Pelangi Di Ujung Senja

Pelangi Di Ujung Senja
10. sudah banyak yang berubah


__ADS_3

"Harusnya aku bahagia, tapi kenapa aku tidak bahagia malah gelisah seperti ini, aku juga mencintaimu Yon bahkan sangat mencintaimu dari dulu, tapi kenapa hati ini sekarang begini, apa kamu takdir terbaikku Yon? ahh entahlah biar waktu yang menjawabnya," gumam Tia lirih sambil tetap melihat benda pipih yang masih berada dalam genggaman tangannya.


Tia masih saja termenung sambil duduk ditepi ranjangnya, tanpa terasa adzan magrib berkumandang Tia bergegas melaksanakan sholat magrib seperti tadi sore setelah sholat dia tidak beranjak dari duduknya masih asik berlama-lama disana sampai akhirnya adzan isya berkumandang, setelah melaksanakan sholat isya akhirnya Tia keluar dari kamar dan menghampiri kedua orang tua beserta kedua adiknya yang sedang berkumpul di ruang TV.


"Yah..Bu.." panggil Tia bergantian kepada ayah dan ibu nya yang berhasil mengalihkan perhatian kedua orang tuanya yang semula memperhatikan TV menjadi beralih ke Tia.


"Tia besok mulai kerja jadi cleaning service atau office girl yang masuk kerjanya dari jam 6 pagi sampai jam 3 sore, kalau berangkat dari rumah harus habis subuh, belum lagi kata teh Nia suka susah kendaraan umum," tutur Tia panjang lebar, ibu dan ayah saling melempar pandangan dan hening sejenak diantara keduanya.


"Kalau berangkat biar ayah antar Teh," ayah bertutur datar sambil sedikit membetulkan posisi duduknya untuk lebih nyaman dan kembali menonton tv.


"Iya kalau berangkat biar ayah yang anter baru pulangnya naik angkutan umum," lanjut ibu meyakinkan.


"Tapi kata teh Nia lebih baik ngekos di dekat pabrik saja biar lebih leluasa jadi waktunya nggak habis dijalan, gimana yah, bu, boleh nggak kalau Tia ngekos?" cicit Tia berhati-hati dalam mengucapkan setiap katanya.


ayah dan ibu saling melempar tatapan satu Aama lain terlihat sorot mata keraguan dari keduanya untuk menyetujui ide Tia untuk tinggal di kos-kosan.


Ayah menghela napas panjang dan dalam dan menghembuskannya perlahan "hmm... Tia kamu yakin mau belajar mandiri? dirumah aja kamu suka bikin repot ibu bukan bantuin," tanya ayah penuh selidik sambil menatap Tia dengan tajam. Tia yang ditatap tajam oleh ayah jadi salah tingkah, sebenarnya Tia juga masih ragu dia bisa langsung mandiri atau tidak mengingat kebiasaannya dirumah selama ini. ibu yang tahu kegelisahan Tia mengelus lembut punggung Tia sambil menatapnya dengan penuh kelembutan. "Tia yakin dengan keputusan Tia ini?" tanya ibu penuh kelembutan sambil terus mengelus punggung Tia.


"Insya alloh bu Tia yakin," jawab Tia sambil menunduk


"Ya sudah Teh, Teteh sudah besar sudah bisa ngambil keputusan sendiri, tapi pesen ayah teteh harus bisa jaga diri jangan salah pergaulan, jadi orang yang jujur dan jangan pernah tinggalin sholat," tutur ayah tegas


"Tia harus bisa jaga kepercayaan ayah sama ibu selama jauh dari kami, bisa?" tutur ibu penuh kelembutan sambil sesekali menyibakkan anak rambut yang menghalangi wajah putri sulungnya itu


"Iya Bu, Yah, makasih ya udah ngasih Tia ijin, Tia janji nggak bakal ngcewain ayah sama ibu," tutur Tia sambil memeluk ibu dan ayah secara bersamaan


"Ya sudah siap-siap ya buat besok," tutur ibu sambil meregangkan pelukannya


"Iya bu, yah, Tia ke kamar dulu dan nampaknya besok pulang kerja Tia bakal langsung cari kos-kosan," tutur Tia sambil bankit dari duduknya

__ADS_1


"Iya yang penting kamu hati-hati jangan sampe kesorean, besok pagi biar ayah yang antar," ucap ayah lembut. Tia hanya mengangguk sambil berlalu melangkah ke dalam kamarnya.


