
Berkali-kali Andro Menghembuskan Napas kasar Setelah itu Ia Menjatuhkan Tubuhnya Di Atas Kasur. Sambil Memikirkan Karan Yang Sudah Melakukan Hal Tidak pernah Ia bayangkan Sebelumnya. Kini Matanya Mulai sayu Dan Ia Pun Segera Tertidur Di Sampingnya Keyla.
****
Keesokan Paginya Keyla sudah Menikmati Sarapan Pagi Bersama Ardani Di meja Makan. Sedangkan Andro Masih Tidur Karena Semalam ia Harus Menjaga Keyla Hingga Larut Malam
"Kenapa pagi ini, Andro tidak Sarapan Dengan Kita?" Tanya Ardani Lembut
"Dia masih Tidur Ayah," Jawab Keyla Sembari Tersenyum pada ayah mertuanya itu.
Ardani Kembali Mengerutkan Keningnya
Sambil Menikmati Roti dengan Selai Nenas Yang Sudah menjadi Favoritnya Setiap pagi.
Tidak lama kemudian Suara motor Terdengar Di luar sana. Keyla dan ardani bertatapan Dengan Penuh Kebingungan Karena Hari Masih Pagi, Namun Di luar sana Sudah Ada Motor Yang Datang
"Bi. Coba lihat Kalau siapa Yang Datang." Pinta Ardani,
Sambil Terus Mengunyah Roti
"Baik Tuan, Jawab Bi larsih
Wanita Paruh baya Itu Pun Segera Pergi Untuk melihat ke depan rumah.
"Pagi Bi!" Sapa Arga yang baru mau masuk Ke dalam rumah ardani.
"Eh, Den Arga, Pagi juga Den. Mari masuk,"
Ajak Bi larsih.
"Andro nya ada nggak Bi?" Tanya Arga
"Den Andro, Masih tiduran di kamarnya Den,
Jawab Bi larsih
"Ya ampun," Udah Pagi Kayak gini Dia masih Molor Juga ya," Ucap Arga Sambil Duduk di Sofa Ruang Tamu.
"Hehehe.
"Den Arga, kayak Nggak Tau aja sifatnya Den Andro."
"Oya den, Mau minum Teh Atau Kopi, Tanya Bi Larsih.
"Nggak usah bi, Aku Hanya Mampir sebentar Kok, Kirain Andro Udah Bangun.
Ujar Arga,
"Oh Gitu ya den, Ya sudah Bibi Tinggal Dulu Ya, Soalnya Bibi Lagi Masak Di dapur. Ucap Bi Larsih,
"Iya Bi,
"Siapa yang Datang Bi?" Tanya Ardani Kembali.
"Den Arga, Tuan. Dia lagi Duduk di Ruang Tamu. Katanya Mau nungging Den Andro." Ucap Bi larsih.
Keyla Hanya Diam Tanpa Berkata apapun Karena ia Tidak Ingin Membuat Keributan Lagi.
"Keyla, Panggilkan Andro. dan Segera Beritahu Dia Arga sedang Menunggunya. Pinta Ardani,
"Iya ayah," Ucap Keyla Lalu segera pergi Untuk Membangunkan Andro yang masih Tidur.
"Keyla. Apa kabarmu?" Tanya Arga yang Tiba-tiba Melihat Keyla sedang Menaiki Anak Tangga Menuju kamarnya Andro.
"Aku baik kak Arga, ucap Keyla Dengan Sangat Singkat
"Apa kamu Masih Kerja di Restoran Dion Star? Tanya Arga kembali
Keyla hanya Menggelengkan Kepalanya Lalu Segera Pergi untuk memanggil Andro.
Arga yang Merasa Aneh dengan Sikap Keyla Yang Tiba-tiba Berubah. Hanya Mengerutkan Dahinya Sambil Tersenyum
__ADS_1
"Mas. Bangun mas!" Ucap Keyla Sambil Membangunkan Andro.
"M'mm.
"Sayang, Ada apa? Aku masih Ngantuk loh." Ucap Andro, Sambil Menarik Selimutnya Kembali.
"Mas bangun, Di Bawah ada Kak Arga. Katanya Mau Ketemu Sama Mas," Ucap Keyla
Namun Andro Tidak Memperdulikannya.
