Pelangi Di Ujung Senja

Pelangi Di Ujung Senja
Bab 69


__ADS_3

Seirah dan Ryan memasuki kamar Farah. Pandangan mata mereka disuguhkan dengan pemandangan seorang wanita yang tidur terbentang tak berdaya di atas kasur King size.


Isi ruangan itu seperti kapal pecah. Barang-barang berserakan tak beraturan, ada bekas pecahan vas juga disana. Semua itu adalah hasil karya dari Farah.


Dia mengamuk saat bangun. Kejadian kelam yang menimpa dirinya begitu membekas dan menimbulkan trauma yang sangat dalam.


Dia menganggap dirinya kotor, wanita kotor yang sudah dijamah oleh beberapa laki-laki. Sungguh malang nasib Farah.


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Ryan kepada Dokter yang selalu merawat Farah. Sementara Seirah sudah duduk ditepi ranjang membelai tangan gadis itu.


Seirah bisa merasakan duka yang mendalam yang dirasakan oleh Farah. Dia juga wanita, dia sendiri tidak bisa membayangkan seandainya apa yang menimpa Farah menimpa dirinya.


"Terkutuklah manusia-manusia bejat yang melakukan itu kepada wanita seperti ini" batin Seirah juga ikut menangis.


puk.


Ryan menepuk pundak sang istri, dia bisa melihat kesedihan yang dirasakan oleh Seirah.


"Mereka benar-benar biadap" ucap Seirah gemetar karena tangisannya.


"Mereka bukan manusia"


"Sabar sayang, mereka pasti akan menerima ganjaran yang setimpal" geram Ryan.


Seirah menengadahkan kepalanya menatap netra coklat sang suami.


Seirah bisa melihat kemarahan yang sangat besar yang terpancar dikedua netra sang suami.


"Apakah alasan kemarahanmu sama seperti ku mas, ataukah karena perasaan spesial yang kau miliki untuknya" batin Seirah.


"Seirah, kenapa sayang" tanya Ryan heran karena Seirah termenung.


"Ha? ngga apa-apa kok mas" ucap Seirah terbata.


"Kamu pasti capek, kamu pulang istirahat di rumah atau mau istirahat disini?"


"Apa kamu masih ingin disini" tanya Seirah.


"Iya, masih ada hal yang ingin aku kerjakan. Aku juga akan menunggu Farah siuman" ucap Ryan lembut sembari mengelus sayang rambut belakang Seirah.


"Aku juga ingin menunggunya siuman jika kamu tidak keberatan"


Ryan tersenyum mendengar keinginan istrinya.


"Tentu saja aku tidak keberatan, ayo aku antar ke kamar. Kamu bisa istirahat disana dulu"


Mereka pun berjalan menuju kamar yang dimaksud Ryan.


Seirah memang memerlukan istirahat saat ini. Bukan hanya fisiknya yang lelah katena seharian beraktivitas, tapi hatinya juga perlu istirahat.


"Kamu ingin istirahat atau membersihkan badan terlebih dahulu" ucao Ryan saat mereka tiba disebuah kamar lain di vila itu.


"Aku ingin mandi, tapi...." ucap Seirah ragu


"Tapi kamu tidak bawa baju ganti, begitukah" ucap Ryan yang diangguki pelan oleh Seirah.


"Mandilah, semua kebutuhanmu ada di ruang ganti sayang"


"Sayang? dia memanggilku dengan panggilan itu lagi. Tapi, dia memiliki hubungan yang ...ah *sudahlah bikin pusing saja."


"Tapi hati ini....akkhhhhh"


batin Seirah menggila.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara lagi Seirah masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Seirah butuh berendam untuk menetralisir keadaannnya lebih tepatnya keadaan hatinya.


Kurang lebih tiga puluh menit Seirah menyudahi aktivitas mandinya. Seirah sangat yakin bahwa Ryan suaminya itu hanya mengantarnya saja. Dia keluar menggunakan bathrobe dan handuk kecil yang membungkus rambut coklat indahnya.


Seirah berjalan santai menuju kamar ganti. Tapi, tidak disadari oleh Seirah ada sepasang mata yang terus memperhatikan dirinya.


Ryan belum keluar dari kamar itu, saat Seirah di kamar mandi


laki-laki itu keluar sebentar untuk menyuruh pelayan untuk menyiapkan beberapa makanan untuk dirinya dan juga sang istri. Mengingat saat direktorat tadi baik Ryan maupun Seirah hanya menyentuh sedikit saja makanan mereka.


Ryan tahu pasti saat ini istrinya itu saat ini dalam kondisi lapar seperti dirinya.


Setelah memerintah pelayan Ryan kembali lagi ke kamar dan langsung pergi ke balkon kamar itu.


Melihat Seirah yang terlihat segar setelah mandi meskipun hanya mengenakan baju mandi dan lilitan handuk kecil dikepalanya. Hal itu dapat membuat Ryan bisa melihat dengan jelas kecantikan alami yang dimiliki sang istri.


Dan entah dorongan dari mana Ryan melangkahkan kakinya menuju sang istri. Langkahnya semakin dekat dan semakin dekat dan..


hap.


"Aaaahhhhk" teriak Seirah kaget luar biasa karena ada sepasang tangan kekar memeluk pinggangnya saat dia berada di depan lemari untuk mengambil baju gantinya.


