
Siang Ini Matahari Bersinar cukup Cerah, Membuat Pemuda Itu Semakin Bersemangat Melakukan Pekerjaannya Di Kebun Belakang Milik Keluarga nya. Sementara Keyla Masih Sibuk beres-beres Di Dapur Bersama Bi Larsih.
Suara Mobil Terdengar Di halaman Rumah Ardani, Pa Gilang Segera memarkirkan Mobilnya Terlebih Dahulu. Lalu keluar Dari Dalam Mobil itu Bersama Ardani.
"Eh, Paman. Udah Balik Ya?" Tanya Keyla Sembari Tersenyum Menyambut Pa Gilang.
"Iya Nak, Bibi Di mana?" Tanya kembali Pa Gilang
"Oh Bibi, Dia lagi Di dapur Paman. Jawab Keyla, Lalu ia kembali Membersihkan Kaca Yang Berada Di depan pintu Masuk. Ia Bakan Tidak Tau kalau Ardani sedang Memperhatikannya Dari Dalam rumah
"Dia Gadis Yang Sangat Baik, Dan Rajin. Gumam Ardani Menatap Keyla yang Tengah Membersihkan Kaca Jendela itu
"Kemana Andro Bi?" Tanya ardani, dengan Singkat
"Den Andro, Sedang Di kebun Belakang Tuan, Dia Sedang Membersihkan Kebun. katanya Ingin Meringankan Pekerjaan Suami Saya Tuan," Ucap Bi larsih dengan Baik.
Ardani sempat Terkejut Ketika Mengetahui Andro sedang Bersih-bersih Di Kebun Belakang Rumahnya.
"Apa saya tidak Salah Dengar Bi? Tumbenan Anakku kerja di Kotoran seperti Itu." Ucap Ardani Bingung
"Aku Juga Nggak habis Pikir Tuan, Tapi Yang Saya Lihat Memang Seperti Itu tuan, Ucap Bi Larsih.
Karena Pemasaran Ardani Pun Segera Pergi Ke Kebun Belakang Yang Tidak Jau Dari Rumahnya. Dan sesampainya Di sana Ia Sangat Terkejut Melihat Andro sedang Mengangkat Rumput Dari Kebun itu.
"Sejak kapan Dia Seperti Itu," Gumam Ardani Penuh Heran Pada Putranya Yang kini Menjadi Sangat Berbeda Dari sebelumnya.
Namun ia Juga bersyukur Karena Kehadiran Keyla Membuat Putranya Bisa Menjadi Dewasa Dan tau Menghargai Sesuatu hal Yang Kecil.
Setelah Cukup Lama ia melihat Putranya, Ardani Kembali rumah. Sambil Tersenyum-senyum Kecil.
Keyla nampak Kebingungan Melihat Ardani Tersenyum Sendirian memasuki Ruang Kerjanya.
"Ada apa Dengan Ayah?" Kok Dia Senyum-senyum Sendirian? Batin Keyla
Yang Merasa Heran Dengan Ayah mertuanya Itu.
"Bi, Aku Ke kebun Dulu ya," Mau Panggilin Andro, Ucap Keyla
"Iya Nak, segera panggil Den Andro, ini Udah Waktunya Jam Makan Siang. Balas Bi Larsih
"Iya Bi" ucap Keyla lalu Melangkah Keluar
"Pa, Tolong Bantuin Aku pa," Keluh Bi Larsih Sambil memegang Pinggang nya yang Terasa Sakit Akibat Terjatuh Tadi.
__ADS_1
"Memangnya ada Bu? tanya Pa Gilang
"Tadi Pagi non Claudia Bersama Ibunya Datang Ke sini, Dan Non Claudia Marah-marah Hingga dia mendorong Aku Jatuh ke lantai Pa, Dan sekarang Pinggangku Terasah Sakit," Tutur Bi larsih
"Apa? Kok Bisa Non Claudia Berbuat Seperti Itu sama Kamu Bu?" Ucap Pa Gilang Dengan Sangat kuat
Hingga Membuat Ardani Menghampiri Mereka
"Ada apa Gilang?" Tanya Ardani yang Tiba-tiba Berdiri Di Samping mereka.
"I--ini Tuan, Istriku Katanya Sakit Pinggang. Karena Non Claudia Datang kesini bersama Ibu Fatma. dan Mereka Sudah mendorong Istri Saya tuan, Hingga Terjatuh ke lantai."
Ucap Pa Gilang, Menatap pada Ardani
"Apa! Memangnya Mereka Mau apa Ke sini Bi? Tanya Ardani Dengan Sedikit Emosi
"Mereka Ingin Bertemu Den Andro Tuan, Katanya Mereka Ingin Meminta Maaf pada Den Andro." Ucap Bi Larsih Menunduk
"Apa lagi Yang Sedang mereka Rencanakan Untuk Menghancurkan Hubungan Andro Dan Keyla," Ucap Ardani Keliru
"Kita harus Segera Laporkan Hal ini Kepada Pihak yang Berwajib, Agar mereka Bisa Segera Di tangkap." Ucap ardani Lalu ia Pergi Mengambil Ponselnya Dan Segera Menghubungi Pihak kepolisian Untuk Menangkap Kedua wanita Jahat itu
Setelah beberapa Menit Ardani Segera Kembali Menemui Bi larsih dan Suaminya Untuk Memberikan Uang agar Bi larsih bisa Mencari Tukang Pijat Yang Bisa Mengurut Pinggangnya yang sakit.
