
Kini makanan Sudah tertata Rapi di meja makan. Ardani Kembali mengajak Calon menantunya Untuk Makan bersama mereka Namun Keyla Berusaha untuk menolak karena Ia baru saja makan Dan perutnya masih Terasa Kenyang. Akan tetapi Ardani tetap memaksa gadis itu hingga Keyla pun segera Mengikuti Ardani dan juga Bi larsih ke meja makan yang sudah tersedia makanan yang Sangat banyak.
"Apa hari ini ada acara ya Bi?" Tanya Keyla Bingung
"Nggak ada Nak, Ini hanya untuk menyambut kedatangan Nak Keyla dan juga tuan muda," jawab Bi larsih sembari tersenyum pada Keyla.
"Memangnya Bibi tau dari mana?" Kalau kami akan datang Ke rumah Ini."
"Den andro, sudah memberitahu bibi Sebelumnya,"
"Ohh,
"Makanlah yang banyak Nak," Pinta ardani.
"I--iya Tuan, Jawab Keyla dengan cepat
"Den, ayok makan," ajak Bi larsih, masih Menatap Andro yang sedang Duduk sambil Memainkan Ponselnya.
"Iya Bi, ucap Andro kembali menatap layar Ponselnya itu.
Andro masih menatap ponselnya dengan sedikit Emosi Karena Claudia selalu menghubunginya. Ia Bakan Mengirimkan Pesan untuk Andro kalau ia akan datang ke rumah Andro untuk kembali meminta maaf padanya.
"Tuan, Kenapa masih di duduk di situ?" Tanya Keyla yang semenjak tadi menatap Andro.
"Iya sayang, Aku akan makan kok," Sahut Andro dan segera mematikan ponselnya itu
***
Di restoran Dion masih Menunggu Kedatangan Keyla yang sejak tadi pagi belum juga datang ke tempat itu. Ia merasa Cemas pada Keyla yang tanpa kabar.
"Kenapa papa bingung? Lirik Karan yang sejak tadi memperhatikan Raut wajah ayahnya
"Iya Karan, Hari ini Keyla tidak masuk kerja,"
"Papa Sendiri tidak tau kemana gadis itu"
Jawab dion, kembali Menatap putranya
"Mungkin saja dia ada urusan penting, yang harus ia kerjakan dulu pa,"
"Mungkin saja,"
Namun batin Karan juga sedang mencemaskan Gadis itu. Entah mulai kapan Ia merasakan hal aneh seperti itu, namun Baginya Gadis itu sudah membuat Ia Terkesima dengan Perilaku Keyla Yang Sedikit Membingungkannya.
Awalnya Dia memang Merasa gadis itu hanya Wanita yang sama saja seperti para gadis yang lainnya yang pernah ia jumpai. Namun setelah ia mengenal karakter Diri Keyla. ia merasa Keyla itu gadis yang sangat Langkah dan jarang di temukan olehnya
"Aku yakin Suatu saat nanti Kamu akan Menjadi Milikku," Gumam Karan sembari tersenyum.
"Ada apa denganmu," Sepertinya kamu sedang menemukan kebahagiaan Kamu di sini." Ucap Dion
Karan mengerutkan keningnya dan melangkah keluar dari Ruangan ayahnya
Dion sangat mengenal Kepribadian Putranya itu. Jika ia sudah mulai Tersenyum maka Ia sedang jatuh cinta pada seorang wanita yang sedang ia sukai. Namun Dion sendiri masih bingung karena selama ini Karan tidak pernah mengajak Wanita ke rumahnya. Bakan Karan juga jarang keluar rumah.
__ADS_1
"Lalu siapa gadis yang dia sukai itu?" Batin Dion.
***
"Tuan, Aku Ikut paman dulu ke kebun belakang untuk memetik buah jeruk di sana,"
Ucap Keyla pada Andro.
"Pergilah, Tapi jangan lama-lama.
"Iya Tuanku" senyum Keyla menebar di wajah cantiknya
Setelah Kepergian Keyla dan pa Gilang juga istrinya. Nampak Sebuah Mobil Hitam memasuki halaman Rumah ardani.
Andro yang sudah melihat mobil Claudia Sedang Berada di halaman rumahnya. Segera Masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam.
Sementara Ardani hanya menautkan kedua alisnya ketika melihat Andro yang sudah beranjak masuk ke dalam kamarnya itu
"Siang Om," sapa Claudia pada Ardani
"Siang juga" ucap Ardani dengan ramah menyambut kedatangan Gadis itu.
"Om, Apa andro sedang ada di rumah? Tanya Claudia dengan senyum liciknya
"Mungkin dia sedang berada di dalam kamarnya," jawab Ardani
"Ohh, Ya udah om, aku masuk ke kamarnya Andro dulu.
Gadis itu Bakan tidak mempunyai urat malu pada ardani yang sedang duduk di ruang tamu. Ia segera masuk dan membuka pintu kamarnya Andro. Namun ia tidak berhasil membukakan pintu tersebut karena Andro sudah mengunci pintunya dari dalam sana.
Suara ketukan pintu membuat Andro sangat geram dan ia pun menutupi telinganya dengan bantal guling. Agar tidak lagi mendengar suara ketukan pintu dari luar sana.
"Andro, Bukain pintunya dong," ucap Claudia yang masih berdiri di depan pintu kamar Andro.
Namun pemuda itu tidak mempedulikan Claudia yang Sedang memanggil nya dari depan pintu kamar nya.
