Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo

Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo
Ep 97: Claudia di tangkap


__ADS_3

Setelah mendapat ijin Dari Si pemilik Rumah. Leon Dengan cepat masuk kedalam Kamar Mandi untuk Bisa menemukan Arga Di dalam Rumah Itu. Sementara Claudia Menunggu Leon Di Depan Pintu untuk memastikan Keadaan Di luar sana.


Setelah Melihat Claudia Masih Berdiri di Luar Rumah. Pemuda itu Segera Menyusup Masuk ke dalam Kamar milik Claudia untuk Memastikan Arga di dalam Kamar itu.


Dan Saat ia masuk Ke kamar Wanita itu. Ternyata Arga memang ada di dalam Sana Dalam Keadaan Tubuhnya yang Terbungkus Dengan selimut tebal.


"Waduuu. Den Arga!" kenapa bisa di Bungkus Seperti ini?" Gumam Leon Dan Segera Mengangkat Anak Majikannya Dan Membuka Kain Tebal Yang Terbungkus Di Tubuh Arga.


"Kenapa kurir itu Sangat lama Di Dalam Sana." Ucap Claudia Lalu Kembali Masuk Untuk melihat Pemuda itu.


"Hei. Apa kamu masih Di dalam Sana!! Teriak Claudia Dari Depan Pintu Kamar Mandi.



"Iya Mba. Maaf Menunggu Lama Perutku Tiba-tiba Mules mba." Sahut Leon Dari dalam Sana.


Sebelum Claudia Masuk ke dalam Rumah. Leon Sudah Berjalan cepat menuju Kamar Mandi. agar Claudia tidak Curiga dengannya.


Didalam Sana Leon Mengirimkan Pesan Untuk Karan dan Ferry. agar segera masuk Kedalam Rumah Claudia. Karena Arga Memang berada di dalam Sana.


Setelah menerima Pesan dari Leon. Karan Segera Memerintahkan Ke lima anak Buah Ardani Untuk masuk Duluan Ke rumah itu. Sedangkan Karan Masih menunggu Petugas Dari Kepolisian untuk datang ke tempat Itu.



"Claudia!! Keluar kamu." Teriak Ferry dari Depan Pintu


"Mba. Itu siapa yang Datang? Kok Sepertinya Marah-marah Gitu?'' Ucap Leon Berpura-pura Tidak tahu Tentang semuanya.


Wanita itu Merasa Gugup dengan Suara Itu. Karena ia sangat mengenali suara Itu


"Itu kan Ferry?" Kenapa dia bisa datang Ke Sini." Gumam Claudia


"Claudia. Keluar kamu!! Jangan Bersembunyi Di dalam Sana. aku sudah tau Sifat Busukmu!" Teriak Ferry


Membuat Claudia harus Keluar dan Menghadapi mereka.


"Maksud kamu Apa Ferry? Datang-datang Ke Rumah orang tidak Sopan. Memangnya Kamu Tidak pernah Di didik Untuk Menghargai Orang lain Ya?" Mencoba Bersikap Biasa-biasa saja di depan Ferry dan Beberapa Anak buah Ardani.

__ADS_1


"Dasar. Kamu Wanita iblis!! Kamu yang Tidak Punya aturan. Kenapa kamu menculik Anak Andro dan Keyla? apa itu Menurut Kamu Sangat Baik ?" menatap Claudia Dengan Tajam


"Mana buktinya. Jika memang aku Yang Menculik Anak Andro? Apa kalian Punya Bukti yang Kuat?" Protes Claudia


Namun Leon Sudah Membawah anak Andro. Keluar dari dalam Kamar Wanita itu.


"Ini Buktinya." Sambung Leon Yang sudah Berdiri tepat di belakang Claudia. Sambil Menggendong Anak Andro dan Keyla.


"Gimana Non?" apa permainanku Cukup Menarik?" Tanya Leon Sambil Mengerutkan Dahinya.


Melihat Leon yang Ternyata hanya Menyamar Menjadi Seorang Kurir. Mata Claudia Langsung melotot Ke arah Leon Dan Juga Anak kecil yang sedang di Gendong Oleh Leon.


"Biadab Kamu!! ternyata kamu adalah Leon." Tegas Claudia Sambil Mencoba Merebut anak itu. Namun Ferry segera Menarik Tangannya Claudia dan Mendorong Wanita itu Hingga Terjatuh ke Tanah.


"Selamat Malam. Pak," Sapa Seorang Polisi Yang sudah berdiri Di depan Claudia dan Ferry.


"Selamat malam Juga pak. Tolong bawah Wanita ini ke kantor polisi, Karena dia Sudah Berani-beraninya Menculik Ponakan Kami," Ujar Ferry Dengan sangat Emosi.


"Siap Pak. Kami akan segera Membawahnya Ke kantor polisi. Agar Bisa Di Proses di Kantor," Ujar Petugas itu.


