
Senin pagi Tia sambut dengan semangat, ini adalah hari pertama Tia berangkat kerja dari kosannya karena jarak yang lumayan dekat jadi dia berangkat sedikit lebih siang daripada saat dia berangkat dari rumah.
Dia bersenandung keluar dari kamar kos nya lalu kemudian menguncinya, saat dia sedang mengunci pintu dia berpapasan dengan Anna yang tinggal tepat disebelah kamar kosnya, Anna tampak melakukan hal yang sama dengan Tia sedang mengunci pintu dan bersiap pergi bekerja.
"Mau berangkat kerja juga ya Teh?" tanya Tia ramah dengan menyunggingkan senyuman nya.
"Hmm.." Anna hanya menjawab dengan deheman dan segera berlalu pergi meninggalkan Tia
ishhh... jutek sekali sich.. astagfirullah, untung aja cantik. batin Tia menggerutu sambil bergegas berangkat kerja.
******
Di pabrik NGFOOD....
Pukul 11.30 siang Tia sudah bersiap-siap akan membelikan makan siang untuk big bos nya seperti hari-hari sebelumnya, saat dia sedang bersiap datanglah Bunga masuk kedalam pantry.
"Tia!" panggil Bunga
"Iya mbak," sahut Tia, Tia sudah mengganti panggilannya kepada Bunga tentu atas permintaan Bunga sendiri supaya lebih akrab katanya.
"Mulai hari ini nggak usah belikan lagi makanan untuk pak Nugraha."
"Loh,, kenapa mbak? apa sudah ada orang lain yang menggantikan?" tanya Tia heran
"Tidak, hanya saja mulai hari ini ada pelayan restoran yang akan selalu mengantar pesanan pak Nugraha ke pabrik ini."
"Oh.." Tia membulatkan mulutnya ber'oh' tanda mengerti.
"Ya sudah lanjut kerja, dan mulai hari ini kamu bisa makan siang tepat waktu," tutur Bunga sambil beranjak meninggalkan Tia di pantry.
"Iya mbak, makasih" ucap Tia sambil tersenyum
alhamdulillah jadi bisa makan dengan santai dan sholat dengan leluasa. batin Tia lega
******
sore hari nya setelah Tia menyelesaikan jam kerja nya dia bergegas pulang ke kosannya, sebelum nya dia mampir ke warung nasi terdekat untuk membeli makanan yang akan dia makan di kosan supaya tidak repot keluar mencari makanan untuk malam nanti pikirnya.
Tia berlenggang sambil bersenandung pelan mengayun kantung kresek berisi makan malamnya, Tia masuk ke kamar kosnya lalu segera merebahkan tubuhnya diatas tikar.
"Allahmdulilah,, hari ini terlewati dengan baik," gumam nya lirih
__ADS_1
Kemudian Tia bangkit terduduk dan memainkan ponselnya.
drrtttt.... drrrtttt....
ponselnya bergetar menandakan ada pesan yang masuk. Karena ponselnya sedang dia genggam jadi pesan itu langsung terbuka dan ternyata pesan dari Dion sahabatnya.
(Dion) "apa kabar Ya?"
(Tia) "kabar baik Yon, kamu?"
(Dion) "aku lagi kurang baik Ya, soalnya nggak ada kamu disini jadi kangen."
(Tia) "hahaha.. gombal, orang disana pasti banyak yang cantik-cantik kan Yon, jauh beda sama aku pasti."
(Dion) "disini nggak ada yang kayak kamu tau nggak, nggak ada yang tulus bantuin aku ngerjain tugas.. hehehe"
(Tia) "dasar! jadi kangennya gitu ya buat nyontek tugas doang."
(Dion) "hehehehe."
"Ceh.. dasar!" gumam Tia sambil tersenyum lebar bayangan Dion yang sedang tersenyum pun semakin membuat hatinya berbunga dan berhasil membuatnya tersenyum bahagia.
Setelah sholat isya Tia langsung melahap makan malam yang telah dia beli tadi sore, Tia makan dalam diam mencoba meresapi dan menikmati makanan yang sedang dia makan, meski hanya nasi putih dan lauk yang sederhana Tia sangat bersyukur dan melahapnya dengan bahagia.
BRUKKK...
