Pelangi Di Ujung Senja

Pelangi Di Ujung Senja
Bab 72


__ADS_3

Di sebuah ruangan nampak Seirah tengah memimpin rapat dengan tim khususnya. Kali ini mereka tengah membahas perihal kasus baru yang mereka tangani.


"Saya tidak habis pikir kenapa ada manusia sekeji ini" ucap Dina pelan tapi hal itu bisa didengar oleh Seirah dan beberapa orang yang ada disana.


"Itulah manusia Din Manusia itu terdiri dari sisi baik dan buruk, ada yang didominasi oleh sisi buruknya dan ada juga yang didominasi oleh sisi baiknya." ucap rekan kerja Dina.


"Aku tidak habis pikir saja ada manusia sekeji itu. Mereka memperlakukan wanita sekajam itu, apa mereka lupa kalau mereka juga lahir dari seorang wanita" kesal Dina.


"Sudah-sudah jangan kesal-kesal tuh nona Seirah dari tadi liatin kamu" bisik rekan kerja Dina.


Dina melihat ke arah Seirah, dan benar saja bosnya itu memang sedang memperhatikannya. Dina yang mendapat tatapan serius dari bosnya langsung cengengesan sembari menundukkan sedikit kepalanya sebagai permintaan maaf.


"Baikalah, rapat kali ini selesai. Silahkan kerjakan tugas kalian masing-masing" perintah Seirah .


"Laksanakan nona" serentak para bawahan Seirah.


.


.


.


Lima hari kemudian.


Di kediaman Ryan, seorang wanita cantik tengah menunggu kedatangan sang suami yang sudah lima hari ini tidak pernah pulang ke rumah. Bahkan suaminya itu tidak pernah memberikan kabar apapun kepadanya, dan hal yang paling membuat dia semakin marah adalah istri pertama sang suami juga tidak pernah pulang.


Selama lima hari ini memang Ryan dan Farah lebih memilih tinggal di villa. Mereka lebih memilih fokus untuk kesembuhan Farah. Karena mereka tengah mempersiapkan untuk memperoleh keadilan untuk wanita malang itu.


"Ah, s*ial.... apa jangan-jangan mereka bersama?" kesal Monica.


tok..tok..tok..


"Masuk" teriak Monica kesal.


"Maaf nona, tuan dan nyonya sudah pulang. Beliau menunggu nona sekarang di ruang tengah" ucap Bi Mirna.


"Suamiku sudah pulang" ucap Monica sangat bahagia mendengar kabar jika sang suami sudah pulang.


Dengan semangat 45, wanita hamil itu langsung bergegas untuk menemui suaminya.


"Sayang kamu sudah pul-........" ucapan Monica langsung terpotong saat dia melihat seseorang yang begitu dia kenal berdiri berdampingan dengan Ryan dan juga Seirah.

__ADS_1


Raut wajah yang tadi bahagia kini berubah menjadi suram. Tubuh yang tadi sangat lincah bergerak keluar kamar dan menyusuri anak tangga rumah besar itu, kini menjadi kaku sekaku kanebo kering.


"Kenapa diam disana?" tanya Ryan dingin.


brukkk... seketika itu juga Monica bersimpuh di hadapan ketiga orang itu.


"Maafkan aku sayang"


Seirah yang melihat dan mendengar penuturan maaf dari monica hanya memutar bola matanya karena jengah mendengar itu.


"Jelaskan semuanya" perintah Ryan kepada Monica dengan nada dingin yang mengintimidasi.


"Aku bersalah, aku mengaku. Dia memintaku menemuimu waktu itu karena dia tidak ingin bertemu dengammu. Dia memiliki pacar dan dia sangat mencintai laki-laki itu. Jadi dia memintaku untuk berpura-pura menjadi dirinya" ucap Monica


Farah yang mendengar penuturan Monica langsung histeris.


"Bohong!!!" sarkas Farah.


"Dia berbohong mas"


Seirah hanya menatap Farah, Monica dan Ryan bergantian sembari bersidekap dada. Dia ingin menyaksikan drama antara dua wanita itu. Dia juga ingin melihat reaksi sang suami akan hal itu.


"STOP" bentak Ryan dengan tatapan tajam dia arahkan ke arah Monica.


DEG.