Ardani pun Mendekati Gadis itu Dan segera Mengajak nya duduk bersama dengannya Di Ruang tamu. Gadis itu pun menurut pada Ardani dan ia mengikuti Ardani sambil Menatap Pintu kamar Andro.
"Mungkin Andro sedang tertidur, Hingga dia Tidak membukakan pintu untuk kamu. Ucap Ardani
"Mungkin saja om, Atau mungkin Andro tidak ingin bertemu dengan aku lagi," karena Dia Sudah di pengaruhi oleh Wanita Jahat itu"
Ujar Claudia sambil menatap Ardani
Namun Ardani tidak menghiraukan Perkataan Gadis itu.
"Bagaimana kabar Orang Tua mu?" Tanya Ardani. Mengalihkan pembicaraannya
"Papa sama Mama baik-baik saja kok om," Ucap Claudia, Dengan sedikit kesal karena Pria Tua itu tidak menghiraukan Perkataan nya.
"Tuan!"
Mendengar Suara Keyla, Ardani dan juga Gadis yang sedang duduk bersamanya Menoleh ke sumber Suara itu.
__ADS_1
"Ka--kamu?" Gumam Claudia
"Non Claudia, Kenapa bisa ada di Sini? Batin Keyla lalu berjalan Beberapa langkah Ke Depan Ardani dan Claudia.
Sementara Andro yang telah Mendengar Suara Keyla Segera Keluar dari kamarnya dan Menemui Keyla yang Sedang berada di ruang Tamu bersama Ayahnya dan wanita Jahat Itu.
"Sayang, Kamu sudah balik ya?" Ucap Andro Sambil Mengusap kepala Keyla dengan Sangat lembut.
Claudia merasa sangat Benci ketika Melihat Andro yang begitu Perhatian pada Pembantunya Itu.
"Andro, Sejak tadi aku Ngetuk Pintu Kamar Kamu. Bakan Udah manggil-manggil Kamu" Tapi kamu Mala nggak Bukain pintu Untuk aku," Tapi, Ketika pembatu Jalan ini Datang. Kamu Mala Perhatian banget sama dia." Ucap Claudia dengan wajah yang sangat Marah
"Memangnya Kenapa? Dia ini kan Calon Istriku" Jadi wajar dong aku Perhatian Sama Wanita yang paling aku Cintai," Ujar Andro Menatap Tajam pada Claudia.
Namun Claudia. Tidak bisa Menerima semua Perkataan Pemuda itu. Ia pun mengambil Sebuah pisau yang Berada di Meja Makan Dan kembali Berjalan Ke arah Keyla yang Sedang Berdiri di samping Andro.
"Hei Gadis gila" mau ngapain kamu Dengan Pisau tajam itu! Ucap Andro dengan Cepat Menarik Tangan Claudia.
Akan tetapi Claudia sudah terlihat Sangat Emosi dan Tidak ada yang bisa Mendekatinya
"Jangan Mendekati aku Andro! Kamu Yang Udah Bikin Kesabaran aku Habis. Dan Sekarang Aku nggak akan Biarin Pembantu S**l*n ini Merebut Kamu Dariku Andro!" Ancam Claudia sambil Menyodorkan Pisau itu ke Depan Keyla.
Ardani Menjadi sangat Cemas Ketika Melihat Tingkah Laku Claudia yang Sangat Keterlaluan itu.
"Claudia... "Om minta Segera Buang Pisau itu." Dan kita bicarakan Masalah ini Dengan Hati Yang Dingin. Bujuk Ardani.
"Tidak akan Om!
"Aku harus menyingkirkan Pembantu Hina ini Dari Dalam Dunia ini. Agar Tidak ada lagi Yang bisa Mengganggu Hubungan aku Sama Andro." Bentak Claudia menatap Tajam pada Ardani.
"Apa kamu Sudah nggak Waras Lagi Claudia!
Tegas Andro
"Iyaa, Aku memang Sudah nggak Waras lagi" Dan Semua Ini Karena ulah pembantu Hina Ini!!
Teriak Claudia, Sambil Melotot pada Keyla.
"Mba, Kita bisa bicarakan Hal ini Baik-baik, Tanpa Melukai Satu Dengan Yang lainnya." Bujuk kembali Keyla, sambil Berusaha Menghindari Wanita itu.
"Nggak akan.! Aku udah Muak melihat Wajah Polos kamu, Yang Penuh dengan kemunafikan itu! Bentak Claudia.
Dan Dengan cepat Tangan Claudia Di tarik Oleh Keyla dari Arah Sampingnya. Dan Mereka pun saling Berebutan Pisau yang Sedang berada di tangan Claudia
"Lepasin Tangan aku Pembantu S**l*n!! Teriak Claudia Sambil berusaha Melepaskan Cengkraman Tangan Keyla Yang hendak Mengambil Pisau dari tangannya itu
Dan akhirnya Keyla berhasil Merebut Pisau itu kembali Dari tangan Claudia.
"Ingat Non, Nggak semua Masalah itu Di Hadapi dengan kekerasan. Ucap Keyla Sambil Membuang Pisau itu ke dalam kamarnya Andro.
"Diam kamu!! Bentak Claudia.
"Saya nggak akan pernah Diam, Jika Non Masih Mengusik Kehidupan aku." Balas Keyla Kembali Menatap datar pada Gadis itu.
__ADS_1