Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo

Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo
Ep 79: Tiba-tiba Mual


__ADS_3

Setelah Kepergian Andro. Karan masih Duduk Di Luar Rumahnya Sambil Memikirkan Keyla Yang Tiba-tiba Menghilang.


"Kira-kira Kemana perginya Keyla ya?" Gumam Karan Sambil Menatap Cahaya Bulan Di langit


"Awas Saja kamu Claudia, Aku Bersumpah Akan Membalas apa Yang Sudah Kamu Perbuat pada Adikku," Ucap Karan Dalam Hatinya. Lalu ia Segera Masuk ke dalam Rumahnya Kembali.


Leon Masih Setia Menunggu Andro Kembali. Ia Duduk di Halaman Rumah Ardani Bersama Pak Gilang Sambil Memainkan Catur yang Sudah menjadi Mainan Kesukaannya dan Juga Pak Gilang.


Tidak lama kemudian suara motor Milik Andro Mulai terdengar oleh Mereka Berdua.


Dengan langkah cepat Leon Membukakan Pagar Halaman Rumah itu.


Setelah Memarkirkan Motornya. Andro Segera Duduk Di samping Pak Gilang Dengan Ekspresi wajahnya Yang Kusut


"Gimana Den, Apa sudah Mendapatkan Kabar Dari Nak Keyla?" tanya Pak Gilang Dengan Pelan


Andro hanya Menggelengkan Kepalanya Lalu Menunduk.


"Aku gagal Paman. Menjadi Suami Yang Baik Buat Keyla," ujar Andro Sedih


Lelaki paru baya itu pun merasa Kasihan Pada Andro.


"Sabar den, Mungkin ini Ujian Dari yang Maha Kuasa untuk kalian Berdua. Jadi Den Harus tetap Sabar ya," Ucap pak Gilang. Sambil Mengusap Bahunya Andro.


"Iya paman," Singkat Andro.


"Apa ayah Sudah tidur?" tanya Andro Kembali.


"Kayaknya Sudah den, Karena Sejak tadi Tuan Ardani sudah Masuk Ke dalam Kamarnya," Jawab pak Gilang Kembali.


"Bos, Sebaikanya Bos cepat tidur. Agar besok Bos bisa kembali mencari Non Keyla," ujar Leon


"Iya Leon, Semoga saja Aku bisa tidur Tanpa ada istriku di Samping aku," Ucap Andro dengan nada bicaranya Sangat Pelan.


Leon dan Pak Gilang. Segera Mengajak Andro Masuk ke dalam rumah. Lalu mereka Segera beristirahat karena waktu sudah Menunjukkan pukul Satu tengah Malam.


Keesokan Harinya seorang Gadis Duduk di Sofa di temani dua orang Bodyguardnya.


"Kalian harus cari tau Dimana Keberadaan Jimmy dan Santi sekarang." Ucap Claudia Menatap Tajam Pada Kedua Bodyguard itu.


"Siap bos, Kami akan Secepatnya mencari Tau Tentang Mereka Berdua," Jawab Salah Satu pria bertubuh besar dan Tinggi.


"Bagus. saya akan Menunggu Kabar dari Kalian Berdua. Sekarang kalian Pergilah." Perintah Claudia pada kedua Bodyguardnya Itu.


Lalu Kedua bodyguard Itu segera pergi Meninggalkan gadis itu di apartemen Miliknya.

__ADS_1


Claudia sama sekali tidak pernah Berubah. Sejak dulu Ia selalu Bersikap Sombong dan Tidak segan-segan memberikan Pelajaran Pada setiap orang yang Berani Menghalangi Tujuannya.


Tok Tok.


Tidak lama Kemudian Suara ketukan pintu di Kamar Gadis itu.


"Masuklah." Ujar Claudia yang Masih Duduk Di sofa.


"Ada apa kalian kembali kesini?" Tanya Claudia Pada Kedua Bodyguard Itu.


"Kami Sudah mendapatkan Kabar Tentang Jimmy dan perempuan itu Bos."


"Bagaimana bisa kalian Secepat ini Mendapatkan Kabar Tentang Mereka, Lalu Di mana Mereka?"


"Sekarang Mereka Tinggal Di Bogor. Dirumahnya Jimmy yang Baru." Ucap Salah satu Bodyguard.


Claudia Tersenyum. "Baguslah. Kalian Tetap Awasi Mereka Dan jangan Sampai Ketahuan oleh Jimmy." Tegas Claudia


"Siap Bos." Lalu kedua Bodyguard Itu Kembali Ke luar untuk Menunggu Claudia di Sana.


Di dalam Kamar seorang gadis Cantik Masih Terbaring di tempat tidur dengan Kedua Matanya Yang Masih Bengkak Karena Sejak Semalam ia terus Menangis.


Tok tok.


