Pelangi Di Ujung Senja

Pelangi Di Ujung Senja
47. selamat tinggal


__ADS_3

Ilham tersenyum kecut mendengar penjelasan dari papahnya itu.


"Pah, pernikahan itu bukan permainan yang bisa dimulai dan diakhiri seenak kalian!" ucap Ilham lantang, terlihat kilatan-kilatan amarah dari sorot matanya.


"Kami yang memulai dan kami yang akan mengakhirinya." Pak Nugraha masih saja tenang.


"Nggak bisa pah, Ilham nggak mau!" Ilham kini sudah bangkit berdiri, amarah memang terladang bisa membuat tubuh lupa dengan kondisi yang sebenarnya.


Pak Nugraha menarik salah satu sudut bibirnya ke atas, dia tersenyum meremehkan.


"Papah sudah pernah bilang, jaga apa yang sudah kamu miliki dengan baik sebelum hal itu hilang, tapi kamu tidak mendengarkan papah." Pak Nugraha masih tampak tenang, dia melangkahkan kakinya menuju sofa yang ada di ruang rawat inap anaknya kemudian duduk dengan tenang.


Ilham hanya mampu mengepalkan kedua tangan di samping badannya. Nafasnya memburu menahan amarah. Dia merasa ini semua tidak adil, baik untuknya ataupun untuk Tia.


Ilham bertekad akan mempertahankan pernikahnya dengan Tia, apapun yang terjadi.


"Beri Ilham kesempatan Pah, sekali.. lagi," ucap Ilham menghiba setelah bisa meredam emosi dan mengembalikan akal sehatnya.


Pak Nugraha menatap remeh putranya yang sedang memohon dan menghiba pada dirinya.


"Kamu memohon pada orang yang salah, Nak." Pak Nugraha bangkit berdiri lalu memberikan tepukan pelan pada pundak Ilham sebelum dia berlalu pergi keluar ruang rawat inap Ilham.


"Mah.." Kali ini Ilham menatap sang mamah yang hanya diam dari tadi.


Bu Karla bangkit dari duduknya lalu mendekat pada Ilham.


"Selain kami, mertua kamu yang jauh lebih kecewa dengan sikap kamu ke Tia Ham, itu yang dimaksud oleh papah." Bu Karla menjelaskan dengan lembut kemudian dia ikut keluar dari kamar inap Ilham mengikuti suaminya yang sudah lebih dulu keluar.


Tinggallah Ilham dan Anna berdua di ruangan itu.


lutut Ilham lemas lalu tubuhnya luruh bersimpuh dilantai, Anna mendekat ingin membantu Ilham untuk kembali berbaring di ranjangnya. Tapi gerakannya tertahan oleh uluran tangan Ilham yang mengisyaratkan untuk Anna tidak melanjutkan niatnya.


"Gue mohon lo pergi An, maaf kalau gue kasar tapi tolong mengerti kondisi gue saat ini," ucap Ilham dingin.


"Ham, gue cuma mau bantu lo berdiri," bela Anna.

__ADS_1


"Tidak usah khawatir ada banyak perawat yang bakal bantuin gue," kata Ilham ketus.


Merasa tahu diri Anna segera keluar dan meninggalkan Ilham sendiri di ruang rawatnya.


************


Sementara itu di kediaman Gunawan..


"Teh, sini ayah mau bicara," panggil pak Gunawan pada Tia.


"Apa teteh keberatan kalau kali ini ayah juga yang ambil keputusan untuk hidup Teteh?" tanya pak Gunawan setelah mendapati Tia duduk disampingnya.


Tia hanya diam, dia mengunci rapat bibirnya. Entahlah, Tia merasa menjawab pun percuma karena pada akhirnya semua keputusan bukan ada ditangannya.


"Teh...," panggil pak Gunawan lagi.


Tia masih diam tidak memberi tanggapan.


Pak Gunawan menghela nafas berat, "Baiklah, ayah anggap diamnya Teteh sebagai persetujuan." Pak Gunawan meninggalkan Tia yang masih duduk diam dengan tatapan kosong kesembarang arah.


