Pelangi Di Ujung Senja

Pelangi Di Ujung Senja
Bab 70


__ADS_3

Seirah mematung dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus. Jantungnya seakan ingin loncat keluar dari dalam tubuh Seirah saat itu juga.


Waktu seakan berhenti, Seirah terpaku di tempatnya. Dikedua telapak kakinya seperti dibaluri lem yang sangat kuat, sehingga kedua kakinya menempel sempurna dengan lantai.


"Tuhan, kenapa begini. Kakiku tidak bisa digerakkan" guman Seirah terdengar sangat lirih disetiap kalimatnya.


Sama dengan Seirah, Ryan juga merasakan hal yang sama. Tapi, Ryan cukup beruntung karena dia memiliki teknik penguasaan diri yang cukup baik.


Saat ini Ryan berdiri mematung diatas balkon kamar tersebut.


"Hosh hosh" nafas Ryan memburu seiring debaran Jantung yang berdetak lebih cepat dari pada semestinya.


"Ya Tuhan, jantungku" ucap Ryan sembari memegang dada kirinya.


"Tapi, rasanya sangat manis" batin Ryan namun sukses mengukir senyum semangat madu di wajah tampannya.


Sudah cukup lama waktu berlalu. Seirah masih belum keluar juga dari ruang ganti.


"Kenapa Seirah lama sekali?" Ryan mulai resah.


Ryan pun berinisiaptif memanggil Seirah yang masih setia berada di dalam ruang ganti l, entah apa yang dia lakukan disana .


tok


tok


tok


"Seirah, sudah selesai belum?" tanya Ryan.


"...." Tidak ada jawaban.


"Seirah, kamu sudah ganti baju belum?" tanya Ryan lagi.


"...." namun masih belum ada jawaban.


"Seirah" tok tok tok


suara Ryan naik satu oktav.


ceklek.


Akhirnya Seirah keluar dari ruangan itu. Ryan nampak terpaku melihat seorang wanita yang membuka pintu. Wajah cantik yang masih belum di sentuh oleh makeup, namun kecantikan natural wanita itu terpancar begitu nyata.


"Mas" Ucap Seirah membuyarkan lamunan Ryan.


"Kok lama ganti bajunya"


"Maaf mas"


"Ngga apa-apa sayang, ayo makan dulu. Tapi, kayaknya makanannya udah dingin deh"


"Aku minta yang lain aja yah, ini udah dingin Ra"


"Nggak usah mas, ini aja. Atau mas nya yang mau makan makanan hangat, biar aku ambilkan dibawah" ucap Seirah seraya hendak keluar.


Tapi buru-buru tangannya dicekal oleh Ryan.


"Ngga usah sayang, aku juga makan ini aja"


Merekapun makan bersama tanpa adanya percakapan lagi. Mereka sama-sama malu membuka obrolan lebih lanjut.


"Ra, mau tidur?"

__ADS_1


"Ngga mas, mau baring aja lurusin punggung bentar" ujar Seirah.


"Yakin?" ucap Ryan lesu karena sebenarnya dia ingin memberikan obat tidur alami untuk Seirah. Lebih tepatnya dia ingin lebih dekat dengan istrinya itu dengan cara mendekap Seirah dalam tidurnya.


"Hm" jawab Seirah singkat. Dan langsung mengambil posisi berbaring dengan posisi terlentang.


Ryan ikut naik keatas ranjang dan langsung menarik Seirah masuk kedalam pelukannya.


"Mas" pekik Seirah kaget dan berusaha melepaskan diri dari dekapan Ryan.


"Begini aja yah Ra, Please aku butuh kamu sekarang"


deg.


kembali jantung Seirah berdesir tak karuan.


satu menit


dua menit


Tiga menit


dan akhirnya keduanya terlelap dalam posisi saling mendekap.


Dua anak manusia itu nampak damai dalam tidur mereka.


.


.


.


Ditempat lain seseorang laki-laki nampak kesal se kesal-kesalnya. Dia menghancurkan barang-barang diruangannya seperti orang Gila.


"Tuan, saya mohon berhenti" ucap Laki-laki lain yang merupakan asisten laki-laki itu.


bruk.


pekik laki-laki itu sembari menghancurkan barang-barang disekitarnya.


"Seirah, aku pastikan kamu hanya menjadi milikku. Aku akan memisahkan mu dengan laki-laki berensek itu" ucap Rangga penuh dengan amarah .


"Seirah, tunggu aku sayang" Seringai licik Rangga.


.


.


.


kringgggg....kringggg ( anggap aja bunyi ponsel yah🤭)


Seirah nampak mengucek matanya untuk menstabilkan mata khas bangun tidurnya dengan cahaya lampu kamar. Di ambilnya telpon genggamnya yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya.


Dilihatnya nama si penelpon "Adik Ipar". Ternyata yang menelpon Seirah adalah Sasha adik iparnya. Tanpa menunggu waktu lama Seirah segerah menekan tombol warna biru untuk menjawab panggilan video sang adik ipar.


