Pelangi Di Ujung Senja

Pelangi Di Ujung Senja
Bab 62


__ADS_3

OTHOR POV


Di sebuah ruangan yang cukup luas, terdapat beberapa orang tengah berkumpul. Orang-orang itu nampak memiliki aura yang tidak baik. Bisa di tebak bahwa Orang-orang yang berada disana adalah Orang-orang yang berperan antagonis yang othor ciptakan😁.


Di dalam ruangan yang hanya disinari lampu temaram itu terdapat sofa panjang yang berbentuk U dengan meja panjang di bagian tengah.


Terlihat beberapa orang duduk di sofa itu dengan seseorang laki-laki paru baya yang bertubuh tinggi dengan tampilan wajah yang cukup menyeramkan. Bukan karena wajahnya buruk rupa, tapi karena aura yang dia pencarian sangatlah gelap dan suram.


Dia adalah Bos atau pemimpin dari Orang-orang yang ada disana.


Di kedua sisinya duduk beberapa orang yang nampak sebagai anak buahnya.


"Jadi, kamu masih belum bisa menemukan keberadaan ruang rahasia itu" tanya dari sang pemimpin.


Nampak laki-laki paru baya berkacamata yang ditanya tubuhnya gemetar dan beberapa kali mengusap keningnya yang mengeluarkan keringat dingin. Doa menelan salivanya dengan susah payah menghadapi pertanyaan dari bosnya.


Dia langsung berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan tempat itu menuju ke depan lalu bersujud bersimpuh disana.


"Maafkan saya tuan, saya masih belum bisa menyelesaikan tugas dari tuan" ucapan laki-laki paru baya berkacamata itu.


"Ckckck" si pemimpin mendengar itu hanya berdecak dan terus menikmati minuman yang di tuangkan oleh gadis penghibur yang duduk di kedua sisinya.


"Ini sudah tujuh tahun dan kamu masih belum bisa menemukan apa yang aku cari" ucap Si ketua lagi dengan nada sinis tapi masih terkesan santai.


"Maafkan saya tuan, tolong berikan saya kesempatan lagi tuan" ucap Laki-laki paru baya berkacamata yang masih setia bersimpuh.


"Kesempatan? sampai kapan?" kini si ketua itu berhenti menyesap minumannya dan menambah aura menyeramkannya.


prankkk


Dia melempar gelas yang dia pegang ke arah si pria berkacamata dan itu berhasil melukai kepala dari pria paru baya berkacamata itu.


"Sampai semua rahasia yang dia miliki bisa mengacaukan rencanaku dan menghancurkan ku" Kini si ketua menampakkan emosinya.


"aww" pekik si pria paru baya berkacamata itu dalam hati.


"Dan kalian berdua" sarjas si ketua dengan tatapan tajam ke arah dua orang lain yang berada di sofa itu.


Sana seperti pria paruh baya berkacamata, saat mereka di tunjuk mereka juga langsung maju dan bersujud tepat di samping pria berkacamata.

__ADS_1


"Ck! dasar kalian semua sama saja"


"Tolong berikan kami satu kesempatan lagi tuan"


"Ck!"


"kesempatan apa?"


"Tolong berikan kami kesempatan tuan" ucap mereka sembari mengatupkan tangan memohon.


Si ketua nampak berfikir, dan setelah beberapa saat nampak seringai muncul di bibirnya.


"Baiklah, aku akan memberikan kesempatan terakhir untuk kalian semua. Gunakan segala cara agar Black File itu ada ditanganku." ucap si ketua sembari keluar dari ruangan itu di ikuti oleh satu orang asisten pribadinya dan beberapa bodyguard miliknya.


Nampak tiga orang itu senang mendengar ucapan si ketua. Mereka sama-sama bersujud tanda terima kasih atas kemurahan hati si ketua.


Kini tinggal lah mereka bertiga di dalam ruangan itu.


bugh.


"aaww" pekiknya.


"Ini semua salahmu Beny, kenapa kamu lama sekali membuat anak sialan itu membuka ruang rahasia milik ayahnya hah!" sarkas laki-laki paru baya yang lain.


