
Berulang kali Keyla terus Berteriak Dari Dalam Kamarnya. Membuat semua orang Yang Masih Duduk di bawah Merasa Terkejut
Mendengar Teriakan Istrinya. Andro Segera Berlari untuk Melihat Keadaan Di Dalam Sana.
"Ada apa sayang?" Tanya Andro
Namun Keyla tidak bisa menjawabnya. Ia Sudah Duduk di Lantai Kamar Mereka Sambil Terus Menangis.
"Sayang. Kamu Kenapa?" Andro Yang Belum Melihat Ke Tempat tidur merasa Kebingungan Pada Istrinya.
"Mas. Arga mas." Hiks....
"Arga kenapa sayang? Lalu Andro Segera Bergegas melihat Anaknya. Namun Ternyata Tempat tidur itu sudah Kosong. Andro Terus Mencari Arga Hingga ke kolong tempat tidur Mereka.
Beberapa orang juga sudah Masuk ke Dalam Kamar Andro dan Keyla. Termaksud Ardani, Deni. Dan Juga Ferry
"Ada apa Andro?" Kenapa Istrimu Menangis." Tanya Ardani
"Ayah. Arga Di culik Ayah." Ucap Andro Dengan Sangat Cemas
Mendengar ucapan Andro. Ardani Menjadi Syok dan Tidak bisa berkata Apa-apa. Bakan Deni juga merasa Bingung Dengan Penculikan Cucunya Tersebut.
"Siapa Yang sudah berani-beraninya Menculik Cucuku!" tegas Deni
Beberapa orang mencoba mencari tahu Keberadaan Si penculiknya. namun mereka Tidak menemukan Tanda-tanda Di Kamar itu.
Deni Segera Menghampiri Beberapa Anak Buahnya Untuk Segera Mencari Cucunya. Begitu juga dengan Ardani
Sementara Ferry, Karan Dan Leon. Segera Keluar untuk Mencari penculiknya. Mereka Sangat yakin Kalau Penculikan Itu Di Lakukan Oleh orang yang Sudah Mengetahui Keberadaan Rumah Ardani.
"Aku sangat yakin Kalau penculik Den Arga Pasti orang dekat dengan Kita." Ujar Leon Sambil terus menyetir Mobil
"Ia. Kamu memang benar Aku juga Berpendapat Seperti itu." Sambung Karan
Namun Ferry Masih Kepikiran dengan Kedatangan Claudia tadi Di Rumah Ardani.
Ia sangat yakin jika penculik Ponakannya Itu adalah Claudia.
"Apa menurut kalian Berdua Claudia adalah Dalam semua ini?" Ucap Ferry Menatap Leon Dan Karan.
Lalu mereka pun Saling bertatapan Dengan Sangat Dalam.
"Boleh jadi. Karena tadi Claudia datang Membuat masalah di rumah Om Ardani. Aku Sangat yakin Tidak ada orang lain Yang Tau Seluk-beluk Rumah Keluarga Om Ardani." Ujar Karan Dengan cepat
"Kalau memang begitu Sebaiknya Kita Segera Ke rumahnya sekarang Juga. Sebelum Wanita jahat itu Melakukan Hal-hal Yang Berlebihan pada Arga." Ucap Ferry
Dan di angguki oleh Karan dan Leon.
Sementara di dalam Kamar Keyla Nampaknya Putus asa Dengan Kehilangan Putranya Yang Sangat Ia Sayangi.
Bakan Ia Tidak Punya semangka untuk Hidup lagi.
"Kemana Kamu nak." Hiksss... Terseduh-seduh Sambil Menatap Foto Arga
__ADS_1
Lalu Andro Mendekati Istrinya dan Segera Memeluk Istrinya yang Tengah bersedih.
"Sabar sayang. Kita pasti bisa menemukan Penculiknya. Kamu harus kuat." Ujar Andro Membujuk Istrinya.
"Cepat Temukan Arga mas. Aku tidak Ingin Kehilangan Arga mas," Hiksss Terus Menangis Hingga Suaranya Menjadi Serak
"Iya Sayang. Anak Buah Ayah Dan Juga Kak Ferry. Sudah Pergi Mencari anak Kita." Jawab Andro
"Andro." Panggil Ardani Dari Depan Pintu.
Lalu Andro segera Melepaskan Pelukannya Dari Keyla dan Berjalan Mendekati ayahnya.
"Iya Ayah." Jawab Andro Pelan
"Cepat kamu Hubungi Clar Dan Rolan Agar Mereka Bisa Datang ke rumah Claudia." Pinta Ardani
"Apa menurut ayah Pelakunya adalah Claudia?" Kembali bertanya.
"Iya. Dialah pelakunya. Dan Ia sengaja Masuk Dari pintu Belakang Agar Tidak ada Yang Bisa mengetahuinya." Ucap Ardani
"Tapi bagaimana Bisa dia Melakukan hal Ini Padaku."
"Itu semua demi Bisa Mendapatkan Kamu. Dan Rekaman CCTV Sudah Nyata Bahwa Dialah Pelakunya.
Cepat hubungi Clar dan Rolan."
Andro Mengangguk dengan Cepat Lalu Segera Menghubungi Kedua anak Buah Ayahnya.
"Kenapa kamu Memarkirkan Mobil kita di Sini. Kenapa tidak langsung Ke Depan Rumahnya Saja." Tanya Karan Bingung
"Begini Bos. Jika Kita mau Memantau Musuh Dengan Sangat Dekat. Maka Mereka Akan Bisa Kabur Akan Tetapi Jika kita Memarkirkan Mobil Kita di Sini. Mereka tidak Akan Tahu Kalau kita Telah datang Ke sini." Jawab Leon Dengan Santai.
