PELAKOR SEXY HABIISSSS....

PELAKOR SEXY HABIISSSS....
AKU DI BLOKIR


__ADS_3

(POV YUDHA)


Wajah tampan itu memerah, matanya mendelik kasar. Aku kaget setengah mati akan kedatangannya. Bukannya aku takut menghadapinya, tapi orang ini adalah keponakan pak De yang di percaya di kantor.


"Luna, pulang! Ibu ingin bicara denganmu."


"Tapi ibu katanya di Singapore." kata Luna gugup.


"Owh.. .jadi itu alasanmu sehingga kau berani bertingkah menjijikan?!"


"Maaf teman, dia ini istriku tidak benar, aku tidak tahu apa maksudmu."


"Aku baru tahu inikah bajingan yang merampas hartamu Luna. Aku pastikan kau akan ada di penjara!!" bentak Dimas sinis.


"Hahaha...kau menggertakku, jangan mengada-ada. Ini istriku." tertawaku sangat pahit. Bagaimana orang ini tahu tentang harta Luna? kecemburuanku mendadak muncul. Inikah laki-laki yang di klaim sebagai suami barunya.


"Siap-siap Luna kita pulang, ibu lebih membutuhkanmu. Kau salah kalau lagi memberi hati kepada penipu ini."


"Dia istriku!! Kau ajak kemana dia." teriakku menarik Luna. Hatiku hancur saat Luna nenepis tanganku dengan kasar.


"Jika kau benar suaminya, istrimu akan memelukmu dan tidak menepis tangan mu. Aku heran dengan bajingan sepertimu." kata Dimas menarik tangan Luna.


Mereka beranjak dari hadapanku. Hatiku sakit, aku terhenyak lalu duduk di sofa. Harga diriku hancur dihadapan laki-laki yang bernama Dimas.


"Tuan mari pulang." bibi datang dengan Sri. Bibi mengajakku pulang. Lama aku tidak menjawab, aku mengusap wajahku dengan kedua tanganku. Tanpa sadar air bergulir dari kedua sudut mataku.


Aku berdiri tampa kata-kata, turun dari lantai dua aku disambut oleh tatapan mata dari karyawan Luna. Aku tidak malu menangis. Hancur hatiku dan hidupku.


"Tenanglah tuan, semua akan baik-baik saja. Bibi tadi mendengar kalau yang punya boutique sakit dan sekarang berada di Singapore." kata bibi setekah jami berada di mobil.


"Bibi, aku sedih karena tuduhan laki-laki itu yang memojokanku, dan dia seolah menguasai Luna. Apa peran laki-laki itu pada Luna sehingga Luna mengikuti perintahnya. Atau dia suami Luna? Aku sangat bingung."

__ADS_1


"Dia tampan tuan, bisa jadi pria itu adalah suami nona Luna."


Tanganku bergetar memegang stir mobil, aku menepi. Air mataku kembali berhamburan keluar. Aku tidak peduli dengan bibi yang mencoba menguatkan hatiku. Dadaku sesak.


"Aku hancur bi, teganya Luna berbuat begitu Dia berselingkuh di depanku. Ya Tuhan..cabutlah nyawaku saat ini. Aku tidak kuat...."


"Tuan, belum tentu nona berselingkuh. Bisa juga nona takut sama laki-laki itu atau nona Luna sedang bingung karena bos nya sedang sakit."


Aku mengambil tissue menghapus air mataku. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Bisa saja omongan bibi benar. Aku menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.


"Ya bi mari kita pulang. Kepalaku pusing seakan mau pecah." kataku kembali memacu mobilku.


"Kita berdoa semoga nona Luna dalam keadaan selamat dan baik-baik saja." gumam bibi. Aku juga berharap begitu. Tidak ada maksudku mencelakai Luna.


Sampai di rumah aku langsung masuk ke kamarku. Aku mengunci pintu dan menenangkan diri. Aku menelpon Luna berkali-kali tapi tidak di jawab.


- Sayank, aku mencintaimu Tuduhan Dimas tidak beralasan. Dari dulu aku ingin bicara masalah ini, tapi aku menunggu waktu yang tepat - tulisku.


- Jika aku jahat dan ingin memiliki semua aset yang kamu miliki pasti aku sudah memanipulasi tanda tanganmu dan nengatas namakan dengan nama ku. Aku tidak ingin kau terpedaya oleh omongan Dimas, mengertilah - tulisku lagi.


