
Setelah Dhevalee keluar dari pavillion, aku baru merasa lega. Sean menangis dari tadi mendengar ribut-ribut. Aku kasihan kepada putraku, dan tidak menyangka sifat Dhevalee berubah. Dulu sikapnya tidak begitu. Apa karena dia tidak bisa punya anak atau karena bisnisnya hancur kena covid. Dampak covid menyeluruh dan semua kena imbasnya. Hanya bisa sabar berserah kepada yang Kuasa.
Setelah covid mereda, wisatawan mulai datang bisnispun hidup dan bergeliat. Banyak pembisnis tumbang tidak bisa bangun lagi. Aku bersyukur bisnisku tetap tegar berkat di pegang Yudha.
Kemarin Pak Lukas kesini berbicara tentang Yudha, katanya kena pasal 372 kitab hukum pidana. Penggelapan aset, aku hanya mengangguk dan berterima kasih. Kata pak Lukas Yudha angkat tangan dan menyerah kepada hukum yang berlaku.
"Kau tidak ingin menolongnya, tidak kasihan dengan anakmu." kata pak Lukas menatapku.
"Aku ingin menolongnya kalau pak Lukas mau menolongnya. Tapi jangan ada embel-embel menikah."
"Kalau begitu biar dia membusuk di penjara. Bisa jadi itu keinginanmu juga."
"Biar saja pak, aku sudah lepas tangan." kataku datar.
"Kau tidak mau menikah denganku?" tanya pak Lukas menatapku dengan berharap. Aku menggeleng.
"Aku mau hidup sendiri, aku kapok jatuh cinta. Lagipula aku tidak bisa mengontrol cemburuku hahaha.."
Pak Lukas terlihat kecewa. Kini Aku semakin tidak peduli dengan Dhevalee atau Yudha. Perasaan kecewa dan sakit hati menggelayut jiwaku. Aku harus bangkit berusaha melupakan dengan cara aku menyibukan diri setiap hari.
Dhevalee terus menelponku minta tolong supaya aku merubah keputusan. Aku malas mengulang perkataan yang itu-itu saja. Karena misi Dhevalee tidak berhasil akhirnya Yudha menelpon ku. Tapi tidak aku tanggapin. Aku selalu marah jika ditelpon.
- Yank, kau tidak kasihan melihatku di penjara, jejak digital tidak bisa hilang anak kita pasti akan tahu - tulisnya.
Yudha lalu SMS karena telponnya aku tidak tanggepin. Emosi aku jadinya. Mereka sudah tahu aku tidak bisa menolongnya, bandel banget.
- Yudha kau tidak punya harga diri, selingkuhanmu sudah menyerahkan dirinya kepada pak Lukas, tidak juga kau bisa bebas, apalagi aku. Pak Lukas juga tidak butuh uang, dia hanya butuh aku menjadi istrinya baru kau bisa bebas, jika kau ingin tidak di penjara aku akan menikah dengannya - balasku dengan emoj marah.
__ADS_1
- Sampai kau berani menikah dengan pak Lukas aku akan bunuh kau!! - tulisnya.
- Hanya itu syaratnya - balasku.
- Apa Lukas tidak tahu kau sudah punya suami, seenak perutnya mau menikahi istri orang, aku dari pertama tidak senang melihat Lukas - tulisnya.
- Maaf Yudha kau salah, aku tidak punya suami, wajar dia ingin menikah denganku. Semua orang ingin menjalin hubungan denganku, karena mereka tahu aku bukan istrimu, pacarmu juga bukan. Kau harus mengerti masalah itu kita tidak punya hubungan apa-apa lagi. Kau juga tidak berhak melarangku untuk menikah - balasku.
- Jangan berharap aku akan diam saja dengan ulahmu yang mulai menentang kau tidak bisa lepas dariku - tulis Yudha.
Aku lebih baik menutup ponsel dan blokir nomer ini, manusia egois. Aku dilarang nikah, sedangkan dia gonta ganti pasangan. Aku tidak munafik, cintaku tidak berubah padanya, tapi kalau disuruh bersatu lagi aku jijik. Harga diriku lebih tinggi, rasanya aku tidak butuh dia.