Jantung Monica seakan ingin keluar, matanya membulat sempurna mendengar ucapan Ryan. Tubuhnya itu jelas terlihat bergetar hebat.


"Samy, bawa wanita ular ini ke tempat dimana seharusnya dia berada" perintah Ryan tegas kepada asistennya.


Grep..


Samy langsung menjalankan perintah sang majikan. Diperintahkannya beberapa anak buahnya yang sedari tadi berada disana. Dua bodyguard meraih tubuh wanita yang sedari tadi bersimpuh dibawah.


"Tidak" teriak Monica.


"Kamu tidak bisa melakukan ini sayang, apakah kamu lupa aku sedang mengandung buah cinta kita ANAK KITA" ucap Monica menghibah.


"Ckckck Anak kamu bilang" ucap Ryan dengan seringai diwajahnya.


"HAHAHAHA " Tawanya menggema didalam rumah besar itu.

__ADS_1


Monica yang melihat itu hanya bisa mengeryitkan keningnya, perempuan itu merasa heran atas reaksi yang ditunjukkan oleh Ryan.


"Kamu bilang anak? anak kita?" ucap Ryan menunjuk dirinya.


"BAGAIMANA MUNGKIN ITU ANAK KU, SEDANG AKU TIDAK PERNAH MENYENTUHMU"


Deg.


Monica membelalakkan matanya, dia merasa ada yang aneh disini. Dia memang tahu bahwa ini bukan anak dari Ryan, anak yang ia kandung adalah anaknya bersama dengan kekasihnya Alex. Tapi, mengapa Ryan bisa mengatakan bahwa dia tidak pernah menyentuh dirinya. Ini sangat aneh, dia sangat yakin bahwa Ryan dan dirinya sering melakukan hubungan suami istri.


Farah yang mendengar penuturan Ryan memandang Monica dengan tatapan mengejek. Ada seringai kecil yang tersungging di bibir tipisnya.


Sementara Seirah, perempuan ini hanya dian sembari duduk santai di sofa empuk rumah besar itu. Dia seakan sedang menonton sebuah pertunjukan Film seperti layaknya di dalam bioskop.


"Omong kosong apa yang kamu bicarakan sayang, apa maksudmu dengan tidak pernah menyentuhku?" tanya Monica.


"Kau sangat mencintai ku honey, bahkan kau lebih memilih ku dari pada istri pertamamu"


Ucapan terakhir Minica berhasil menyulut emosi Ryan.


"Semua itu bukan karena aku mencintai mu, tapi untuk membongkar semua kebusukanmu dasar wanita siluman" sarkas Ryan penuh emosi.


"Hahahaha, jangan bercanda sayang. Aku sangat tahu bahwa kamu sayang mencintaiku. Kau juga sangat menyukai tubuhku ini" ucap Monica percaya diri.


"Dasar wanita tidak tahu malu. Samy, berikan dia bukti bahwa semua ucapanku adalah BENAR"


Dengan cekatan Samy menuruti perintah bosnya. Dia langsung mengeluarkan Flashdisk dari dalam kantong jasnya dan langsung ia sambungan ke TV yang ada di ruangan tersebut.


Dan alangkah terkejutnya Monica saat dia melihat adegan demi adegan s*yur yang menampilkan dirinya bersama dengan laki-laki yang ia sangat kenal.


Dia juga semakin terkejut mana kala dia melihat set lokasi dari adegan itu. Ya, adegan itu di rekam didalam kamarnya bersama Ryan saat mereka tinggal di luar negeri.


"Ckckck, dasar manusia-manusia durjana. Kenapa dia harus memutar adegan seperti itu disini sih. Mengotori mata suci ku saja" omelan Seirah dalam hati yang ia tujukan untuk Ryan dan Samy.


"Kamu lihat video itu, aku rasa kamu bisa menyimpulkan sendiri setelah melihatnya"


"yang menyentuhmu bukan aku, tapi kekasih mu sendiri"


"Tidak, ini tidak mungkin. Bagaimana mungkin bisa begini " ucap Monica tidak ingin percaya.


"Tentu saja bisa, apa kamu pikir aku adalah orang yang bisa di bodohi?"

__ADS_1


"Ckckck, anda salah besar nona. Aku Ryan Pratama selalu dua langkah lebih depan dari Orang-orang yang memiliki niat busuk"


"Bawa dia"


__ADS_2