
Di dalam kamar Seorang Pemuda Sedang Menyiapkan Rencana Untuk Menjebak Karan. Agar Keyla Bisa Di bawah Olehnya.
Tiba-tiba Suara Ketukan Pintu Depan Kamarnya Membuat Andro Terkejut
Tok Tok Tok! Suara Ketukan Pintu
Pemuda Itu pun Beranjak dari Tempat Tidurnya Dan Segera Membuka Pintu Itu.
Ceklek. Suara pintu Di Buka
"Bersiaplah Kita akan Ke rumah Dion." Pinta Ardani. Yang Masih Berdiri di Depan Pintu
"Mau ngapain Kita di Rumah Itu Ayah?" Tanya Andro Dengan Heran
Namun Pertanyaannya Tidak Di Jawab Oleh Ardani. Setelah Mengatakan Itu Ardani Segera Turun Ke bawah. Tanpa Menghiraukan Andro.
"Ada apa Dengan Ayah? Kenapa Dia Tiba-tiba Meminta Aku untuk Bersiap-siap." Gumam Andro Yang Masih Menatap Punggung Ayahnya yang sedang Menuruni Anak tangga.
Setibanya Di ruang Tamu. Ardani Hanya Merenung Dengan Apa yang sedang Ia hadapi Saat Ini. Tiba-tiba Terdengar Suara Mobil Datang di Halaman Rumah Mereka. Tatapan ardani Pun Melotot Ke Mobil Yang Baru Terparkir itu.
"Mobil Siapa itu?" Gumam Ardani Menatap Ke Arah Mobil Hitam Di depan Rumahnya.
Lalu Seseorang Keluar Dari dalam mobil Itu Memakai Jas Hitam dan Celana panjang Warna Kecoklatan. Dengan Di dampingi Oleh Sopir Pribadinya Dan Kedua Bodyguard Yang Setia Mengikuti Pria dewasa Itu dari Belakangnya.
"Siapa mereka, Dan Apa tujuan Mereka Datang Kesini?" Ujar Ardani Yang juga Sudah Berdiri Untuk Menyambut Kedatangan Mereka di Depan Rumahnya.
Bi larsih dan Suaminya Juga Datang Untuk Melihat Orang Yang datang Ke Rumah Majikannya.
"Itu Siapa Ya pa? Pakaiannya Sangat Rapi. Dan Punya Pengawalnya juga," bisik Bi Larsih Pada Suaminya.
"Entahlah Bu. Bapa juga baru Melihat Mereka Sekarang," Jawab Pa Gilang Dengan Wajah kebingungan
Kedua Suami Istri itu mengikuti Ardani dari Belakang. untuk Menyambut Kedatangan Tamu Di rumah Majikan nya.
"Assalamualaikum!" Sapa Pria Tua itu Pada Ardani
"Alaikum Salam," Sahut Ardani dengan Sopan Pada mereka
"Bagaimana Keadaanmu. Ardani?" Tanya Pria Tua Yang Memakai Tongkat Datang Menghampiri Ardani.
__ADS_1
"Kabar kami Semua dalam Keadaan yang Baik-baik Saja," Jawab Ardani yang masih Kebingungan Dengan Kedatangan Pria itu.
"Mari masuk Ke dalam, Kita bisa Ngobrol Di Dalam saja," Ucap Ardani
Pria Tua yang Memakai Tongkat Itu pun Mengikuti Ardani Kedalam Rumah. Sedangkan Sopir dan Kedua Bodyguardnya Menunggu Di luar Rumah.
"Ternyata Kamu Sudah bertambah Sukses Juga ya?" Ujar pria tua itu tersenyum Menatap Ardani.
"Ya, Beginilah Kehidupan saya sekarang. Yang Hanya Berharap pada Hasil Kerja Saya Sendiri." Ucap Ardani
Pria tua itu Hanya tersenyum Menatap Ardani.
"Kedatangan saya ke sini Karena Mengetahui Cucuku Tinggal Bersamamu," Ucap Pria tua itu. sambil Melepaskan Kacamatanya.
Ardani Bertamba Bingung Dengan Perkataan Pria tua itu.
"Maksud Anda siapa?" Tanya Ardani Penasaran
"Dia adalah Anak Dari Antonio dan Tania." Jawab Lelaki tua itu kembali Mengejutkan Ardani dan Kedua Suami Istri Yang Berada Di Sampingnya.
"Maksud Anda, Keyla? Ucap Ardani Dengan Cepat.
Lelaki Tua itu pun Mengangguk Pelan.
"Tapi Bukanya Tania Memiliki Dua Orang Anak, Yaitu Ferry Dan Keyla." Tutur Ardani Dengan sangat Bingung.
Lelaki tua itu Kembali Tersenyum Lalu ia Menjelaskan Semuanya Pada Ardani Dan Pasangan Suami Istri itu.
"Ferry adalah anak Angkat dari Tania dan Antonio. Sementara Anak kandung Mereka Hanyalah Keyla, Yaitu Cucu saya. Ucap Pa Deni Suhendra .
