Pelangi Di Ujung Senja

Pelangi Di Ujung Senja
Bab 66


__ADS_3

Setelah dapat menguasai hatinya yang baru mendapat semacam syok terapi dari Ryan, Seirah melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke kantor pengadilan negeri.


Sesuai dengan jadwalnya, hari ini Seirah akan mendampingi seorang klien. Persidangan itu berjalan alot, pasalnya kedua belah pihak sama-sama memiliki argumen dengan di dukung dengan bukti yang kuat.


Tapi, bukan Seirah Wijaya namanya jika tidak bisa memenangkan kasus ini.


Sekali lagi nama Seirah semakin tidak bisa di pandang enteng. Kali ini dia berhasil memenangkan satu lagi perkara besar.


Pihak lawan harus mengakui kekalahan mereka dan juga mengakui kehebatan dari seorang Seirah.


Persidangan berakhir dua jam lebih lambat dari jadwal yang sudah Seirah prediksi. Dia keluar dari ruang persidangan dengan tampilan sangat lelah.


"Selamat nona Seirah, anda memang sangat hebat" ucap Salah seorang dari pengunjung sidang yang juga seorang pebisnis ulung. Dia adalah salah satu pemilik saham di perusahaan yang mendali lawan Seirah di persidangan ini.


"Saya tidak sehebat itu Pak" ucap Seirah merendah dan masih sopan. Dia sangat tahu bahwa laki-laki paru baya itu hanya basa-basi kepadanya. Seirah dapat melihat dari sorot mata ketidak sukaan dari laki-laki itu.


"Saya sangat menyukai keahlian nona Seirah, apakah kita bisa bekerjasama kedepannya"


"Itu tergantung pak" ucap Seirah.


"Tergantung apa nona"


"Tergantung saya mau atau tidak, dan jawabannya adalah saya tidak mau dan tidak sudi" ucap Seirah dalam hati.


"Tergantung apakah kita berjodoh dalam bekerjasama pak" ucap Seirah sopan.


"saya harap semoga kita berjodoh dalam bekerjasama nona" ucap Laki-laki itu dan dibalas senyuman tipis oleh Seirah.


"Saya permisi nona"


Seirah tidak menjawab, dia hanya mengangguk saja.


"Cih! dasar berbuka dua" guman Seirah.


.


.


.


bugh.


Laki-laki yang berbicara dengan Seirah di luar ruang sidang, dia menghajar pengacara yang menangani kasus yang baru saja di menangkan oleh Seirah.

__ADS_1


"Dasar tidak berguna" sarkasnya.


"Ratakan saja firma hukum mu ini, bahkan firma Hukum besar dan pengacara handal seperti kalian kalah dari seorang bocah ingusan"


"Apakah masih pantas kalian disebut pengacara handal hah"


Laki-laki paru baya itu sangat emosi. Bagaimana tidak, dia harus mengalami kerugian seiring dengan keputusan hakim yang menyatakan mereka kalah.


Perusahan tempat dia menanamkan sahamnya mengalami kerugian sangat besar karena harus membayar ganti rugi yang tidak sedikit. Belum lagi perusahaan itu sudah diambang kebangkrutan.


"Ampuni kami tuan" lirih pengacara itu.


"Ampun katamu? apakah dengan mengampunimu uang triliunan ku akan kembali hah" sarkasnya lagi.


Pengacara itu terus meminta belas kasihan tapi, sayang laki-laki itu tidak ada ampun. Pengacara itu harus merengang nyawa akibat kegagalannya.


"Urus mayatnya" perintah laki-laki itu dan langsung di kerjakan dengan cepat oleh asistennya.


"Seirah Wijaya, tunggu dan lihatlah. Saat aku berhasil mendapatkan File itu dan menguasai negara ini. Maka, hari itu juga akan menjadi neraka mu. Aku akan memberikan penderitaan yang tidak pernah kau bayangkan. Bahkan kematian akan sangat kau harapkan, tapi itu tidak akan pernah kau dapatkan" batin laki-laki itu dengan seringai licik di wajahnya.


.


.


.


Tapi ketika kata berhasil itu datang, semua beban itu langsung sirna digantikan dengan pacaran kebahagian yang membuncah bagi mereka.