Tubuh Anna seketika menimpa tubuh Tia, karena Tia tidak siap mendapat beban yang mendadak dari tubuh Anna jadilah Tia pun ikut terjatuh terhuyung kebelakang hingga dia terduduk.
"Teh?.. Teh?" panggil Tia lirih, tangannya terlulur menepuk pelan pipi Anna, tapi Anna tidak bergeming masih tetap terkulai lemas diatas tubuh Tia.
"Astagfirullah.. badannya panas sekali." kaget Tia saat menyadari suhu panas yang dia rasakan di telapak tangannya saat menyentuh pipi Anna.
"Astagfirullah.. gimana ini? Tia harus apa?" Tia mulai panik apa yang harus dia lakukan
"Humm.. bude!" sejenak berfikir dan dia langsung berinisiatif akan memanggil pemilik kosan untuk meminta bantuan, dengan susah payah Tia memindahkan tubuh Anna dari atas tubuhnya untuk bersandar di dinding tepat disamping pintu kamar kos Anna.
Tia bergegas setengah berlari menuruni tangga dan pergi ke rumah bude Haryo yang berada disamping bangunan kos-kosan itu.
Tokkk...tokkk...tokk..
"Bude.. Assalamu'alaikum.. Bude!" panggil Tia panik
__ADS_1
"Kenapa Tia?" sahut bude Haryo sambil membuka pintu utama rumahnya
"Maaf bude tolong.. itu..itu.." Masih panik.
"Iya apa?" tanya bude semakin penasaran karena melihat wajah panik Tia
"Teh Atin pingsan bude, tolong!" tutur Tia tersengal dan panik
"Atin?" tanya bude sambil mengerutkan dahi
"Hm... yang tinggal disamping kamar Tia persis Bude," tutur Tia sedikit menjelaskan berfikir bahwa bude tidak mengenal gadis yang tinggal disebelah kamar kos nya itu.
"Ya ampun.. Bapak.. bapak..tolong Pak!" bude ikut-ikutan mulai panik dan memanggil suaminya.
"Apa Buk?" sahut pak Haryo menghampiri istrinya
"Itu anak kos ada yang pingsan, tolong bantu kita bawa ke klinik terdekat."
"Ya udah ayo buk!" pak Haryo sambil bergegas keluar.
Akhirnya Bude dan Pak Haryo beserta Tia membawa Anna ke klinik terdekat, bahkan setelah diperiksa dokter dan dipasang infuls pun Anna masih tidak sadarkan diri.
Tia, Bude dan Pak Haryo duduk di kursi tunggu diluar ruangan Anna. hening beberapa saat diantara mereka bertiga.
"Hmm.. Bude maaf apa nggak sebaiknya kita hubungi keluarga Teh Atin ya?" cicit Tia memecah keheningan diantara mereka bertiga.
"Bude udah telpon Nak Ilham buat kesini, bude nggak tau kontak keluarganya Anna soalnya" tutur bude lirih karena masih diliputi kepanikan.
"Ohhh... siapanya itu Bude?" jiwa kepo Tia meronta
"Temannya Anna yang suka main ke kosan, kebetulan dia ngasih kontaknya ke bude beberapa saat lalu buat ngehubungi dia kalau Anna sakit.." Bude menjawab dengan rinci
"Hm.. Bude, sebenernya nama Teteh ini Atin atau Anna? kok Tia bingung hehe," cicit Tia sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tia penasaran kenapa bude manggilnya dengan nama 'Anna' sedangkan saat kenalan dengan Tia dia ingat betul gadis itu menyebutkan nama 'Atin'.
"Oh.. itu ya sama aja Atin atau Anna orang yang sama," jawab bude enteng sambil tersenyum..
"Oh..," jawab Tia singkat
"Bude, Anna dimana sekarang?" sahut seseorang dengan nafas terengah dan guratan kekhawatiran yang nampak jelas diwajahnya.
"Ada didalam masih belum sadar tapi udah diperiksa dokter," jawab bude lembut
__ADS_1
"Oke bude makasih," ucap pemuda itu sambil berjalan tergopoh setengah berlari masuk kedalam ruang rawat Anna.
siapa ya? kok kayak pernah ketemu tapi dimana ya?.. batin Tia saat melihat Ilham berbicara dengan bude tadi.