"Ternyata Otakmu Lebih lincah Dari Yang Kupikirkan." Sambung Ferry. Lalu segera Keluar Dari Dalam Mobil. Dan Ketiga Pemuda Itu Berjalan Pelan Menuju Rumah Claudia
"Apa kamu yakin Kita bisa Masuk ke dalam Sana?" Bisik Ferry pada Karan Dan Leon.
"Yakin Saja bos." Jawab Leon
Dengan penuh percaya Diri.
Karan hanya Mengerutkan Dahinya Lalu Tersenyum Menatap Leon.
"Sebaiknya Kalian tunggu Di sini saja." Ujar Leon
Karan dan Ferry semakin Bertambah Bingung Dengan Cara Leon Yang Sangat Sulit Untuk Di Artikan.
"Lalu?" Kita mau ngapain di sini. Ponakanku Di dalam sana Dalam keadaan Bahaya loh, Kok Mala Main-main." Ucap Karan
__ADS_1
"Makanya itu saya Bilang Kalian Tunggu di Saja. Karena jika kita masuk Ke dalam sana Bersamaan Maka Den Arga Akan Lebih Bahaya." Ujar Leon
"Baiklah. Jika itu memang cara yang Terbaik Untuk bisa menolong Ponakan kami. Terserah Kamu saja." Ucap Ferry
Lalu Leon Segera Memakai Rencana Pertamanya Untuk bisa masuk Ke dalam Sana. Ia Menyamar Menjadi Seorang Kurir Online Dan Segera Berjalan Mendekati Pintu Depan Rumah Claudia.
Cara Leon Itu membuat Ferry dan Karan Ternganga. Bakan mereka berdua tidak Pernah Kepikiran Melakukan Hal Seperti Yang Di lakukan Oleh Leon
"Ternyata dia Sangat Profesional juga." Ujar Karan. Sambil Menautkan alisnya
Lalu mereka tetap menunggu Leon.
Tidak lama kemudian Tiga mobil Juga Berhenti di depan Mobil milik Karan. Kedua Pemuda itu segera memberi Aba-aba Pada Clar dan Rolan. Melihat Karan dan Ferry Sedang Memanggil mereka. Beberapa Pemuda itu pun Mendekati Karan Dan Ferry Yang sedang Berdiri di Belakang Rumah Claudia.
"Siapa yang Menyuruh kalian Ke sini?" Tanya Karan. Pada Ke lima pemuda itu.
"Pak Ardani. yang Memerintahkan Kami Ke Sini. Karena hasil Dari rekaman CCTV di Rumah Pak Ardani. Terlihat Kalau Non Claudia Adalah penculik Tuan Muda kecil." Jawab Rolan Dengan Sangat Pelan.
"Tapi Sedang apa Bos Karan Dan Bos Ferry. Berdiri Di belakang sini. Kenapa tidak Masuk Ke dalam saja." Menatap Karan penuh Heran
"Hupsss..
"Kita tunggu di sini saja. Leon Sedang Berusaha untuk masuk kedalam Sana." Ujar Karan
Sementara Leon Sudah Terlihat Sangat Berbeda Dengan Tampilannya Yang seperti Para Kurir.
lalu Ia pun segera Mengetuk Pintu Rumah Claudia dengan Pelan. Agar tidak membuat Claudia Curiga.
Tok Tok Tok. Suara ketukan Pintu Terdengar Oleh Claudia di dalam Kamarnya.
Ia merasa Terkejut dengan ketukan Pintu Di Ruang Depan
"Siapa Yang datang Ya?" Gumam Claudia Dengan Gugup.
Lalu dengan cepat Ia Membungkus Anak Kecil itu dengan Kain yang Tebal Dan di Lepaskan di Tempat tidur nya. Dengan Berhati-hati Wanita itu Keluar dari Dalam Kamarnya Dan Berjalan Menuju Pintu Depan.
Sambil menunggu Pintu di bukakan oleh Sang Pemilik. Leon Segera Mengirim Kabar Ke Pihak Yang berwajib. Agar mereka bisa Datang Membantu Untuk Menangkap Pelaku Penculikan itu.
Setelah beberapa Menit kemudian Claudia Segera Membuka Pintu itu dengan sangat Pelan.
Ceklek!
"Maaf. Kamu siapa ya?" Lirih Claudia Sambil Menatap Ke arah Jalanan Seperti seorang Pencuri yang Takut.
"Apa benar ini Rumahnya Mba Claudia?" Tanya Leon Sambil Mengubah Suaranya Seperti Suara Orang Yang Lagi Flu.
"Iya. Ini Memang Rumahku, Memangnya Ada apa ya?" Kembali bertanya
"Ini ada kiriman paket Dari Seseorang Buat Mba Claudia," Ujar Leon. Sambil Memberikan Paket kecil Yang isinya hanya Batu Di dalam Paket itu.
"Siapa pengirimnya?" Merasa Bingung
"Aku juga tidak tau Mba. Karena aku hanya Di Perintahkan untuk Mengantarkan Paket ini." Ujar Leon
__ADS_1
"Mba. apa aku boleh numpang ke kamar kecil mba? Udah Kebelet dan Nggak bisa tertahan lagi," Ucap Leon Berpura-pura Ingin Menumpang ke kamar mandi. Agar ia Bisa Melihat Anak dari Majikannya itu.