
Keesokan harinya, Ibu masih saja tidak bisa tenang memikirkan keadaan Tia, sebenarnya ia sangat penasaran dengan pembicaraan yang dilakukan suaminya dan seorang tamu semalam yang membahas tentang Tia, ingin sekali dia bertanya pada suaminya tapi suaminya hanya diam dan malah menjawab dengan nada ketus itulah yang membuat Ibu malah semakin mengkhawatirkan Tia.
Sementara disalah satu sudut kota Bandung orang yang sedang dikhawatirkan oleh ibunya sedang berkutat dengan buku catatan dan sebuah kalkulator usangnya. Tia mengutak-atik kalkulator itu dengan ekspresi wajah yang serius kemudian mencatat sesuatu disebuah buku didepannya, beberapa saat kemudian sebuah senyuman terbit diwajahnya.
"Alhamdulillah, semoga tahun depan bisa terkumpul sesuai target," gumam Tia sambil memeluk erat buku catatannya dengan mata berbinar.
"Bismillah pasti bisa Tia, SEMANGAT!!" ucapnya lagi sambil mengayun-ayunkan kepalan tangannya diudara lalu dipandanginya tiga amplop dihadapannya yang berisi uang gajihnya, ya kemarin Tia mendapatkan gajihnya untuk yang kedua tepat dua bulan dia sudah bekerja. Tia mengalokasikan gajihnya menjadi tiga amplop yang satu untuk bayar kosan dan biaya hidup sebulan kedepan, satu amplop untuk diberi ke ibu sekedar membantu keluarganya di kampung meski tidak banyak dan satu amplop lagi dia sisihkan untuk tabungan biaya kuliahnya nanti, ya Tia masih belum menyerah dengan mimpinya untuk melanjutkan kuliahnya.
Tokk...tokk...tokk...
Sebuah ketukan dipintu kamar kosnya membuyarkan lamunan Tia, saat pintu dibuka tampak Anna yang menyapa dengan senyuman manisnya.
"Hai Ya, ganggu nggak?" tanya Anna setelah kamar kos Tia terbuka.
"Enggak kok Teh masuk!" ajak Tia sambil membuka pintu kamarnya selebar mungkin.
"Lagi apa Ya?" tanya Anna setelah masuk dan duduk beralaskan tikar dikamar kos Tia
"Enggak ngapa-ngapain kok," jawab Tia sambil membereskan buku dan kalkulator yang berserakan dan menyimpannya diatas lemari plastik yang ada dikamarnya.
"Main yuk! mumpung hari minggu," ajak Anna
"Main kemana Teh?"
"Ke mall, kita jalan-jalan, makan sama nonton gitu, kan tanggal muda baru gajian hehe," ajak Anna antusias.
"Hm.. gimana ya Teh," jawab Tia ragu karena menurutnya dia tidak punya anggaran untuk menghamburkan uang mending ditabung, kalau butuh refreshing mending ke taman kota aja yang gratis dan banyak jajanan yang murah dan tidak menguras kantong.
"Ayo dong, temenin aku biar aku yang traktir," ajak Anna lagi seolah tau apa yang dipikirkan Tia.
"Em.. emang nggak ngerepotin?" jawab Tia ragu.
"Enggak kok, yuk.. cepetan siap-siap aku tunggu dibawah ya," ucap Anna sambil bangkit untuk berdiri dan keluar dari kamar Tia.
"Ya udah deh aku siap-siap ya Teh," ucap Tia sambil menutup pintu kamar kosnya.
Setelah 10 menit siap-siap Tia pun turun untuk menghampiri Anna di ruang tv kosannya.
"Ayo Teh, maaf lama nung- " ucap Tia ngegantung saat lihat Anna tidak sendiri tapi berdua dengan Ilham.
*L*ohh.. jadi perginya sama A Ilham? aku kan jadi nggak enak masa jadi obat nyamuk saat mereka kencan.
"Mmm... Teh, sama A Ilham juga? klo gt Tia nggak usah ikut deh ya," cicit Tia sambil menggaruk kepalanya yang tertutup oleh kerudungnya.
__ADS_1
"Iya biar tambah rame mainnya, nggak papa nggak usah ngerasa nggak enak, Ilham juga pasti seneng, ya kan Ham," tutur Anna sambil menyenggol lengan Ilham.
"Iya Tia kita main bareng ya, nggak usah canggung gitu kita kan temen," ucap Ilham lembut sambil terasenyum.
Tuhan.. kenapa A Ilham senyum ke aku ya, mana manis lagi senyumnya, nggak boleh Tia, nggak boleh jadi pelakor antara hubungan mereka berdua cukup jadi obat nyamuk aja udah!,, ngenes banget sih hidup aku.., erang batin Tia frustasi.
Tia hanya tersenyum canggung. Saat akan berangkat Tia mulai ragu lagi.
Lah kalau teh Anna dibonceng sama A Ilham, aku sama siapa dong? masa naik angkot sendiri, batinnya
"Teh..." panggil Tia ke Anna lirih.
"Aku mending nggak usah ikut aja ya,"ucap Tia lagi yang tak kalah pelan yang hanya bisa didengar oleh Anna.
"Kenapa?" tanya Anna sambil menautkan kedua alisnya.
"nanti aku ganggu lagi, terus berangkatnya gimana kan A Ilham naik motor," cicit Tia.
