
Apakah kecantikan yang dia miliki tak mampu menarik hati pemuda itu, pikir putri Meizh.
"Lalu apa yang kamu inginkan..?"
"Aku menginginkan Batu Giok Setan..!" jawab Pangeran Fatan.
Geram hati Putri Meizh tak terkira. Dirinya merasa terhina. Pangeran Fatan lebih menghargai Batu Giok yang tak berharga daripada dirinya.
"Oh, sejak awal, aku sudahmenduga, ada maksud tersembunyi di balik tujuan dirimu menikahiku. Ternyata benar dugaanku, tujuan kamu menikah denganku demi untuk Batu Giok Setan ini saja..!" kata Putri Meizh geram. Dia kesal, karena ternyata dirinya tak lebih berharga dari sebuah batu.
"Aku sama sekali tidak menyembunyikan maksud dan tujuan kedatanganku ke istana ini. Adapun menikah denganmu adalah semata - mata demi untuk menolong dirimu dan juga demi untuk Batu Giok Setan." jelas Pangeran Fatan dengan tenangnya.
Putri Meizh semakin kesal mendengar ucapan Pangeran Fatan. "Serigala licik. Aku tahu apa yang kau sembunyikan dariku..!" kata Putri Meizh dalam hati. Semakin besar keinginan putri Meizh untuk memberi pengerang Fatan pelajaran.
"Jika begitu keinginanmu, aku terima tantanganmu....Batu Giok Setan akan menjadi milikmu jika kamu berhasil mengalahkan Naga Lembu Amur..!" kata Putri Meizh dengan pongahnya.
Dia yakin, Pangeran Fatan tak akan mampu mengalahkan Naga Lembu Amur karena melihat pemuda itu yang jauh dari kata tangguh.
Memang jika dilihat sekilas, perawakan pangeran Fatan tidaklah segagah dan kekar berotot seperti Perawakan Pangeran Azzura ayahnya atau Pangeran Khalied pamannya.
Tubuh Pangeran Fatan tinggi dan sedikit lebih kurus. Sehingga wajar saja bila Putri Meizh meremehkan Pangeran Fatan. Karena tubuh pemuda itu jauh dari type idamannya. Dia menginginkan seorang pemuda yang seperti Pangeran Hasyeem. Tampan dan bertubuh kekar seperti Ksatria pada umumnya.
Akan tetapi, mengapa justru pemuda ini yang dipilih ayahandanya sebagai suaminya.
Sepintas lalu, pemuda itu terlihat seperti seorang pelajar bukan pendekar. Tubuh Pemuda itu halus dan sangat lembut. "Cihh...aku yakin sekali, pemuda ini tak pernah bertarung menggunakan pedang." kata Putri Meizh dalam hati.
"Baiklah kalau begitu. Tetapi ingat, tepati janjimu untuk menyerahkan Batu Giok itu, Putri Meizh..!" kata Pangeran Fatan dingin dan tenang.
__ADS_1
Pangeran tampan itu kemudian berdiri merentangkan sebelah tangannya ke atas.
Sekelebat cahaya melesat dari udara dan kemudian menyambar tangan pemuda itu. Bukannya hangus atau terbakar, akan tetapi yang terjadi kemudian adalah di tangan pemuda itu terdapat sebuah pedang dengan sinar yang kemilau. Itulah pedang emas berhulu Naga milik kakeknya Pangeran Hasyeem yang kini sudah berada di tangan Pangeran Fatan.
"Pedang Emas berhulu Naga..!!" Raja Chao Roa mengenali pedang itu karena dulu sekali, pedang itu adalah milik leluhurnya yang di serahkan kepada Kakek Buyut Pangeran Hasyeem sebagai hadiah karena berhasil menaklukkan Naga Lembu Amur.
Bukankah pedang itu milik Pangeran Hasyeem....?"
Benarlah sudah suatu pertanda. Buah takkan jauh jatuhnya dari pohonnya. Semua itu benar pula yang telah berlaku.
Baik cucu ataupun kakek, tiadalah yang ada berbeda. Insyaflah Raja Chao Roa, bahwa pemuda yang ada di hadapan putrinya itu bukan sembarangan anak muda.
Halus raga bukanlah menjamin tiada diri sekeras baja. Pangeran Fatan telah membuktikan perumpamaan tersebut.
"Hah, bersiaplah. Naga Lembu Amur habisi pemuda itu. Jadikan dia santapanmu, karena aku yakin sekali, bahwa tubuhnya amatlah lunak." Seru Putri Meizh kepada Ular raksasa berkepala Lembu yang berjuluk Naga Lembu Amur itu.
