Pelangi Di Ujung Senja

Pelangi Di Ujung Senja
Bab 61


__ADS_3

Masih RYAN POV 😊


Seirah nama wanita yang baru saja tiba di kediaman orang tuaku. Ya, ini untuk pertama kalinya aku bertemu dengan anak dari sahabat papa ku. Anak yang papa dan mama rawat setelah kedua orang tua wanita itu meninggal.


Saat Seirah untuk pertama kalinya datang kerumah kami, aku sudah berada di luar negeri.


Aku hanya sekedar mengetahui bahwa orang tua ku membawa pulang seorang gadis ke dalam keluarga kami karena gadis itu sudah tidak memiliki keluarga lagi setelah keluarganya tewas akibat kecelakaan.


Aku cukup bersimpati padanya. Bagaimana tidak, di usia yang masih muda harus kehilangan orang-orang terkait kita. Apalagi dia adalah seorang wanita.


.


.


.


Aku cukup terkejut saat orang tua ku mengutarakan bahwa mereka akan menikahkan ku dengan Seirah. Bukannya aku tidak mau menikah dengannya. Dia adalah wanuta yang sempurna untuk di jadikan istri.


Dari segi fisik dia sangat jauh dari kata kurang. Dan ku lihat dia juga gadis yang baik. Akan sangat beruntung seorang laki-laki jika dapat memperistrikan wanita seperti Seirah.


Tapi, aku tidak ingin egois. Aku tidak mencintainya dan mungkin juga dia tidak mencintai ku. Kami baru bertemu. Kami tidak saling mengenal. Aku tidak ingin dia menderita berumah tangga denganku. Dia pantas mencari laki-laki yang dia cintai untuk dijadikan suami.


Terlebih lagi aku sedang bersandiwara memiliki hubungan dengan Monica yang mengaku sebagai Farah. Aku tidak ingin wanita lugu dan baik seperti Seirah sakit hati karena salah paham.


aku tidak mungkin mengatakan kepada keluargaku bahwa aku hanya pura-pura pada Monica atau yang mereka kenal sebagai Farah. Aku tidak ingin orang tua ku ikut terlibat dalam rencana ini.


Aku sangat yakin orang-orang yang berada di belakang Monica bukanlah orang sembarangan. Aku tidak ingin keluarga ku ikut terseret dan terlibat. Aku mengkhawatirkan keselamatan mereka. Meskipun ayahku memiliki pengaruh yang besar di negeri ini, tapi tetap saja kekhawatiran ku sebagai seorang anak tidak bisa ku hilangkan.


Dan untuk Seirah, aku juga tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya kepadanya dengan alasan yang sama.


Aku memutuskan untuk menolak pernikahan itu. Tapi, apalah daya kesehatan mama ku langsung drop saat aku menolak. Jadilah aku tidak punya pilihan lain selain menyetujui pernikahan itu.


Selama masa persiapan pernikahanku aku selalu mencari cara agar pernikahan ini tidak berlangsung. Tapi sial, tidak ada celah untuk membatalkan pernikahan ini.


Sampailah ide Gila hinggap di benakku. Aku akan membuat Seirah menyerah dengan pernikahan ini dan memilih untuk pergi dariku. Aku yakin, jika Seirah yang sudah tidak sanggup bertahan denganku mama dan papa akan bisa menerima itu. Dan tentu saja itu juga tidak akan terlalu berdampak buruk untuk kesehatan mamaku. Dan rencanaku untuk mendapatkan keadilan untuk Farah gadis oenolong ku bisa ku selesaikan.

__ADS_1


Di malam pernikahan kami yang seharusnya menjadi malam yang indah malah aku membuat itu sebagai malam yang kelam untuk wanita yang baru saja menyandang sebagai istriku.


"Maafkan aku Seirah" kalimat itulah yang selalu aku guman kan dalam hatiku.


Bagaimana tidak, malam itu aku sangat kejam. Aku bertindak sangat kasar padanya. Aku melontarkan kalimat-kalimat yang aku sendiri marah dan terluka akan hal itu.


Melihat air matanya dan ketidak berdayaannya membuat aku juga terluka bahkan sangat terluka. Dalam hati aku merutuki diriku. Tapi, aku harus berusaha agar terlihat ini seperti nyata.