"Oh.. kamu tenang aja Ilham bawa mobil kok," jawab Anna tidak mau dibantah sambil menarik lengan Tia.
"Dihh cakepnya ni mobil Om Gaha," ucap Anna dengan nada jenaka.
"Iya dong tadi pagi baru dimandiin biar cakep kan mau pergi kencan," ucap Ilham sambil cengengesan.
"Kamu duduk didepan, aku mau ngerasain jadi majikan yang disupirin," tutur Anna sambil menarik Tia yang sudah mau masuk ke jok belakang mobil Tia hanya menurut karena tidak mau berdebat. Ilham tersenyum tipis melihat tingkah Anna.
*************
Setelah sampai di mall mereka pun berkeliling melihat-lihat lalu mampir untuk makan siang dan terakhir nonton film dibioskop.
*O*h.. jadi ini yang namanya bioskop, batin Tia takjub saat masuk kedalam bioskop dan duduk disalah satu bangku sesuai nomor urut tiketnya.
Ya ampun kursinya juga empuk banget. batinnya lagi
Tia merasa sedikit canggung karena ini pertama kali dia masuk bioskop seumur hidupnya belum lagi duduk disamping Ilham, ya mereka bertiga duduk dengan formasi Ilham duduk ditengah dengan Anna disamping kanannya dan Tia disamping kirinya.
Anna segaja membeli tiket dengan posisi duduk seperti itu untuk memberikan kesempatan Ilham dan Tia supaya lebih dekat.
Saat lampu mulai padam dan film mulai diputar Tia dibuat takjub karena melihat layar yang besar dan jernih serta suara yang mengelegar, ini pengalaman pertamanya nonton film dibioskop, kalau dikampung paling keren juga dia nonton layar tanceup itupun nonton dilapangan terbuka dengan kualitas gambar yang sedikit buram.
"Kamu suka sama filmnya?" tanya Ilham berbisik ke arah Tia.
"Hmm.. i-iya A suka," jawab Tia gugup karena wajah Ilham yang sangat dekat dengan telinganya, hembusan nafas hangat Ilham yang berhembus ditelinganya membuat Tia salah tingkah, wajah Tia merona untung saja lampu bioskop masih gelap jadi rona wajahnya tidak akan terlihat oleh siapapun.
__ADS_1
Selama film diputar Tia sangat gelisah karena ulah Ilham yang berbisik kepadanya tadi akhirnya dia tidak menikmati filmnya sama sekali, dia merasa gugup sampai dia mengatur agar hembusan nafasnyapun tidak terdengar oleh Ilham.
Saat film sudah selesai dan lampu mulai menyala akhirnya Tia bisa bernafas dengan lega karena dia merasa bisa terbebas dari kecanggungan yang dia rasakan tadi.
"Masih mau jalan-jalan?" tanya Ilham ke Tia saat mereka keluar dari dalam bioskop.
"hm..?" ucap Tia karena merasa heran Anna sudah tidak ada dimanapun Tia memandang, Tia masih celingukan mencari keberadaan Anna.
"Anna udah pulang tadi waktu film masih diputar, katanya ada perlu," tutur Ilham tahu apa yang Tia cari dan pikirkan.
Lah kok teh Anna malah pulang, terus aku gimana? batin Tia heran
"Masih mau jalan-jalan?" tanya Ilham lagi
"Ki-kita pulang aja A," cicit Tia gugup
Lah kalau jalan-jalan lagi jadinya aku dong yang kencan sama A Ilham, Lah kok Aku?
Ilham hanya tersenyum menanggapi Tia, mereka berdua berjalan beriringan kearea parkir tanpa obrolan sedikitpun, setelah sampai dan menemukan tempat mobil Ilham langsung membukakan pintu untuk Tia dan dia berlari kecil mengitari mobil untuk masuk kekursi kemudi.
pake dibukain segala lagi pintunya, Tuhan.. kalau aku baper gimana coba A?
Setelah masuk kedalam mobil Ilham terdiam sejenak dan melihat ke arah Tia yang membuat Tia salah tingkah.
Itu kenapa A Ilham jadi liatin aku terus sih? Tuhan.. tolong jaga hatiku ini supaya tidak baper... erang batin Tia frustasi.
Ilham tersenyum dan mencondongkan badannya ke arah Tia semakin mendekat sampai jarak antara mereka hanya tinggal beberapa sentimeter saja.
*K*enapa juga A Ilham mendekat, mau ngapain dia. teriak Tia dalam hati
Tia gugup dan meringsek mundur supaya wajahnya tidak terlalu dekat dengan wajah Ilham yang terus mendekat, berada sedekat itu dengan Ilham mampu membuat detak jantung Tia melaju kencang, wajahnya merona dan seketika itu Tia menahan nafasnya dan..
tbc..
*********
terima kasih banyak untuk kakak-kakak readers yang masih setia membaca dan mengikuti cerita neng Mutia, mohon maaf jadwal updatenya belum teratur karena author ini masih amatiran.. hehe
semoga kedepannya bisa update teratur ya..
jangan lupa tinggalkan jejak LIKE, KOMEN,VOTE dan RATE bintang lima ya, jangan lupa juga masukkan kedaftar favorit kalian...
maksih... luv luv luv..😗😗
__ADS_1