"Aku yakin kau ingat siapa penakluk dirimu, Wahai Naga Lembu Amur!" Seru Pangeran Fatan.
Kakeknya dulu pernah bercerita, kala suatu masa, dimana dia menaklukkan seekor ular Naga yang mengamuk dan menyerang Penduduk suatu negeri yang bernama Rantau pulung. Itulah sebabnya kemudian dia mendapatkan pusaka pedang Emas Berhulu Naga yang merupakan hadiah dari Paduka Sri Baduga Suraj Syah Alam. Yang merupakan kakek dari Raja Chao Roa Suraj.
Tubuh Pangeran Fatan berubah menjadi manusia serigala raksasa yang kemudian bertarung menghadapi Ular raksasa itu yang menyerang dirinya dengan ganas.
"Siluman Serigala..! HAH, Pantaslah sejak tadi aku membaui bau serigala di tubuhmu. Ternyata kau orangnya.. Terkutuklah kau manusia serigala. Serang dan habisi, dia Naga Lembu Amur..!!"
Ular raksasa itu menumbuk tubuh manusia serigala sehingga jatuh terhempas ke bumi. Suara gemuruh dan rusuh terdengar karena pertarungan dua makhluk raksasa itu.
"Istana ini akan rubuh jika aku teruskan pertarungan ini di sini." Kata Pangeran Fatan dalam hati.
__ADS_1
Untuk menghindari kemungkinan runtuhnya dinding istana oleh serangan ular raksasa itu, Pangeran Fatan kemudian melesat terbang ke luar istana.
Melihat musuhnya terbang, Naga Lembu Amur juga ikut bergerak cepat mengejar ke arah Pangeran Fatan yang kini sudah berada di luar istana.
Pertarungan terjadi lagi untuk yang kedua kalinya ketika keduanya sudah kembali saling berhadapan.
Kali ini tanpa ragu lagi, Pangeran Fatan yang berwujud serigala raksasa itu menyerang Ular raksasa itu dengan pedangnya.
Terlihat bahwa pangeran Fatan begitu lihat memainkan jurus ilmu pedang Halilintar yang diturunkan kakeknya kepada semua cucu - cucunya.
Terbelalaklah mata Putri Meizh melihat kenyataan itu. Pemuda yang dia pandang enteng itu, ternyata memiliki kesaktian yang pilih tanding.
Semakin kesini, tampaklah siapa kini yang menguasai keadaan. Pemuda itu, diam - diam sudah berada di atas angin. Jurus pedang Halilintar yang dia mainkan membuat tempat itu kini di penuhi oleh awan tebal dan kilat yang menyambar - nyambar di angkasa.
"Hmm, ternyata pemuda itu sangat hebat. Aku telah salah menilai lawan. Bagaimana ini, tampaknya Naga Lembu Amur semakin terdesak.." Kata Putri Meizh dalam hati.
Memang lah benar, saat ini Lembu Amur sedang tersedak. Beberapa kali tubuh ular itu harus merasakan sentuhan Pedang Pangeran Fatan.
Untuk yang kedua kalinya, Ular raksasa yang bernama Naga Lembu Amur itu merasakan bagaimana sakitnya goresan pedang emas berhulu Naga saat mengenai kulitnya. Sampai pada satu ketika, satu ayunan pedang Pangeran Fatan berhasil membabat ekor Naga Lembu Amur sehingga ular raksasa itu meraung - raung dan menggeliat - geliat kesakitan.
"Berhenti..!? Cukup...!Aku mengaku kalah...!" kata Putri Meizh.
Putri Meizh sungguh tak mengira bahwa pemuda yang dianggapnya lemah ternyata sungguh hebat. Ular Naga Lembu Amur dibuat tak berkutik.
Pemuda itu nyatanya adalah siluman Serigala. Dia tak menyangka, cucu Pangeran Hasyeem adalah siluman Serigala. Bagaimana bisa jin punya cucu siluman Serigala. Apakah anak Pangeran Hasyeem adalah Siluman Serigala.??
"Tepati janjimu. Aku ingin Batu Giok itu sekarang...!" kata Pangeran Fatan.
__ADS_1
"Aku akan memberikan Batu Giok ini kepadamu dengan syarat kamu harus membawaku pergi menemui kakekmu Pangeran Hasyeem.!!" kata Putri Meizh sambil mengeluarkan sebuah batu sebesar telur ayam kampung berwarna merah. Itulah Batu Giok Setan. Batu Giok yang dicari oleh Pangeran Fatan untuk mengobati penyakit sang ayahandanya.