Lalu segera Membawa Claudia ke mobil Patroli Milik mereka.


"Nanti ibu bisa jelaskan Semuanya di Kantor Saja." Tegas Petugas itu Lalu segera Menyeret Claudia ke dalam Mobil.


Sedangkan Ferry Segera Mengambil Ponakannya Yang Sedang Di Gendong oleh Leon. Terlihat Arga kecil Sedang Tertidur Nyenyak Tanpa Merasakan Kalau dirinya Sudah Tidak Bersama Ibunya.


"Kasihan Kamu Nak, Masih Kecil Sudah Menjadi Korban Penculikan Dari Wanita Jahat itu." Ujar Ferry. Lalu Mereka segera Meninggalkan Tempat itu.


Setibanya Di rumah Keluarga Ardani Gunawan. Ferry Segera Membawah Arga ke Dalam Rumah. Ketika Melihat Cucunya tidak Apa-apa Ardani Merasa Sangat Senang. Ia Pun Mengambil Cucunya itu Dan Menciumi Dengan penuh kasih Sayang.


Tok tok tok. suara Ketukan Pintu Di Depan Kamar Keyla dan Andro.


Dengan Langkah Pelan Andro Pergi Membukakan Pintu tersebut.


Ceklek.


"Kak Ferry?" Gimana Kak. Apa Sudah Ketemu Arga kecilku?" Desak Andro. Membuat Keyla Terbangun Dan Segera Mendekati Kakaknya

__ADS_1


"Kak Ferry. Di mana Arga kak?" Dia Baik-baik saja kan?" Tanya Keyla Berlinang Air mata.


"Dia Sedang di bawah bersama Opanya." Jawab Ferry. Sembari tersenyum menatap Keyla.


"Apa itu benar Kak?" Kakak tidak Sedang Menghibur aku kan?" Ucap Keyla


Ferry hanya Menggelengkan Kepalanya Lalu Mengajak Suami-istri itu untuk Menemui Putra mereka.


Setelah Melihat Anaknya sedang bersama Ayah mertuanya. Keyla merasa sangat Senang Dan Bahagia. Ia pun berlari dan Segera Mengambil Arga dari Pelukan Ardani. Ia Mencium-ciumi Anaknya dengan Sangat Bahagia.


"Maafkan mama Sayang. Mama Sudah Membuat Kamu Di culik," Ujar Keyla Sambil Menciumi Kening Anaknya.


Begitu pun Dengan Andro. Mereka Sangat Terlihat Bahagia Ketika Putra Mereka Kembali Ke rumah. Dan Claudia sudah Di Tahan Oleh Pihak Yang Berwajib Karena Sudah Melakukan Hal yang tidak seharusnya Ia lakukan.


Walaupun Jam Sudah Menunjukkan Pukul Dua Tengah malam. Namun Rumah ardani Masih terlihat Ramai Karena Ada Beberapa Orang Yang Masih Duduk di sana.


Mereka juga turut Prihatin Dengan apa Yang Sudah menimpa Anak Andro Dan Keyla.


"Syukurlah. Anak Pak Andro Dan Bu Keyla. Baik-baik Saja," Ucap Salah satu Rekan Kerjanya Andro.


Deni Memutuskan untuk Mencari Security Agar bisa menjaga rumah Ardani dengan Baik. Dan Hal Itu juga di Setujui oleh Ardani Dan Andro.


Demi Keamanan anak mereka. Andro Harus Membayar Beberapa Orang Security.


Itu semua demi Kebaikan Keluarganya.


Beberapa orang sudah mulai Berpamitan Pulang. Karena mereka sudah merasa Mengantuk. Dan Kini Tersisa Hanya Ferry Dan Istrinya. juga Karan dan Kakeknya Keyla. Mareka Terlihat Masih Duduk Di ruang tamu Bersama Ardani.


"Siapa wanita itu? Kenapa dia bisa Menculik Cucuku?" Tanya Deni. Menatap Ardani Dan Ferry Secara bergantian.


"Dia adalah Mantan Tunangannya Andro. Ia Tidak bisa Menerima Pernikahan Andro Dengan Wanita lain." Jawab Ardani Menatap Serius pada Deni.



"Lalu kenapa Mereka bisa Pisah? Apa Andro tidak mencintainya?" Bertanya Kembali.


"Sebenarnya Andro Sangat Mencintai Wanita itu. Akan Tetapi Claudia Tidak Pernah Mencintai Andro dengan Tulus. Sehingga Membuat Putraku Harus Meninggalkan Dia,"

__ADS_1


"Jadi seperti itu Ceritanya. Semoga saja Setelah kejadian ini Rumah tangga Keyla dan Andro akan semakin Membaik," Ucap Deni Menghembuskan Napasnya Dengan Lega.


__ADS_2