Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo

Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo
Ep 93: Kecemasan Ardani


__ADS_3

"Keyla. Apa Andro Sudah berangkat ke Kantor?" Tanya Ardani Seketika lewat dari Depan Keyla Yang sedang Menyuapi Makanan untuk Arga.


"Sudah, Ayah. Pagi-pagi sekali Mas Andro Sudah Berangkat ke kantor," Jawab Keyla.


Lalu Ardani Mengangguk Dan Berjalan Mendekati Keyla dan Cucunya. Pria dewasa Itu Berjongkok Di depan Cucunya.


"Apa kabarnya Cucu opa yang Paling Ganteng," Sapa Ardani. Seraya Mengusap Kepala Cucunya.


"Kabar Cucu Opa, Baik kok Opa. Arga Matan duyu (Makan dulu) ya Opa." Jawab Keyla. Dengan Suara dan logat seperti anak Kecil.


"Pintarnya Cucu opa." Tersenyum Menatap Cucunya.


"Ya sudah. Opa Berangkat Ke kantor dulu, Kamu Baik-baik di rumah ya Sayang," Mencium Kening Cucunya Dan Segera Pergi


Arga Terlihat sangat senang Ketika Melihat Ardani Sedang Berjalan Menuju Pintu Luar. Anak kecil Itu Seakan Ingin Menyampaikan Sesuatu pada Kakeknya Yang Baru saja Keluar Dari Dalam Rumah Mereka.


Bakan Keyla juga Ikut merasakan Apa Yang sedang Ingin Arga Ucapkan pada Ayah Mertuanya.


Karena melihat Sifat Arga sangat Berbeda Di pagi itu. Keyla pun Mengangkat Arga Dari Tempat Duduknya dan Menggendong Anaknya untuk pergi Mengejar Ardani yang sudah berada di Dalam Mobilnya.


"Ayah." Panggil Keyla Sambil Berlari Mendekati Ayah mertuanya.


"Ada apa Keyla?" Tanya Ardani


"Ayah. Coba lihat Sifat Arga ayah. Sepertinya Dia ingin Menyampaikan Sesuatu Sama ayah." Ucap Keyla Sambil Melepaskan Arga Ke pangkuan Ardani.


"Memangnya Cucu opa Ini. Mau Bilang Apa?" Menatap Arga Penuh kasih sayang.


Anak Kecil Itu sepertinya tidak Mengijinkan Kakeknya untuk pergi Ke Kantor. Dia terus Menangis ketika Ardani masih Di dalam Mobil. Namun Di saat Ardani Sudah keluar Dari dalam Mobilnya. Arga pun segera Terdiam. Membuat Ardani merasa Aneh Dengan Cucunya itu.


Tidak lama kemudian Pak Gilang Juga Datang Ke depan Mereka. Lelaki Dewasa Itu Tersenyum Menatap Arga yang tiba-tiba Lengket sama Kakeknya.


"Gimana Tuan. Apakah Kita berangkat Sekarang?" Tanya pak Gilang


"Entahlah Pak Gilang. Tiba-tiba Saja Perasaanku Tidak enak Ketika Arga Menangis Di saat saya Berada di dalam Mobil Ini." Jawab Ardani Sambil Menggendong Cucunya



"Kalau menurut saya Tuan. Jika seorang Anak kecil menangis ketika Kita Hendak Berpergian jauh. Itu Sangat tidak baik Tuan." Sambung Bi larsih yang Tiba-tiba Berdiri di Belakang mereka.


Ardani Pun Menatap Bi larsih dengan Sangat Serius.

__ADS_1


"Jika memang Seperti itu. Makan Sebaiknya Kita tunda dulu perjalanan Kita ke Bogor," Ujar ardani. Lalu segera Masuk Membawah Cucunya. Dan Di ekori Oleh Keyla dan Bi larsih.


Setelah Beberapa jam kemudian. Keyla Sudah Berada di Dalam kamar Bersama Anaknya.


Sementara Ardani Masih duduk di Ruang Tamu Bersama Pak Gilang.


Tiba-tiba Ponsel milik Ardani berdering.


Lelaki Dewasa itu segera Mengambil Ponselnya Dan Menerima Panggilan Masuk Di Ponselnya itu.


"Halo. Ada apa Andro?" Tanya Ardani


["Ayah. Apa ayah sekarang Masih di Rumah?"] Tanya Andro Yang Hampir Suaranya tidak Terdengar di Telinga Ardani.


"Iya, Andro. Memangnya ada apa, Kamu Dimana kenapa Suara kamu Sangat tidak Jelas." Jawab Ardani


["Ayah. Disini Lagi hujan Badai ayah. Bakan Jalan menuju rumah kita tertimbun Oleh Longsor ayah."] Menguatkan Suaranya agar Ardani bisa mendengar.


"Apa?? Jalalan Tertimbun Longsor?" Ardani Seakan Tidak Percaya Dengan apa Yang Di Katakan Oleh Andro.