"Ferry, Anak Angkat Dari Tania dan Antonio?" Ardani Semakin Tidak mengerti dengan Apa Yang Terjadi Sekarang.
"Iya. Dan Ferry adalah Anak Dari Dion Kusuma Dan Ellen Wahyudi." ucap Kembali Lelaki Tua itu.
"Maksud Bapa?" Dion Kusuma Pemilik Restoran Jalan Cendana? Ardani Kembali Bertanya.
Lelaki tua itu Pun Mengangguk
"Jadi Den Ferry dan Karan. Adalah Kakak Beradik Kandung Ya?" Lirih Bi larsih
__ADS_1
"Maaf Pa. jika saya bisa tau Bagaimana Bisa Ferry di angkat Oleh Tania Dan Putra Bapa?
"Karena Dion Dan Tania adalah Kakak Beradik kandung. Akan tetapi Dion sangat Jarang Tinggal bersama Dengan Kedua Orang Tuanya. Ia Memilih untuk Hidup Mandiri Sambil Kulia. Dia juga Bekerja Untuk Bisa Mencukupi Kebutuhan Keluarganya." Tutur Lelaki tua itu Menjelaskan Semuanya Pada ardani.
Ardani Pun Tercengang Ketika Mengetahui Dion Dan Tania adalah Kakak Beradik. Selama Ini Ia Bakan Tidak pernah Mengetahuinya. Sedangkan Dia dan Dion Adalah Sahabat Sejak Kulia dulu.
"Ini Sangat Sulit Untuk di Pahami" Gumam Ardani Menatap Lelaki Itu
"Apakah Ferry Juga sudah Mengetahui Semua Ini?" Tanya Kembali Ardani.
"Sejak Usianya Sepuluh Tahun. Ferry Sudah Mengetahui Semuanya. Bakan Nama Kusuma Juga sedang Ia Pakai sekarang." Jawab Lelaki Tua itu kembali.
"Lalu Dimana Cucuku?" Tanya Deni Dengan Mengerutkan Dahinya
"Nak Keyla telah Di Culik Oleh Anak pa Dion. Pada hal Hari ini Adalah Hari pernikahan Nak Keyla dan Anak Tuan Ardani." Sambung Bi Larsih Dengan Spontan Mengatakan Semuanya Pada Deni
"Di Culik Oleh Putranya Dion? Kenapa Dia Bisa Menculiknya?" Tegas Deni Menatap Tajam Pada ardani.
Lalu ardani pun Menjelaskan Semuanya Pada lelaki Tua itu. Dan akhirnya Mereka Baru Paham Dengan Kesalahpahaman Yang Sudah terjadi Di dalam Keluarga Mereka.
"Jadi Putramu Belum Tau Tentang Semua Ini?" Tanya Lelaki Tua itu Sambil Mengerutkan keningnya
Ardani hanya menggelengkan Kepalanya
"Baiklah, Kalau Begitu Saya akan Menunggu Kalian Di rumah Dion Kusuma. Dan kita bisa Melanjutkan Pembicaraan kita di Sana." Ujar Deni Lalu segera Berdiri dan Melangkah Keluar
Sementara Ardani hanya menatap Kepergian Mereka Dengan Beribu-ribu Pertanyaan yang Hampir Membuatnya Gila.
"Siapa Lelaki Tua Itu Tuan, dia Terlihat Seperti Pengusaha." Ucap Bi Larsih Ingin Tau Tentang Lelaki Tua yang Sudah hampir Berusia Delapan Puluh Tahun Itu.
"Dia adalah Salah Satu Pemilik Hotel Bintang Lima Di Kota kita ini. Dan Hampir Beberapa Kota Di Penuhi Oleh Perusahaan Miliknya." Tutur Ardani Menjelaskan Pada Kedua Pembantunya itu
Kedua pasangan Suami-istri itu Pun Tercengang ketika Mengetahui Kakek Keyla Sangat Terkenal Kaya di Seluruh Kota. Namun yang membuat Mereka Bingung. Kenapa Antonio dan Tania hidupnya sangat Sederhana. Bakan mereka terbilang Tidak Memiliki apa pun.
Ardani Juga masih Memikirkan Lelaki tua itu. Jika memang dia adalah ayahnya Antonio. Lalu kenapa Antonio bisa hidup Di kampung. Itulah yang menjadi Pertanyaan Ardani Sekarang. Waktu hampir Menunjukkan Pukul Tiga sore. Dan Seharusnya Ardani Dan Keluarganya sudah tiba di rumahnya Dion.
***
"Andro!" Suara Ardani Memanggil Andro Dari Bawah.
__ADS_1
"Iya ayah," Sahut Andro Sambil Berjalan Menuruni anak tangga.
"Baguslah, Ternyata kamu sudah Siap. Sebaikanya Kita segera ke sana. Agar Semuanya bisa Cepat terselesaikan. Ucap Ardani