
Mentari pagi bersinar Dengan Cerah Se Cerah Hati Tania Yang Sudah Duduk Di Depan Rumahnya. Ia kelihatan Sangat Bahagia Dengan apa Yang Akan Ia Dapatkan Hari Ini. Kedua orangtuanya Juga ikut Bahagia Melihat Putri Mereka.
Tepat Jam Sembilan Pagi. Sebuah Mobil Hitam Sudah Terparkir Di Depan Rumah Tania. Ayah Tania segera Menyambut Kedatangan keluarga Ardani Gunawan Dengan sangat Baik. Sementara di dalam Kamar Tania Terlihat Sangat Cantik Dengan Setelan Kebaya berwarna putih.
"Kamu sangat Cantik anakku, Pasti Ardani Akan Terpesona dengan Kecantikan Kamu Nak," Ucap Ibunya sembari Tersenyum
"Makasih Bu," Ucap Tania
"Ya Sudah Nak, Mari kita temui mereka." Ajak Ibunya.
Tania mengangguk dengan Sangat Senang. Lalu Segera melangkah Keluar Dari Kamar Itu.
Namun Kedua Orang Tua Ardani Sangat Memandang Rendah Keluarga Tania.
"Jadi Ini wanita Yang kamu Mau Pilih Jadi Istrimu? Tanya Ibunya Ardani sambil Menatap Tania penuh Kebencian.
"Iya ma, Dia Tania. Wanita Yang Selama Ini Aku Cintai. Jawab Ardani dengan Baik.
"Kamu Kerja Di mana? Dan Gaji Kamu Berapa?" Tanya Rosa Dengan Sangat Sombong.
"Aku Kerja Di Hotel Bu," Dan Pendapatan Aku Sebulan Tidak terlalu Banyak. Tapi aku Sangat Bersyukur Karena sudah Memiliki Mas Ardani Untuk Membimbing aku Ke Depannya." Ucap Tania dengan Sopan Menjawab Pertanyaan Dari Calon Mertuanya Itu.
"Gaji Segitu kok, Udah Di Pamerkan! Memangnya Kamu Pikir Anak saya akan Menjadi Tulang Punggung Untuk Keluarga Mu Yang Miskin Ini?? Bentak Rosa
Menatap Tania Dengan Tajam.
"Ma. Kenapa Mama Mala Menghina Mereka? Memangnya Mereka Salah Apa sama Kita Ma?" Tanya Ardani Melotot Menatap Ibunya
"Salah mereka Adalah Ingin Menguasai Harta Kita Nanti. Mama yakin Gadis Miskin Ini Akan Menguras Semua Harta kamu." ucap Rosa
Kedua Orang Tua Tania hanya Diam Tanpa Berkata Apapun. Karena Bagi mereka Kebahagiaan Tania Itu Lebih Penting. Namun Keluarga Ardani Mala Menghina mereka Dengan Perkataan Kotor Yang Selalu keluar Dari mulut Ibunya Ardani.
"Maaf Bu. Kami Memang Orang Sederhana Dan Tidak Berkelimpahan Harta. Namun Kami hidup Tanpa bergantung Pada Orang lain. Ucap Tania Sambil Meneteskan Air Matanya. Karena ia Merasa Sedih Kedua Orang Tuanya harus Di perlakukan Seperti Itu.
"Mana Ada orang Miskin Seperti kalian Itu Mau Menyadari Kekurangan kalian!
"Ardani. Pokoknya Mama Dan papa, Nggak Sudi Punya menantu Miskin Seperti Keluarga Mereka Ini!! Bentak Rosa Langsung Menarik Tangan Ardani Keluar Dari dalam Rumah Itu.
Sejak Saat Itu Tania dan Keluarganya Memutuskan Untuk pergi dari Kota itu. Karena Tania merasa Sangat Sakit hati Pada Keluarga Ardani yang Sudah Menjelekkan Kedua orang Tuanya.
*Flash Back Off*
"Ayah, Ayah!" Suara Andro mengejutkan Ardani dari lamunannya.
__ADS_1
"Iyaa Andro, Ada apa? tanya Ardani dengan Sedikit Bingung Karena Dia harus Mengingat Semua Kenangan Bersama Tania. Bakan Apa Yang Sedang Ia makan Pun Terasa Sangat Mirip dengan Masakan Tania
"Ayah Kenapa Melamun? Tanya Andro Sedikit Mencemaskan Ayahnya.
"Ayah Tidak apa-apa. hanya saja ayah Memikirkan Hari pernikahan Kalian."
Ucap Ardani Membohongi Putranya
Namun Andro Masih Belum bisa percaya Dengan perkataan ayahnya. Ia sangat Yakin Ayahnya sedang Sakit Karena Andro Sering Menemukan ayahnya Duduk Sendirian Sambil Merenung.
"Kalian makanlah, Lalu kita akan Pergi Ke Tempat Di Mana Kalian Akan Menikah.Ucap Ardani lalu Berdiri Dan Melangkah Pergi Ke Ruang Kerjanya.
Andro Dan Keyla Merasa Sangat Heran Pada Ardani Yang Tiba-tiba Murung Seperti Itu.
"Bi, apa ayah Sudah Makan?" Tanya Keyla
"Sudah Nak, Bakan Tuan Sangat Mengagumi Masakan Kamu, Katanya Mirip Dengan Masakan Sahabatnya Dulu. Ucap Bi Larsih
"Sahabat Ayah Dulu? Siapa Bi!" Tanya Andro Penasaran
"Bibi Juga Tidak tau Den, Itu sebabnya Tuan Merenung Ketika Selesai Makan Masakan Nak Keyla. Tutur Bi larsih.