["Iya ayah. Dan Sekarang kami Tidak bisa Kembali. Karena jalan Masih macet."] Teriak Andro Kembali. Dan Seketika Sambungan Teleponnya Terputus karena Jaringan Di Tempat itu tiba-tiba Hilang. dengan adanya Cuaca yang sangat Buruk.


"Halo. Halo Andro. Halo!" Teriak Ardani


"Gilang. Cepat hidupkan Tv-nya sekarang." Pinta Ardani


Dan pria dewasa itu segera Menghidupkan Tv Yang berada di Depan mereka. Dan Ternyata Memang Benar suasana di Bogor Sangat Memprihatinkan.


Banyak Pepohonan yang Rubuh di tengah Jalan.


Ardani Sangat terpukul melihat Siaran Tv Itu. Ia sangat berharap Agar tidak Terjadi Apa-apa Kepada Putranya. yang kebetulan Berada disana.


Mereka sempat berpikir apa Yang Anak Kecil itu Ingin ungkapkan ternyata Itu Adalah Sebuah Bahaya.


"Ternyata apa yang Tuan Muda kecil. Ingin Sampaikan pada kita adalah Cuaca yang Sangat Buruk Ini tuan." Ucap pak Gilang


"Iya, Kamu benar Gilang. cucuku sudah Menyelamatkan Kita dari Mala bahaya di Tengah Jalan," Jawab ardani. Namun Perasaannya Sangat Menghawatirkan Anaknya.


"Kita Hanya bisa berdoa. Agar Semua Kembali membaik dan Den Andro Segera Pulang ke rumah ini." ucap Bi larsih penuh Kesedihan.


Bakan mereka bertiga sangat Bingung Untuk Menyampaikan hal itu pada Keyla. Karena Mereka tidak ingin Keyla Merasa Khawatir Dengan keberadaan Suaminya.

__ADS_1


Namun ternyata dugaan mereka Telah Salah. Keyla Sudah melihat Di akun Sosial Media Miliknya Dan Andro. Bahwa Daerah Bogor Sedang Hujan Badai. Dan Jalanan Tertimbun Dengan Longsor.


Setelah melihat Semua Berita di Sosial Media. Keyla Langsung Bergegas Keluar Dari Kamar dan Mencari Ardani.


"Ayah. Gimana kabar mas Andro?" Saat ini Daerah yang mas Andro Datangi Sedang Hujan Lebat. Aku takut terjadi apa-apa Sama Mas Andro Ayah." Ucap Keyla Menghawatirkan Andro.


Ardani hanya Menatap Gilang dan Bi larsih. Ia tidak tau harus Mengatakan apa Pada Menantunya itu.


"Sekarang Andro Masih di Bogor. Mungkin Dia akan Pulang setelah Cuaca Membaik." Jawab Ardani berusaha Untuk Tidak Memperlihatkan Kecemasannya Pada Keyla.


Akan tetapi Gadis Itu Terlihat sangat Khawatir Dengan keadaan Andro. Ia terus Menghubungi Ponsel Andro. Namun Selalu Gagal.


Gadis muda itu terlihat Mondar-mandir Di Ruang tamu. Sambil menatap Ke arah Luar Yang Sedang Hujar deras. Ia sangat Mencemaskan Suaminya yang Belum ada Kabarnya.


"Mas. Kamu di mana mas?" Kenapa Ponsel Kamu tidak Bisa Di hubungi," Gumam Keyla


Hari semakin Gelap Namun Keyla masih Belum Menerima kabar dari Andro.


Ia duduk di sofa Sambil menyandarkan Bahunya di sana.


"Semoga saja Kamu tidak apa-apa Mas." Batin Keyla. Mencemari Suaminya.


Terdekat Suara Ketukan Pintu Di depan Kamar. wanita Muda itu Segera Berdiri Dan Pergi Membukakan Pintu.


"Ceklek.


"Nak. Apa kamu tidak Makan Dulu?" ini Sudah Malam, Sebaikanya Kamu Turun Makan. Nanti Biar Bibi yang jagain Arga Kecil." Ucap Bi larsih Tersenyum Menatap Keyla.


"Aku masih belum lapar Bi." Singkat Keyla


Bi Larsih hanya Tersenyum tanpa Mengatakan Apa-apa. Karena Wanita Paruh Baya itu Juga mengerti dengan Perasaan Keyla Yang kini Sangat Mencemaskan Andro.


"Bibi. Apa ayah Sudah tidur?" Tanya Keyla


"Tuan Ardani Dan pak Gilang. Baru saja Pergi," Jawab Bi larsih


"Kemana Bi?" Ini kan, Cuacanya Sangat Buruk. Gimana Bisa ayah Dan Paman Pergi." Ujar Keyla


"Tadi kata Tuan Ardani. Mereka ingin Mencari Bantuan Agar Den Andro Bisa Segera Pulang,"


Mendengar penjelasan Bi larsih. Keyla Bertamba Cemas. Ia bahkan tidak Mengerti Harus Berbuat Apa

__ADS_1


"Ya sudah. bibi ke dapur dulu,"


Keyla Mengangguk Pelan. lalu Bi larsih Segera pergi meninggalkan Keyla di depan Pintu Kamarnya.


__ADS_2