Setelah sampai dikamarnya Tia langsung merebahkan tubuhnya diranjang bermaksud bersiap-siap tidur karena takut bangun kesiangan besok.


drrrttttt


drrrrtttt


drrrrtttt


Suara yang berasal dari ponselnya membuat Tia mengurungkan niat untuk memejamkan matanya. diraihnya ponsel yang berada di meja belajar disamping ranjangnya dan melihat siapa yang menelepon hingga menganggu niatnya untuk tidur "Dion" gumamnya pelan sambil sedikit mengerutkan dahinya.


"Hallo assalamu'alaikum.."


"Wa'alaikumsalam, Ya lagi ngapain?"


"Baru mau tidur," jawab Tia datar


"Idih pede banget kamu, udah ah aku mau tidur jangan ganggu, besok hari pertama kerja takut kesiangan," tutur Tia datar


Dion menghela napas panjang "Hmmmm ya udah deh, selamat tidur Tia-ku," ucap Dion lembut


Aku udah nyatain perasaan masih aja dia lempeng, kok nggak kayak mantan mantan aku sih? ck emang dia mah beda, batin Dion sambil menyunggingkan senyum


"Assalamu'alaikum Dion"


"Wa'alaikumsalam Ya"


Panggilan pun berakhir dan Tia langsung melanjutkan niatnya untuk tidur tak butuh waktu lama Tia sudah merajut mimpinya dengan nyamannya.

__ADS_1


*********


Pagi harinya setelah sholat subuh Tia sudah bersiap berangkat kerja untuk pertama kalinya, Tia mengenakan pakaian kemeja putih, celana bahan warna hitam lengkap dengan hijap warna hitam, saat keluar dari kamar ibu sudah menyambutnya sambil menenteng sebuah tempat makan lengkap dengan botol air minum, "ini buat makan siang nanti" sambil menyodorkannya ke Tia, Tia meraihnya dan langsung memasukkannya kedalam tas rangsel yang dia kenakan, setelah merapihkan kembali posisi tas rangselnya Tia langsung duduk di meja makan dan memakan sarapannya dengan tenang, setelah sarapannya habis Tia langsung pamit pada ibu nya dan bergegas ke luar rumah, sudah tampak ayah menunggu diatas sepedah motorna.


"Dipakai dulu helmnya teh!" titah ayah sambil memberikan helm pada Tia, Tia hanya mengangguk dan mengambil helm yang ayah berikan dan langsung memakainya.


Butuh waktu 45 menit perjalanan menuju pabrik NGFOOD, matahari masih belum menampakan dirinya saat Tia dan ayahnya sampai di pabrik NGFOOD, sesampainya di depan gerbang pabrik, ayah menghentikkan laju motornya dan Tia langsung turun membuka helmnya dan langsung memberikannya kepada ayahnya


"Kerja yang serius Tia," ucap ayah sambil mengambil helm yang Tia berikan dan menyimpannya di bagasi motor


"Iya Yah, Tia masuk ya. Assalamu'alaikum," pamit Tia menciumi punggung tangan ayahnya lalu berbalik dan masuk kedalam pabrik NGFOOD


"Sudah banyak yang berubah ternyata," gumam ayah Gunawan sambil terus menatap lekat bangunan yang ada dihadapannya sekarang, ada sedikit rasa nyeri disudut hatinya sekarang tapi sebelum rasa itu menjalar ke area yang lebih lebar dia segera menepisnya dan segera melajukan motornya untuk kembali pulang ke rumah.


Setelah masuk ke area pabrik, pos sekuritilah yang Tia tuju pertama kali.


"Maaf bu saya cleaning service baru," cicit Tia saat berpapasan dengan salah satu sekuriti wanita di daun pintu pos sekuriti.


"Oh iya, tadinya saya mau nanya tapi udah dijawab, ikut saya!" jawab sekuriti wanita itu tersenyum ramah sambil menuntun Tia masuk ke lobi pabrik.


ceklek


Sekuriti wanita tampak membuka kunci pintu lobi dan membukanya lebar,Tia masuk lebih dulu diikuti oleh sekuriti itu,


"Itu pantry dan itu toiletnya, setiap hari kamu harus membersihkan semua ruangan dilantai ini termasuk toilet dan pantry, oh iya loker kamu ada di dalam pantry ya," ucap sekuriti wanita itu sambil menunjuk kearah pantry dan toilet serta menyapu semua ruangan dilantai itu dengan gerakan kepalanya.


Tia mengangguk setuju "Baik Bu,"


"Peralatan kebersihan ada didalam loker besar dalam pantry ya," tutur sekuriti wanita itu lalu berbailk dan meninggalkan Tia yang masih belum bergerak dari posisinya.

__ADS_1


"Bismillah Tia semangat!"gumam Tia sambil mengayun-ayunkan kepalan tangannya ke atas kebawah menyemangati dirinya sendiri


__ADS_2