Aku lebih memilih dia membenci ku dari pada aku harus menyeret dia ke dalam hal yang bisa berakibat fatal untuknya.


Dia wanita yang baik, dia lebih pantas untuk orang yang baik pula.


Aku meninggalkan dia seperti laki-laki yang tidak punya hati. Di luar pintu aku bersandar lemah karena kaki serasa lemas. Kakiku tidak mampu lagi menopang bobot tubuhku saat aku mendengar tangisan pilu dari Seirah.


"Maafkan aku Seirah" hanya kalimat itu yang lagi-lagi aku ucapkan.


Hatiku sangat sakit mendengar setiap isakan tangis yang keluar dari mulut Seirah. Sungguh perih rasanya.


Semalaman aku bersandar di balik pintu kamar. Kamar dimana Seirah istriku yang baru beberapa jam aku nikahi. Dia semalaman tenggelam dalam kesedihan yang mendalam dan aku adalah penyebabnya.


.


.


.


Sudah hampir tiga tahun aku meninggalkan Seirah istri sahku tanpa menoleh ke belakang. Aku sengaja menutup diriku kepada Seirah. Aku sengaja tidak mencari tahu tentang apa saja kegiatan dia selama ini dan apa saja yang di kerjakan.


Menurutku itu adalah hal yang paling pas untuk saat ini.


Aku sudah melakukan segala hal yang aku bisa, yang menurutku hal itu bisa membuat Seirah membenciku dan meninggalkan ku.


Aku sengaja mengajak Monica atau Farah palsu untuk merayakan aniverseri kami di tempat yang mana ada Seirah juga disana.


Aku sengaja ingin membuat Seirah sakit hati kepada ku agar memudahkan dia meninggalkan ku. Tapi, sayang semua hal yang ku lakukan tidak ada yang terjadi sesuai yang aku harapkan.

__ADS_1


Seirah seakan ingin bertahan dengan pernikahan kami entah apa alasannya.


Aku bisa menyimpulkan bahwa dia melakukan itu demi orang tua ku Karena aku sangat tahu bagaiaman Seirah sangat menghormati kedua orang tua ku. Dan itu menambah rasa bersalahku kepadanya.


Dan hingga suatu hari aku menerima paket yang berisi foto ku dan foto Seirah yang terlihat seakan sangat mesra layaknya suami istri yang asli.


Aku marah saat melihat lembaran-lembaran foto itu. Aku marah bukan kepada Seirah, tapi marah kepada diriku sendiri.


"Dasar laki-laki pecundang" begitulah umpatan ku dalam hati untuk diriku sendiri.


Wanita yang selama ini aku tinggalkan dengan sengaja. Yang aku harap dia akan segerah meninggalkan ku. Tapi, apa ini dia berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan pernikahan kami.


.


Satu pulang aku dibuat kalangan kabut, bagaimana tidak wanita yang ingin sekali ku temui malah tidak ada. Dia meninggalkan rumah saat malam.


Dan betapa murkanya aku saat melihat wanita yang sudah aku tunggu semalaman suntuk pulang dengan diantar oleh laki-laki dan terlihat mereka sangat akrab.


Tiba-tiba rasa marah menguasai ku. Cemburu? entahlah yang jelas aku sangat murka akan hal itu.


Dan betapa bodohnya kemarahan ku membuatku melakukan tindakan kasar yang seharusnya tidak aku lakukan.


Aku sudah seperti monster, aku bukan lagi manusia yang memiliki hati nurani. Bagaiaman bisa aku melakukan tindakan sekasar itu.


aku hampir saja membunuh wanita yang sangat baik itu. Hanya karena aku tidak suka di dekat dengan laki-laki lain.


Dan hal itu bukan hanya sekali tapi dua kali aku bertindak kasar kepada Seirah karena alasan yang sama.


Aku masih bingung dengan alasan mengapa aku tidak suka melihat dia bersama laki-laki lain. Sampai saat melihat dia dengan keadaan berlumuran darah di jalanan. Jantungku seakan berhenti berdetak. Aku tidak sanggup jika harus kehilangan dia.


Dan aku sadari bahwa aku Ryan Pratama telah JATUH CINTA kepada istriku Seirah Wijaya.


------------------------


Jangan lupa Vote, Like, dan Komen yah. 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2