuh Barrad.


Kini perkelahian antara dua makhluk yang berbeda jenis namun memiliki kesamaan asal usul penciptaan itu berbalik seru dan seimbang..


Berkali-kali, Pangeran Khalied berhasil melukai tubuh Barrad, namun tubuh Barrad Seolah-olah tak bergeming terhadap senjata.


Begitu selesai Pangeran Khalied melukai tubuh makhluk itu maka detik itu juga tubuh Barrad kembali lagi ke ke wujud semula.

__ADS_1


Pangeran Khalied menjadi kesal bercampur marah terhadap keadaan yang seperti ini. Bagaimana caraku mengalahkan makhluk ini, pikir Pangeran Khalied dalam hatinya.


Dirinya kemudian mengingat semua detail dari setiap pertarungan dirinya dengan Barrad. Mata Pangeran Khalied terbeliak tak percaya saat mengingat betapa dia melupakan hal yang paling penting.


Dia lupa mengucapkan sebuah kalimat sakral yang selama ini selalu berhasil dia lakukan jika berhadapan dengan bangsa iblish. Ucapan taawuz.


Pangeran Khalied kemudian menyambar kembali pedangnya yang sempat terjatuh ketika menghadapi Barrad dan mulai kembali melakukan serangan balik ke arah Zyabban. Tak lupa juga dirinya mengucapkan kalimat taawuzz dan basmallah lalu menggoreskan ujung pedangnya ke bumi. Meskipun itu adalah bumi neraka...


Auzubillah himinasyaiton nir rajim.. Bismillahirrahmanirrahim... Allah... Allahuakbar.


Ujung pedang Pangeran Khalied beradu dengan lantai kastil hingga menimbulkan percikan - percikan api yang kemudian membakar tempat itu.


Kini, Kastil tua milik Zyabban telah di kelilingi oleh api yang kemudian terus membakar tempat itu.


Bukan itu saja, pedang Pangeran Khalied juga sudah menyambar - nyambar tubuh Barrad dengan ganas. Pedang itu sekarang berubah menjadi pedang yang sangat dahsyat kesaktiannya hingga mampu menggetarkan hati Barrad.


Makhluk itu menjadi gentar melihat pedang Pangeran Khalied yang seakan-akan sudah menguncinya sehingga membuat dia tak bisa leluasa melancarkan serangan ke arah Pangeran Khalied.


Suara ketika, pedang Pangeran Khalied berhasil melukai Barrad. Makhluk itu. meraung dan mengerang hebat karena Pedang Pangeran Khalied berhasil menembus tubuhnya hingga sampai ke balik punggungnya.


Bukan itu saja, tanah di sekitar arena pertarungan menjadi terbuka dan retak. Retakan itu kemudian menyebabkan rengkahan tanah yang cukup besar sehingga membenamkan tubuh Barrad hingga sebatas pinggang.


Sekali lagi, pedang Pangeran Khalied kembali lagi berhasil mengenai dada hingga tembus ke Jantung makhluk itu. Darah yang berwarna hitam dan berbau busuk keluar dari tubuh Barrad. Itulah darah dari manusia - manusia pendosa yang menjadi santapan Barrad setiap harinya. Barrad akhirnya jatuh tersungkur ke tanah.

__ADS_1


"Cukup..!! " sebuah bentakan menyudahi pertarungan itu.


"Pangeran Khalied, aku mengaku kalah. Kini kamu boleh melewati tempat ini. Teruslah berjalan melewati tempat ini bertemu jalan buntu. 'Tak ada jalan Kiri maka jalan apa yang kau ambil', Itulah kata kuncinya yang bisa kamu ucapkan ketika sudah sampai di jalan buntu tersebut. Selamat tinggal, semoga berhasil... " kata Zyabban sambil menghilang bersama tubuh Barrad.


__ADS_2