Pelangi Di Ujung Senja

Pelangi Di Ujung Senja
Part 2 Jomblo dari lahir


__ADS_3

Author POV


Kumandang adzan Maghrib membuyarkan lamunan gadis itu. Dia terduduk dengan cekungan bibir menghiasi wajah cantiknya. Gadis itu bergegas menuju kamar mandi untuk segera mandi kemudian menunaikan sholat maghrib, menunaikan kewajiban seraya berdoa memohon ampunan dan memohon agar segera di pertemukan dengan jodohnya. Maklum saja gadis itu sudah jomblo dari lahir. Meskipun banyak mempunyai teman laki-laki tapi tidak ada yang spesial di hatinya, ralat: di hati teman-teman lelakinya. Dia terlalu mandiri dan terlihat strong di mata lelaki sehingga teman-teman lelakinya bahkan tidak menganggapnya wanita.


Baru saja Bulan merapikan sajadah tiba-tiba ruangannya ramai. ‘Tamu si nenek ramai sekali’ gumamnya. Oooh tunggu, sepertinya itu bukan tamu si nenek tapi Teman-Teman mbak Dita mereka terlihat seumuran. Kurang lebih sepuluh orang laki-laki yang kutaksir usianya masih belum tigapuluh tahun. Bulan masih bermonolog sambil memperhatikan mereka.


Sadar sedang di perhatikan salah seorang dari mereka menghampiri Bulan. ‘Eh hai, sakit apa dek.....mmmm?’ Lelaki bermata gelap itu mencoba mengakrabkan diri seraya mengulurkan tangan ke arah Bulan.


‘Hmm....namaku Bulan, kata dokter Aku sakit demam berdarah kak’. Bulan membalas dengan sopan.


‘Bulan, nama yang cantik secantik orangnya. Lebih baik demam berdarah dek daripada demam karena merindukanku’. Sungguh cara mengakrabkan diri yang sangat buruk.


Bulan membalas dengan memelototkan mata bulatnya. Dia hampir tidak percaya dengan pendengarannya. Ada yaa manusia semacam ini di dunia.


‘Ah iya namaku Arlan. Jangan suka melotot dek nanti aku semakin dalam masuk ke dalam bola matamu, itu sungguh mengerikan seperti kau ingin menelan dan mengulitiku hidup-hidup’. Mendengar itu rasanya Bulan ingin mengumpankan lelaki itu kepada hiu lapar di lautan terdalam. Dia semakin merasa kesal. Dia bergidik ngeri membayangkan apabila Arlan merupakan jawaban dari doa yang baru saja dia panjatkan. Demi Pluto yang jauh dari bumi lebih baik tidak usah mengenal pria semacam ini. Percayalah kau tidak akan untung mengenal manusia ini.


‘Dek, sorry Aku harus segera pergi tapi jangan khawatir besok Aku akan datang lagi. Kau tidak perlu merindukanku, cukup jaga hatimu untukku’


Arlan bergegas menghampiri mbak Dita untuk berpamitan dan bergegas menyusul teman-temannya yang lain. Masih terdengar Teman-temannya menggoda Arlan ‘dapat mangsa baru lo bro, daun muda pula menang banyak lo bro!’


Setelah para lelaki itu pergi mbak Dita menghampiriku, ‘itu tadi Teman-Teman mbak dek mereka emang begitu. Suka sok kenal, suka bercanda dan yang paling menyebalkan mereka suka Malu-maluin. Mbak kadang pura-pura ga kenal kalau mereka lagi bikin ulah’.


Aku tersenyum masih menahan sisa-sisa kekesalan, ‘Iya mbak biasa ga usah diambil hati aku ga apa-apa kok’.


Arlan POV


Arlan memacu mobilnya menyusuri Jalanan Ibukota yang tidak pernah absen dari kemacetan. Sepanjang Jalan dia membayangkan obrolan singkatnya dengan gadis itu. ‘Gadis yang menarik’ gumamnya. Tanpa sadar tersungging senyuman di bibir Arlan. Dia bertekad memenangkan hati gadisnya. Eeeiiitt tunggu belum apa-apa dia sudah mengklaim gadis itu miliknya. Dia meyakinkan diri untuk memperjuangkan cintanya.


Arlan baru saja putus, lebih tepatnya ditinggal kan begitu saja oleh kekasihnya. Dia tahu hal itu pasti akan terjadi, sebenarnya dia sudah merasakan ada sesuatu yang mengganjal tapi tidak pernah mendapatkan bukti. Baru beberapa hari yang lalu dia memergoki kekasihnya bergandengan mesra dengan seorang lelaki.

__ADS_1


Flashback


Nikmat mana lagi yang kau dustakan ketika ditakdirkan ganteng dari lahir. Wajah tampan dengan mata gelap tajam bak mata elang, alis tebal terpahat sempurna, rahang kokoh, tubuh tinggi atletis gambaran tokoh dewa Yunani di cerita-cerita film yang pernah beberapa kali kutonton. Sempurna !


