PELAKOR SEXY HABIISSSS....

PELAKOR SEXY HABIISSSS....
AKU ADALAH HANTUMU


__ADS_3

(POV YUDHA)


Selama ini aku diam saja biarpun aku dituduh bajingan, buaya darat, play boy cap kupu-kupu atau dibilang titisan kerak-kerak neraka, aku pasrah, tidak apa-apa. Luna juga pernah ikut-ikutan mengusirku dengan kata-kata,


"Go to hell." nyesek banget khan. Tapi aku tetap mencintainya. Swear!!.


Sebenarnya aku bungkam karena masih mencari cara untuk mendekati Luna. Tapi setiap mau dekat ada saja penghalang. Aku perlu persiapan khusus supaya bisa memiliki Luna.


Pertama, tentu karena Hanun sang istri durhaka yang selalu membuat ulah. Maunya sih cepat cerai, tapi Hanun tidak mau, dia mau asal 3/4 hartaku menjadi miliknya. Kesel khan.


Kedua, aku terhalang karena Dirga, pria ini teman baikku yang sulit aku khianati sungguh mati aku tidak menyangka kalau dia mencintai Luna dan sudah di jodohkan oleh tante Desirre dengan perjanjian 50% saham yang ada di Hotel Dirgan akan menjadi milik tante Dessirre asal Luna bisa menjadi istrinya.


Ketiga, Luna sendiri yang plin plan, kadang mau kadang brontak. Bingung dengan sifatnya yang sok idealis tidak mau dengan orang beristri, tapi cinta. Kalau di cuekin nangis, kalau di dekati menjauh. Gimana bisa menyatu?


Aku tahu sekali sifat Luna yang posesif dan over protektif. Itu kekurangannya, tapi kelebihannya banyak, setia salah satunya.


Ke empat, adalah saudara papanya Luna, menjadi penghalang. Pak Randu, pak Cakra dan saudara lainnya adalah pembisnis baru yang berada dibawah naungan PT. Yudha Prakasa. Semua aset milik Luna di anggunkan ke perusahanku. Aku tidak tahu bahwa aset yang di klaim milik mereka, adalah milik Luna.


Dengan kata lain, aku mengucurkan dana untuk proyek baru milik paman Randu beserta saudaranya dengan jaminan aset dari Luna. Walaupun nilainya setengah dari nilai anggunan, tapi aku saat ini ikut menjadi tertuduh. Aku percaya begitu saja kepada paman Randu yang mengatakan bahwa seluruh keluarga kakaknya telah tiada. Terbayang kerugian yang akan aku alami jika Luna meminta asetnya.


Ini yang membuat aku keras berpikir untuk mencari jalan keluarnya. Waktu itu aku sangat kaget mendengar Luna mengatakan Dewi adalah tantenya. Aku stres, cepat pergi ke perusahan untuk memeriksa semua file milik Luna. Aku pelajari satu persatu. Disini aku mengetahui bahwa Luna sangat kaya.


Bukan karena dia kaya aku semakin mencintainya, tapi karena nasib buruknya membuat aku membeli rumah tante Dessire secara diam-diam, dengan cara mengatas namakan anak perusahanku.


Begitu aku bekorban untuk Luna karena aku mencintainya. Rumah itu sebagai tempat persembunyian Luna, aku akan nembuat dia nyaman, untuk selanjutnya aku berencana menikahi nya. Hidup bahagia dengan anaknya.


Pukul. 22 35 wita, aku memakai grab untuk ke rumah Luna. Ini pertama kalinya aku kembali bertemu Luna setelah seminggu lebih "puasa". Aku ingin tahu reaksinya kalau aku datang. Apakah dia sungguh mencintaiku atau bagaimana, rindukah dia padaku?

__ADS_1


Aku suruh mobil grab masuk sampai garasi, polisi yang menjaga di post sudah aku informasikan bahwa aku akan datang. Dengan tenang aku naik ke lantai dua. Rencananya aku akan memindahkan Luna ke bawah dengan cara merombak kamar utama menjadi lebih luas dan mewah. Ada kamar bayi juga dan tempat bermain anak.


Sampai di dekat kamar Luna, aku lewat balkon dan membuka jendela. Rupanya bumil itu sudah terlelap. Aku pergi ke walk in closet mengganti pakaianku dengan piyama.


Aku menatap wajah Luna lekat-lekat. Dia sangat cantik dan manis. Dengan hati-hati aku membaringkan tubuhku di sampingnya. Bau badannya yang khas membuat hidungku mengembang tanpa bisa aku tunda bibirku berlabuh.


