
"Iya mba Alya, Aku Akan berusaha Untuk Datang.
Ucap Keyla,
Meskipun Keyla belum Tau Rencana Alya Akan Tetapi ia Akan Berusaha Untuk Datang
Karena Alya Sudah banyak Membantu nya Selama Ia Bekerja Di Restoran itu.
Setelah Hari sudah mulai Sore, Keyla Mulai Membereskan Beberapa Barang Yang Kotor Agar Setelah Mereka pulang Nanti Semua Pekerjaan Sudah terselesaikan dengan Baik.
"Keyla. Suara Dion, Memanggil Keyla
"Iya Pa Dion," Sahut Keyla Dengan Sopan
"Tolong Kamu Bawah Laporan Keuangan kita, Selama Seminggu Ini Ke ruangan Saya Ya."
Pinta Dion,
"Iya Pa Dion, Ucap Keyla kembali Sambil Pergi Mengambil Laporan Keuangan Pada Alya.
Dan Tidak lama Gadis itu kembali Sambil Membawa Selembar Kertas Putih.
"Permisi Pa, Ini Laporannya."
Ucap Keyla, Sambil Memberikan Selembar kertas Putih itu pada Dion,
"Oh iya, Terimakasih Keyla,"
"Bagaimana Dengan Stok Bahan Yang Ada di Gudang Kita, Apa ada yang Kurang?"
Tanya Dion,
"Stok Bahan Untuk Minggu ini, Belum Ada Yang Masuk Pa,
Jawab Keyla,
"Memangnya Santi Belum Mencari Stok Bahan Makanan Untuk Minggu ini ya?"
Tanya Dion Kembali.
"Belum Pa, ucap Keyla dengan Singkat
Dion Hanya menggelengkan Kepalanya Ketika mengetahui kelalaian Santi.
"Baiklah, Kamu boleh Keluar sekarang, Ujar Dion,
Mobil Milik Andro kini Mulai Memasuki Halaman Restoran Tempat Keyla Bekerja. Pemuda itu Kini Keluar dari dalam mobilnya dan berjalan masuk ke dalam Restoran.
"Hai mba,
Sapa andro, Pada Salah satu karyawan Di Restoran itu.
"Iya Pa, Ada yang Bisa saya Bantu?" Tanya Mira dengan Pelan
"Apa hari ini Keyla nggak Masuk kerja?"
Tanya Andro, Kembali
"Oh, Mba Keyla, Dia Masih Di belakang Pa.
Jawab Mira, Sembari Tersenyum
"Bisa tolong Panggilkan dia Ngga?
"Iya pa, Tunggu Sebentar ya saya Panggilkan Dulu Mba Keyla,
__ADS_1
Ucap Mira
Andro Hanya mengangguk dan Tersenyum Pada gadis itu.
Tak lama kemudian Gadis Yang ia tunggu Pun Segera Datang Menghampirinya
"Hai Mas, Ucap Keyla sambil Mencium Pipi Sang kekasih. Lalu Ia duduk di Kursi Yang Ada di depan Andro.
Andro Bakan tidak paham dengan Isi Hatinya Saat ini. Ia masih merasa Bingung dengan Sikap Keyla, Yang kadang Dingin dan kadang Juga perhatian.
"Mas. Kenapa melamun Si? Ucap Keyla Sembari Memonyongkan Bibirnya.
"Eh, Iya Nggak kok, siapa juga yang Melamun. Ucap Andro Bertele-tele
"Apa mas Udah nunggu Lama di sini?" Tanya Keyla
"Nggak kok, aku baru Sampai.
Ujar Andro,
"Oh Gitu ya, Lalu Mas, Mau pesan makanan Atau Mau Jemput aku,"
Ucap Keyla Sambil Mengedipkan matanya Pada Andro.
"Kenapa dia Tiba-tiba Jadi Kayak gini ya?"
Gumam andro Di dalam hatinya
"Ya aku mau Jemput kamu Gadis Manja." Ujar Andro.sambil Mencubit Ujung hidung Keyla.
"Auww, Sakit." Rengek Keyla
Sikap Keyla saat ini Mala membuat Andro Semakin Aneh. Namun bagi Keyla Ia bersikap Seperti itu Agar Andro Nggak akan Sakit hati lagi.
Karena Rasa penasarannya. Dion pun Mendekati Kedua orang itu.