Idola kampus yang digilai wanita jangan lupakan bakal warisan dari orangtuanya yang hanya akan jatuh ke tangannya mengingat Arlan merupakan anak tunggal.


Duuuh baaaang buruan halalin adek bang....dengkul adek cuma berisi tulang yang bisa lemas seketika melihat senyuman abang!


Ketika Arlan memutuskan menerima cinta Keisya hari itu juga menjadi hari patah hati sedunia ala ABG alay. Keisya adalah gadis paling cantik dan sexy seantero kampus Wirabuana membuat Arlan tidak banyak berfikir ketika mendapat ungkapan cinta dari gadis itu. Wajah cantik ala artis korea, tubuh tinggi proporsional dengan lekukan indah didukung penampilan yang semakin membuatnya terlihat sexy. Makhluk lain berjenis wanita tentu merasa iri dan mendadak merasa diri bagaikan debu yang menempel di kaca spion ketika berdekatan dengan Keisya.


Mereka berdua adalah pasangan paling serasi, paling fenomenal. Di mana ada Arlan di situ ada Keisya. Mereka seperti magnet dan besi tak terpisahkan.


Setelah sama-sama lulus kuliah mereka menjadi jarang bertemu, sibuk dengan kegiatan masing-masing. Arlan sibuk mengurusi gerai desain interior milik orangtuanya yang memiliki banyak cabang. Sementara Keisya sibuk meniti karir sebagai seorang model.


Entah angin apa yang membawa Arlan tiba-tiba ingin memberikan kejutan kepada kekasihnya. Diam-diam menjemput Keisya di agency yang menaunginya. Sudah lama Arlan tidak berjumpa gadis cantiknya. Arlan turun dari mobil membawa buket bunga yang di belinya sewaktu perjalanan menuju agency Keisya. Dia melangkah mantap memasuki ruangan yang sudah mulai sepi. Mengedarkan pandangan mencari-cari sosok wanita cantik pujaan hatinya.


Tiba-tiba Arlan dikejutkan oleh sesosok, oooh bukan sesosok akan tetapi dua insan yang sedang dimabuk cinta. Tanpa malu berpagutan bibir, berciuman panas begitu mesra di sofa ruangan sepi. ‘Ga ada akhlak emang’. Arlan bergumam sambil menggelengkan kepala.


Merasa tidak menemukan orang yang di carinya Arlan keluar menuju parkiran tempat ia menaruh mobilnya tadi bergegas untuk pulang. Arlan menyalakan mesin mobilnya dan betapa terkejutnya ketika ekor matanya melihat seseorang yang mirip dengan lelaki yang baru saja dia lihat sedang berciuman. Lelaki itu tidak sendiri, dia menggandeng mesra tangan seorang gadis yang bergelayut manja.


Gadis itu............


Arlan membelaakkan mata tak percaya. Gadis itu adalah Keisya, kekasihnya. Arlan keluar dari mobilnya dan menghampiri kekasihnya. Oh tidak, mungkin saat ini Arlan sudah tidak menganggap gadis itu kelasihnya. Gadis itu sudah menghianatinya, menghancurkan hatinya sehancur-hancurnya. Arlan mengeratkan rahangnya dan tinjunya sudah melayang di wajah lelaki itu.


Buuugh !!!


Lelaki itu nyaris terjungkal tidak siap dengan pukulan Arlan. Tidak terima dengan perbuatan Arlan pria itu membalas pukulan Arlan.


Buugh

__ADS_1


Satu sama.


Darah segar mengalir dari sudut bibir Arlan. Keisya yang terkejut berteriak berusaha melerai. Dia gemetar ketika menyadari lelaki yang dilihatnya adalah Arlan.


Buugh


‘Ini hadiah untuk kelancanganmu menyentuh kekasihku. Oooh sorry skrg mantan kekasihku dan wanita murahan itu kuberikan kepadamu sebagai hadiah perkenalan kita. Bye!’


Arlan melangkahkan kaki meninggalkan pasangan laknat itu. Jelas terdengar Keisya berteriak, ‘dengar Arlan ! Kau pikir apa yang bisa kubanggakan dari orang sepertimu? Aku sudah menemukan orang yang lebih kaya darimu ! Jangan ganggu Aku lagi !’


Arlan tersenyum miris. Dia tidak mampu mendefinisikan perasaannya. Kesal, kecewa, jijik menjadi satu.


.


.


.


.


.


Hey hey hey.....maafkan author yang ga jelas ini ya beib.


Jangan lupa vote nya yang banyak biar author ga kehabisan ide menulis.


Vote komen ya kakak....sebagai tanda kasih untuk author


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2