"Assalamualaikum kakakku sayang" ucap Sasha di seberang sana yang nampak sangat sumringah.


"Waalaikunmsalam Sha," balas Seirah dengan suara serak khas bangun tidur.


"Kamu kenapa Sha, senyum-senyum kayak gitu aneh banget" tanya Seirah yang heran melihat adik iparnya yang sejak tadi senyum-senyum yang menurut Seirah itu aneh banget.


"Hehehe Ngga kenapa kenapa kak, aku tuh seneng aja liat pasangan yang udah lama nikah tapi selalu nampak seperti pengantin baru" ucap Sasha tanpa beban.

__ADS_1


Seirah nampak belum mengerti apa maksud adik iparnya.


"Kak Seirah udah shalat magrib belum?" tanya Sasha.


"Emang udah masuk waktu magrib Sha?" tanya Seirah sembari melihat jam pada ponselnya.


"Sebentar lagi kak, bangun gih terus mandi abis itu shalat" Titah Sasha kepada kakak ipar kesayangnnya.


"Iya adikku sayang"


"Terus kamu telpon kakak untuk ngingetin shalat magrib atau ada hal lain dek?" tanya Seirah.


"Hehehehe hampir lupa, aku mau ngabarin kak Seirah kalau dua minggu lagi aku mulai magang"


"oh iya, jadi kamu kapan ke Jakarta dek. Mau datang sendiri atau perlu kakak jemput"


"Ngga usah kak, aku datang sendiri aja. Terus aku datang dua hari sebelum masuk magang"


"Kamu yakin Ngga mau kakak jemput?"


"Yakin kakak ku sayang"


"Ya udah kalau kayak gitu, kamu kabarin kakak terus yah"


"Siap kakakku sayang"


"Ya udah sampai ketemu di minggu lagi kakak ipar ku sayang dan juga kakak ku yang tampan. Assalamualaikum da da"


tut...


deg. Seirah langsung membulatkan matanya. Ucapan Sasha yang barusan "kakak ku yang tampan" Astaga apa maksud dari Sasha.


Seirah mendadak membeku, tubuhnya merasakan tekanan yang lumayan berat menimpa bagian perutnya. Deg....matanya mulai turun untuk memeriksa bagian tubuhnya.


Dan betapa kagetnya Seirah saat mendapati satu tangan kekar yang memeluk posessif dirinya dari belakang.


Sontak saja Seirah reflek membalik badannya dan berhadapan dengan si pemilik tangan itu.


"Kau?" pekik Seirah.


"Kenapa sayang?" ucap Ryan santai dengan suara serak khas bangun tidur.


Ingatan Seirah langsung tertuju pada kejadian saat mereka hendak tidur.


blush....


Betapa malunya Seirah, tadi dia baru saja melakukan panggilan video dengan adik iparnya dengan tampilan Ryan berada di belakangnya.


Tadi Seirah hanya fokus melihat tampilan sang adik ipar yang terpampang di layar handphone nya, dia tidak fokus pada tampilan dirinya yang memiliki ukuran kecil yang berada di sudut layar telpon genggamnya.


"Astaga, kenapa aku begitu bodoh. Kenapa tidak fokus begitu sih Seirah. Bodoh bodoh" maki Seirah pada dirinya sendiri sembari memukul kecil bagian kepalanya.


Ryan yang melihat itu hanya bisa tersenyum geli melihat sang istri. Dia tau apa yang membuat sang istri bertindak demikian.


...*************...


...**Maaf yah teman-teman pembaca setia 'Pelangi di Ujung Senja. Maafkan Othor karena baru bisa UP bab baru. Karena jujur pekerjaan dunia nyata othor sangat menyita waktu mengingat akhir tahun segerah tiba jadi kami harus tutup buku. Dan juga aktivitas othor yang juga sebagai ibu rumah tangga dengan satu orang anak yang masih berusia 2 tahun jadi benar-benar waktunya tercurah habis. waktu menulis othor gunakan untuk menulis dua karya baru yang baru othor terbitkan guna untuk mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh pihak NT. Jadi maaf sekali lagi yah teman-teman 🙏😘...


Karya baru Othor:


HOPE**, Yang berkisah tentang wanita yang tidak pernah dianggap oleh suaminya. Dan lebih menyedihkan lagi sang suami tega melepaskan istri sahnya guna untuk menghalalkan kekasih masa lalunya yang mendadak datang.


**Dan karya kedua othor yang baru adalah

__ADS_1


Love Trip**, Novel ini berkisah tentang gadis remaja yang memiliki prinsip dalam hidupnya, dan dia sangat memegang teguh prinsip itu. Salah satunya adalah untuk tidak terjebak dalam kisah percintaan tanpa ikatan halal yakni 'pacaran '. Dia selalu membentengi dirinya pada pergaulan yang bisa saja membuat dia terbuat dan akhirnya mematahkan prinsipnya.


Jangan lupa mampir yah teman-teman 🥰😘😘😘


__ADS_2