"Tidak Usa Tuan, Biar Nanti Saya minum Anti Nyeri Saja tuan, Ucap Bi larsih, Menolak Uang Itu
"Tidak Apa-apa Bi, Ambilah Dan Segera Pergi Ke Tempat Tukang pijat, Ucap Ardani Sembari Tersenyum
"Baiklah Tuan, Tapi Terimakasih Banyak Karena Tuan selalu Membantu Kami." Ucap Pa Gilang
"Tidak apa-apa, Kalian Ini Juga sudah banyak Membantu Kami sekeluarga Di sini. dan Saya Juga sudah Menganggap kalian Seperti Saudara ku Sendiri, Ucap Ardani. Lalu ia pergi ke dalam Kamarnya.
"Semoga Tuan Ardani dan Den Andro, Selalu Di limpahkan Rejekinya Ya pa, Karena Selama Ini Mereka Sangat baik Pada kita," Ucap Bi Larsih,
"Amin Bu," Dan Semoga Kita Juga selalu Di Berikan Kesehatan. Agar Kita bisa Membantu Keluarga ini Dengan Baik Bu," Balas Gilang
"Ya Sudah pa, Ayo kita segera Pergi Sebelum Den Andro dan nak Keyla Datang,"
"Iya Bu,"
Setelah Beberapa Menit Pa Gilang dan Bi larsih Pergi, Kini Keyla dan Andro Tiba di Rumah Mereka Kelihatan sangat Bahagia Karena Bisa Membantu Pekerjaan Pa Gilang.
"Sayang, Aku mandi dulu ya," Ucap Andro Sambil Berjalan Ke kamarnya.
__ADS_1
Keyla Sudah sibuk Menyiapkan Beberapa Piring Untuk mereka Makan nanti.
Namun ia Merasa Aneh karena Bi larsih dan Pa Gilang tidak ada di dalam Rumah itu. Bakan Ia Sudah mencari ke dalam Kamar Mereka. namun Mereka juga nggak di sana
"Kemana Paman dan bibi ya?" Gumam Keyla Bingung.
Lalu ia pergi ke ruang Kerjanya Ardani.
Tok tok tok.. Suara ketukan Pintu
"Masuklah," Ucap Ardani dari dalam
Ceklek. Suara Pintu di buka
"Keyla, Ada apa Nak?" Tanya ardani lembut
"Ayah, Apa ayah tau Kemana Perginya Bibi Sama paman?" Tanya Keyla
"Oh Tadi mereka Aku suruh ke tempat Pijat, Karena Pinggangnya Bi larsih sedang Sakit. Katanya dia terjatuh karena Ulahnya Claudia." Jawab Ardani, dengan Baik
"Bibi Sakit? tapi tadi Aku sama Andro Nanya Sama Bibi, Katanya nggak ada yang Sakit," Ucap Keyla Dengan Sangat cemas
"Mungkin Saja bi larsih Tidak ingin Merepotkan Kalian." ujar Ardani Kembali Tersenyum
Keyla Sangat Menghawatirkan Keadaan Bi Larsih ia Terus menatap Ke arah luar Rumah Sambil Menunggu Kedatangan Suami Istri Itu.
"Ada apa sayang," Kok kamu Cemberut?" Tanya Andro
"Bibi Mas, Dia lagi Sakit dan Sekarang Mereka Sedang ke rumahnya Tukang Pijat." Ucap Keyla Dengan Wajahnya Yang sedikit Kecewa Karena Ia tidak bisa Menemani Bi Larsih.
"Kok bisa di sayang?" Memangnya Siapa Yang Bilang Ke kamu Bibi Lagi Sakit.
"Ayah, katanya bibi Terus mengelu sakit di Bagian Pinggangnya."
"Astaga," Semoga bibi Cepat Baikan." Ucap Andro Kembali Membujuk Keyla
"Udah ya, Kita Nungguin bibi Sama Paman Di Rumah saja, Kita doakan Saja Agar bibi Kembali Sehat," Ucap Andro Tersenyum pada Keyla
"Iya mas," Aku nggak bisa Maafin diri aku, Jika terjadi Sesuatu sama Bibi,"
Andro Segera Memeluk Keyla Dan Mengajaknya Untuk makan, Namun Gadis itu Masih tidak ingin makan jika Bi larsih Belum Juga pulang Ke rumah.
"Baiklah Kita Nungguin Bi larsih Dulu baru Kita Makan Bareng Bibi dan Paman ya?" Bujuk Andro Mengelus Rambut Keyla
__ADS_1
Gadis itu hanya mengangguk pelan sambil Menyandarkan kepalanya di Bahu Sang Kekasih.