"Ya udah, Kalau mas, Nggak mau Bangun Aku Akan Duduk sama Kak Arga, Ucap Keyla Ingin membuat Andro cemburu.
Setelah Mendengar Kalau Keyla ingin Menemani Arga. Dengan Semangat Yang Kuat Pemuda Itu Segera Bangun Dan berdiri Di depan Keyla.
"Yeeee Sayang, Kenapa gitu si?" Sengaja Ya, Mau bikin aku Cemburu Lagi." Ucap Andro Dengan Wajahnya Yang Sedikit berantakan Karena Ia baru Bangun Dari tidurnya.
"Siapa suruh mas Nggak mau Bangun.
"Mas, Aku Boleh Ijin Untuk Masuk Kerja Nggak?" Tanya Keyla
"Nggak Boleh! Kamu tetap di Rumah Bareng Aku, Kalau pun Mau Jalan Harus Bareng Aku Juga." Ucap Andro Melotot pada Keyla.
"Tapi kan Mas, aku Udah Tiga Hari Loh nggak Masuk kerja. Protes Keyla Dengan Wajahnya Yang Sedikit Cemberut
"Udah Pokonya Nggak Boleh. Dan Jangan Banyak Protes Atau pun Membantah!" Ucap Andro. lalu Melangkah Keluar Dari Dalam Kamarnya.
"Dasar Andro Galak. Tega amat si Sama Aku," Gumam Keyla Sambil Menghembuskan Napas kasar Menatap Ke Arah Pintu itu.
Gadis Itu Merasa serba Salah Sekarang, Pada Sebelumnya Ia selalu Bisa Kemanapun Tanpa ada yang melarangnya, Tetapi Setelah Bertemu Andro, Semuanya Berubah. Bakan Ia Merasa Seperti Burung Di dalam Sangkar Yang tinggal di tempat yang Mewah Tetapi Ruang Geraknya Selalu Di batasi.
***
Mentari Sudah Bersinar cerah. Dan Cahaya Nya Menembus Celah-celah Jendela Kaca Yang ada Di dalam Kamar Andro. Gadis itu Hanya Menatap Cahaya yang masuk Dengan Sangat bebas Ke dalam Kamar.
Ia pun Ingin Menjadi Seperti Cahaya Itu yang Selalu Bersinar Cerah Di Setiap Hari. Bakan Cahaya Itu Sangat Bebas Untuk menembus Celah-celah Mana pun Ia mau.
"Hei Ka. Dari mana Saja kamu? Kenapa Sekarang Baru Muncul Di Sini."
"Biasalah, Beberapa Hari Ini Aku Sibuk Banget. Sampai Tidak Punya Waktu Untuk Ke Sini.
Jawab Arga, dengan Santai
"Oya, Aku Dengar Kabar Kamu Dan Keyla Udah Mau Nikah Ya?"
"Ya Begitulah kak, Tapi Kami Belum Menentukan Tanggal Untuk Hari Pernikahan Kami.
Ucap Andro,
"Kenapa? Memangnya Kamu Belum Siap Nikah? Kalau Menurut Aku Kalian Harus Cepat nikah. Agar Tidak ada lagi Yang Merebut Keyla dari Kamu." Ejek Arga Sambil Menepuk Punggung Andro.
"Enak Saja Kalau Ngomong. Memangnya Keyla Benda apaan Harus Di perebutkan.
Ucap Andro, dengan Sangat Tenang
"Hehehe..
"Aku Becanda," Lagian Siapa juga Yang Merebut Keyla dari Kamu. Sementara Keyla Hanya Mencintai Kamu Kan?"
"Keyla memang Mencintai aku, Tapi Sekarang Kami Mendapat Masala. Karena Anak Dari Pemilik Restoran Tempat Keyla Bekerja. Juga Menyukainya, Bakan Dia akan Sudah Merencanakan Sesuatu Untuk Memisahkan Aku Dan Keyla, Tutur Andro, Menatap Arga dengan Serius
"Apa? Kok Bisa Kayak Gitu. Memangnya Keyla Dia Sudah Tau Perasaan Keyla Sama Dia Apa Belum Si!
"Waaah Benar-benar Udah Mau Cari Mati Rupanya Tu Orang ya!" Ucap Arga Menatap Andro
"Aku juga nggak Tau kak, Kenapa Hubungan Kami Sangat Sulit Seperti Ini. Bakan untuk Memperjuangkan Cinta Keyla Terasa Sangat Sulit Untuk Aku!"
