
Sebulan sudah berlalu, Monica di kurung oleh Ryan di tempat rahasia yang hanya dia dan Samy asistennya yang tahu. Selama ini juga Farah tinggal di rumah besar karena dia tengah menjalani perawatan oleh dokter yang ditunjuk oleh Ryan.
Kasus Monica dan Farah yang melibatkan Alex Hartono kekasih Monica dan juga Samuel Keil telah bergulir di pengadilan.
Samuel Keil tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan padanya, tapi semua sia-siq karena bukti-bukti yang dibeberkan Seirah dan timnya tidak bisa ditolak pengadilan.
Samuel juga meminta bantuan sekaligus perlindungan dari ketua junjungannya melalui kedua rekannya pak Hartono dari Hartono Company dan juga Beny mantan asisten mendiang ayah Seirah yang berhianat. Tapi, semua itu juga sia-sia karena sang ketua tidak ingin terlibat didalamnya.
Alhasil, Samuel Keil tidak bisa berkutik. Sang anak kebanggaannya Louis Keil juga tidak bisa berbuat apa-apa. Justru Louis Keil seakan terbuka matanya atas apa yang terjadi. Sosok yang dia kagumi ternyata tidak lebih dari seekor binatang.
Perbuatan keji ayahnya berhasil meruntuhkan kekagumannya, apalagi masih ada satu kasus lagi yang membuat dia yakin akan kebejatan sang ayah. Ya, kasus terlibatnya sang ayah akan kematian keluarga Seirah.
Karena dipengadilan sendiri, baik Samuel dan Alex hanya dituntut atas kasus perdagangan perempuan / prostitusi, kekerasan seksual dan juga penyalahgunaan obat terlarang.
Seirah dan timnya tidak menyinggung sedikitpun tentang kematian sang kakak. Alasan karena kurangnya barang bukti dan juga kemungkinan masih banyaknya orang-orang kuat yang terlibat atas kasus itu membuat Seirah masih urung untuk menuntut perihal kasus itu.
Seirah berniat untuk menjatuhkan mereka yang terlibat satu persatu.
.
.
.
Diruang makan rumah besar keluarga Pratama. Nampak empat anak manusia penghuni rumah itu tengah duduk menyantap sarapan pagi mereka.
Ryan, Seirah juga Farah asli serta tamu cantik yang baru datang beberapa minggu yang lalu, guna keperluan studynya yakni Sasha adik dari Ryan .
Sasha yang datang ke rumah besar disaat kemelut rumah tangga kakaknya sedang hangat-hangatnya. Kini dia tahu satu fakta yang sangat mengejutkan dirinya. Dua tidak menyangka bahwa kakaknya sanggup membuat drama semenjijikan itu hanya karena dalih balas budi.
Gadis muda itu masih memandang jengkel terhadap sang kakak. Amarah di hatinya masih belum redah, dia juga masih dalam mode ngambek terhadap kakak ipar kesayangnnya karena menurutnya kakak iparnya itu juga ikut andil dalam drama ini.
Tapi, rasa jengkel dan marahnya kepada kakaknya serta iparnya itu tidak sebanding dengan rasa tidak sukanya kepada satu sosok wanita yang kini sedang duduk ditengah mereka. Entah mengapa bukannya merasa prihatin terhadap posisi Farah karena dia adalah korban, dia justru merasa sangat tidak menyukai wanita itu yang menurutnya berbuka dua.
Sarapan yang tadinya hening dan hikmat, mulai terusik saat Ryan yang sudah sarapan mulai membuka mulutnya untuk bicara.
"Farah, ini untukmu" ucap Ryan sembari memberikan map kepada Farah.
"Apa ini" tanya Farah penasaran yang langsung membuka map itu tanpa menunggu jawaban dari pertanyaannya.
deg.
"untuk apa semua ini mas?"
__ADS_1
" ambillah, aku memberikan itu sebagai bentuk permohonan maafku atas apa yang menimpa mu selama ini.
Ya, saat ini Ryan memberikan kompensasi berupa apartemen dan juga beberapa lembar cek untuk kelangsungan hidup Farah kedepan.
"Maaf aku tidak bisa menerima ini semua" ucap Farah mengembalikan map itu.
Sasha yang sedari kemarin tidak suka pada Farah memandang semakin tidak suka pada wanita itu dan menatap penuh permusuhan kepada kakaknya. Bagaimana mungkin kakaknya sebertanggung Jawa begitu pada hal yang tidak perlu menurutnya.
"ck" umpat Sasha dalam hati. Karena dia dari tadi inginangkat bicara, tapi tangan Seirah yang menepuk pahanya di bawah meja menghentikan dirinya.
