
Halo.. para kakak-kakak readers tercinta, jangan lupa dukung author ya dengan tinggalkan jejak like dan komentar setelah membaca karya author ini. mohon masukannya juga ya... makasihhh...
happy reading..
********************
"Kasihan banget kamu An," ucap Ilham lirih merasa iba dengan nasib sahabatnya dari kecil karena ternyata Marko menghianati Anna dan berselingkuh dengan wanita lain, itulah yang semakin membebani kehidupan Anna sekarang.
Bagaimana tidak, Anna harus kehilangan lagi orang untuknya bergantung, kini dia benar-benar sendirian tanpa ada seorangpun sebagai sandaran.
"Aku akan jaga kamu semampuku An..," gumam Ilham lagi sambil menatap lekat langit-langit kamarnya.
Pagi-pagi sekali Ilham sudah mengunjungi sahabatnya Anna untuk memberikan sarapan dan bekal makan siang yang dibuat sang Mama karena mengkhawatirkan Anna.
Sebenarnya Ilham merasa tidak enak karena harus bertamu pagi-pagi sekali ke kosan sahabatnya itu, tapi mamanya terus saja memaksa dengan jurus sejuta omelannya yang hanya bisa diam kalau Ilham menuruti keinginan sang mama.
Akhirnya Ilham pun mengalah dan memutuskan mengikuti keingingan mamanya lagi pula dia juga mengkhawatirkan sahabatnya itu.
"Ngapain sih pagi-pagi buta udah kesini aja lo?" ucap Anna sambil mendengus kesal karena Ilham sudah ada di kosannya padahal matahari pun belum menapakkan dirinya menyapa sang bumi.
"Mama udah riweuh habis subuh maksa-maksa gue anterin makanan buat lo takut nggak makan katanya." sahut Ilham sambil mendudukkan dirinya diatas sofa diruang tv di kosan Anna yang disusul oleh Anna disampingnya.
"Wahhh... tante Karla memang yang terbaik," ucap Anna takjub melihat makanan yang banyak dan enak dengan mata berbinar.
Tanpa pikir panjang Anna langsung membuka bungkusan makanannya dan memakannya dengan lahap. Ilham menatap Anna dengan sendu merasa iba sekaligus bahagia melihat Anna memakan makanan yang dibuat mamanya dengan lahap.
"Pelan-pelan makannya An!" sahut Ilham sambil menyodorkan segelas air putih kehadapan Anna.
"Udah lama gue nggak makan makanan yang enak kayak gini jadi sayang banget kalau harus di sia-siain," ucap Anna tidak terlalu jelas karena mulutnya penuh dengan makanan.
"Permisi Teh!" Tiba-tiba terdengar suara riang dari belakang tempat Ilham dan Anna duduk.
Anna dan Ilham menoleh ke sumber suara. Anna sedikit menipiskan bibirnya untuk tersenyum dan sedikit mengangguk, sedangkan Ilham dia membulatkan matanya sempurna kaget dengan sosok yang dia lihat sekarang, jantungnya berdetak kencang bertalu-talu seperti genderang perang.
__ADS_1
"Sudah enakan badannya Teh?" tanya orang itu lagi sambil menghentikkan langkahnya dan melihat ke arah Anna.
"Udah kok Tia, makasih ya yang semalam," ucap Anna ramah pada orang itu yang tidak lain adalah Tia yang sudah rapih dengan seragam kerjanya yang akan berangkat kerja.
"Alhamdulillah.. duluan ya Teh," tutur Tia lembut seraya tersenyum dan berbalik melangkah keluar kosan. Ilham hanya terpaku melihat senyum Tia dan terus menatap kepergian Tia.
ya tuhan senyum nya masih manis, batin Ilham
"Ham.. woy lo kenapa?" tanya Anna sedikit menggoyangkan lengan Ilham karena terlihat bengong dari semenjak melihat Tia.
"Hmmm...? apa?" tanya Ilham terhennyak dan tersadar dari lamunannya. Anna merasa heran dengan ekspresi Ilham setelah melihat Tia.
Tapi tidak membuat Anna terusik dengan kegiatan makannya, dia masih asik menyantap makanan didepannya.