"Keyla. Ucap Dion, Sambil Tersenyum
"I--iya, Pa Dion." Jawab Keyla dengan Sangat Gugup
"Boleh Saya tanya Sesuatu sama kamu?" Tanya Dion, Mengerutkan Dahinya
"Eh, I--iya Pa Boleh. Ucap Keyla Sambil Memaksakan Senyumnya
"Siapa pemuda ini, Sejak tadi Yang Saya lihat Kalian Begitu akrab dan Dekat sekali,"
Ucap Dion Kembali
"Oh, Dia ini Calon Suami aku Pa," Jawab Keyla sambil Menatap Andro
"Jadi dia calon Suami kamu ya?" wah saya Ucapkan Selamat Buat Kalian Berdua. Dan Semoga kalian Selalu bahagia,
Ucap Dion, Sambil Mengulurkan Tangannya Pada kedua Pasangan muda itu.
"Terimakasih Pak," Ucap Keyla Sembari Tersenyum
"Ya Sudah, Kalian Ngobrol Saja Dulu, Saya Mau Ke Depan Dulu.
Ujar Dion, Kembali Melangkah Ke luar
"Sayang, Yuk Kita pulang," Ajak Andro
"Sabar Mas, Aku Masih Kerja,"
"Lama amat si!" Keluh Andro
__ADS_1
Keyla Hanya Bisa Tersenyum Menatap Andro Yang Semakin Nggak Beta Menunggu Hingga ia Pulang Nanti.
"Hei Kamu!" Cepat Kesini bereskan Semua Pekerjaan kamu Terlebih Dulu!
Ucap Santi, Menatap Sinis pada Keyla.
Andro Menjadi Terkejut Ketika Wanita Itu Membentak Keyla di depan semua orang.
"Woiii.! Siapa kamu? bisa seenaknya Membentaknya Seperti itu!" Tanya Andro sambil menatap Tajam Pada Wanita Yang Sudah membentak Keyla.
"Sudahlah Mas, Biarkan Saja Dia.
Orangnya Memang Seperti itu, Jadi nggak Usah di Ladeni Ya," Bujuk Keyla agar Andro tidak Terpengaruh dengan Sikap Santi yang Sudah Berlebihan itu.
"Tapi Sayang, Dia Sudah kelewatan Tau Nggak," Ucap Andro,
"Iya Biarkan Saja, Kamu Duduklah Di sini Aku Mau menyelesaikan Pekerjaan aku dulu,"
Ujar Keyla dengan Lembut pada Andro.
"Iya Baiklah, Tapi kamu Mesti hati-hati Sama Wanita Monster itu!"
"Iyaa Mas, Ucap Keyla Sembari Tersenyum Pada Andro.
Andro pun kembali Duduk Di kursi Tempat ia Duduk tadi. Sambil terus menatap Keyla Yang Sedang mengepel Lantai
"Kasihan Kamu Sayang, Harus Susah-susah Bekerja Di sini."
Gumam Andro,
Waktu Jam pulang pun Sudah Tiba, Semua karyawan Sudah mulai Bersiap-siap untuk Pulang Ke rumah Mereka. Alya dan Keyla Juga sudah Keluar Dari Dalam restoran itu.
Namun Tiba-tiba Ada seorang Pemuda yang Menghalangi Langkah mereka Pada saat Ingin Keluar dari Restoran itu.
"Keyla. Bisa nggak kamu Ikut sama Aku Sebentar saja,"
Ucap Karan, Sontak membuat Andro Geram melihat Wajah Pemuda itu.
"Maaf Bos, Aku harus Segera Pulang. Karena Aku masih ada urusan Yang harus aku Kerjakan di Rumah." Jawab Keyla menolak Ajakan Karan,
"Sebentar Aja, Boleh ya?" Karan terus Memaksa Keyla agar ikut bersamanya.
Namun Andro Segera keluar dari dalam mobilnya dan pergi menemui Keyla.
"Ada Apa Sayang?" Tanya Andro, Sambil Menggenggam Tangan Keyla
Karan Merasa Kesal Melihat Andro Yang Tiba-tiba Datang Ke tempat itu.
"Nggak apa-apa Mas, Ucap Keyla
"Yuk kita pulang, Aku udah nggak Sabar Pengen Tidur bareng Kamu," Ucap Andro Sambil Mencium pipi Keyla di Depan Karan.
Situasi Semakin Memanas Karan Merasa Cemburu Atas Kemesraan Keyla dan Pemuda itu.
"Kamu Siapa Ya? Tanya Karan, Dengan Sedikit Kesal
"Saya Tunangannya, Dan sebentar Lagi Kami Akan Segera Menikah Iya kan Sayang,"
"Iya mas," jawab Keyla dengan Singkat
"Menikah?" Memangnya Kamu Sudah Yakin Kalau Keyla akan Menikah Dengan kamu? Ucap Karan, Berusaha Membuat Andro Marah
"Ya iyalah, Semalam kami Sudah Menentukan hari Pernikahan Dengan Ka Ferry. Bakan dia Juga sudah Menyetujui Hubungan Kami."
Jawab Andro, Menyinggung Perasaannya Karan.
__ADS_1