"Andro. Kamu Jangan Pernah Menyerah Ingat Andro, Terpenting Keyla Juga Mencintai Kamu. Dan Aku Akan Membantu Kamu Untuk Bisa Menjauhkan Pemuda Itu Dari Hadapan Keyla.
Janji Arga Pada Andro.
"Memangnya Kamu Punya Rencana Apa Buat Karan? Tanya Andro Bingung.
__ADS_1
Namun Arga hanya Tersenyum Menatap Andro Tanpa Mengatakan Apapun.
"Jangan Bilang Kamu membunuhnya Lagi!"
Ucap Andro,
"Nggaklah. Siapa Juga mau Bunuh Dia, Aku Masih Nggak Mau Membusuk Di dalam Tahanan." Jawab Karan, Tersenyum Pada Andro
"Lalu Apa yang akan Kamu Lakuin kak?"
"Udah, Kamu Tenang Saja! nggak Usah Berpikir Yang bukan-bukan. Jawab Arga Mengerutkan Keningnya.
"Ya udah Terserah kamu sajalah."
Ucap Andro.
"Apa yang Sedang Kalian Bicarakan,"
"Kelihatannya Sangat Serius? Tanya Ardani
"Nggak kok Om, Kami Hanya Membicarakan Soal Pekerjaan Kami saja Kok Om," Ucap Arga
"Dimana Keyla? Tanya Ardani Kembali. Karena Keyla tidak Bersama mereka
"Dia di kamar Ayah. Jawab Andro
"Panggilkan Dia Ke sini. Ayah Mau Bicarakan Sesuatu Sama Kalian Berdua. Ucap Ardani Dengan Sangat Serius
"Baiklah Ayah.
Andro Pun Pergi Memanggil Keyla yang Sengaja Ia Suruh Diam Di dalam Kamar
"Sayang, Ayah Menyuruh Kamu Untuk Menemui Dia di Bawah. ucap Andro Sambil Mengecup Bibi Keyla
"Ayah Memanggil aku? Memangnya Ada Mas?"
Tanya Keyla Bingung
"Mana Aku tau, Yuk Kita Temui Ayah," Ajak Andro
"Iya baiklah.
Mereka Berdua Pun Segera Keluar Dari Kamarnya Dan pergi Menemui Ardani Yang Sudah Menunggu Bersama Arga. Di Ruang Tamu.
Kini Keyla Duduk Bersebelahan Dengan Andro.
Wajah Gadis Itu Terlihat Sangat Gugup Karena Mungkin Ardani Akan Memarahinya Karena Ia Sudah Masuk Ke Kamar Setelah Selesai Sarapan Tadi.
Namun Ardani Hanya Menatap Keyla Sembari Tersenyum
"Saya memanggil Kalian Ke sini. Karena Ada Hal Penting Yang harus Kalian Ketahui.
"Semalam Saya Bersama Ferry Sudah Membicarakan hal Ini Dengan Baik.
Andro Dan Keyla Hanya Saling Bertatapan Penuh Heran. Karena Mereka Sama sekali Tidak Mengerti Dengan Maksud Ayahnya.
"Memangnya Ada apa ayah?" Tanya Andro
"Minggu Depan Ini Kalian Akan Segera Menikah. Dan Saya harap Kalian Bisa Segera Mempersiapkan Diri kalian Dengan Baik.
"Agar di Hari Pernikahan Kalian Semua Berjalan Dengan Baik,
Ucap Ardani, Menatap Andro dengan Tatapan Yang Amat Serius
"Kenapa Mendadak kayak Gini Ayah? Kan Kita Berdua Belum Menyiapkan Apa-apa Untuk Hari Pernikahan Kami, Keluh Keyla
"Kalian Tidak usah Mencemaskan Semua Itu, Saya Sudah Memerintahkan Beberapa Orang Untuk Mencari Keperluan Kalian Nanti." Ucap Ardani
"Iya baiklah Ayah,
Ucap Keyla, Yang seakan Belum Bisa Mempercayai Semua Ini. Sedangkan Andro Terlihat Sangat Bahagia Karena akhirnya Ia Bisa Menikah Dengan Keyla.
__ADS_1