"Di-dia, yang tadi siapa An?" tanya Ilham sedikit terbata sekaligus penasaran. Anna menoleh ke arah Ilham dan sedikit mengerutkan dahi melihat ekspresi Ilham yang penasaran tapi malu-malu.
Aneh, batin Anna
Anna dan Ilham sejenak diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Senyum di bibir Ilham masih saja memgembang dan belum surut saat Anna selesai dengan kegiatan makannya dan menoleh menatap Ilham.
ini anak kenapa senyum-senyum nggak jelas gitu, batin Anna
Anna menatap wajah Ilham dengan tatapan menelisik apa yang sedang terjadi dengan sahabatnya ini yang tiba-tiba berubah jadi aneh pikirnya.
"Udah mulai gila lo? ngapain dari tadi senyam senyum terus," ucap Anna merasa heran dengan tingkah Ilham yang masih terus tersenyum.
"Nggak papa ko An, udah makannya? nanti lagi gue bakal sering-sering main kesini nggak papa kan?" ucap Ilham dan masih terus menyunggingkan senyum.
"Ya nggak papa cuma-" ucap Anna menggantung dan memicingkan matanya melihat Ilham. Ilham masih saja tersenyum.
Wah parah dia aneh banget sih,, hehe tapi lucu juga, batin Anna dia tertawa jahil dalam hati.
Terima kasih tuhan, pagi ini terasa begitu indah setelah Engkau memberi hamba kejutan yang indah, batin Ilham
__ADS_1
"Lo suka sama Tia?" tanya Anna menelisik. Ilham hanya tersenyum dan mengangguk.
"Jangan, kasian Tia masih kecil," ucap Anna santai
"Ck.. emang gue setua apa sampe bilang dia masih kecil, perbedaan umur kita cuma 5 tahun kok," Ilham berdecak kesal mendengar kata-kata Anna.
"Aneh banget sih.. gini nih kalau baru jatuh cinta diusia senja, puber yang terlambat," ucap Anna sambil menggelengkan kepalanya pelan. Ilham menoyor kepala Anna gemas dengan tingkah sahabatnya itu yang mengejeknya.
"Sialan lo, senja apaan umur gue baru 24 tahun kalo lo lupa," Ilham mendengus kesal
"Mau ya bantuin gue." Lanjutnya sambil memasang ekpresi memelas
"Tergantung sogokannya," ucap Anna enteng
"Tenaaang... kalau itu mah bisa diatur," ucap Ilham riang sambil tersenyum lebar dan menampilkan deretan giginya yang putih.
Gue seneng akhirnya lo nemuin seseorang yang bisa buat lo bahagia Ham, gue bakal terus bantu lo supaya lo menggapai cinta lo. batin Anna
Ya tuhan apa benar ini arti dari debaran yang aku rasa? apa iya debaran itu cinta? Mama... Papa... Ilham jatuh cinta. batin Ilham berteriak bahagia.
"Udah sana ih pergi lo! eneug gue lama-lama liat muka aneh lo," ucap Anna ketus sambil mendorong pelan Ilham untuk beranjak dari posisinya.
"Ya udah gue pulang, tapi janji ya nanti bantuin," ucap Ilham lalu beranjak berdiri dan tersenyum jahil ke arah Anna.
"Iya.. iya.. sana ih pergi!" sahut Anna sambil terus mendorong tubuh Ilham sampai ke depan gerbang.
"Sampein rasa maksih gue sama tante Mita, dan hati-hati lo dijalan," ucap Anna sambil melihat Ilham yang telah menaiki motor nya.
"Iya nanti gue sampein ke mama, inget jaga kesehatan dan jaga pola makan, jangan sakit lagi lo," ucap Ilham lalu menstater motornya dan berlalu pergi.
semoga kamu bahagia Ham, gue nggak mau lo terus-terusan terjebak sama gue yang sama sekali nggak cinta sama lo, batin Anna
Anna menatap getir kepergian Ilham sampai siluet tubuh Ilham sudah tidak bisa dia jangkau dengan pandangannya. Anna pun bergegas menutup gerbang dan kembali ke kamarnya.
__ADS_1