Lalu Ia pun Memaksakan dirinya untuk Bangun dan Pergi membukakan Pintu itu.


"Mba Alya, ada apa Mba?" Tanya Keyla


"Keyla, Yuk kita sarapan Pagi bersama." Ajak Alya Sembari Tersenyum pada Keyla.


"Iya mba, Sebentar Aku Mau Cuci muka Dulu," Ucap Keyla Lalu pergi ke dalam kamar Mandi yang berada Di sudut Belakang


Kini gadis itu Merenung Ketika Menatap Wajahnya di cermin.


"Semoga kamu tau apa yang aku Rasakan Saat ini Mas," Gumam Keyla menatap Dirinya Didalam cermin itu.


Lalu ia segera keluar dan Menemui Alya Yang Sudah Menunggunya di meja makan.


"Gimana perasaan Kamu Sekarang?" Tanya Alya Sambil Menuangkan Teh Hangat untuk Keyla.


"Aku Sudah agak baikan Mba, Makasih ya Karena mba sudah Ijinkan aku Tinggal Sementara dengan Mba," Ucap Keyla Tersenyum Menatap Alya.


"Iya, Sekarang kamu Harus makan dulu. Agar Kamu tidak sakit,"


"Iya mba," Singkat Keyla. Lalu segera Menikmati Makanan Mereka yang sudah Di Masak oleh Alya Sejak Subuh Tadi.

__ADS_1


Tiba-tiba Keyla Merasa Mual Setelah Makan Beberapa Sendok Nasi dan Lauk.


Membuat Alya Sangat Ketakutan Melihat Keyla


"Ada apa dengan Kamu Keyla?" Apa Kamu Sakit?" Tanya Alya sambil Menenteng Keyla Kembali ke dalam Kamarnya.


"Aku juga tidak Tau Mba, Kepalaku Terasah Pusing dan Sakit," Ucap Keyla Sambil Memegangi Kepalanya.


Alya Merasa Sangat Cemas Ketika Melihat Keyla Yang Sejak Tadi Selalu Mondar Mandir Ke Dalam Kamar mandi.


"Key, Kita ke Rumah sakit saja ya," Ucap Alya Sambil Mengusap Punggung Keyla.


"Nggak usa mba, Paling juga Cuma Masuk Angin Doang mba," Ujar Keyla dengan Tenang.


"Apa kamu yakin Key?" Tapi Kondisi kamu Sekarang Sangat memprihatinkan. Gimana Kalau Kenyataannya Kamu Mala Sakit," Ujar Alya Kembali.


Namun Keyla masih saja Membantah Untuk Di ajak ke Rumah sakit. Karena Ia Menganggap Dirinya hanya Masuk Angin Biasa saja.


"Udah mba, Nggak apa-apa Kok. Bentar lagi Pasti Hilang," Tersenyum Menatap Alya.


"Iya deh, Terserah kamu Saja. Tapi jika Kamu Merasa Tidak Baik Segera Hubungi Aku Ya Keyla," Ucap Alya


Keyla pun Mengangguk Pelan. Agar Sahabatnya itu tidak Cemas lagi.


"Sebaiknya Mba cepat berangkat kerja, Ini Udah Hampir Jam Delapan Mba," Menatap Jam Dinding.


"Iya key. Aku Pergi kerja dulu ya, Kamu Istirahat saja di rumah. dan Ingat jika kamu Butuh Sesuatu Segera Telepon aku,"


Melangkah Keluar dari Kamar Dan Meninggalkan Keyla Sendirian Di dalam Kamarnya.


Setelah Alya pergi ke tempat kerjanya. Kini Keyla hanya tinggal sendirian saja di dalam Rumah itu. Ia Bakan Belum bisa menikmati Sarapan Paginya.


"Aku sangat lapar, Sebaikanya aku Makan Dulu. Setelah itu aku Istirahat," Gumam Keyla Dan segera Pergi ke dapur untuk Kembali Makan.


Dan akhirnya Ia bisa menikmati Makanannya Dengan Lahap.


Setelah usai Sarapan Keyla segera Mencuci Semua piring kotor Yang berada Di Atas Meja Makan itu.


\*\*\*\*


Beberapa Minggu telah berlalu. Namun Andro belum Mendapatkan Kabar Tentang Istrinya. Pemuda itu Tidak Pernah Menyerah Untuk Mencari Istrinya Di Seluruh Kota dan Kampung Keyla. Namun Usahanya Tetap Sia-sia Saja.


Seluruh Keluarga Ardani dan Dion Sangat Mencemaskan Keberadaan Keyla. yang Hingga kini belum Ditemukan.


Terutama Deni Kakeknya Keyla. Ia sangat Kecewa Terhadap Andro karena Sudah Gagal Menjadi Suami yang Baik untuk Cucunya.

__ADS_1


__ADS_2