Dengan langkah gontai Tia melangkah masuk ke dalam kamarnya, sampai malam menjelang Tia sama sekali tidak keluar dari kamarnya.


ceklek


Pintu kamar Tia dibuka perlahan oleh bu Nadia, dia masuk lalu duduk disamping anaknya diatas ranjang.


"Teh, makan yuk!" ajak bu Nadia.


Tia menggelengkan kepalanya pelan.


"Besok kita berangkat ke kampung halaman Ayah, kita mulai hidup baru disana. Teteh mulai siap-siap ya, kemasin baju dan barang yang sekiranya akan dibawa. Tidak perlu semua dibawa karena nanti sesekali kita akan pulang ke sini." Bu Nadia memberikan elusan lembut di pucuk kepala putri sulungnya yang sejak tadi hanya diam dengan sorot mata kosong.


Tia hanya mengangguk pelan.


"Ya sudah ibu keluar ya, kalau Teteh lapar ambil sendiri saja ke dapur," ucap bu Nadia yang tidak lagi memaksa mengajak Tia untuk makan.

__ADS_1


Tia lagi-lagi hanya mengangguk. Bu Nadia keluar kamar Tia lalu menutup kembali pintu kamar secara perlahan.


"Gimana Bu?" tanya pak Gunawan yang ternyata sedang menunggu istrinya di depan kamar Tia.


Bu Nadia hanya menggeleng pelan.


"Ayah yakin ini yang terbaik buat Tia dan Ilham?" tanya bu Nadia yang masih menyangsikan rencana suami dan besannya tentang masa depan anak-anak mereka.


"Ayah yakin Bu, mereka sama-sama belum dewasa dalam mengambil keputusan. Sebagai orang tua kita wajib menunjukkan jalan yang benar buat mereka." Pak Gunawan menjelaskan dengan tenang.


"Ya sudah kalau Ayah sudah yakin, ibu hanya bisa mendoakan saja," ucap bu Nadia


pasrah lalu melangkah masuk ke dalam kamarnya untuk berkemas. Pak Gunawan pun hanya mengekori langkah istrinya itu.


Keesokan harinya semua anggota keluarga Gunawan sudah bersiap untuk berangkat ke kampung halaman pak Gunawan di jawa tengah. Mobil yang akan mengantar mereka pun sudah terparkir sejak subuh di halaman rumah.


"Ayo semua masuk kedalam mobil! Tia, Ardi, Meli, ayo cepet!" titah pak Gunawan pada anak-anaknya. Ardi dan Meli bergegas masuk ke dalam mobil yang diikuti oleh bu Nadia dan Tia.


Sebelum masuk ke dalam mobil, Tia menoleh ke belakang menatap lekat rumah masa kecilnya. Bayangan-bayangan saat dia menghabiskan waktu dirumah itu memenuhi pikirannya. Bahkan bayangan saat dia bersenda gurau bersama Dion pun tergambar jelas dirumah yang jadi saksi cinta pertamanya yang dia simpan dalam diam.


"Teh, ayo!" ajakan bu Nadia menyadarkan Tia dari lamunannya. Tia menghela nafas dalam lalu melangkah masuk ke dalam mobil.


Mobil yang ditumpangi keluarga Gunawan secara perlahan mulai meninggalkan kota Bandung. Seluruh anggota keluarga Gunawan menikmati perjalanan mereka dengan obrolan santai dan senda gurau, kecuali Tia yang hanya melamun sepanjang perjalanan.


Selamat tinggal kota Bandung, kota banyak kenangan. Selamat datang kota baru semoga hidup baru menantiku disana, batin Tia.


*********


hilaw aku update😁 alhamdulillah lagi ada ide, jadi langsung di tuangin takut idenya tiba-tiba menguap dan hilang gitu aja..


mohon dukungannya ya lewat like, komen, vote dan rate bintang 5 ya..


makasih,


salam,

__ADS_1


_AB_


__ADS_2