"Kenapa Farah, kenapa kau menolak pemebrianku. Aku mohon terima itu sebagai permintaan maaf dari ku karena bagai manapun aku ikut andil atas penderitaan mu selama ini" ungkap pria itu.
" Mas, sepertinya ada hal yang harus diluruskan disini" ucap Farah.
Ryan dan Sasha nampak memperhatikan apa yang akan dibahas oleh Farah. Tapi lain halnya dengan Seirah. Wanita itu sejak tadi hanya sibuk dengan sarapannya dengan santai. Seakan dia sudah tahu apa yang akan dibahas oleh Farah.
"Mas, kamu tidak perlu merasa bersalah sama aku atau kamu menganggap bahwa karena kamu aku mengalami semua ini" ucap Farah sembari memegang tangan Ryan tapi segera laki-laki itu menyingkirkan tangannya secara halus.
"Mas, bukan kah mas menikahi Monica yang mas tahu adalah orang yang sengaja menyamar menjadi diriku?" dibalas anggukan kepala oleh Ryan.
"Mas, kamu menikahi Monica dengan melafalkan namaku dalam ijab qabul. Itu artinya yang mas nikahi sebenarnya adalah aku"
" Maksud kamu apa Farah" ucap
brak.
Ryan yang marah mendengar penuturan Farah langsung menggebrak meja makan.
"Dasar wanita sinting. Bagaimana bisa kau berfikir kalau kau istri kakakku " sentak Sasha yang sedari tadi sangat geram dengan Farah.
"Mas. Apa yang aku katakan adalah benar. Yang kau nikahi adalah aku. Itu artinya aku juga istrimu mas" ucap Farah yang seakan tidak peduli dengan kemarahan Ryan.
"Gila!..kamu" pekik Ryan
"Mbak Seirah... apa yang aku katakan benar kan?"
kini semua mata tertuju pada si empunya nama yang sedari tadi hanya duduk santai menikmati secangkir teh jahe hangatnya.
srup... bunyi seruputan teh Seirah.
Seirah meletakkan cangkir berisi teh jahe hangatnya dengan gaya yang sangat anggun. Dan itu semua tak luput dari perhatian semua orang.
"Kak apa yang ada dalam pikiranmu sih, kenapa kamu bisa sesantai itu menghadapi siluman rubah satu ini" jerit Sasha dalam hatinya.
__ADS_1
"Ra.." ucap Ryan
hemm... Seirah berdeham sebelum angkat bicara.
" Apa yang kalian harapkan?" ucap Seirah dengan santainya. Ucapannya itu berhasil membuat semua orang yang ada disana melongo tak percaya atas apa yang dia ucapkan.
"Kamu menginginkan status istri?" tanyanya kepada Farah.
"Kamu mas, kamu mengingatkan kegilaan ini dihentikan?" yang langsung dapat anggukan kepala oleh Ryan.
" Tapi, apa yang dikatakan oleh Farah adalah benar. Kau mengucapkan ijab qabul atas namanya. Dan itu artinya kamu sudah mengikat dia"
Ucapan Seirah berhasil membuat senyum diwajah Farah menjadi cerah secerah sinar mentari pagi.
" Tidak Ra, itu hanya pernikahan palsu yang aku ciptakan untuk menjebak Monica"
"Betul kak Se, kak Ryan hanya melakukan pernikahan palsu"
"Tidak ada palsu saat mas mengikrarkan namaku dalam ijab qabul. Mas ijab qabul itu sakral dan sah" singgah Farah.
"Kau..." pekik Ryan.
"Dari mana kau bisa menyimpulkan bahwa ijab qabul itu sah Farah?" ucap Seirah yang lagi-lagi dengan gaya santainya.
Ucapan Seirah berhasil membuat Ryan sadar apa yang dia lewatkan. Dan juga berhasil membuat senyum diwajah Farah berangsur berhenti.
Ryan kembali duduk di kursinya dengan santai setelah dia bisa membaca arah pikiran istrinya. Begitu juga dengan Sasha, otak cerdasnya yang tadi tertutup emosi kini kembali lagi.
"Heh, kenapa kau diam. Kakak ipar tersayang ku bertanya padamu "
"Tentu saja sah, karena dia sudah ...." ucapan Farah terpotong karena Sasha kembali menyelah.
"Karena dia menyebut namamu di dalam ijab kabul?"
"ckckck... heran.. siapa sih yang mengotori otakmu bahwa hanya dengan menyebutkan nama saja itu artinya pernikahan sah. Astaga bodoh sekali" ucap Sasha.
"Dengar Farah,..........."
.
.
.
__ADS_1
Maaf baru up🙏