Kecupan tipis dibibirnya membuat dia menggeliat. Aku membusungkan dada seraya tanganku memeluk tubuhnya. Tanpa sadar kepalanya menyusup ke dada bidangku. Aku merasa menang. Serta merta tabganku membelai rambutnya yang cepat memanjang dan mengecupnya.


Menarik nafas panjang itu jalan satu- satunya ketika hasratku menggila. Bagaikan kumbang bertemu bunga, aku mulai menyesap maduku. Tangan ku mulai bersilancar, pertama hati-hati selanjutnya akupun tidak berdaya.


"Uhhh..kau..." sentaknya keras.


Sebelum dia melanjutkan bicara bibirku menutup bibirnya. Badanku hampir menindihnya, baru aku ingat dia hamil.


"Sayank, aku merindukanmu." bisikku mesra. Baru kali ini aku bersimpuh dikaki seorang wanita supaya dia mau membalas gairahku. Mataku berkabut dan hampir menangis saat dia mendorong tubuhku.


"Jangan merusak hasratku, nanti aku jelaskan semuanya."


Akhirnya aku percaya kalau Luna benar-benar mencintaiku, karena dia menurut dan mengikuti permainanku. Kami berpacu dalam melodi, bukan our melodi lho.


Di antara kenikmatan itu, aku menangis haru dan bahagia. Aku seolah menemu kan pelabuhan hati dan aku merasa hidup dan berguna. Tidak seperti kepada Hanun atau cewek high class yang sengaja aku order. Mereka tidak bisa membangkitkan gairahku, malah aku merasa muak dengan mereka.


"You are mine, Luna. only mine. if you want to go, you better kill me." bisikku.


Dia tersenyum samar dan memelukku lebih erat. Aku baru menemukan rasa bahagia yang memuncak. Perlahan aku mengajaknya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Kau bahagia?" tanyaku sambil memutar knop air hangat dari shower. Aku memeluknya erat. Dia tidak menjawab tapi memelukku. Aku kembali menggelora dasyat.

__ADS_1


"Kenapa kau bisa kesini?" akhirnya dia bertanya setelah kami kembali ke kamar dan duduk di sofa. Aku menyajikan makanan yang berada di kereta dorong.


"Kamu tidak makan tadi malam?" tanyaku menatapnya.


"Malas makan, aku ngantuk melulu." jawabnya balik menatapku.


Kami saling mendekat dan.... aku merasa bahwa Luna magnet yang selalu menarik seluruh tubuhku. Bahkan pikiran mesumku ditariknya juga. Aku meringis saat Luna memberi jejak drakula di leherku.


"Jangan donk sayank, aku malu jika ketemu anak buah dan leherku merah."


"Biarin, supaya istrimu tahu bahwa aku menggigitmu." kata Luna tertawa. Aku bahagia melihat dia tersenyum. Hatiku sangat senang. Semenjak pristiwa pemerkosaan itu aku selalu merasa bersalah, apalagi kalau melihat dia sering menangis.


"Aku akan selalu bersamamu, setelah proses perceraianku kita akan menikah hidup bahagia." kataku menghiburnya. Mata Luna berkaca-kaca dan bibirnya bergetar. Ketika air matanya bergulir jatuh, dia berkata pelan,


"Aku merasa sangat hina seolah tidak mampu mencari calon suami, hanya dapat suami orang. Jika cinta itu bisa berbelok aku akan pergi darimu, dan mulai lembaran baru dengan pria yang bisa melindungiku, berkenan menerima ku apa adanya."


Aku merengkuhnya dengan kasih dan mengusap air matanya. Betapa sedih hatiku memikirkan image pelakor yang pasti akan melekat pada dirinya jika dia menikah denganku. Aku yang bersalah telah merusak masa depannya, serta hidupnya.


"Apapun yang kau inginkan aku akan turuti. Asal kau bahagia. Aku memang belum bisa menceraikan Hanun. Tunggulah semua akan baik-baik saja." hiburku.


"Aku tidak ingin apapun darimu, yang aku ingin pertanyakan kenapa kau bisa berada disini saat ini? sedangkan polisi ketat menjagaku."


"Apa sih yang tidak bisa aku lakukan untukmu. Demi bisa bertemu denganmu aku rela memanjat tembok, bersembunyi lama supaya bisa sampai disini." kataku bohong.


Luna tersenyum dan percaya bualanku. Aku berdoa dalam hati supaya Luna sehat beserta janinnya.


*****

__ADS_1


__ADS_2