"Ini Pasti ada hubungannya Dengan Masa Lalunya Ayah. aku Juga pernah Dengar Dari Paman Wili. Katanya dulu Ayah Punya Pacar Yang Sangat Ia Cintai Namun kakek dan Nenek aku, Tidak merestui Hubungan Ayah Dan Pacarnya Itu. Dan Mulai Saat Itu Ayah Kehilangan Kabar Dari pacar ayah itu." ujar Andro
"Kasihan Ayah ya, Pasti Waktu Itu ayah Sangat Terpuruk Dengan Kejadian Itu," Ucap Keyla
"Iya Sayang, Mungkin Itu Yang Menyebabkan Ayah Untuk Segera Menikahkan Kita. Karena Ayah Tidak Ingin Apa Yang Ia Alami Dulu Terjadi Sama Kita," Ucap Andro.
"Semoga Ayah Dan Mantan Pacarnya Itu Bisa Ketemu Lagi ya, Biar Mereka Saling Minta Maaf Satu Dengan Yang Lainnya." Ucap Keyla
"Iya sayang, Semoga Kita bisa Mengetahui Siapa Wanita Itu." Ujar Andro Menatap Bi Larsih dan Keyla Dengan Sangat Serius.
"Kamu Benar Den, Mungkin Pa Gilang Lebih Tau. Karena Pa Gilang Itu Lama Tinggal Dengan Mereka. Bakan Kata pa Gilang.
Ayahnya adalah Tukang Kebun Kakek Kamu Den," Tutur Bi larsih Kembali
"Baiklah Bi, Sebelum aku sama Keyla Nikah Kami Harus mencari Di mana Keberadaan Wanita Itu." Ujar Andro penuh Semangat
Keyla dan Bi larsih pun Sangat Menyetujui Rencana Andro Yang Ingin Mempertemukan Wanita itu Dengan Tuan ardani.
Setelah Usai Sarapan. Keyla dan Bi larsih Kembali Membereskan Sisa Makanan Di Atas Meja lalu Keyla Mencuci semua Piring Kotor.
Sedangkan Andro Pergi Menemui Pa Gilang Yang Berada Di Luar Halaman Rumahnya.
__ADS_1
"Paman. Ucap Andro Sambil Duduk Di Samping Lelaki dewasa itu.
"Ada apa Den, Tanya Pa Gilang Dengan Pelan.
"Paman, Apakah Paman Kenal Sama wanita Yang Pernah Mencintai Ayah dulu? Tanya Andro
Gilang Merasa Heran Dengan Pertanyaan Andro Yang Tiba-tiba Menanyakan Soal Pacarnya Ardani Dulu.
"Waduuu Den, Aku Juga tidak Tau den, Karena Yang Aku tau ayah kamu Itu Hanya Mencintai Ibu kamu. Tutur Gilang Berusaha Tidak ingin Menceritakan Yang Sebenarnya Pada Andro.
"Ayah tidak mencintai Ibuku paman. Ayah Hanya Mengikuti Kemauan Orang Tuanya, Katakanlah Paman. aku ingin Mencari wanita Itu sebelum hari Pernikahan kami. Ucap Andro Memohon pada Gilang
"Tapi Den, Kejadian itu sudah sangat Lama. Bakan Wanita yang Sangat ayahmu Cintai Itu Juga sudah Tidak ada di Kota kita ini. Ucap Gilang Berkata Jujur Pada Andro
"Apa paman Memiliki Sebuah Foto Tentang Wanita Itu?"
Gilang Hanya menggelengkan Kepalanya. Karena Ia Memang Tidak memiliki Foto Wanita Itu.
"Gimana caranya agar Bisa Menemukan Wanita Itu Ya?" Gumam Andro
"Den, Kenapa den Tidak Cari tau Langsung Di Kamarnya Tuan ardani. Mungkin Tuan Masih Menyimpan Foto Wanita Itu. Ujar Gilang
"Benar Juga Paman. Semoga Kita Bisa Mencari Sesuatu Yang Bisa membuat Kita Untuk Menemukan Wanita itu." Ucap Andro
"Tapi ayah Nggak pernah Ninggalin Kamar Jadi Gimana Bisa Menemukan Foto? Ucap Andro Kembali.
Tidak lama Kemudian Ardani Memanggil Gilang untuk Segera Bersiap-siap Ke Kampung Keyla.
Dan Kesempatan itu akan Andro Lakukan Untuk Mencari Foto wanita itu Di dalam Kamar Ayahnya
"Andro, Sebaikanya Kamu juga segera Bersiap-siap. Karena Kita akan Segera Pergi." Pinta Ardani
"I--Iya Ayah, Aku Ke kamar Dulu.ucap Andro
Namun Pemuda itu Merasa kesulitan Untuk Masuk ke dalam Kamar Ayahnya. Karena Ardani Masih Berada di dalam Kamarnya.
"Mas, Kamu Sedang apa Mengintip ayah?" Tanya Keyla Yang Sejak Tadi Memperhatikan Andro.
"Ssstt.. Diam Sayang, Aku ingin Masuk ke Dalam Kamar nya Ayah. Tapi ayah Mala Masih Duduk Di sana." Ucap Andro dengan pelan
"Memangnya Mas Mau Ngapain Masuk Ke kamarnya Ayah? Tanya Keyla Dengan Sedikit Bingung
"Aku ingin Mencari Foto Wanita Itu sayang, Kan Kita nggak tau Wajah Wanita Itu Seperti apa. Ucap Andro Menjelaskan Pada Keyla.
__ADS_1