"Maafkan aku kakak, semua diluar kendaliku. Seirah belum bisa menghilangkan traumanya. Bahkan dia belum bisa masuk ke dalam rumahnya sendiri" ucap pria berkacamata yang merupakan Beny asisten sekaligus sekertaris mendiang ayah Seirah.


"Lagi pula, rumah itu masih di jaga ketat oleh orang-orang Black Devil" ucap Beny melirik ke arah laki-laki paru baya yang lain.


"Kau menyalahkan ku hah!" sarkas laki-laki itu yang merupakan Samuel Keil ayah dari Lucas.


"Diamlah Sam, ini juga salahmu. Coba saja dulu kau tidak membunuh istri simpanan mu itu. Pasti anakmu tidak akan sampai seperti ini" ucap pria paruh baya itu menyalahkan Samuel.


Karena seandainya dulu Samuel tidak hilang kendali sehingga membuat wanita yang berstatus istri keduanya yang merupakan ibu dari putranya yang beranama Lucas meninggal.


Pasti Lucas tidak akan pernah mengenal Seirah, sampai laki-laki itu tinggal di rumah milik Seirah. Dan berujung Lucas sangat peduli dan menjadi penjaga sekaligus pelindung untuk Seirah.


"Kau menyalahkan ku?" sarkas Samuel tidak terima disudutkan.


"Ini semua juga karena kebodohan mu Tuan Hartono yang terhormat. Bahkan, sampai sekarang kau belum bisa menjauhkan Seirah dari keluarga Pratama." ejek Samuel.

__ADS_1


"Aku bahkan bisa melihat seberapa besar putra sulung keluarga Pratama itu sangat menyayangi wanita itu"


"Dimana wanita kesayangan anak sulung mu itu hah! kenapa dia sampai sekarang belum bisa membuat Ryan Pratama bertekuk lutut dihadapannya dan membuang wanita itu"


Kini kedua pria paruh baya itu sama-sama sudah emosi.


"Kau!" bentak Hartono ayah dari Clara tunangan Rangga dan Juga Alex Kekasih Monica alias Farah palsu.


"Diamlah kalian semua. Kalian membuatku pusing saja" bentak Beny yang tambah pusing melihat dan mendengar pertengkaran dua orang di depannya.


"Ini semua salahmu Beny. Aku sudah membuat kamu memiliki posisi yang sangat menguntungkan sebagai asisten dari Andi Wijaya. Tapi, kenapa kamu sampai kecolongan. Kenapa kamu tidak mengetahui jika keluarga Wijaya memiliki hubungan yang sangat akrab dengan keluarga Pratama" bentak Hartono sembari mencengkram kerah baju dari Beny.


"Aku sungguh tidak tahu akan hal itu kakak. Maafkan aku"


"Beny, kamu harus segera membuat anak itu membawa kita ke tujuan kita" ucap Pria itu.


"Baik kakak"


"Tapi, apakah benar dia mengalami trauma semacam itu? apakah mereka sedang mempermainkan kita?"


"Benar kakak, aku terus mengawasinya. Memang benar dia belum bisa menghilangkan traumanya"


"kita harus mencari cara agar kita secepatnya mendapatkan File itu. Bagaimana pun caranya" ucap Samuel.


"Ya, kau benar Sam. Kita tidak boleh membiarkan File itu jatuh ke tangan orang lain" kini Giliran Hartono bicara yang diangguki kompak oleh Beny dan Samuel.


"*Aku harus mendapatkan File itu. Jika aku bisa mendapatkan File itu. Maka, aku bisa memanfaatkannya untuk keperluan ku sendiri" batin Samuel.


"Aku tidak boleh membiarkan orang lain memiliki File itu. Bahkan kedua orang ini atau ketua sekalipun" ucap Hartono


"Aku harus mendapatkannya segerah. Aku ingin membuat usaha ku sendiri dengan bantuan File itu . Aku tidak ingin selamanya hanya menjadi bayangan kakak saja. Aku sudah muak, diabterus saja memerintah ku. Dia tidak menganggapku sebagai seorang adik tapi sebagai bawahan. Dasar kakak sialan" batin Beny*.


------‐-------------------------------


Maaf karena baru Up yah teman-teman **πŸ™


dukung terus "Pelangi di Ujung Senja" Ya guysss 😘


Like. Komen. Dan jangan lupa VOTE yah 😘😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2