"Selamat nona" kalimat itu di ucapkan oleh setiap karyawan Seirah yang berada di kantor.


"Selamat untuk kalian juga, semua ini berkat kalian juga" ucap Seirah.


"Nona, apa kita akn merayakan ini seperti biasa?" tanya Dina antusias begitu juga para karyawan yang lain.


Seirah nampak berfikir sejenak, dia sangat tahu apa maksud dari karyawannya itu. Mereka biasanya akan merayakan keberhasilan kasus dengan makan siang bersama. Tapi, kali ini berbeda karena Seirah masih mengingat bahwa Ryan akan datang dan mengajaknya makan siang.


Seirah tidak bisa menolak Ryan tapi dia juga tidak bisa mengecewakan para karyawannya.


"Nona, kenapa nona melamun" ucap Dina membuyarkan lamunan Seirah.


"Eh? iya Din..."


"Jadi, bagaimana nona?"

__ADS_1


"Tentu saja keberhasilan ini harus dirayakan" Ucapan itu sontak membuat semua orang melongo dan masih mencerna kalimat itu. Pasalnya kalimat itu bukan Seirah yang mengucapkan.


Tapi, seorang pria tampan yang mereka semua sudah tahu bahwa laki-laki itu adalah suami dari bosnya.


"Mas?" ucap Seirah


"Siang sayang. cup" Ucap Ryan menghampiri istrinya lalu mendaratkan satu kecupan hangat di kening Seirah dan berhasil membuat Seirah gugup se gugupnya.


"Hari ini, untuk merayakan keberhasilan istri saya. Maka saya mengundang kalian semua untuk merayakan itu dengan makan-makan di restoran xxxx" ucap Ryan yang langsung di sambut sorakan bahagia dari semua karyawan.


"Silahkan nona-nona tuan-tuan, kita berangkat ke restoran sekarang juga" kini Samy yang bicara.


Seirah, Ryan, Samy dan juga semua karyawan Seirah tanpa terkecuali sudah sampai di restoran yang menjadi tempat mereka merayakan keberhasilan Seirah.


Mereka sudah menduduki kursi-kursi yang sudah disiapkan dan memulai menyantap segala hidangan istimewa yang disajikan oleh restoran atas permintaan Ryan.


Para karyawan nampak sangat bahagia, bagaimana tidak tempat mereka makan siang ini adalah tempat yang terbilang khusus. Hanya orang-orang penting yang bisa makan di restoran ini.


Pemilik restoran ini adalah salah satu orang terpandang di negara ini. Dan dia sengaja mendirikan restoran ini khusus untuk orang-orang kalangan atas.


"Wah, Suami nona Seirah sangat luar biasa yah" ucap karyawan 1


"Tentu saja, beliau tuan Ryan Pratama pewaris utama Royal Grup perusahan keluarga besar Pratama" ucap Dina.


"Nona, sangat beruntung yah. Beliau memiliki suami yang sempurna. Sudah kaya raya tampan pula" ucap karyawan 2


"Bener banget"


"Tapi, mereka itu sama-sama beruntung sih. Tuan Ryan juga sangat beruntung mendapatkan istri seperti nona Seirah." ucap Dina


"Bener banget mbak Dina. Aku jadi iri sama pangan nona Seirah dan tuan Ryan. uuuhhh klop abis"


Para karyawan Seirah nampak sangat bahagia melihat bosnya bersama suaminya.


*************


Terima kasih para readers Pelangi di Ujung Senja


**Othor sangat berterima kasih kepada kalian, karena sudi membaca cerita othor. Othor masih pemula dalam hal menulis yah. Jadi mohon di maklumi jika masih banyak typo bertebaran. Dan mungkin kata2 yang berantakan.


Jangan lupa kasi othor saran yah. Jika misalnya ada yang tidak berkenan.


Jangan lupa dukung cerita othor yah. Dengan cara beri Like, Comment dan kasih vote.

__ADS_1


Jangan lupa juga tambahkan cerita** Pelangi di Ujung Senja **di daftar favorit kalian yah.


Salam sayang dari othor 🥰😘😘😘**


__ADS_2