Lamunanku buyar tatkala ponselku berbunyi. Seorang wanita menelponku ingin memesan parcel khusus yang isinya Le Chocolate Box dengan hiasan bunga coklat. Dia akan memberikan kepada atasannya yang berada di hotel bintang lima.
Aku menyanggupi dan bandrol harga tinggi, coklatnya mahal sekali. Setelah dia transfer uangnya aku akan bikinin. Aku berjanji sekitar pukul 10.00 pagi aku sudah sampai disana.
Setelah ready aku sendiri mengantar kesana. Biasanya kurir aku sewa, sekarang aku bawa sendiri, siapa tahu orang ini bisa menjadi pelanggan. Pikirku. Lagipula coklat ini sangat mewah dan cantik, kasihan dibawa kurir.
Kakiku melangkah ringan setelah sampai di lobby hotel. Setelah lapor F.O aku langsung ke suite room.
Aku pencet door bell setelah berada di depan kamar suite room. Pintu terbuka seorang waiter mempersilahkan aku masuk.
"Silahkan nona, saya sudah menyiapkan minum untuk nona."
"Maaf, saya tidak lama, dimana penghuni kamar ini?" tanyaku pelan.
"Silahkan duduk dan minum nona, ini minuman hotel kami yang baru. Coba cicipi. Ini perpaduan, namanya Tequila Sunrise Cocktail. Jika nona ingin sesuatu yang tidak biasa dan berbeda ini cocok dicoba. Bisa juga di pakai brand of product.
__ADS_1
Karena tidak enak menolak bujukan waiter itu, akhirnya aku mengambil gelas bertangkai itu yang sudah berisi minuman berwarna orange, perlahan menyesap minumannya. Disini aku sudah disiapkan jeruk lemon dan garam. Rasa panas dan sedikit pahit mengalir lewat tenggorokanku. Aku menghabis kan isi gelas itu dengan perlahan. Tiba-tiba aku merasa oleng dan lemas.
Rasanya aku mempunyai dua sayap dan terbang tinggi melayang serta masuk ke awan. Aku tinggal di awan, tidak cukup dengan kata-kata untuk menjabarkan ke indahan awan itu. Aku hanyut dan bergoyang. tubuhku seolah berselimut awan, badanku sangat hangat. Sayup-sayup aku mendengar lagu wicked games dari chris isaak. Aku mau protes karena itu lagu lama dan aku tidak kenal. Tapi mulutku ada yang mengunci. Aku tidak bisa membuka mataku dan aku mengantuk. Ntah untuk berapa lama aku tidur.
Ketika aku bangun suasana sangat gelap sekali. Aku kaget dan takut. Tanganku cepat meraba remote lampu di nakas dan "pyarrr" lampu menyala bersamaan dengan rasa kaget yang aku alami. Astaga, tubuhku toples. Dan aku merasa sesuatu telah terjadi. Aku terhenyak, merasa tertipu dan menjadi obyek pemerkosaan. Seluruh badanku berisi merah-merah kiss mark. Aku yakin ini perbuatan psychopath.
Air mataku jatuh dan menyesal tadi mau minum. Aku curiga dengan waiter jangan-jangan dia yabg punya ulah.
Ponselku berbunyi, aku mengambilnya dan melihat siapa yang menelpon. Ini nomer tidak di kenal.
"Hallo." suaraku bergetar.
"Luna kau dimana, ada orang yang mengirim foto padaku. Aku khawatir dengan keadaanmu." suara Yudha yang cemas membuat aku menangis.
"Huuaaa...cepat kau kesini aku telah di perkosa."
"Siapa yang melakukan itu. Apa aku perlu membawa polisi atau bagaimana?"
"Jangan bawa polisi aku malu." jawabku sesenggukkan.
"Tenang, kau mandi dulu. Aku akan segera datang." kata Yudha.
"Aku perlu pakaian, pemerkosa itu pasti mencuri pakaianku." keluhku.
"Oke kau tenang, aku akan membawa baju. Aku akan menutup telponku. Kau ambil air putih di kulkas, itu minum supaya berkurang pusingmu."
Perlahan aku turun dari bed menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Sungguh sial hidupku. Baru merasa tenang hidup sendiri tanpa Yudha sudah mengalami bencana begini.
__ADS_1
Selesai mandi aku mengambil piyama yang berada disitu. Aku tidak menemu kan pakaianku.
****