"Mmm...mas kamu" pekik Seirah


"Kamu ngapain sih, bikin kaget tau ngga" protes Seirah sambil berusaha melepaskan diri dari sang suami.


"Bisakah kamu biarkan kita seperti ini dulu Ra" bisik Ryan pelan ditelinga Seirah sembari meletakkan dagunya dipundak sang istri.


deg.


deg.


deg.


Rasa malu menghinggapi kedua anak manusia itu. Tapi, yang tidak bisa mereka sama-sama pungkiri bahwa rasa yang bernama Nyaman telah menghinggapi mereka masing-masing.


hening beberapa saat. Untuk sesaat bunyi debaran Jantung mereka mendominasi pendengaran mereka masing-masing.


Ryan melepaskan pelukannya dan membalik badan sang istri agar mereka bisa berhadapan.


Dan beradalah mereka sekarang pada posisi saling berhadapan namun tidak saling memandang, karena Seirah lebih memilih menunduk tak berani menatap sang suaminya karena rasa malu yang amat sangat dia rasakan.


Ryan dengan perlahan meraih dagu sang istri dan mengkatnya dengan pelan dan penuh kelembutan. Alhasil perbuatan Ryan itu mampu membuat pandangan mereka saling bertubrukan saat ini.


"Ra" panggil Ryan pelan nan lembut tanpa melepaskan pandangannya pada netra indah sang istri.


"hm" jawab Seirah dengan sikap yang sama.


"Seirah Wijaya Pratama, istriku. Bolehkah aku meminta kesediaanmu menerimaku dan bersama memulai pernikahan kita dari awal" pinta Ryan dengan mantap.


Netra Seirah seketika menganak sungai karena permintaan sang suami yang menurutnya sangat tiba-tiba, tapi berhasil menggerakkan hatinya yang paling dalam.


"Aku tau ini sangat terlambat, maafkan atas semua kebodohanku selama ini. Aku benar-benar harus memilih langkah itu dulu. Aku tidak ingin membuatmu terluka, namun pada kenyataannya hal itu lah yang membuat luka sangat besar dalam hatimu" ucap Ryan yang juga berkaca-kaca.


" Seirah, bisakah kita memulainya dari awal untuk mempertahankan rumah tangga kita" tanyanya lagi.


hening.


butiran ketristal bening sudah berhasil lolos dari pelupuk mata Seirah. Ryan buru-buru menghapus air mata sangistri menggunakan ibu jarinya.


"Jangan menangis please" dalam diri Ryan seakan diremas dan itu menimbulkan rasa sesak dan sakit saat melihat butiran kristal itu terjun bebas dari mata sang istri.


Seirah masih diam, dia masih belum percaya akan apa yang diucapkan oleh suaminya. Kesadarannya masih belum bisa mencerna dengan baik apa yang diucapkan sang suami. Ini semua serasa mimpi bagi Seirah.

__ADS_1


"Ra"


"Mas" Seirah menjedah ucapannya dia mengambil nafas dalam-dalam


"Aku bersedia mas" ucap Seirah yang berhasil membuat senyum merekah dibibir Ryan.


"Terima Kasih sayang" ucapnya sembari memeluk hangat sang istri.


Cukup lama kedua anak manusia itu berpelukan untuk mengungkapkan kebahagiaan yang mereka rasakan.


Ryan melonggarkan pelukannya lalu mengecup kening sang istri cukup lama.


"Mas"


"Hm ada apa sayang"


"Aku mau ganti baju" ucap Seirah.


"Ya sudah, gantilah"


"Mas"


"Iya sayang, katanya mau ganti baju. Ya sudah ganti saja"


"Gimana mau ganti, kalau mas masih meluk kayak gini"


"Hehehe...maaf sayang. Ya udah ni aku lepas. Ganti baju gih"


Seirah kemudian berbalik untuk memilih bajunya.


"Mas"


"Kenapa sayang"


"Mas kok masih disini sih" protes Seirah.


"Ya...memangnya kenapa?" ucap Ryan polos


"Aku mau ganti baju mas"


"Ya ganti aja"


"Mas" pekik Seirah yang tidak tahan akan tingkah sang suami yang membuatnya merona malu.


"Iya iya sayang. Aku keluar. Jangan lama yah" Ucap Ryan sambil cengengesan lalu


cup


Laki-laki itu mendaratkan satu kecupan singkat di bibir ranum sang istri lalu beranjak dari sana tanpa dosa.


...*************...


...Terima kasih para readers Pelangi di Ujung Senja...


...**Othor sangat berterima kasih kepada kalian, karena sudi membaca cerita othor. Othor masih pemula dalam hal menulis yah. Jadi mohon di maklumi jika masih banyak typo bertebaran. Dan mungkin kata2 yang berantakan....


...Jangan lupa kasi othor saran yah. Jika misalnya ada yang tidak berkenan....


...Jangan lupa dukung cerita othor yah. Dengan cara beri Like, Comment dan kasih vote....


...Jangan lupa juga tambahkan cerita** Pelangi di Ujung Senja **di daftar favorit kalian yah....


...Salam sayang dari othor 🥰😘😘😘**...

__ADS_1


__ADS_2