- Jika kau bersekongkol ingin menjebloskan ayah dari anakmu, aku pasrah. Rasanya lebih baik aku di penjara seumur hidup daripada melihat kau mesra dengan Dimas - tulisku lagi.


Ya Tuhan, kenapa Luna tidak mau membalas, aku sudah menunggu lama sudah sekitar 20 menit chat ku belum juga di balas. Akhirnya aku keluar dari kamar dan pindah ke ruang kerja.


Aku mulai membuka filling cabinet dan mengeluarkan satu persatu sertifikat tentang kepemilikan aset atas nama Luna. Ada juga surat wasiat dari mama nya yang memerintahkan Luna harus melakukan donatur setiap bulan, ke panti yang telah di tunjuk. Selama Luna tidak ada akulah yang melakukan itu. Uang hasil dari Hotel, Villa dan bisnis lainnya aku tabung atas namaku Cq. Luna. Tidak ada niatan untuk menipu Luna. Aku mencintainya, bukan hartanya.


"Sedang apa sayank." aku terlonjak kaget mendengar suara Anna. Mataku melotot dan aku langsung berdiri serta menatapnya dengan marah.


"Siapa yang mengizinkan kamu masuk kesini. Keluar!!" teriakku emosi. Anna terlihat kaget dan kakinya mundur satu langkah, aku cepat mengumpulkan file kepunyaan Luna ke filling cabinet.


"Apa salahku sayank, kau tega mengusir aku. Tadi juga aku di usir oleh ibu kost. Aku mencarimu di kantor dan Panji juga mengusirku. Semua orang tidak sayang padaku, hidupku sebatang kara hiks...hiks..." Anna mengadu sambil sesenggukan.

__ADS_1


"Anna sudahlah, aku benci melihat wanita menangis, semua palsu. Keluar kau atau aku seret kau keluar." suaraku meninggi. Otakku lagi mumet mendengar omongan Dimas dan penolakan Luna.


"Aku tidak mau keluar, saat ini aku dalam keadaan hamil. Apakah kau ingin anak kita gugur."


"Apa? aku tidak percaya padamu, karena aku tidak mampu penetrasi."


"Waktu kau mabuk, kau mampu, ingat itu, jangan membuat aku sengsara dan melahirkan anak haram."


Duhh...aku menatap Anna yang berlinang air mata. Aku ragu dengan pengakuannya, tempo hari aku pernah mabuk dan tidur dengannya. Itu tidak mungkin terjadi, dalan keadaan sadar saja aku tidak mampu, apalagi dalam keadaan mabuk. Impossible!!.


Aku tidak mau dibodohi Anna. Dulu Luna hamil malah lari dariku, tapi Anna malah menuntut. Jelas sekali levelnya. Wanita tidak punya harkat.


"Anna pergilah aku tidak percaya padamu. Ketahuilah bahwa aku tidak mencintaimu. Hubungan kita putus."


"Setelah kau meniduriku kau minta putus, akan aku sebar ke medsos bahwa pria kaya sepertimu tidak mau bertanggung jawab. Aku juga punya vidio adegan panas yang kita lakukan. Vidio ini akan membuat Luna pingsan atau lari darimu."


"Anna brengsek kau, sampai kau melakukan itu, kau akan aku pecat dari kantorku. Kau juga harus pergi dari rumah ini sekarang juga."


"Nikahi aku, kau akan aman. Aku juga akan mengembalikan flashdisk mu."


"Aku akan membunuhmu." kataku hampir menendangnya. Untung pak Komang scurityku cepat maju.


"Sabar tuan, saya akan menanganinya." kata pak Komang membangunkan Anna dan memapahnya keluar.


"Jauhkan ular ini dariku!!" teriakku kesal. Aku sungguh emosi. kepalaku panas memendam amarah. Sungguh licik Anna.


Aku mengunci pintu kerja dan kembali ke kamar. Aku membuka baju setelah mengunci pintu. Pikiranku melayang kepada Luna. Aku rindu sekali kepada wanita itu. Miss you Luna!!.


Baru mataku mau terpejam ponselku berbunyi. Aku membuka ponselku dan sebuah vidio dikirim oleh Luna.


- Selamat!! kau sukses membuat aku hancur. byee.... - tulis Luna setelah itu aku di blokir!!.

__ADS_1


****


__ADS_2